Ekonomi
( 40460 )Naik Permintaan Terpicu Harga Komoditas
Jakarta - Kenaikan harga dan permintaan komoditas di tingkat global memberikan dampak positif bagi industri alat berat Tanah Air. Kenaikan harga komoditas dan aktivitas konstruksi menjadi salah satu katalis utama yang membuat permintaan alat berat melesat dalam tiga bulan pertama tahun ini. Secara keseluruhan produksi alat berat bakal naik sekitar 30-40 persen dari tahun lalu. Dengan demikian, estimasi produksi alat berat bakal mencapai 4.500-5.000 unit atau bahkan bisa menembus 6.000 unit tahun ini.
Tren kenaikan harga komoditas pun turut mendongkrak kinerja petani di Sumatera Selatan. Kenaikan harga dan permintaan komoditas perkebunan seperti karet, sawit, rempah, dan kelapa akan berdampak meningkatnya daya beli masyarakat. Seiring dengan peningkatan harga komoditas, keuntungan industri yang terkena dampak juga akan meningkat termasuk pendapatan dari pajak juga akan meningkat.
(Oleh - IDS)
Tekanan terhadap Kripto di Tiongkok Bukan Hal Baru
LONDON, Langkah terbaru Tiongkok untuk memperketat regulasi mata uang kripto (cryptocurrency) bukanlah perkembangan baru. Demikian disampaikan Paul Mackel, kepala global riset FX di HSBC. “Beberapa pesan sudah ada di sana selama beberapa waktu. Sejauh yang saya ketahui, ini bukan perkembangan baru. Mereka lebih berhati-hati pada mata uang kripto,” ujarnya kepada CNBC pada Senin (24/5). Dia menambahkan, upaya Tiongkok baru-baru ini tidak bertentangan langsung dengan niatan negara tersebut untuk meluncurkan yuan digitalnya sendiri. Mata uang digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) ini bertujuan menggantikan sejumlah uang tunai yang beredar. “Saya tidak berpikir akan ada konflik dengan e-CNY ( yuan Tiongkok elektronik) setiap kali diluncurkan. Ini adalah mata uang digital yang sangat berbeda. Saya pikir mungkin ada masalah lain saat ini – tingkat spekulasi, volatilitas, dan apa artinya dalam hal lingkungan. Masalah-masalah ini mungkin telah mendominasi pemikiran mereka akhir-akhir ini,” kata Mackel. Komentar Mackel itu muncul setelah Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan Dewan Negara mengatakan dalam pernyataan Jumat (21/5), bahwa peraturan yang lebih ketat tentang mata uang kripto diperlukan untuk melindungi sistem keuangan.
“Kembali ke tahun 2017, tekanan tertinggi mungkin terjadi pada September. Saat itulah Tiongkok mengumumkan penutupan banyak bursa yang beroperasi di pasar Tiongkok. Dan tentu saja, orang-orang mengingat dari sejarah bahwa setelah kejatuhannya, bitcoin menguat ke level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 20.000 – atau harganya meningkat lebih dari lima kali lipat,” demikian penjelasan Lee, yang sebelumnya merupakan salah satu pendiri dan ceo BTC Tiongkok, yakni bursa bitcoin pertama di Negeri Tirai Bambu itu.
(Oleh - HR1)
Insentif PPN Dongkrak Penjualan Hunian
Jakarta, Penjualan properti naik berkisar 10-20% sepanjang tiga bulan pertama pemberlakuan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Maret-Mei 2021. Stimulus tersebut dinilai perlu didukung oleh percepatan proses kredit pemilikan rumah/apartemen (KPA/KPR). "Pada bulan pertama pemberlakuan insentif PPN, yaitu Maret, kenaikan penjualan berkisar 30-40%. Masuk bulan kedua, rata-rata kenaikan penjualan 10%," ujar Arvin F Iskandar, ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, baru-baru ini. Pemerintah membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang dibanderol berkisar Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar. Lalu, mendiskon 50% untuk segmen harga Rp 2-5 miliar per unit.Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah yang sudah jadi (ready stock) dan penyerahannya di rentang Maret-Agustus 2021. “Hanya diberikan untuk pembelian satu unit dan tidak boleh dijual dalam satu tahun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat mengumkan insentif tersebut beberapa waktu lalu.
Bagi Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, selain diperpanjang durasinya, insentif PPN juga perlu diperluas cakupannya. Hal itu salah satunya merujuk dari dampak implementasi insentif PPN sepanjang kuartal I-2021. “Kebijakan penghapusan atau pengurangan PPN untuk rumah ready stock yang dimulai sejak 1 Maret 2021 berdampak positif bagi penjualan rumah ready stock. Hal ini tergambar dari peningkatan sebesar 661,0% selama Q1-2021, meskipun kebijakan ini baru berjalan satu bulan,” kata dia.
(Oleh - HR1)
Potensi Besar Bank Jago
JAKARTA, PT Bank Jago Tbk (ARTO) memiliki prospek pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan yang cerah setelah berubah penuh menjadi bank digital. Hal ini didukung oleh masih besarnya potensi pasar penyaluran kredit, khususnya usaha kecil menengah (UKM) yang selama ini belum banyak tersentuh perbankan. Perseroan juga akan mendapatkan manfaat besar setelah bergabung dalam ekosistem baru GoTo, yaitu perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia. Dengan bergabung dalam ekosistem tersebut, maka terbuka potensi pasar yang siap digarap dalam jangka panjang. Analis Trimegah Sekuritas Rifina Rahisa dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, bank yang merambah bisnis pembiayaan UKM memiliki prospek cerah dalam jangka panjang. Apalagi, hampir 60% produk domestik bruto (PDB) didukung oleh UKM dan baru sebagian kecil dari UKM yang mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan. Berdasarkan data bahwa institusi keuangan baru hanya membiayai 11% dari UKM dan bank hanya berkontribusi sekitar 19% terhadap total pembiayaan sektor ini.
Selain potensi pasar yang besar, Bank Jago didukung oleh strategi kemitraan dengan Gojek-Tokopedia atau dikenal GoTo untuk menggarap pasar yang selama ini belum tersentuh perbankan. Akses perseroan juga bakal terbuka dengan 29 juta pengguna aktif ditambah 2 juta mitra driver Gojek, serta 900 ribu merchant UKM kecil yang terdaftar di Gojek.
“Dengan masuk dalam ekosistem GoTo, Bank Jago memiliki potensi untuk menyalurkan kredit hingga Rp 25 triliun. Bank Jago juga diproyeksikan akan terus melanjutkan ekspansi anorganik melalui mitra kerja sama dengan ekosistem digital gaya hidup,” jelas Rifina dan Willinoy.
(Oleh - HR1)
BP Jamsostek dan INA MoU Kegiatan Investasi
JAKARTA, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) dan Indonesia Investment Authority (INA) pada Senin, 24 Mei 2021 menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding /MoU) untuk kerjasama kegiatan investasi khususnya investasi langsung. Kerja sama ini ditujukan untuk mensinergikan sumber daya dan dana yang dimiliki dalam melakukan kerjasama investasi khususnya melalui instrumen investasi langsung. BP Jamsostek dan INA secara bersama-sama akan berbagi informasi atas potensi investasi bersama dalam beberapa sektor investasi, antara lain, sektor infrastruktur (antara lain jalan tol, pelabuhan dan bandara), infrastruktur digital, serta jasa dan pendukung kesehatan. “Kami yakin INA bersama BP Jamsostek akan dapat berperan pada proyek-proyek potensial, termasuk kemitraan dengan Kementerian BUMN yang akan memberikan prioritas pada proyek-proyek strategis,” ucap Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam siaran pers yang diterima pada Senin (24/5).
Sementara itu Chief Executive Officer INA Ridha Wirakusumah mengatakan sangat menghargai inisiasi BP Jamsostek untuk bekerja sama dalam menyalurkan dana untuk bersama-sama berinvestasi secara aman, berjangka panjang dan berdampak positif pada perekonomian nasional. “Kami percaya kerjasama yang dijalin dengan BP Jamsostek ini merupakan langkah awal positif untuk kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai investor, terutama domestik, dalam berinvestasi di berbagai sektor di Indonesia,” ucap Ridha.
(Oleh - HR1)
Angin Segar untuk Ekspor Minyak Sawit
Jakarta - Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) atau IE-CEPA EFTA bakal berdampak positif pada ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya. Selama ini CPO selalu menjadi sasaran kampanye negatif di Eropa. IE-CEPA EFTA yang melibatkan Liechtenstein, Swiss, Norwegia, dan Islandia memberikan pesan positif terhadap komoditas sawit Indonesia.
Seluruh produk CPO Indonesia akan mendapatkan tarif nol persen ke Islandia dan Norwegia. Untuk akses pasar ke Swiss, akan ada penurunan dan eliminasi tarif dengan persyaratan tertentu. Penurunan tarif akan diberikan 20-40 persen dengan kuota bervariasi hingga tahun kelima dan dalam kontainer maksimal 22 ton. Penghapusan tarif menjadi nol persen akan diberikan untuk kuota 100 ton dalam botol maksimal 2 liter dan untuk konsumsi.
Indonesia memiliki potensi menyuplai CPO untuk industri di Eropa. Selama ini sebagian besar suplai CPO berasal dari negara transit, seperti Pantai Gading, Kepulauan Solomon, dan Malaysia. Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong ekspor CPO dan turunannya ke Swiss, langsung dari Indonesia sebagai negara produsen. Produk hilir sawit yang berpotensi masuk ke pasar Uni Eropa, termasuk Swiss.
(Oleh - IDS)
Giliran Sriwijaya Akan Rumahkan Pegawai
Dampak pandemi
Covid-19 memang benar-benar memukul industri penerbangan. Maskapai pelat merah
Garuda Indonesia mulai merumahkan karyawannya dengan tawaran secara sukarela
pensiun dini. Kini Sriwijaya Air juga mengalami hal serupa.
Melalui internal memo yang didapatkan Tribun pada Senin (24/5), Sriwijaya Air mengambil kebijakan untuk merumahkan karyawannya dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan likuiditas akibat wabah Covid-19, Dalam surat internal memo tersebut, disebutkan pemberitahuan kebijakan merumahkan karyawan yang tertanggal 21 mei 2021, yaitu melakukan dikalangan internal organisasi dan pihak Sriwijaya Air akan kembali memanggil karyawan yang dirumahkan jika operasional pesawat mulai bertambah.
Uang pisah untuk karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari tiga tahun diberikan uang pisah satu bulan gaji. Sedangkan karyawan dengan masa kerja lebih dari tiga tahun atau dibawah enam tahun akan diberikan uang pisah dua bulan gaji, dan karyawan yang masa kerja lebih dari enam tahun akan diberikan uang pisah tiga bulan gaji.
Selain itu Sriwijaya Air juga akan membebaskan biaya penalti kontrak kerja tidak termasuk pinjaman dana perusahaan kepada karyawan, yang menyetujui pengunduran diri tersebut. Terkait kebijakan tersebut, pihak Sriwijaya Air yang dihubungi Tribun belum dapat memberikan komentar lebih lanjut. Kami sedang melakukan pembahasan dengan internal perusahaan, dan kami akan menginformasikan kembali terkait pengumuman tersebut.
Khofifah Genjot Sektor Perikanan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan memperluas pelabuhan perikanan Mayangan Kota Probolinggo dalam waktu dekat. Ini hasil rekomendasi awak kapal dan pengusaha tangkapan ikan saat dikunjungi Khofifah, Senin (24/5).
Khofifah sidak ke pelabuhan tersebut untuk memantau aktivitas kegiatan bongkar muat ikan dan aktivitas di pelabuhan yang kembali beroperasi maksimal setelah libur lebaran. Dari kunjungan itu, diketahui kurang maksimalnya fasilitas di UPT Pelabuhan Perikanan Mayangan.
Rekomendasi dari para nelayan yang didapatkan akan segera ditindak lanjuti, terutama karena sektor perikanan ini adalah sektor yang tumbuh positif selama pandemi covid-19. Nilai tukar petani dan nilai tukar nelayan di Jawa Timur ini tumbuh positif selama pandemi covid-19.
Pembenahan yang pertama akan dilakukan adalah pengerukan di kawasan Pelabuhan Perikanan Mayangan. Pasalnya, biasanya pendangkalan yang terjadi di sini dikeruk selama lima tahun sekali. Saat ini sudah meningkat menjadi dua tahun sekali. Maka ke depan akan ditingkatkan. Karena, jika terjadi pendangkalan, kapal yang bersandar ke pelabuhan ini menjadi berkurang.
Layanan Transaksi ATM, Biaya Transaksi Masih Kompetitif
JAKARTA — Bank-bank pelat merah menetapkan biaya transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri atau ATM dalam jaringan Link yang relatif murah dibandingkan dengan pemanfaatan mesin transaksi di jaringan lainnya.Pengenaan biaya transaksi itu dikenakan di tengah turunnya volume dan nilai transaksi menggunakan mesin ATM di sejumlah bank pelat merah. Sebaliknya, transaksi menggunakan layanan berbasis internet seperti mobile banking dan internet banking, mengalami pertumbuhan pesat.Bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menetapkan biaya untuk cek saldo dan tarik tunai mulai 1 Juni 2021 untuk nasabah bank-bank pelat merah yang bertransaksi melalui mesin ATM jaringan Link.
Tarif yang diberlakukan pada transaksi cek saldo menjadi Rp2.500 dan tarik tunai menjadi Rp5.000 dari sebelumnya tidak dikenakan biaya.Sedangkan transaksi transfer antarbank tidak dilakukan perubahan biaya atau tetap dikenakan tarif Rp4.000. Namun untuk transaksi cek saldo dan tarik tunai nasabah di jaringan ATM masing-masing bank tidak dilakukan perubahan biaya atau tetap mengikuti ketentuan dari masing- masing bank.Dalam keterangan resmi Jumat (23/5), nasabah bank anggota Himbara tetap dapat bertransaksi di ATM jaringan bank Himbara atau Link dengan biaya yang lebih hemat dibandingkan dengan biaya transaksi diluar ATM Link. Biaya transaksi diluar ATM Link sebesar Rp4.000 untuk cek saldo, lalu sebesar Rp7.500 untuk tarik tunai, dan transfer ditetapkan Rp6.500.
Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Mucharom menyatakan bahwa transaksi melalui mesin ATM di bank jaringan Link oleh bank pelat merah masih lebih rendah dari sisi biaya.Jika mengutip laporan bank-bank pelat merah hingga kuartal I/2021, terjadi perubahan model transaksi oleh nasabah selama pandemi Covid-19. Transaksi dengan mobile banking meningkat pesat baik pada tahun lalu maupun hingga kuartal I/2021.Sebaliknya, transaksi melalui electronic channel seperti mesin ATM, cenderung turun. Bank Mandiri, misalnya mencatat volume transaksi dengan mesin ATM pada kuartal I/2021 sebanyak 201 juta transaksi dengan nilai Rp200 triliun.Volume transaksi itu lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2020 yang tercatat sebesar 236 juta dengan nilai sebesar Rp280 triliun. Sebaliknya, penggunaan aplikasi mobile banking Livin’ meningkat pesat dengan volume transaksi mendekat pengguna ATM, yakni 200 juta senilai Rp341 triliun.(Oleh - HR1)
Tren Investasi, Kripto Tertekan, Investor 'Mudik' Ke Saham
Kinerja negatif yang dialami oleh mayoritas aset kripto membuat para investor mulai berpikir untuk kembali menginvestasikan dananya ke pasar saham.Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia kembali meningkat seusai libur Idulfitri 2021. Sentimen negatif yang tengah menghajar pasar aset kripto diduga menjadi salah satu penyebab.Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu bertahan di atas Rp10 triliun sejak sesi Senin (17/5). Sebelumnya, transaksi di pasar modal sempat melandai sepanjang periode berjalan kuartal II/2021.Data menunjukkan nilai transaksi harian tidak mampu menembus Rp10 triliun setidaknya sejak 20 April 2021. Berdasarkan data Bloomberg, nilai transaksi pialang saham gross hanya mencapai Rp396,21 triliun sepanjang April 2021 atau menciut dari Rp525,88 triliun pada Maret 2021.
Salah satunya persoalan investor asing yang tengah rajin berjualan alias keluar dari pasar saham Indonesia. Pemodal asing tercatat membukukan net sell pada Maret 2021 dan April 2021.Selain itu, penurunan transaksi dari BPJS Ketenagakerjaan turut mempengaruhi aktivitas transaksi investor lainnya, khususnya institusi domestik yang memiliki kemiripan seperti Taspen, Dapen, dan lainnya.Lebih lanjut, ekonomi yang berangsur pulih memicu perpindahan dana dari pasar keuangan ke sektor riiil. Hal itu tecermin dari Purchasing Managers Index dan statistik barang impor yang terus naik.BEI juga tidak menampik tren investasi lain yang sedang digandrungi masyarakat seperti investasi aset kripto turut menjadi penyebab transaksi di bursa tidak seramai awal tahun. Kemungkinan terjadi kompetisi dengan Bitcoin dkk meski belum ada data konkret.
Fundstrat Global Advisors LLC Tom Lee mengatakan aksi tersebut juga terkait dengan tingginya tingkat leverage di pasar kripto. Alhasil, para trader dihadapkan dengan risiko jual paksa atau forced sell ketika harga aset digital tersebut merosot.Head of Asia Pacific at Luno Pte. Vijay Ayyar menilai krisis yang menimpa pasar kripto semakin dalam karena adanya kelebihan beban atau overload dalam sistem, likudasi oleh para pemain, serta faktor sejenisnya.Head of Americas di Amber Group Jeffrey Wang mengatakan telah melihat banyak posisi leverage yang lebih tinggi dari saat ini dilukuidasi dalam waktu singkat. Hal itu menjadi salah satu aksi jual yang terbesar. Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan tidak menutup kemungkinan investor kembali setelah Idulfitri 2021 sehingga transaksi meningkat.
(Oleh - HR1)Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









