Ekonomi
( 40554 )Angin Segar untuk Ekspor Minyak Sawit
Jakarta - Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) atau IE-CEPA EFTA bakal berdampak positif pada ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya. Selama ini CPO selalu menjadi sasaran kampanye negatif di Eropa. IE-CEPA EFTA yang melibatkan Liechtenstein, Swiss, Norwegia, dan Islandia memberikan pesan positif terhadap komoditas sawit Indonesia.
Seluruh produk CPO Indonesia akan mendapatkan tarif nol persen ke Islandia dan Norwegia. Untuk akses pasar ke Swiss, akan ada penurunan dan eliminasi tarif dengan persyaratan tertentu. Penurunan tarif akan diberikan 20-40 persen dengan kuota bervariasi hingga tahun kelima dan dalam kontainer maksimal 22 ton. Penghapusan tarif menjadi nol persen akan diberikan untuk kuota 100 ton dalam botol maksimal 2 liter dan untuk konsumsi.
Indonesia memiliki potensi menyuplai CPO untuk industri di Eropa. Selama ini sebagian besar suplai CPO berasal dari negara transit, seperti Pantai Gading, Kepulauan Solomon, dan Malaysia. Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong ekspor CPO dan turunannya ke Swiss, langsung dari Indonesia sebagai negara produsen. Produk hilir sawit yang berpotensi masuk ke pasar Uni Eropa, termasuk Swiss.
(Oleh - IDS)
Giliran Sriwijaya Akan Rumahkan Pegawai
Dampak pandemi
Covid-19 memang benar-benar memukul industri penerbangan. Maskapai pelat merah
Garuda Indonesia mulai merumahkan karyawannya dengan tawaran secara sukarela
pensiun dini. Kini Sriwijaya Air juga mengalami hal serupa.
Melalui internal memo yang didapatkan Tribun pada Senin (24/5), Sriwijaya Air mengambil kebijakan untuk merumahkan karyawannya dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan likuiditas akibat wabah Covid-19, Dalam surat internal memo tersebut, disebutkan pemberitahuan kebijakan merumahkan karyawan yang tertanggal 21 mei 2021, yaitu melakukan dikalangan internal organisasi dan pihak Sriwijaya Air akan kembali memanggil karyawan yang dirumahkan jika operasional pesawat mulai bertambah.
Uang pisah untuk karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari tiga tahun diberikan uang pisah satu bulan gaji. Sedangkan karyawan dengan masa kerja lebih dari tiga tahun atau dibawah enam tahun akan diberikan uang pisah dua bulan gaji, dan karyawan yang masa kerja lebih dari enam tahun akan diberikan uang pisah tiga bulan gaji.
Selain itu Sriwijaya Air juga akan membebaskan biaya penalti kontrak kerja tidak termasuk pinjaman dana perusahaan kepada karyawan, yang menyetujui pengunduran diri tersebut. Terkait kebijakan tersebut, pihak Sriwijaya Air yang dihubungi Tribun belum dapat memberikan komentar lebih lanjut. Kami sedang melakukan pembahasan dengan internal perusahaan, dan kami akan menginformasikan kembali terkait pengumuman tersebut.
Khofifah Genjot Sektor Perikanan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan memperluas pelabuhan perikanan Mayangan Kota Probolinggo dalam waktu dekat. Ini hasil rekomendasi awak kapal dan pengusaha tangkapan ikan saat dikunjungi Khofifah, Senin (24/5).
Khofifah sidak ke pelabuhan tersebut untuk memantau aktivitas kegiatan bongkar muat ikan dan aktivitas di pelabuhan yang kembali beroperasi maksimal setelah libur lebaran. Dari kunjungan itu, diketahui kurang maksimalnya fasilitas di UPT Pelabuhan Perikanan Mayangan.
Rekomendasi dari para nelayan yang didapatkan akan segera ditindak lanjuti, terutama karena sektor perikanan ini adalah sektor yang tumbuh positif selama pandemi covid-19. Nilai tukar petani dan nilai tukar nelayan di Jawa Timur ini tumbuh positif selama pandemi covid-19.
Pembenahan yang pertama akan dilakukan adalah pengerukan di kawasan Pelabuhan Perikanan Mayangan. Pasalnya, biasanya pendangkalan yang terjadi di sini dikeruk selama lima tahun sekali. Saat ini sudah meningkat menjadi dua tahun sekali. Maka ke depan akan ditingkatkan. Karena, jika terjadi pendangkalan, kapal yang bersandar ke pelabuhan ini menjadi berkurang.
Layanan Transaksi ATM, Biaya Transaksi Masih Kompetitif
JAKARTA — Bank-bank pelat merah menetapkan biaya transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri atau ATM dalam jaringan Link yang relatif murah dibandingkan dengan pemanfaatan mesin transaksi di jaringan lainnya.Pengenaan biaya transaksi itu dikenakan di tengah turunnya volume dan nilai transaksi menggunakan mesin ATM di sejumlah bank pelat merah. Sebaliknya, transaksi menggunakan layanan berbasis internet seperti mobile banking dan internet banking, mengalami pertumbuhan pesat.Bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menetapkan biaya untuk cek saldo dan tarik tunai mulai 1 Juni 2021 untuk nasabah bank-bank pelat merah yang bertransaksi melalui mesin ATM jaringan Link.
Tarif yang diberlakukan pada transaksi cek saldo menjadi Rp2.500 dan tarik tunai menjadi Rp5.000 dari sebelumnya tidak dikenakan biaya.Sedangkan transaksi transfer antarbank tidak dilakukan perubahan biaya atau tetap dikenakan tarif Rp4.000. Namun untuk transaksi cek saldo dan tarik tunai nasabah di jaringan ATM masing-masing bank tidak dilakukan perubahan biaya atau tetap mengikuti ketentuan dari masing- masing bank.Dalam keterangan resmi Jumat (23/5), nasabah bank anggota Himbara tetap dapat bertransaksi di ATM jaringan bank Himbara atau Link dengan biaya yang lebih hemat dibandingkan dengan biaya transaksi diluar ATM Link. Biaya transaksi diluar ATM Link sebesar Rp4.000 untuk cek saldo, lalu sebesar Rp7.500 untuk tarik tunai, dan transfer ditetapkan Rp6.500.
Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Mucharom menyatakan bahwa transaksi melalui mesin ATM di bank jaringan Link oleh bank pelat merah masih lebih rendah dari sisi biaya.Jika mengutip laporan bank-bank pelat merah hingga kuartal I/2021, terjadi perubahan model transaksi oleh nasabah selama pandemi Covid-19. Transaksi dengan mobile banking meningkat pesat baik pada tahun lalu maupun hingga kuartal I/2021.Sebaliknya, transaksi melalui electronic channel seperti mesin ATM, cenderung turun. Bank Mandiri, misalnya mencatat volume transaksi dengan mesin ATM pada kuartal I/2021 sebanyak 201 juta transaksi dengan nilai Rp200 triliun.Volume transaksi itu lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2020 yang tercatat sebesar 236 juta dengan nilai sebesar Rp280 triliun. Sebaliknya, penggunaan aplikasi mobile banking Livin’ meningkat pesat dengan volume transaksi mendekat pengguna ATM, yakni 200 juta senilai Rp341 triliun.(Oleh - HR1)
Tren Investasi, Kripto Tertekan, Investor 'Mudik' Ke Saham
Kinerja negatif yang dialami oleh mayoritas aset kripto membuat para investor mulai berpikir untuk kembali menginvestasikan dananya ke pasar saham.Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia kembali meningkat seusai libur Idulfitri 2021. Sentimen negatif yang tengah menghajar pasar aset kripto diduga menjadi salah satu penyebab.Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu bertahan di atas Rp10 triliun sejak sesi Senin (17/5). Sebelumnya, transaksi di pasar modal sempat melandai sepanjang periode berjalan kuartal II/2021.Data menunjukkan nilai transaksi harian tidak mampu menembus Rp10 triliun setidaknya sejak 20 April 2021. Berdasarkan data Bloomberg, nilai transaksi pialang saham gross hanya mencapai Rp396,21 triliun sepanjang April 2021 atau menciut dari Rp525,88 triliun pada Maret 2021.
Salah satunya persoalan investor asing yang tengah rajin berjualan alias keluar dari pasar saham Indonesia. Pemodal asing tercatat membukukan net sell pada Maret 2021 dan April 2021.Selain itu, penurunan transaksi dari BPJS Ketenagakerjaan turut mempengaruhi aktivitas transaksi investor lainnya, khususnya institusi domestik yang memiliki kemiripan seperti Taspen, Dapen, dan lainnya.Lebih lanjut, ekonomi yang berangsur pulih memicu perpindahan dana dari pasar keuangan ke sektor riiil. Hal itu tecermin dari Purchasing Managers Index dan statistik barang impor yang terus naik.BEI juga tidak menampik tren investasi lain yang sedang digandrungi masyarakat seperti investasi aset kripto turut menjadi penyebab transaksi di bursa tidak seramai awal tahun. Kemungkinan terjadi kompetisi dengan Bitcoin dkk meski belum ada data konkret.
Fundstrat Global Advisors LLC Tom Lee mengatakan aksi tersebut juga terkait dengan tingginya tingkat leverage di pasar kripto. Alhasil, para trader dihadapkan dengan risiko jual paksa atau forced sell ketika harga aset digital tersebut merosot.Head of Asia Pacific at Luno Pte. Vijay Ayyar menilai krisis yang menimpa pasar kripto semakin dalam karena adanya kelebihan beban atau overload dalam sistem, likudasi oleh para pemain, serta faktor sejenisnya.Head of Americas di Amber Group Jeffrey Wang mengatakan telah melihat banyak posisi leverage yang lebih tinggi dari saat ini dilukuidasi dalam waktu singkat. Hal itu menjadi salah satu aksi jual yang terbesar. Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan tidak menutup kemungkinan investor kembali setelah Idulfitri 2021 sehingga transaksi meningkat.
(Oleh - HR1)Berinvestasi Mata Uang Kripto Ibarat Menaiki Rollercoaster
NEW YORK, Perubahan harga mata uang kripto (cryptocurrency) yang naik turun ibarat menaiki roller coaster, pada pekan ini disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari cuitan bernada kritis dari CEO Tesla Inc Elon Musk hingga kontrol pemerintah Tiongkok. Bahkan, harga bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, pun jatuh sebanyak 30% sebelum mengalami kerugian. Mata uang digital itu turun sekitar 40% dari level tertinggi tahun ini.Namun bagi Brjánn Bettencourt, yang berprofesi sebagai fotografer, naik turunnya kripto adalah bagian dari daya tariknya. Berinvestasi dalam mata uang kripto terasa sedang mengendarai rollercoaster yang menakutkan.“Anda mengendarainya dan mengendarainya serta merasakan setiap putaran dan belokan, yang bagi saya mengasyikkan dan menyenangkan. Berinvestasi dalam kripto bukan untuk orang yang lemah hati. Saya melihat ini sebagai investasi jangka panjang yang serius,” ujar pria berusia 32 tahun yang tinggal di Toronto, Kanada, yang dikutip Reuters pada Minggu (23/5).
Dalam pembicaraan soal kripto, ketika hal-hal seperti ini terjadi maka orang-orang mengatakan kripto tidak meyakinkan, dan orang-orang mungkin membelinya karena mereka melihatnya di berita,” ungkap Ethan Lou, penulis Once a Bitcoin Miner: Scandal and Turmoil in the Cryptocurrency Wild West yang dijadwalkan rilis pada musim gugur tahun ini. Menurut data Coinbase, di saat para investor ritel masuk ke dalam mata uang kripto, bitcoin menunjukkan lonjakan sekitar 345% pada tahun lalu, eter juga melonjak 1.219% dan dogecoin meroket 15.480%
Di sisi lain, peningkatan adopsi arus utama telah menarik perhatian regulator. Bahkan Departemen Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat (AS) pada Kamis (20/5), mengeluarkan aturan baru yang akan meminta agar transfer mata uang kripto dalam jumlah besar dilaporkan ke Layanan Pendapatan Internal atau Internal Revenue Service. The Federal Reserve (The Fed) menambahkan, mata uang kripto menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan. Pemerintah Tiongkok, pada Jumat (21/5) juga mengatakan akan menindak tegas aktivitas penambangan dan perdagangan bitcoin.
(Oleh - HR1)LPI Gandeng Anak Usaha ADIA Bentuk Konsorsium Investasi Rp 54 Triliun
JAKARTA – Lembaga
Pengelola Investasi
(LPI) atau Indonesia
Investment Authority
(INA) dan anak
perusahaan Abu Dhabi
Investment Authority
(ADIA) yaitu Caisse de
dépôt et placement du
Québec (CDPQ) dan
APG Asset Management
(APG) menandatangani
nota kesepahaman
atau memorandum of
understanding/MoU
untuk membentuk
konsorsium, pekan lalu.
Dalam MoU itu juga disepakati
untuk membangun platform investasi pertama yang berfokus pada
proyek infrastruktur di Indonesia.
Terkait dengan kesepakatan ini,
LPI berencana menjajaki peluang
investasi bersama dalam aset jalan
tol di Indonesia dengan potensi dana
kelolaan mencapai US$ 3,75 miliar
atau Rp 54 triliun.
Direktur Utama LPI atau INA Ridha
Wirakusumah mengaku senang dapat
bekerja dengan investor terkemuka
dari seluruh dunia untuk pembentukan konsorsium pertama INA. Menurut dia, ini menunjukkan ke yakinan
yang dimiliki investor global terhadap
potensi ekonomi Indonesia.
Sementara itu, Wakil Presiden
Eksekutif dan Kepala Infrastruktur
CDPQ Emmanuel Jaclot menilai
Indonesia merupakan tempat yang
menarik untuk berinvestasi, terutama di sektor infrastruktur.
"Kesepakatan ini juga memungkinkan kami untuk bersama-sama
membangun portofolio aset jalan
penting di salah satu negara dengan
pertumbuhan tercepat di dunia, dan
akan memungkinkan kami untuk
menggabungkan pengetahuan secara mendalam INA tentang pasar
dan jaringan lokal dengan CDPQ,
APG, ADIA, dan keahlian infrastruktur internasional,” ujar Jaclot.
Sedangkan Direktur Eksekutif
Departemen Real Estate & Infrastruktur ADIA Khadem Alremeithi menilai, Indonesia adalah
pasar yang menarik bagi investor internasional. "Ini karena ekonominya
tumbuh dan dinamis, yang didukung
oleh hal-hal positif tren demografis,"
ujar Alremeithi.
Sebagai informasi, LPI akan memiliki modal awal Rp 75 triliun.
Pemerintah pada tahun lalu telah
menyetorkan modal Rp 15 triliun
dan akan menambah permodalan
lembaga ini Rp 60 triliun pada 2021.
(Oleh - HR1)
SKPT Biak Ekspor Perdana ke Jepang dan Tiongkok
JAKARTA – Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP)
menyatakan, Sentra Kelautan
dan Perikanan Terpadu (SKPT)
Biak tengah bersiap untuk
melakukan ekspor perdana
ke Jepang dan Tiongkok. Rencananya, produk yang diekspor
ke Negeri Sakura meliputi tuna
fresh whole, tuna loin fresh,
kepiting, lobster, udang tiger
frozen, ikan demersal, unagi, dan
kerapu sunu hidup.
Dirjen Penguatan Daya Saing
Produk Kelautan dan Perikanan
(PDSPKP) KKP Artati Widiarti,
Sabtu (22/5), saat meninjau kesiapan ekspor dari SKPT Biak
juga melihat langsung produk
yang akan diekspor ke Negeri Tirai Bambu berupa ikan
cakalang. “Ekspor perdana
berupa multiproducts mengingat saat ini baru mulai terjadi
musim timur yang diperkirakan
berlangsung hingga Agustus
2021.Ini buah dari kerja keras
berbagai pihak, kita melakukan
pendampingan dan akan ada
ekspor perdana dari Biak. Tentu
ini kebanggaan bagi Papua, bagi
Indonesia," tutur Artati.
Sejak 2017, Ditjen PDSPKP
sebagai penanggung jawab
SKPT Biak telah membangun
sejumlah sarana dan prasarana
meliputi ICS, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), 100 unit
kapal 3 GT lengkap dengan alat
tangkap, penyediaan sarana rantai dingin untuk nelayan berupa
sarana cool box dan chest freezer.
Seluruh sarana dan prasarana
telah dimanfaatkan dengan baik.
KKP melalui Ditjen PDSPKP
juga melakukan pembangunan
sumber daya manusia melalui edukasi seperti pelatihan
dan bimbingan teknis kepada
masyarakat perikanan berupa
peningkatan kapasitas kelembagaan dari sebelumnya bersifat
soliter, kemudian berkelompok
dan saat ini telah bergabung
dalam lembaga koperasi perikanan.
(Oleh - HR1)
Investasi Pabrik Baru, Nestle Berlabuh di Jateng
Provinsi Jawa Tengah berpotensi menjadi primadona baru bagi investasi langsung di Indonesia setelah produsen susu Nestlé membangun pabrik baru di Batang senilai US$120 juta. Aura wajah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terlihat cerah ketika mengikuti peletakan batu pertama pabrik Nestlé Indonesia di Bandaraya Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/5). Dalam kesempatan yang sama juga diresmikan perluasan fasilitas di tiga pabrik lainnya yaitu pabrik Nestlé Indonesia di Karawang-Jawa Barat, Kejayan-Pasuruan-Jawa Timur, dan Panjang-Lampung.
Pabrik baru produsen susu di Batang menempati area seluas 19,8 hektare dengan investasi US$120 juta atau setara Rp3,1 triliun yang ditargetkan dibangun selama 3 tahun. Rencananya, pabrik baru itu memiliki kapasitas produksi 775.000 ton per tahun saat dioperasikan pada 2023. Nantinya, pabrik di Batang itu akan memproduksi produk susu cair merek Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo dan Nescafe dengan penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 200 orang. Tak hanya itu, pabrik baru itu juga akan membuka kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi perah bagi komunitas.
Presiden Direktur Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan optimistis melihat peluang pertumbuhan yang ada di Indonesia meskipun terjadi pandemi Covid-19. Menurutnya, keputusan melakukan investasi pabrik baru dan perluasan kapasitas pabrik yang ada, merupakan bukti komitmen jangka panjang untuk berinvestasi di negara kepulauan. Dia berkomitmen menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan menggunakan sebanyak mungkin bahan baku lokal. “Dan menghasilkan produk makanan dan minuman berkualitas dan bergizi yang aman dan lezat bagi konsumen kami, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan gembira dengan masuknya produsen susu asal Swiss itu. Menurutnya, pabrik baru Nestlé Bandaraya akan memberikan kesempatan bagi penyerapan tenaga kerja. “Sehingga mendukung upaya penurunan angka pengangguran,” kata Ganjar. Nantinya, pabrik baru Nestle tersebut bakal mengolah susu segar dan krim, kopi, serta makanan coklat dan kembang gula. Ganjar berharap, apabila telah beroperasi secara penuh, Nestle dapat bekerja sama dengan peternak Jawa Tengah untuk menyediakan bahan baku susu segar. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim sebelumnya mengatakan investasi sektor agro pada 2021 akan dibagi dalam tiga industri. Pertama, industri makanan, hasil laut, dan perikanan yang akan meliputi gula, tepung, pakan, penggilingan jagung, biskuit.
Pertamina Mencari Dana Eksternal US$ 40 Miliar
Grup Pertamina memproyeksikan kebutuhan investasi eksternal minimal USS 40 miliar atau Rp 572 triliun selama 2020 hingga 2024. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pertamina menjajaki beragam opsi pendanaan, baik kemitraan maupun lewat Indonesia Investment Authority (INA) atau Sovereign Wealth Fund(SWF). Pada Rabu (19/5) lalu, Pertamina dan INA meneken perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA).
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah. Nicke mengungkapkan, Pertamina membutuhkan investasi untuk mendanai 14 proyek strategis nasional (PSN) dan 300 proyek lainnya. Total kebutuhan hingga tahun 2024 mencapai USS 92 miliar. Secara terperinci, dari total kebutuhan tersebut, senilai USS 64 miliar untuk proyek upstream, USS 20 miliar untuk proyek downstream dan sekitar USS 8 miliar untuk proyek gas, power dan energi baru terbarukan (EBT). "Kami merencanakan minimal USS 40 miliar dari sumber eksternal, baik kemitraan maupun loan dan bond, " ungkap Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Kamis (20/5).
Pejabat Sementara Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan, pihaknya memang membuka diri terhadap berbagai opsi pendanaan untuk rangkaian proyek dalam beberapa tahun ke depan. "Pada dasarnya Pertamina terbuka dengan opsi proyek yang memerlukan pendanaan eksternal, " ujar dia kepada KONTAN, kemarin. Sebagai langkah awal, Pertamina dan INA menjajaki potensi kemitraan strategis investasi pada sektor energi, termasuk energi terbarukan yang dijalankan Pertamina untuk mewujudkan ketahanan energi dan menggerakkan perekonomian nasional. Selain merancang pembiayaan dari INA, Pertamina akan mendorong anak usahanya mencari pendanaan dari pasar saham Indonesia. Salah satu prioritas Pertamina adalah penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) PT Pertamina International Shipping (PIS).
Grup Pertamina merancang Pertamina International Shipping menjadi integrated marine & logistic company atau bukan hanya sebagai shipping company. "Jika pengembangan gas di Jawa dan Sumatra menggunakan pipa, maka di Indonesia Timur tidak mungkin memakai pipa, juga tidak mungkin melalui pipa bawah laut, karena mahal, " terang Nicke. Dia pun mengungkapkan, pengembangan gas akan melalui virtual pipeline. Kelak, skema pemanfaatan gas untuk Indonesia Timur adalah mengonversi gas ke LNG kemudian dibawa menggunakan satu kapal LNG berukuran besar dan selanjutnya dibawa menggunakan kapal LNG berukuran kecil.
Nantinya Pertamina bakal membangun sejumlah unit regasifikasi di beberapa titik demi mewujudkan virtual pipeline gas. "Perlu satu kapal LNG besar dan kapal LNG kecil tiga unit serta unit regasifikasi, " sambung Nicke. Rencana untuk mendorong pemanfaatan gas juga sejalan dengan target konversi 3.000 Megawatt (MW) pembangkit listrik PLN yang masih menggunakan fuel menjadi pembangkit EBT.Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









