;

Harga Gula Tinggi di Indonesia Timur, Titik Distribusi Impor Jadi Sorotan

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 20 May 2021 Bisnis Indonesia
Harga Gula Tinggi di Indonesia Timur, Titik Distribusi Impor Jadi Sorotan

Harga gula yang relatif tinggi di atas harga rata-rata nasional di wilayah Indonesia bagian timur tidak terlepas dari faktor biaya logistik yang mengiringi distribusi komoditas tersebut. Kondisi pandemi yang berkepanjangan bisa turut memengaruhi biaya pengiriman, termasuk lama pengiriman dari pelabuhan kedatangan menuju lokasi penjualan. Data Kementerian Perdagangan per 11 Mei 2021 menunjukkan bahwa realisasi impor GKP siap konsumsi telah mencapai 100% dari alokasi 150.000 ton. Dari jumlah tersebut, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang mendapat alokasi impor sebesar 75.000 ton melaporkan telah mendistribusikan 9.510 ton.

Adapun dalam laporan perusahaan di hadapan DPR pada 19 Mei 2021, distribusi diklaim telah terlaksana seluruhnya. Importasi sendiri dilakukan perusahaan melalui tiga pelabuhan yakni Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, dan Tanjung Perak di Surabaya. Selain GKP impor siap konsumsi, pemerintah juga mengeluarkan alokasi impor gula mentah untuk pabrik gula swasta dan BUMN yang bakal diolah menjadi gula konsumsi. Realisasi impor telah mencapai 617.000 ton atau 90,74% dari alokasi yang diberikan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata gula nasional berada di level Rp13.100 per kilogram. Paritas harga gula nasional dibandingkan dengan harga gula impor mencapai Rp9.291 per kg atau naik 1,34% dibandingkan dengan paritas pada April 2021. Sementara itu, manajemen RNI memastikan telah mendistribusikan seluruh GKP yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan selama hari besar keagamaan nasional (HKBN). Perusahaan juga bakal segera memulai masa giling tebu melalui lima pabrik gula.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan selain gula mentah, pemerintah juga memberi alokasi impor GKP 150.000 ton yang ditujukan sebagai iron stock. Stok GKP impor yang dipegang oleh BUMN bakal dipakai untuk antisipasi lonjakan harga, terutama di Indonesia Timur. Lutfi mengharapkan harga gula di Indonesia timur bisa mendekati HET Rp12.500 per kg. “Kalau sampai ada lonjakan harga, apalagi di Indonesia Timur, saya tidak bisa toleransi dan sudah saya sampaikan ke RNI kalau ada apa-apa bongkar di Indonesia Timur,” tegasnya.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :