;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Ekspor Fero Nikel Sultra Capai Rekor Tertinggi

05 Jan 2021

Ekspor komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel dari Sulawesi Tenggara, mencatatkan nilai tertinggi pada November lalu. Nilai ekspor komoditas ini mencapai 406 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 5,7 triliun, yang merupakan nilai tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Di tengah pandemi Covid-19, nilai ekspor Sultra melejit dari periode sebelumnya. Nilai ekspor Sultra pada November 2020 lalu mencapai 409,97 juta dollar AS (Rp 5,78 triliun). Nilai ini didominasi komoditas besi dan baja, khususnya fero nikel, dengan angka 406,33 juta dollar AS (Rp 5,73 triliun) atau mendominasi sebanyak 99,11 persen.

Surianto Toar, Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sultra, dalam pernyataan pers virtual di Kendari, Senin (4/1/2021), menyampaikan, total ekspor November merupakan capaian tertinggi selama 2020.

Dari sektor industri pengolahan ini, ia melanjutkan, komoditas besi dan baja, utamanya fero nikel, mencapai kontribusi sebesar 406,33 juta dollar AS. Jumlah ini mendominasi sebesar 99,11 persen. Sisanya, sebesar 0,89 persen, adalah gabungan olahan ikan dan udang, cengkeh, mete, dan rumput laut. Sebagian besar komoditas tersebut dikirim ke China.


Daerah Menunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

05 Jan 2021

PT Bio Farma telah mendistribusikan 714.240 dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke sejumlah provinsi. Namun, penggunaan vaksin ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat serta izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

Juru bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, sebelumnya menyampaikan, meski siap digunakan, pemakaian vaksin itu harus menanti izin penggunaan darurat dari BPOM (Kompas, 4/1).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto mengaku belum tahu apakah vaksin akan diantar atau harus diambil ke gudang Dinas Kesehatan Jateng. “Kalau arahan awal, (dinas kesehatan) kabupaten/kota harus mengambil sendiri-sendiri. Tetapi, (kami) masih menunggu pastinya bagaimana,” kata Slamet di Pekalongan.

Belum jelasnya informasi terkait dengan alur pendistribusian vaksin juga dikeluhkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dan Dinas Kesehatan Kota Tegal. Hingga Senin malam, mereka masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jateng.

 


Pemerintah Tambah Anggaran Pemulihan Ekonomi 2021 Rp 31,6 Triliun

05 Jan 2021

Pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran Program Pemulihan Ekonomi (PEN) Tahun 2021 sebesar Rp 31,6 triliun. Dengan demikian, total anggaran program lanjutan tahun lalu tersebut menjadi Rp 403,9 triliun dari pagu sebelumnya sebesar Rp 372,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran PEN 2021 akan tersebar dalam lima program.

Pertama, anggaran kesehatan sebesar Rp 25,4 triliun antara lain untuk pengadaan vaksin, sarana dan prasarana program vaksinasi, imunisasi, laboratorium, peneltian dan pengembangan dan cadangan bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pekerja bukan penerima upah.

Kedua, anggaran program perlindungan sosial dengan pagu sebesar Rp 110,2 triliun. Ketiga, stimulus untuk sektoral yang ada di kementerian dan lembaga (K/L), serta pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp 184,2 triliun. Keempat, insentif usaha dalam bentuk perpajakan dengan anggaran Rp 20,26 triliun. Kelima, dukungan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan badan usaha milik negara (BUMN) total Rp 63,84 triliun.


Rupiah Menguat Walau Terlambat

05 Jan 2021

Tahun baru, level nilai tukar baru. Mengawali tahun 2021 ini, mata uang garuda mengepak kuat. Kemarin (4/1), kurs spot rupiah menguat 1,12% menjadi Rp 13.895 per dollar Amerika Serikat (AS). Ini level terkuat rupiah sejak 10 juni 2020.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, salah satu penyebab penguatan rupiah adalah tren bearish dollar AS. The greenback tertekan optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi global setelah berbagai negara mulai melakukan program vaksinasi Covid-19.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksikan dollar AS akan terus melemah. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 89,95. Ini level terendah sejak April 2018.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai penguatan rupiah kali ini karena overshoot dana asing yang masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia dengan nilai cukup besar. "Yang terpenting rupiah harus stabil dan punya daya saing dibanding mata uang emerging lain, " jelas dia.


Hunian Elit Jadi Industri Cuci Sarang Walet

05 Jan 2021

Komisi A DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya lebih cermat dan hati-hati dalam menyikapi perubahan hunian menjadi kegiatan Industri, Meski dalam kapasitas industri kecil, faktor kenyamanan penghuni harus dipertimbangkan.

Komisi A menggelar hearing bersama pihak terkait atas munculnya problema kota. Di Perumahan Kertajaya Indah II Blok F-213 milik Bing Harlanto menjadi sentra industri pencucian sarang burung walet.

Sudah bertahun-tahun beroperasi. Keberadaan industri rumahan itu bikin tidak nyaman penghuni lain. Rumah pencucian sarang walet itu pernah diberi tanda silang oleh Satpol PP. Namun tanda itu dilepas karena industri rumahan Itu telah mengurus dan menuntaskan izin.

Atas ketidaknyamanan itu, warga perumahan yang dikenal elit itu lapor ke dewan dan kini dalam pembahasan Komisi A.


Petani Keluhkan Pupuk Subsidi Langka

05 Jan 2021

Sejumlah petani di Sulawesi Selatan mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk subsidi. Adapun petani yang mengalami kelangkaan pupuk subsidi diantaranya di Kecamatan Tamalatea dan Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Atas kelangkaan pupuk ini, diduga kelangkaan pupuk dikarenakan banyaknya oknum pengecer atau pengepul yang memperjual belikan secara ilegal keluar Kabupaten. Seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, ada pelaku penjualan pupuk secara ilegal yang ditangkap basah serta sempat diamankan namun pada akhirnya dilepas.

Diketahui di Kabupaten Jeneponto, ada tiga Distributor Pupuk Subsidi ; CV.ANJAS, Koperasi Perdangan Indonesia dan Puskud Sulawesi Selatan.


Dana Pensiun, Dana Kelolaan Makin Moncer

05 Jan 2021

Dana kelolaan industri dana pensiun di Tanah Air diproyeksi makin moncer pada 2021. Kestabilan kondisi lembaga keuangan bakal terasa sampai industri dana pensiun. Kemampuan pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya dalam program dana pensiun bakal turut terkerek. Selama pandemi Covid-19, industri dana pensiun tergolong kebal. Berdasarkan statistik dana pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2020, industri itu membukukan aset Rp 303,9 triliun atau tumbuh 7,04% dibandingkan dengan capaian pada November 2019 yakni Rp 293,9 triliun.

Para pelaku industri dana Pensiun perlu meningkatkan kualitas investasi sering adanya potensi peningkatan dana kelolaan. Selain itu, manajemen risiko harus diperketat agar dana yang dipercayakan para peserta dana pensiun tetap terjaga. Namun, industri membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Aset industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) tumbuh sehingga bisa melampaui Rp 100 triliun. Capaian itu menjadi tolok ukur bahwa industri dana pensiun mampu mencetak pertumbuhan lebih tinggi.

Impor Komoditas Pangan, Lampu HIjau Gula, Tanda Bahaya Kedelai

05 Jan 2021

Di sektor makanan dan minuman (mamin), isu kelangkaan stok gula kristal rafinasi (GKR) mulai menemui titik terang. Setelah mengalami krisis suplai bahan baku akibat keterlambatan izin impor pada kuartal IV/2020, pabrikan rafinasi akhirnya mengamankan lagi lampu hijau untuk mendatangkan gula kristal mentah (GKM) pada awal 2021. 

Masalah kelangkaan GKR bagi produksi industri mamin untuk saat ini sudah bisa diredam. Terlebih, alokasi yang diberikan Kemendag sudah sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian. Jika izin impor GKM tak kunjung diterbitkan, kelangkaan GKR akan berimbas pada anjloknya produktivitas industri mamin. Dampaknya adalah kekosongan stok produk mamin di pasaran, efisiensi tenaga kerja di sektor mamin, serta penurunan produktivitas sektor hulu seperti peternak dan petani yang memasok daging, susu, buah, dan lainnya.

Tren Mobilitas Di Tengah Pandemi, Mobil Pribadi Mampu Unjuk Gigi?

05 Jan 2021

Meski Covid-19 telah meluluhlantakkan penjualan otomotif hampir sepanjang 2020, pandemi setidaknya telah mengubah prespektif masyarakat dalam memilih moda transportasi sehari-hari. Pandemi virus corona menyebabkan mobilitas pribadi lebih besar dan dengan demikian meningkatkan kepadatan lalu lintas. Kendaraan modern dengan perangkat lunak prediktif kini menjadi bagian penting dari solusi kebutuhan mobilitas orang. Selain mobil, sepeda juga semakin meningkat akibat pandemi virus corona. 

Secara keseluruhan, mobil adalah bagian dari perjalanan harian bagi kebanyakan orang. Di AS, Jerman, dan Prancis, lebih dari stengah dari mereka yang disurvei mengaku menggunakan kendaraan setiap hari atau hampir setiap hari dan sekitar sepertiga melaporkan mengendarai mobil setidaknya sekali sepekan. Sebagai konsekuensi dan penyebaran global virus corona, kebiasaan mobilitas sehari-hari telah berubah secara siginifikan di seluruh dunia.

Industri otomotif perlu melakukan transformasi digital agar dapat memnuhi permintaan pelanggan yang diprediksi melonjak pada 2021. Melalui penerapan teknologi akan muncul kekuatan baru bagi industri otomotif, terutama dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan dan interaksi dengan konsumen. Situasi penuh ketidakpastian akibat pandemi akan melambungkan jual beli mobil bekas. Pelaku industri juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dengan memberikan transaksi yang lebih aman.

Geliat Perusahaan Rintisan, Gurita Bisnis Alibaba & Langkah Jack Ma di Indonesia

04 Jan 2021

Investasi Alibaba di Indonesia ternyata tak hanya di startup dan e-commerce. Saham sejumlah perusahaan di sektor perbankan dan logistik pun sudah digenggam. Alibaba justru menjadi saham primadona di mata para analis. Pasalnya, situasi ini sebenernya dapat dimanfaatkan oleh investor ritel. Tren jatuhnya harga saham Alibaba justru bisa dimanfaatkan para investor ritel untuk mengeruk keuntungan jangka panjang. Pelan tapi pasti, dalam 2 tahun terakhir perusahaan rintisan miliarder Jack Ma tersebut telah memperluas pengaruhnya di Indonesia ke segmen perbankan. Persaingan di sektor perbankan memang tidak akan mudah.

Manuver bisnis Alibaba di Indonesia bermula pada 11 April 2016. Alibaba mengumumkan pendanaan pertama mereka terhadap Lazada. Alibaba menyuntik perusahaan e-commerce asal Singapura tersebut dengan dana US$ 1 miliar atau setara Rp 14,1 triliun. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lokasi operasional Lazada. Alibaba memperoleh akses ke platform dengan basis konsumen yang besar dan berkembang di luar China.

Untuk investasi kedua di Lazada, Alibaba tidak sekedar bertekad merebut pangsa pasar e-commerce. Sekitar 10 bulan sebelumnya, Alibaba telah mencaplok 20% saham Ascend Money, perusahaan pembayaran digital asal Thailand yang terkenal dengan layanan bernama True Money. True Money yang telah beroperasi di Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja lantas diintegrasikan sebagai salah satu opsi pembayaran yang bisa dipakai untuk layanan Lazada di berbagai negara Asia Tenggara.

Berdiri di tiga kaki e-commerce tampaknya juga belum bikin Alibaba puas. Perusahaan internet dan teknologi ini santer disebut-sebut akan segera berinvestasi di Grab dan OVO. Meski demikian, hingga kini belum ada kesepakatan yang terjalin antara kedua pihak.