;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Berinvestasi Mata Uang Kripto Ibarat Menaiki Rollercoaster

24 May 2021

NEW YORK, Perubahan harga mata uang kripto (cryptocurrency) yang naik turun ibarat menaiki roller coaster, pada pekan ini disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari cuitan bernada kritis dari CEO Tesla Inc Elon Musk hingga kontrol pemerintah Tiongkok. Bahkan, harga bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, pun jatuh sebanyak 30% sebelum mengalami kerugian. Mata uang digital itu turun sekitar 40% dari level tertinggi tahun ini.Namun bagi Brjánn Bettencourt, yang berprofesi sebagai fotografer, naik turunnya kripto adalah bagian dari daya tariknya. Berinvestasi dalam mata uang kripto terasa sedang mengendarai rollercoaster yang menakutkan.“Anda mengendarainya dan mengendarainya serta merasakan setiap putaran dan belokan, yang bagi saya mengasyikkan dan menyenangkan. Berinvestasi dalam kripto bukan untuk orang yang lemah hati. Saya melihat ini sebagai investasi jangka panjang yang serius,” ujar pria berusia 32 tahun yang tinggal di Toronto, Kanada, yang dikutip Reuters pada Minggu (23/5).

Dalam pembicaraan soal kripto, ketika hal-hal seperti ini terjadi maka orang-orang mengatakan kripto tidak meyakinkan, dan orang-orang mungkin membelinya karena mereka melihatnya di berita,” ungkap Ethan Lou, penulis Once a Bitcoin Miner: Scandal and Turmoil in the Cryptocurrency Wild West yang dijadwalkan rilis pada musim gugur tahun ini. Menurut data Coinbase, di saat para investor ritel masuk ke dalam mata uang kripto, bitcoin menunjukkan lonjakan sekitar 345% pada tahun lalu, eter juga melonjak 1.219% dan dogecoin meroket 15.480%

Di sisi lain, peningkatan adopsi arus utama telah menarik perhatian regulator. Bahkan Departemen Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat (AS) pada Kamis (20/5), mengeluarkan aturan baru yang akan meminta agar transfer mata uang kripto dalam jumlah besar dilaporkan ke Layanan Pendapatan Internal atau Internal Revenue Service. The Federal Reserve (The Fed) menambahkan, mata uang kripto menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan. Pemerintah Tiongkok, pada Jumat (21/5) juga mengatakan akan menindak tegas aktivitas penambangan dan perdagangan bitcoin.

(Oleh - HR1)

LPI Gandeng Anak Usaha ADIA Bentuk Konsorsium Investasi Rp 54 Triliun

24 May 2021

JAKARTA – Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) dan anak perusahaan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) yaitu Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ) dan APG Asset Management (APG) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding/MoU untuk membentuk konsorsium, pekan lalu. Dalam MoU itu juga disepakati untuk membangun platform investasi pertama yang berfokus pada proyek infrastruktur di Indonesia. Terkait dengan kesepakatan ini, LPI berencana menjajaki peluang investasi bersama dalam aset jalan tol di Indonesia dengan potensi dana kelolaan mencapai US$ 3,75 miliar atau Rp 54 triliun. Direktur Utama LPI atau INA Ridha Wirakusumah mengaku senang dapat bekerja dengan investor terkemuka dari seluruh dunia untuk pembentukan konsorsium pertama INA. Menurut dia, ini menunjukkan ke yakinan yang dimiliki investor global terhadap potensi ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Infrastruktur CDPQ Emmanuel Jaclot menilai Indonesia merupakan tempat yang menarik untuk berinvestasi, terutama di sektor infrastruktur. "Kesepakatan ini juga memungkinkan kami untuk bersama-sama membangun portofolio aset jalan penting di salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dan akan memungkinkan kami untuk menggabungkan pengetahuan secara mendalam INA tentang pasar dan jaringan lokal dengan CDPQ, APG, ADIA, dan keahlian infrastruktur internasional,” ujar Jaclot.

Sedangkan Direktur Eksekutif Departemen Real Estate & Infrastruktur ADIA Khadem Alremeithi menilai, Indonesia adalah pasar yang menarik bagi investor internasional. "Ini karena ekonominya tumbuh dan dinamis, yang didukung oleh hal-hal positif tren demografis," ujar Alremeithi. Sebagai informasi, LPI akan memiliki modal awal Rp 75 triliun. Pemerintah pada tahun lalu telah menyetorkan modal Rp 15 triliun dan akan menambah permodalan lembaga ini Rp 60 triliun pada 2021.

(Oleh - HR1)

SKPT Biak Ekspor Perdana ke Jepang dan Tiongkok

24 May 2021

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak tengah bersiap untuk melakukan ekspor perdana ke Jepang dan Tiongkok. Rencananya, produk yang diekspor ke Negeri Sakura meliputi tuna fresh whole, tuna loin fresh, kepiting, lobster, udang tiger frozen, ikan demersal, unagi, dan kerapu sunu hidup. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti, Sabtu (22/5), saat meninjau kesiapan ekspor dari SKPT Biak juga melihat langsung produk yang akan diekspor ke Negeri Tirai Bambu berupa ikan cakalang. “Ekspor perdana berupa multiproducts mengingat saat ini baru mulai terjadi musim timur yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2021.Ini buah dari kerja keras berbagai pihak, kita melakukan pendampingan dan akan ada ekspor perdana dari Biak. Tentu ini kebanggaan bagi Papua, bagi Indonesia," tutur Artati.

Sejak 2017, Ditjen PDSPKP sebagai penanggung jawab SKPT Biak telah membangun sejumlah sarana dan prasarana meliputi ICS, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), 100 unit kapal 3 GT lengkap dengan alat tangkap, penyediaan sarana rantai dingin untuk nelayan berupa sarana cool box dan chest freezer. Seluruh sarana dan prasarana telah dimanfaatkan dengan baik. KKP melalui Ditjen PDSPKP juga melakukan pembangunan sumber daya manusia melalui edukasi seperti pelatihan dan bimbingan teknis kepada masyarakat perikanan berupa peningkatan kapasitas kelembagaan dari sebelumnya bersifat soliter, kemudian berkelompok dan saat ini telah bergabung dalam lembaga koperasi perikanan.

(Oleh - HR1)

Investasi Pabrik Baru, Nestle Berlabuh di Jateng

21 May 2021

Provinsi Jawa Tengah berpotensi menjadi primadona baru bagi investasi langsung di Indonesia setelah produsen susu Nestlé membangun pabrik baru di Batang senilai US$120 juta. Aura wajah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terlihat cerah ketika mengikuti peletakan batu pertama pabrik Nestlé Indonesia di Bandaraya Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/5). Dalam kesempatan yang sama juga diresmikan perluasan fasilitas di tiga pabrik lainnya yaitu pabrik Nestlé Indonesia di Karawang-Jawa Barat, Kejayan-Pasuruan-Jawa Timur, dan Panjang-Lampung.

Pabrik baru produsen susu di Batang menempati area seluas 19,8 hektare dengan investasi US$120 juta atau setara Rp3,1 triliun yang ditargetkan dibangun selama 3 tahun. Rencananya, pabrik baru itu memiliki kapasitas produksi 775.000 ton per tahun saat dioperasikan pada 2023. Nantinya, pabrik di Batang itu akan memproduksi produk susu cair merek Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo dan Nescafe dengan penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 200 orang. Tak hanya itu, pabrik baru itu juga akan membuka kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi perah bagi komunitas.

Presiden Direktur Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan optimistis melihat peluang pertumbuhan yang ada di Indonesia meskipun terjadi pandemi Covid-19. Menurutnya, keputusan melakukan investasi pabrik baru dan perluasan kapasitas pabrik yang ada, merupakan bukti komitmen jangka panjang untuk berinvestasi di negara kepulauan. Dia berkomitmen menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan menggunakan sebanyak mungkin bahan baku lokal. “Dan menghasilkan produk makanan dan minuman berkualitas dan bergizi yang aman dan lezat bagi konsumen kami, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan gembira dengan masuknya produsen susu asal Swiss itu. Menurutnya, pabrik baru Nestlé Bandaraya akan memberikan kesempatan bagi penyerapan tenaga kerja. “Sehingga mendukung upaya penurunan angka pengangguran,” kata Ganjar. Nantinya, pabrik baru Nestle tersebut bakal mengolah susu segar dan krim, kopi, serta makanan coklat dan kembang gula. Ganjar berharap, apabila telah beroperasi secara penuh, Nestle dapat bekerja sama dengan peternak Jawa Tengah untuk menyediakan bahan baku susu segar. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim sebelumnya mengatakan investasi sektor agro pada 2021 akan dibagi dalam tiga industri. Pertama, industri makanan, hasil laut, dan perikanan yang akan meliputi gula, tepung, pakan, penggilingan jagung, biskuit. 

(Oleh - HR1)

Pertamina Mencari Dana Eksternal US$ 40 Miliar

21 May 2021

Grup Pertamina memproyeksikan kebutuhan investasi eksternal minimal USS 40 miliar atau Rp 572 triliun selama 2020 hingga 2024. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pertamina menjajaki beragam opsi pendanaan, baik kemitraan maupun lewat Indonesia Investment Authority (INA) atau Sovereign Wealth Fund(SWF). Pada Rabu (19/5) lalu, Pertamina dan INA meneken perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA).

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah. Nicke mengungkapkan, Pertamina membutuhkan investasi untuk mendanai 14 proyek strategis nasional (PSN) dan 300 proyek lainnya. Total kebutuhan hingga tahun 2024 mencapai USS 92 miliar. Secara terperinci, dari total kebutuhan tersebut, senilai USS 64 miliar untuk proyek upstream, USS 20 miliar untuk proyek downstream dan sekitar USS 8 miliar untuk proyek gas, power dan energi baru terbarukan (EBT). "Kami merencanakan minimal USS 40 miliar dari sumber eksternal, baik kemitraan maupun loan dan bond, " ungkap Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Kamis (20/5).

Pejabat Sementara Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan, pihaknya memang membuka diri terhadap berbagai opsi pendanaan untuk rangkaian proyek dalam beberapa tahun ke depan. "Pada dasarnya Pertamina terbuka dengan opsi proyek yang memerlukan pendanaan eksternal, " ujar dia kepada KONTAN, kemarin. Sebagai langkah awal, Pertamina dan INA menjajaki potensi kemitraan strategis investasi pada sektor energi, termasuk energi terbarukan yang dijalankan Pertamina untuk mewujudkan ketahanan energi dan menggerakkan perekonomian nasional. Selain merancang pembiayaan dari INA, Pertamina akan mendorong anak usahanya mencari pendanaan dari pasar saham Indonesia. Salah satu prioritas Pertamina adalah penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) PT Pertamina International Shipping (PIS).

Grup Pertamina merancang Pertamina International Shipping menjadi integrated marine & logistic company atau bukan hanya sebagai shipping company. "Jika pengembangan gas di Jawa dan Sumatra menggunakan pipa, maka di Indonesia Timur tidak mungkin memakai pipa, juga tidak mungkin melalui pipa bawah laut, karena mahal, " terang Nicke. Dia pun mengungkapkan, pengembangan gas akan melalui virtual pipeline. Kelak, skema pemanfaatan gas untuk Indonesia Timur adalah mengonversi gas ke LNG kemudian dibawa menggunakan satu kapal LNG berukuran besar dan selanjutnya dibawa menggunakan kapal LNG berukuran kecil.

Nantinya Pertamina bakal membangun sejumlah unit regasifikasi di beberapa titik demi mewujudkan virtual pipeline gas. "Perlu satu kapal LNG besar dan kapal LNG kecil tiga unit serta unit regasifikasi, " sambung Nicke. Rencana untuk mendorong pemanfaatan gas juga sejalan dengan target konversi 3.000 Megawatt (MW) pembangkit listrik PLN yang masih menggunakan fuel menjadi pembangkit EBT.

Bank Siap Membiayai Pengadaan Vaksin Covid-19

21 May 2021

Pemerintah mengadakan program vaksin gotong royong. Perbankan langsung mengendus peluang dari pengadaan vaksin tersebut. Kebutuhan dana yang besar membuat bank langsung bergegas ikut menyalurkan pinjaman ke PT Bio Farma. Bank Mandiri Tbk, misalnya, menyalurkan fasilitas kredit untuk pengadaan vaksin Covid-19 sejak awal tahun 2020 kepada Bio Farma. Adapun total utilisasi fasilitas non cash loan yang disiapkan Bank Mandiri mencapai sebesar US$ 60 juta atau setara dengan Rp 852 miliar. Bank Mandiri juga masih akan menyiapkan tambahan plafon pembiayaan ke depan. Pertimbangannya, rencana pengadaan vaksin seperti Sinovac, Astra Zeneca dan Novavax yang dilakukan Bio Farma akan masih berlangsung untuk beberapa waktu ke depan. "Bank Mandiri telah menyiapkan plafon pembiayaan yang cukup fleksibel untuk memberikan kepastian dukungan finansial, " kata Rudi As Aturridha, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri kepada KONTAN, Kamis (20/5).

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga berkomitmen mendukung kesuksesan program vaksinasi yang tengah dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka penanggulangan Covid-19. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, BRI telah menyalurkan pinjaman dalam bentuk modal kerja kepada Bio Farma dan group yang ditunjuk pemerintah untuk memperlancar pengadaan vaksin korona. Hanya saja, dia tidak menyebutkan total kredit yang sudah diberikan. "Ke depan, BRI juga tidak merutup kemungkinan bakal menambah portofolio kredit yang diperuntukkan pengadaan vaksin, " ujarnya.

Selain dengan bank pelat merah, Bio Farma juga telah bekerjasama dengan bank swasta dalam membantu pembiayaan pengadaan vaksin bernilai jumbo tersebut. Bank Danamon misalnya telah memberikan fasilitas kredit senilai Rp 2 triliun. Dari jumlah itu, Rp 500 miliar diberikan pada September 2020 dan Rp 1,5 triliun dalam bentuk pembiayaan syariah yang sudah diteken pada 17 Februari 2021 lalu.

Direktur Danamon Syariah, Herry Hykmanto sebelumnya mengatakan penanggulangan pandemi virus Covid-19 di Indonesia membutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai kalangan. Bank Maybank Indonesia juga sudah lebih dulu meneken fasilitas kredit kepada Bio Farma. Bank ini jadi bank pertama di Indonesia untuk memberikan fasilitas untuk mendukung pengadaan vaksin Covid-19. Fasilitas pembiayaan diberikan via unit usaha syariah alias UUS sebesar USS 185 juta atau setara sekitar Rp 2,68 triliun melalui belerapa termin.

Bank Syariah Indonesia juga bakal ikut memberikan dukungan pembiayaan. Bukan hanya untuk program vaksin pemerintah, tapi juga program vaksin gotong royong. "BSI telah melakukan koordinasi dengan Bio Farma terkait pembiayaan untuk pengadaan vaksin Covid-19 tersebut, " kata Direktur Utama BSI, Hery Gunardi pada KONTAN, Kamis (20/5). BSI berharap, dengan dukungan pembiayaan bank syariah hasil merger ini, pengadaan, proses produksi, dan distribusi vaksin Covid-19 bisa berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif ke masyarakat.

Persaingan Keuangan Digital Semakin Ketat

21 May 2021

Persaingan bisnis keuangan digital bakal semakin ketat setelah kelahiran GoTo, hasil merger Tokopedia dan Gojek. Maklum, keduanya merupakan raksasa digital yang memiliki ekosistem komplet, termasuk di bidang keuangan digital. GoTo diprediksikan tidak akan kesulitan merangsek layanan keuangan digital di Tanah Air. 

Patrick Cao, Presiden GoTo, mengungkapkan, perusahaan hasil merger akan memanfaatkan keunggulan dari masing-masing platform. Gojek, ujar Patrick, memiliki platform transaksi dengan volume dan frekuensi yang tinggi. Sementara Tokopedia, sebagai e-commerce merupakan platform yang memiliki frekuensi medium, namun nilai transaksinya tinggi. "Grup GoTo berkontribusi lebih dari 2% terhadap total PDB Indonesia, " ujar Patrick dalam keteragan tertulisnya, kemarin. Untuk meretas jalan sebagai pemain keuangan digital terbesar di negeri ini, GoTo sudah memiliki Egopay maupun sejumlah layanan keuangan digital lainnya. Dengan berkutat di ekosistem Gojek saja, GoPay mampu menjadi pemain terbesar dalam layanan pembayaran digital. Jumlah penggunanya ditaksir 110 juta.

Pembentukan GoTo membuka peluang bagi GoPay untuk memperluas layanannya. Sebab GoPay juga akan masuk menjadi dompet digital resmi di ekosistem milik Tokopedia. Kehadiran Gojek di Tokopedia tentu mengetatkan peta persaingan bisnis pembayaran digital. Selama ini, Tokopedia menggandeng Ovo sebagai salah satu mitra dalam transaksi pembayaran.

William Tanuwijaya, CEO Tokopedia. menyatakan, Ovo tetap akan menjadi salah satu dompet digital yang melayani transaksi pembayaran di e-commerce itu. Apalagi, Tokopedia saat ini juga memiliki saham minoritas di Ovo. "Namun karena minoritas, jadi tidak ikut dikonsolidasi di GoTo, " ungkap William ke KONTAN, kemarin. Sebagai pemain dompet digital, jasa Ovo juga dipakai sejumlah e-commerce lain. Dalam catatan KONTAN, layanan pembayaran digital Ovo juga ada di platform belanja daring Blibli, Bhinneka, HappyFresh, Lazada dan Zalora. Platform pembayaran Ovo juga digunakan oleh layanan transportasi online Grab, yang merupakan pesaing utama Gojek di negeri ini. Ovo juga memiliki 60.000 lebih outlet yang menggunakan layanan pembayaran mereka.

Head of Corporate Communication Ovo, Harumi Supit, menyatakan, belum ada perubahan dari sistem pembayaran perusahaannya di Tokopedia setelah GoTo terbentuk. "Ovo berkomitmen menjalankan strategi ekosistem terbuka yang mengedepankan kolaborasi, " ujar dia. Lini bisnis lain yang dikembangkan Ovo sekarang adalah Ovo Invest. "Fitur Ovo Invest sudah berhasil mendapatkan 450.000 pengguna, " ujar dia.

Membahas peta persaingan pemain keuangan digital dalam negeri tidak akan lengkap tanpa menyebut Shopee Pay. Kendati umur kiprahnya masih terbilang pendek, Shopee Pay mampu masuk ke daftar lima besar pemain keuangan digital di Indonesia. Bahkan, beberapa survei konsumen menempatkan Shopee Pay sebagai pemimpin pasar. Keberhasilan Shopee Pay untuk berlari kencang tidak terlepas dari popularitas e-commerce Shopee dan layanan antar makanan Shopee Food. Dengan dukungan Sea Group, holding investasi asal Singapura yang berlinpah uang, Grup Shopee punya stamina menjadi pemain besar di Indonesia. Tapi, sampai berita ini diturunkan, KONTAN belum mendapatkan komentar dari Shopee Pay.


Ekspor Manufaktur Melonjak 52,65%

21 May 2021

Nilai ekspor industri manufaktur pada April 2021 mencapai US$ 14,92 miliar, melonjak 52,65% dibanding April 2020 (year on year/yoy). Ekspor industri manufaktur berkontribusi 80,73% terhadap total nilai ekspor yang mencapai US$ 18,48 miliar pada April 2021, melesat 51,94% (yoy) dan merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. pertumbuhan ekspor jauh lebih tinggi dibanding impor, yakni 51,94% berbanding 29,93%. Sejalan dengan itu, neraca perdagangan pada April 2021 mencatatkan surplus US$ 2,19 miliar, melanjutkan tren surplus berturut-turut selama 12 bulan terakhir. Selain ditopang peningkatan kinerja, membaiknya nilai ekspor pada April 2021 ditunjang oleh kenaikan harga komoditas.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, kinerja ekspor manufaktur pada April 2021 sangat mengesankan, baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (yoy). “Performa ekspor pada April 2021 sangat bagus. Secara bulanan meningkat 0,56% dan secara tahunan naik 52,65%. Ini menunjukan bahwa sektor manufaktur mulai menggeliat,” ujar Suhariyanto dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (20/5). Secara kumulatif atau dari Januari sampai April 2021, menurut Suhariyanto, ekspor sektor industri pengolahan tumbuh 25,96% menjadi US$ 53,87 miliar dibanding US$ 42,77 miliar pada periode sama tahun silam.

Suhariyanto mengatakan, nilai ekspor April 2021 yang mencapai US$ 18,48 miliar merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir atau sejak Agustus 2011. Pada Agustus 2011 nilai ekpsor mencapai US$ 18,64 miliar. Seiring meningkatnya ekspor, menurut dia, neraca perdagangan mengalami surplus US$ 2,19 miliar pada April 2021 dan surplus US$ 7,72 miliar pada Januari-April 2021 (kumulatif).

Sementara itu, peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet yang dihubungi Investor Daily, mengungkapkan, surplus perdagangan April 2021 tak terlepas dari meningkatnya harga komoditas. Yusuf mencontohkan, harga komoditas unggulan Indonesia, seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), batu bara, dan tembaga merambat naik. Selain itu, pada April ada momentum Ramadan dan Idulfitri. Alhasil, negara-negara muslim meningkatkan impor CPO dari Indonesia.

Dari sisi eksternal, menurut dia,   beberapa negara yang merupakan mitra dagang utama Indonesia, seperti India, Malaysia, dan Singapura kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19. Itu berpotensi mendorong mereka kembali melakukan lockdown yang akan akan menekan permintaan ekspor dari negara-negara tersebut. Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang membuat kinerja perdagangan April 2021 sangat baik. Faktor pertama adalah pulihnya permintaan dari pasar global, khususnya AS, Tiongkok, dan Uni Eropa (UE). Faktor kedua, yaitu meningkatnya harga komoditas global yang dipimpin rebound harga komoditas energi akibat dorongan permintaan dan terjadinya kelangkaan pasokan pada April akibat kemacetan di Terusan Suez.

Di sisi lain, Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menilai pemulihan pasar ekspor lebih cepat dibanding pasar domestik. Tahun lalu, realisasi ekspor Toyota mencapai 70% dari realisasi ekspor 2019, sedangkan domestik hanya 59%. Tahun ini, volume ekspor Toyota diproyeksikan mencapai 80% dari realisasi ekspor 2019. Bob mengemukakan, per April 2021, ekspor mobil utuh tak terurai (CBU) naik 14,5% menjadi 102 ribu unit. Itu tanpa insentif relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Pada periode sama, penjualan mobil domestik mencapai 265.934 unit, tumbuh 9,8% dari periode sama tahun lalu 242.058 unit. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mematok target penjualan 2021 sebanyak 750 ribu unit, naik dari 2020 sebanyak 532 ribu unit.

(Oleh - HR1)

INA Jajaki Sejumlah Proyek Energi Pertamina

21 May 2021

JAKARTA – Indonesia Investment Authority (INA) menjajaki potensi kemitraan strategis investasi pada sebagian proyek energi milik PT Pertamina (Persero). Proyek-proyek yang akan mendapat kucuran dana tersebut dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan energi dan menggerakkan ekonomi nasional. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah, Rabu (19/5). Perjanjian ini sebagai dasar untuk mengeksplorasi lebih detail potensi kerja sama diantaranya keduanya. Beberapa proyek yang dapat didanai INA, mengacu dokumen Pertamina, yakni Proyek Kilang Tuban, perbaikan dan peningkatan kapasitas (upgrading) Kilang Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, dan Balongan, serta pembangunan tanki bahan bakar minyak (BBM) dan gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) di Indonesia Timur. Selain itu, proyek energi bersih seperti Proyek Gasifikasi Batu bara Tanjung Enim, Kilang Hijau Plaju dan Green Diesel Kilang Cilacap, serta Katalis Merah Putih juga dapat didanai INA. Nicke mengungkapkan, Holding Pertamina akan fokus menggarap bisnis perusahaan ke depan, termasuk terkait transisi energi dari fosil ke energi terbarukan yang pasti terjadi. Pada saat yang sama, perseroan akan memperkuat bisnis yang ada. Kebutuhan pendanaan untuk strategi tersebut cukup besar.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, investasi yang dilakukan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas. Langkah ini akan berdampak pada pengurangan impor minyak nasional dan mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional sesuai dengan Grand Strategy Energi Nasional. “Keseluruhan investasi Pertamina, terbuka untuk kerja sama dengan INA. Kami menyambut baik peluang ini agar bisa terlaksana dan berdampak positif bagi semua pihak,” tambahnya. Sebelumnya, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini sempat menuturkan, kebutuhan investasi US$ 92 miliar akan dibiayai pendanaan internal 38% dan eksternal 62%. Pendanaan eksternal dibutuhkan agar keuangan perseroan tidak terlalu tertekan. Kemudian untuk menjaga rasio utang, porsi pendanaan berupa ekuitas akan lebih besar.

(Oleh - HR1)


Kenangan Fund Danai Aplikasi Noice Milik Mahaka Radio

21 May 2021

JAKARTA – PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) kembali mendapatkan suntikan dana untuk Noice, aplikasi streaming radio. Kali ini, pendanaan datang dari Kenangan Fund, sebuah wadah pendanaan dari Kopi Kenangan untuk perusahaan rintisan (start-up) Indonesia dengan opsi convertible loan. Pendanaan dari perusahaan modal ventura (venture capital/VC) ini menyusul komitmen yang sebelumnya diberikan oleh Alpha JWC Ventures dan Kinesys Group untuk Noice, yang merupakan pengembangan segmen konten radio digital milik emiten yang didirikan oleh Erick Thohir yang kini menjadi menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, CEO Mahaka Radio Integra Adrian Syarkawie masih enggan menyebutkan potensi dana yang akan masuk. ”Dananya belum bisa kami announce,” kata dia kepada Investor Daily, Kamis (20/5).

Sementara itu, salah satu pendiri Kenangan Fund Edward Tirtanata juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kolaborasi tersebut. Menurut dia, Noice adalah produk lokal yang memiliki potensi sangat besar dan menjanjikan, salah satunya melalui local audio content on demand. Edward juga menambahkan adanya kesempatan berkolaborasi lebih jauh khususnya dengan brand Kopi Kenangan. Sebagai grup yang memfokuskan usahanya pada pengembangan konten hiburan, Mahaka Radio semakin menunjukkan keseriusannya dalam mengelola Noice. Setelah keberhasilan Noice 2.0 versi Android, dalam waktu dekat akan diluncurkan Noice 2.0 untuk iOS sebagai hasil pengembangan teknologi dan konten, serta peluncuran audio book yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. Selain itu, Noice turut menggandeng mitra bisnis dari industri telekomunikasi, yaitu Telkomsel, untuk memaksimalkan pengembangan tersebut.

(Oleh - HR1)