Ekonomi
( 40554 )Bulog-TaniHub Dukung Ekosistem Ketahanan Pangan
JAKARTA–Perum Bulog menjalin kerja sama dengan
TaniHub Group untuk mendukung pengembangan ekosistem ketahanan pangan nasional. Bulog memiliki jaringan
dan sistem pergudangan dengan cakupan yang sangat luas
di seluruh Indonesia, sementara Tanihub Group memiliki
pengalaman dan kemampuan teknologi terdepan di bidang
agritech. Kedua pihak meyakini bahwa kerja sama tersebut
akan menciptakan competitive advantages yang sangat besar
bagi ekosistem ketahanan pangan nasional.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota
kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU)
yang dilakukan Direktur Bisnis Perum Bulog dan CEO
TaniHub Group di Kantor Pusat Perum Bulog Jakarta,
Selasa (25/5).
Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan,
kolaborasi juga menyangkut kerja sama dalam bentuk pembiayaan bagi petani binaan Bulog, penyerapan dan pemasaran produk-produk petani binaan Bulog. Selain menyerap
hasil petani Bulog, TaniHub Group juga akan memasok
produk segar untuk seluruh gerai milik Bulog.
Sementara itu, CEO TaniHub Group Pamitra Wineka
mengatakan, pihaknya sangat bersemangat untuk menjalin
kerja sama dan kolaborasi dengan Bulog sebagai BUMN
pangan yang memiliki sarana infrastruktur yang sangat luas
dan berada di tengah-tengah ibukota provinsi dan ibukota
kabupaten. Startup agritech dengan pertumbuhan terbesar
di Indonesia tersebut dengan Bulog mempunyai banyak
kesamaan dalam visi besar untuk pertanian dan pangan di
Indonesia
(Oleh - HR1)
Astra Siap Tambah Investasi Start-up
JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII)
menyatakan minatnya untuk menambah portofolio
investasi di perusahaan rintisan (start-up). Sebab,
start-up dinilai memiliki model bisnis yang baik dan
prospektif.
Head of Investor Relation Astra International Tira Ardianti menjelaskan,
sejauh ini, Astra International sudah
berinvestasi di tiga perusahaan unicorn dan start-up, yakni Gojek sebesar
US$ 250 juta, Sayurbox sebesar US$ 50
juta, dan Halodoc sebesar US$ 35 juta.
Setelah investasi tersebut, Astra akan
selalu menjajaki kesempatan yang ada.
“Astra selalu menjajaki kesempatan
yang ada dan dari manajemen juga selalu melihat perkembangan ekonomi
digital,” jelas Tira dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal secara
virtual, Selasa (25/5).
Tira menegaskan, dengan berinvestasi di start-up, Astra bisa melakukan
modernisasi bisnis sekaligus berinovasi secara organik. Selain itu, Astra
bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.
Sebelumnya, Astra pernah memiliki
bisnis di perbankan, yakni melalui
PT Bank Permata Tbk (BNLI). Akan
tetapi, perseroan menjual kepemilikannya di bank tersebut pada 2020 dan
memilih fokus berinvestasi ke sektor
jasa keuangan lain.
Ke depan, Astra tidak menutup
kemungkinan untuk berinvestasi di
perbankan. Apalagi, saat ini marak
pembahasan mengenai bank digital.
Namun, Astra tidak bisa memastikan
investasi tersebut pada saat ini karena
harus menyesuaikan dinamika di bisnis dan industri tersebut. “Kami tidak
menutup peluang untuk bisnis yang
terus berkembang dan berkelanjutan
dalam jangka panjang,” papar dia.
Sementara itu, lini bisnis lainnya,
yakni jasa keuangan mencatat penurunan laba bersih sebesar 30%
menjadi Rp 985 miliar. Penurunan ini
karena adanya peningkatan provisi
untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).
Berbeda dengan segmen bisnis lainnya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO),
yaitu lini bisnis Astra yang bergerak di
bidang otomotif mencatat peningkatan
laba bersih 43% menjadi Rp 164 miliar.
Direktur Keuangan Astra Otoparts
Wanny Wijaya menjelaskan, peningkatan laba bersih ini karena adanya
peningkatan nilai tukar dolar AS
terhadap rupiah sehingga memberikan pendapatan kepada perseroan.
Padahal, di periode yang sama, Astra
Otoparts membukukan penurunan
pendapatan sebesar 6% menjadi Rp
3,61 triliun dari Rp 3,84 triliun pada
kuartal I-2020.
(Oleh - HR1)
Industri Hasil Hutan, Pebisnis Perlu Perkuat Pasar Nontradisional
Bisnis, Jakarta - Kendati prospek permintaan atas produk hasil hutan diperkirakan positif dalam beberapa bulan ke depan, indsutri hulu perlu memperkuat pasar nontradisional. Kinerja hulu industri kehutanan akan sangat bergantung pada kinerja industri hilir. Adapun, laporan produsen di daerah menyatakan bahwa dalam 5 bulan ke depan order masih akan positif.
Untuk pasar Eropa, saat ini nilai ekspor baru mencapai US$ 1 miliar. Begitu pula di Amerika Serikat, ekspor produk hasil hutan Indonesia baru sekitar US$ 1 miliar - US$ 1,52 miliar. Di sisi lain, disarankan agar industri hilir hasil olahan kayu atau furnitur lokal diminta lebih disiplin dalam menerapkan standar pada setiap produknya guna bersaing dengan produk impor. Hal itu perlu dilakukan untuk mengamankan pasar dalam negeri.
(Oleh - IDS)
Biaya Logistik, ALFI Protes Ongkos Rawat Kontainer
Bisnis, Makassar - Para pengusaha logistik dan forwarder yang tergabung dalam ALFI memprotes rencana perusahaan pelayaran memberlakukan tarif baru pembersihan dan perawatan peti kemas yang akan diterapkan mulai Juni 2021. Pengenaan tarif pembersihan dan perawatan peti kemas atau cleaning and maintenance container akan menjadi beban dalam upaya pemulihan industri logistik. Pengenaan tarif itu bertentangan dengan sejumlah program pemerintah yang berupaya memulihkan ekonomi seluruh sektor setelah terdampak Covid-19.
Tarif cleaning and maintenance container seperti sebuah siasat dari operator pelayaran untuk membebankan biaya teknis kepada pengguna jasa, yakni pelaku usaha forwarding. Pengenaan tarif tersebut bersifat ambigu karena seharusnya komponen pembersihan dan perawatan kontainer itu integral dengan pengenaan uang pengapalan kontainer atau freight container yang dikenakan selama ini kepada pengguna jasa. Seharusnya, operator pelayaran memasukkan biaya pembersihan dan perawatan peti kemas dalam tarif pengapalan atau freight container dan tidak membuat komponen tarif baru.
Perusahaan pelayaran sebaiknya segera menghapus komponen baru tersebut yang terkesan mengada-ada serta aneh dengan besaran tarif yang kompak ditentukan perusahaan pelayaran. Disarankan agar perusahaan tidak membuat komponen tarif baru yang hanya akan berdampak kenaikan biaya logistik
(Oleh - IDS)
Membuka Kanal Online hingga Mobil Toko
Jakarta - Tekanan bisnis selama masa pandemi Covid-19 memaksa pengusaha retail menjalankan berbagai strategi. Pemilik bisnis retail mulai menggandeng e-commerce dan berjualan dengan skema multikanal atau omnichannel. Selama beberapa tahun terakhir, pengelola department store dan jenis toko lainnya membangun toko online untuk bersaing dengan marketplace e-commerce.
Penyedia retail harus tetap memperhitungkan pengeluaran yang dipakai untuk strategi kolaborasi itu karena efisiensi masih berjalan. Selain perampingan tenaga kerja, efisiensi mencakup biaya listrik, distribusi, dan manajemen gudang. Prospek kerjasama antara e-commerce dan perusahaan retail semakin meningkat tahun ini. Pandemi menjadi momentum untuk inovasi bisnis retail agar tak gulung tikar. Sebelum Covid-19 muncul pun penjualan retail modern mulai kalah oleh bisnis e-commerce yang terus menjamur.
(Oleh - IDS)
Naik Permintaan Terpicu Harga Komoditas
Jakarta - Kenaikan harga dan permintaan komoditas di tingkat global memberikan dampak positif bagi industri alat berat Tanah Air. Kenaikan harga komoditas dan aktivitas konstruksi menjadi salah satu katalis utama yang membuat permintaan alat berat melesat dalam tiga bulan pertama tahun ini. Secara keseluruhan produksi alat berat bakal naik sekitar 30-40 persen dari tahun lalu. Dengan demikian, estimasi produksi alat berat bakal mencapai 4.500-5.000 unit atau bahkan bisa menembus 6.000 unit tahun ini.
Tren kenaikan harga komoditas pun turut mendongkrak kinerja petani di Sumatera Selatan. Kenaikan harga dan permintaan komoditas perkebunan seperti karet, sawit, rempah, dan kelapa akan berdampak meningkatnya daya beli masyarakat. Seiring dengan peningkatan harga komoditas, keuntungan industri yang terkena dampak juga akan meningkat termasuk pendapatan dari pajak juga akan meningkat.
(Oleh - IDS)
Tekanan terhadap Kripto di Tiongkok Bukan Hal Baru
LONDON, Langkah terbaru Tiongkok untuk memperketat regulasi mata uang kripto (cryptocurrency) bukanlah perkembangan baru. Demikian disampaikan Paul Mackel, kepala global riset FX di HSBC. “Beberapa pesan sudah ada di sana selama beberapa waktu. Sejauh yang saya ketahui, ini bukan perkembangan baru. Mereka lebih berhati-hati pada mata uang kripto,” ujarnya kepada CNBC pada Senin (24/5). Dia menambahkan, upaya Tiongkok baru-baru ini tidak bertentangan langsung dengan niatan negara tersebut untuk meluncurkan yuan digitalnya sendiri. Mata uang digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) ini bertujuan menggantikan sejumlah uang tunai yang beredar. “Saya tidak berpikir akan ada konflik dengan e-CNY ( yuan Tiongkok elektronik) setiap kali diluncurkan. Ini adalah mata uang digital yang sangat berbeda. Saya pikir mungkin ada masalah lain saat ini – tingkat spekulasi, volatilitas, dan apa artinya dalam hal lingkungan. Masalah-masalah ini mungkin telah mendominasi pemikiran mereka akhir-akhir ini,” kata Mackel. Komentar Mackel itu muncul setelah Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan Dewan Negara mengatakan dalam pernyataan Jumat (21/5), bahwa peraturan yang lebih ketat tentang mata uang kripto diperlukan untuk melindungi sistem keuangan.
“Kembali ke tahun 2017, tekanan tertinggi mungkin terjadi pada September. Saat itulah Tiongkok mengumumkan penutupan banyak bursa yang beroperasi di pasar Tiongkok. Dan tentu saja, orang-orang mengingat dari sejarah bahwa setelah kejatuhannya, bitcoin menguat ke level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 20.000 – atau harganya meningkat lebih dari lima kali lipat,” demikian penjelasan Lee, yang sebelumnya merupakan salah satu pendiri dan ceo BTC Tiongkok, yakni bursa bitcoin pertama di Negeri Tirai Bambu itu.
(Oleh - HR1)
Insentif PPN Dongkrak Penjualan Hunian
Jakarta, Penjualan properti naik berkisar 10-20% sepanjang tiga bulan pertama pemberlakuan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Maret-Mei 2021. Stimulus tersebut dinilai perlu didukung oleh percepatan proses kredit pemilikan rumah/apartemen (KPA/KPR). "Pada bulan pertama pemberlakuan insentif PPN, yaitu Maret, kenaikan penjualan berkisar 30-40%. Masuk bulan kedua, rata-rata kenaikan penjualan 10%," ujar Arvin F Iskandar, ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, baru-baru ini. Pemerintah membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang dibanderol berkisar Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar. Lalu, mendiskon 50% untuk segmen harga Rp 2-5 miliar per unit.Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah yang sudah jadi (ready stock) dan penyerahannya di rentang Maret-Agustus 2021. “Hanya diberikan untuk pembelian satu unit dan tidak boleh dijual dalam satu tahun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat mengumkan insentif tersebut beberapa waktu lalu.
Bagi Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, selain diperpanjang durasinya, insentif PPN juga perlu diperluas cakupannya. Hal itu salah satunya merujuk dari dampak implementasi insentif PPN sepanjang kuartal I-2021. “Kebijakan penghapusan atau pengurangan PPN untuk rumah ready stock yang dimulai sejak 1 Maret 2021 berdampak positif bagi penjualan rumah ready stock. Hal ini tergambar dari peningkatan sebesar 661,0% selama Q1-2021, meskipun kebijakan ini baru berjalan satu bulan,” kata dia.
(Oleh - HR1)
Potensi Besar Bank Jago
JAKARTA, PT Bank Jago Tbk (ARTO) memiliki prospek pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan yang cerah setelah berubah penuh menjadi bank digital. Hal ini didukung oleh masih besarnya potensi pasar penyaluran kredit, khususnya usaha kecil menengah (UKM) yang selama ini belum banyak tersentuh perbankan. Perseroan juga akan mendapatkan manfaat besar setelah bergabung dalam ekosistem baru GoTo, yaitu perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia. Dengan bergabung dalam ekosistem tersebut, maka terbuka potensi pasar yang siap digarap dalam jangka panjang. Analis Trimegah Sekuritas Rifina Rahisa dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, bank yang merambah bisnis pembiayaan UKM memiliki prospek cerah dalam jangka panjang. Apalagi, hampir 60% produk domestik bruto (PDB) didukung oleh UKM dan baru sebagian kecil dari UKM yang mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan. Berdasarkan data bahwa institusi keuangan baru hanya membiayai 11% dari UKM dan bank hanya berkontribusi sekitar 19% terhadap total pembiayaan sektor ini.
Selain potensi pasar yang besar, Bank Jago didukung oleh strategi kemitraan dengan Gojek-Tokopedia atau dikenal GoTo untuk menggarap pasar yang selama ini belum tersentuh perbankan. Akses perseroan juga bakal terbuka dengan 29 juta pengguna aktif ditambah 2 juta mitra driver Gojek, serta 900 ribu merchant UKM kecil yang terdaftar di Gojek.
“Dengan masuk dalam ekosistem GoTo, Bank Jago memiliki potensi untuk menyalurkan kredit hingga Rp 25 triliun. Bank Jago juga diproyeksikan akan terus melanjutkan ekspansi anorganik melalui mitra kerja sama dengan ekosistem digital gaya hidup,” jelas Rifina dan Willinoy.
(Oleh - HR1)
BP Jamsostek dan INA MoU Kegiatan Investasi
JAKARTA, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) dan Indonesia Investment Authority (INA) pada Senin, 24 Mei 2021 menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding /MoU) untuk kerjasama kegiatan investasi khususnya investasi langsung. Kerja sama ini ditujukan untuk mensinergikan sumber daya dan dana yang dimiliki dalam melakukan kerjasama investasi khususnya melalui instrumen investasi langsung. BP Jamsostek dan INA secara bersama-sama akan berbagi informasi atas potensi investasi bersama dalam beberapa sektor investasi, antara lain, sektor infrastruktur (antara lain jalan tol, pelabuhan dan bandara), infrastruktur digital, serta jasa dan pendukung kesehatan. “Kami yakin INA bersama BP Jamsostek akan dapat berperan pada proyek-proyek potensial, termasuk kemitraan dengan Kementerian BUMN yang akan memberikan prioritas pada proyek-proyek strategis,” ucap Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam siaran pers yang diterima pada Senin (24/5).
Sementara itu Chief Executive Officer INA Ridha Wirakusumah mengatakan sangat menghargai inisiasi BP Jamsostek untuk bekerja sama dalam menyalurkan dana untuk bersama-sama berinvestasi secara aman, berjangka panjang dan berdampak positif pada perekonomian nasional. “Kami percaya kerjasama yang dijalin dengan BP Jamsostek ini merupakan langkah awal positif untuk kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai investor, terutama domestik, dalam berinvestasi di berbagai sektor di Indonesia,” ucap Ridha.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









