Ekonomi
( 40460 )Berinvestasi Mata Uang Kripto Ibarat Menaiki Rollercoaster
NEW YORK, Perubahan harga mata uang kripto (cryptocurrency) yang naik turun ibarat menaiki roller coaster, pada pekan ini disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari cuitan bernada kritis dari CEO Tesla Inc Elon Musk hingga kontrol pemerintah Tiongkok. Bahkan, harga bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, pun jatuh sebanyak 30% sebelum mengalami kerugian. Mata uang digital itu turun sekitar 40% dari level tertinggi tahun ini.Namun bagi Brjánn Bettencourt, yang berprofesi sebagai fotografer, naik turunnya kripto adalah bagian dari daya tariknya. Berinvestasi dalam mata uang kripto terasa sedang mengendarai rollercoaster yang menakutkan.“Anda mengendarainya dan mengendarainya serta merasakan setiap putaran dan belokan, yang bagi saya mengasyikkan dan menyenangkan. Berinvestasi dalam kripto bukan untuk orang yang lemah hati. Saya melihat ini sebagai investasi jangka panjang yang serius,” ujar pria berusia 32 tahun yang tinggal di Toronto, Kanada, yang dikutip Reuters pada Minggu (23/5).
Dalam pembicaraan soal kripto, ketika hal-hal seperti ini terjadi maka orang-orang mengatakan kripto tidak meyakinkan, dan orang-orang mungkin membelinya karena mereka melihatnya di berita,” ungkap Ethan Lou, penulis Once a Bitcoin Miner: Scandal and Turmoil in the Cryptocurrency Wild West yang dijadwalkan rilis pada musim gugur tahun ini. Menurut data Coinbase, di saat para investor ritel masuk ke dalam mata uang kripto, bitcoin menunjukkan lonjakan sekitar 345% pada tahun lalu, eter juga melonjak 1.219% dan dogecoin meroket 15.480%
Di sisi lain, peningkatan adopsi arus utama telah menarik perhatian regulator. Bahkan Departemen Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat (AS) pada Kamis (20/5), mengeluarkan aturan baru yang akan meminta agar transfer mata uang kripto dalam jumlah besar dilaporkan ke Layanan Pendapatan Internal atau Internal Revenue Service. The Federal Reserve (The Fed) menambahkan, mata uang kripto menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan. Pemerintah Tiongkok, pada Jumat (21/5) juga mengatakan akan menindak tegas aktivitas penambangan dan perdagangan bitcoin.
(Oleh - HR1)LPI Gandeng Anak Usaha ADIA Bentuk Konsorsium Investasi Rp 54 Triliun
JAKARTA – Lembaga
Pengelola Investasi
(LPI) atau Indonesia
Investment Authority
(INA) dan anak
perusahaan Abu Dhabi
Investment Authority
(ADIA) yaitu Caisse de
dépôt et placement du
Québec (CDPQ) dan
APG Asset Management
(APG) menandatangani
nota kesepahaman
atau memorandum of
understanding/MoU
untuk membentuk
konsorsium, pekan lalu.
Dalam MoU itu juga disepakati
untuk membangun platform investasi pertama yang berfokus pada
proyek infrastruktur di Indonesia.
Terkait dengan kesepakatan ini,
LPI berencana menjajaki peluang
investasi bersama dalam aset jalan
tol di Indonesia dengan potensi dana
kelolaan mencapai US$ 3,75 miliar
atau Rp 54 triliun.
Direktur Utama LPI atau INA Ridha
Wirakusumah mengaku senang dapat
bekerja dengan investor terkemuka
dari seluruh dunia untuk pembentukan konsorsium pertama INA. Menurut dia, ini menunjukkan ke yakinan
yang dimiliki investor global terhadap
potensi ekonomi Indonesia.
Sementara itu, Wakil Presiden
Eksekutif dan Kepala Infrastruktur
CDPQ Emmanuel Jaclot menilai
Indonesia merupakan tempat yang
menarik untuk berinvestasi, terutama di sektor infrastruktur.
"Kesepakatan ini juga memungkinkan kami untuk bersama-sama
membangun portofolio aset jalan
penting di salah satu negara dengan
pertumbuhan tercepat di dunia, dan
akan memungkinkan kami untuk
menggabungkan pengetahuan secara mendalam INA tentang pasar
dan jaringan lokal dengan CDPQ,
APG, ADIA, dan keahlian infrastruktur internasional,” ujar Jaclot.
Sedangkan Direktur Eksekutif
Departemen Real Estate & Infrastruktur ADIA Khadem Alremeithi menilai, Indonesia adalah
pasar yang menarik bagi investor internasional. "Ini karena ekonominya
tumbuh dan dinamis, yang didukung
oleh hal-hal positif tren demografis,"
ujar Alremeithi.
Sebagai informasi, LPI akan memiliki modal awal Rp 75 triliun.
Pemerintah pada tahun lalu telah
menyetorkan modal Rp 15 triliun
dan akan menambah permodalan
lembaga ini Rp 60 triliun pada 2021.
(Oleh - HR1)
SKPT Biak Ekspor Perdana ke Jepang dan Tiongkok
JAKARTA – Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP)
menyatakan, Sentra Kelautan
dan Perikanan Terpadu (SKPT)
Biak tengah bersiap untuk
melakukan ekspor perdana
ke Jepang dan Tiongkok. Rencananya, produk yang diekspor
ke Negeri Sakura meliputi tuna
fresh whole, tuna loin fresh,
kepiting, lobster, udang tiger
frozen, ikan demersal, unagi, dan
kerapu sunu hidup.
Dirjen Penguatan Daya Saing
Produk Kelautan dan Perikanan
(PDSPKP) KKP Artati Widiarti,
Sabtu (22/5), saat meninjau kesiapan ekspor dari SKPT Biak
juga melihat langsung produk
yang akan diekspor ke Negeri Tirai Bambu berupa ikan
cakalang. “Ekspor perdana
berupa multiproducts mengingat saat ini baru mulai terjadi
musim timur yang diperkirakan
berlangsung hingga Agustus
2021.Ini buah dari kerja keras
berbagai pihak, kita melakukan
pendampingan dan akan ada
ekspor perdana dari Biak. Tentu
ini kebanggaan bagi Papua, bagi
Indonesia," tutur Artati.
Sejak 2017, Ditjen PDSPKP
sebagai penanggung jawab
SKPT Biak telah membangun
sejumlah sarana dan prasarana
meliputi ICS, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), 100 unit
kapal 3 GT lengkap dengan alat
tangkap, penyediaan sarana rantai dingin untuk nelayan berupa
sarana cool box dan chest freezer.
Seluruh sarana dan prasarana
telah dimanfaatkan dengan baik.
KKP melalui Ditjen PDSPKP
juga melakukan pembangunan
sumber daya manusia melalui edukasi seperti pelatihan
dan bimbingan teknis kepada
masyarakat perikanan berupa
peningkatan kapasitas kelembagaan dari sebelumnya bersifat
soliter, kemudian berkelompok
dan saat ini telah bergabung
dalam lembaga koperasi perikanan.
(Oleh - HR1)
Investasi Pabrik Baru, Nestle Berlabuh di Jateng
Provinsi Jawa Tengah berpotensi menjadi primadona baru bagi investasi langsung di Indonesia setelah produsen susu Nestlé membangun pabrik baru di Batang senilai US$120 juta. Aura wajah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia terlihat cerah ketika mengikuti peletakan batu pertama pabrik Nestlé Indonesia di Bandaraya Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/5). Dalam kesempatan yang sama juga diresmikan perluasan fasilitas di tiga pabrik lainnya yaitu pabrik Nestlé Indonesia di Karawang-Jawa Barat, Kejayan-Pasuruan-Jawa Timur, dan Panjang-Lampung.
Pabrik baru produsen susu di Batang menempati area seluas 19,8 hektare dengan investasi US$120 juta atau setara Rp3,1 triliun yang ditargetkan dibangun selama 3 tahun. Rencananya, pabrik baru itu memiliki kapasitas produksi 775.000 ton per tahun saat dioperasikan pada 2023. Nantinya, pabrik di Batang itu akan memproduksi produk susu cair merek Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo dan Nescafe dengan penciptaan lapangan kerja langsung bagi sekitar 200 orang. Tak hanya itu, pabrik baru itu juga akan membuka kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi perah bagi komunitas.
Presiden Direktur Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan optimistis melihat peluang pertumbuhan yang ada di Indonesia meskipun terjadi pandemi Covid-19. Menurutnya, keputusan melakukan investasi pabrik baru dan perluasan kapasitas pabrik yang ada, merupakan bukti komitmen jangka panjang untuk berinvestasi di negara kepulauan. Dia berkomitmen menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan menggunakan sebanyak mungkin bahan baku lokal. “Dan menghasilkan produk makanan dan minuman berkualitas dan bergizi yang aman dan lezat bagi konsumen kami, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan gembira dengan masuknya produsen susu asal Swiss itu. Menurutnya, pabrik baru Nestlé Bandaraya akan memberikan kesempatan bagi penyerapan tenaga kerja. “Sehingga mendukung upaya penurunan angka pengangguran,” kata Ganjar. Nantinya, pabrik baru Nestle tersebut bakal mengolah susu segar dan krim, kopi, serta makanan coklat dan kembang gula. Ganjar berharap, apabila telah beroperasi secara penuh, Nestle dapat bekerja sama dengan peternak Jawa Tengah untuk menyediakan bahan baku susu segar. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim sebelumnya mengatakan investasi sektor agro pada 2021 akan dibagi dalam tiga industri. Pertama, industri makanan, hasil laut, dan perikanan yang akan meliputi gula, tepung, pakan, penggilingan jagung, biskuit.
Pertamina Mencari Dana Eksternal US$ 40 Miliar
Grup Pertamina memproyeksikan kebutuhan investasi eksternal minimal USS 40 miliar atau Rp 572 triliun selama 2020 hingga 2024. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pertamina menjajaki beragam opsi pendanaan, baik kemitraan maupun lewat Indonesia Investment Authority (INA) atau Sovereign Wealth Fund(SWF). Pada Rabu (19/5) lalu, Pertamina dan INA meneken perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA).
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah. Nicke mengungkapkan, Pertamina membutuhkan investasi untuk mendanai 14 proyek strategis nasional (PSN) dan 300 proyek lainnya. Total kebutuhan hingga tahun 2024 mencapai USS 92 miliar. Secara terperinci, dari total kebutuhan tersebut, senilai USS 64 miliar untuk proyek upstream, USS 20 miliar untuk proyek downstream dan sekitar USS 8 miliar untuk proyek gas, power dan energi baru terbarukan (EBT). "Kami merencanakan minimal USS 40 miliar dari sumber eksternal, baik kemitraan maupun loan dan bond, " ungkap Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Kamis (20/5).
Pejabat Sementara Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan, pihaknya memang membuka diri terhadap berbagai opsi pendanaan untuk rangkaian proyek dalam beberapa tahun ke depan. "Pada dasarnya Pertamina terbuka dengan opsi proyek yang memerlukan pendanaan eksternal, " ujar dia kepada KONTAN, kemarin. Sebagai langkah awal, Pertamina dan INA menjajaki potensi kemitraan strategis investasi pada sektor energi, termasuk energi terbarukan yang dijalankan Pertamina untuk mewujudkan ketahanan energi dan menggerakkan perekonomian nasional. Selain merancang pembiayaan dari INA, Pertamina akan mendorong anak usahanya mencari pendanaan dari pasar saham Indonesia. Salah satu prioritas Pertamina adalah penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) PT Pertamina International Shipping (PIS).
Grup Pertamina merancang Pertamina International Shipping menjadi integrated marine & logistic company atau bukan hanya sebagai shipping company. "Jika pengembangan gas di Jawa dan Sumatra menggunakan pipa, maka di Indonesia Timur tidak mungkin memakai pipa, juga tidak mungkin melalui pipa bawah laut, karena mahal, " terang Nicke. Dia pun mengungkapkan, pengembangan gas akan melalui virtual pipeline. Kelak, skema pemanfaatan gas untuk Indonesia Timur adalah mengonversi gas ke LNG kemudian dibawa menggunakan satu kapal LNG berukuran besar dan selanjutnya dibawa menggunakan kapal LNG berukuran kecil.
Nantinya Pertamina bakal membangun sejumlah unit regasifikasi di beberapa titik demi mewujudkan virtual pipeline gas. "Perlu satu kapal LNG besar dan kapal LNG kecil tiga unit serta unit regasifikasi, " sambung Nicke. Rencana untuk mendorong pemanfaatan gas juga sejalan dengan target konversi 3.000 Megawatt (MW) pembangkit listrik PLN yang masih menggunakan fuel menjadi pembangkit EBT.Bank Siap Membiayai Pengadaan Vaksin Covid-19
Pemerintah mengadakan program vaksin gotong royong. Perbankan langsung mengendus peluang dari pengadaan vaksin tersebut. Kebutuhan dana yang besar membuat bank langsung bergegas ikut menyalurkan pinjaman ke PT Bio Farma. Bank Mandiri Tbk, misalnya, menyalurkan fasilitas kredit untuk pengadaan vaksin Covid-19 sejak awal tahun 2020 kepada Bio Farma. Adapun total utilisasi fasilitas non cash loan yang disiapkan Bank Mandiri mencapai sebesar US$ 60 juta atau setara dengan Rp 852 miliar. Bank Mandiri juga masih akan menyiapkan tambahan plafon pembiayaan ke depan. Pertimbangannya, rencana pengadaan vaksin seperti Sinovac, Astra Zeneca dan Novavax yang dilakukan Bio Farma akan masih berlangsung untuk beberapa waktu ke depan. "Bank Mandiri telah menyiapkan plafon pembiayaan yang cukup fleksibel untuk memberikan kepastian dukungan finansial, " kata Rudi As Aturridha, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri kepada KONTAN, Kamis (20/5).
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga berkomitmen mendukung kesuksesan program vaksinasi yang tengah dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka penanggulangan Covid-19. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, BRI telah menyalurkan pinjaman dalam bentuk modal kerja kepada Bio Farma dan group yang ditunjuk pemerintah untuk memperlancar pengadaan vaksin korona. Hanya saja, dia tidak menyebutkan total kredit yang sudah diberikan. "Ke depan, BRI juga tidak merutup kemungkinan bakal menambah portofolio kredit yang diperuntukkan pengadaan vaksin, " ujarnya.
Selain dengan bank pelat merah, Bio Farma juga telah bekerjasama dengan bank swasta dalam membantu pembiayaan pengadaan vaksin bernilai jumbo tersebut. Bank Danamon misalnya telah memberikan fasilitas kredit senilai Rp 2 triliun. Dari jumlah itu, Rp 500 miliar diberikan pada September 2020 dan Rp 1,5 triliun dalam bentuk pembiayaan syariah yang sudah diteken pada 17 Februari 2021 lalu.
Direktur Danamon Syariah, Herry Hykmanto sebelumnya mengatakan penanggulangan pandemi virus Covid-19 di Indonesia membutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai kalangan. Bank Maybank Indonesia juga sudah lebih dulu meneken fasilitas kredit kepada Bio Farma. Bank ini jadi bank pertama di Indonesia untuk memberikan fasilitas untuk mendukung pengadaan vaksin Covid-19. Fasilitas pembiayaan diberikan via unit usaha syariah alias UUS sebesar USS 185 juta atau setara sekitar Rp 2,68 triliun melalui belerapa termin.
Bank Syariah Indonesia juga bakal ikut memberikan dukungan pembiayaan. Bukan hanya untuk program vaksin pemerintah, tapi juga program vaksin gotong royong. "BSI telah melakukan koordinasi dengan Bio Farma terkait pembiayaan untuk pengadaan vaksin Covid-19 tersebut, " kata Direktur Utama BSI, Hery Gunardi pada KONTAN, Kamis (20/5). BSI berharap, dengan dukungan pembiayaan bank syariah hasil merger ini, pengadaan, proses produksi, dan distribusi vaksin Covid-19 bisa berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif ke masyarakat.Persaingan Keuangan Digital Semakin Ketat
Persaingan bisnis keuangan digital bakal semakin ketat setelah kelahiran GoTo, hasil merger Tokopedia dan Gojek. Maklum, keduanya merupakan raksasa digital yang memiliki ekosistem komplet, termasuk di bidang keuangan digital. GoTo diprediksikan tidak akan kesulitan merangsek layanan keuangan digital di Tanah Air.
Patrick Cao, Presiden GoTo, mengungkapkan, perusahaan hasil merger akan memanfaatkan keunggulan dari masing-masing platform. Gojek, ujar Patrick, memiliki platform transaksi dengan volume dan frekuensi yang tinggi. Sementara Tokopedia, sebagai e-commerce merupakan platform yang memiliki frekuensi medium, namun nilai transaksinya tinggi. "Grup GoTo berkontribusi lebih dari 2% terhadap total PDB Indonesia, " ujar Patrick dalam keteragan tertulisnya, kemarin. Untuk meretas jalan sebagai pemain keuangan digital terbesar di negeri ini, GoTo sudah memiliki Egopay maupun sejumlah layanan keuangan digital lainnya. Dengan berkutat di ekosistem Gojek saja, GoPay mampu menjadi pemain terbesar dalam layanan pembayaran digital. Jumlah penggunanya ditaksir 110 juta.
Pembentukan GoTo membuka peluang bagi GoPay untuk memperluas layanannya. Sebab GoPay juga akan masuk menjadi dompet digital resmi di ekosistem milik Tokopedia. Kehadiran Gojek di Tokopedia tentu mengetatkan peta persaingan bisnis pembayaran digital. Selama ini, Tokopedia menggandeng Ovo sebagai salah satu mitra dalam transaksi pembayaran.
William Tanuwijaya, CEO Tokopedia. menyatakan, Ovo tetap akan menjadi salah satu dompet digital yang melayani transaksi pembayaran di e-commerce itu. Apalagi, Tokopedia saat ini juga memiliki saham minoritas di Ovo. "Namun karena minoritas, jadi tidak ikut dikonsolidasi di GoTo, " ungkap William ke KONTAN, kemarin. Sebagai pemain dompet digital, jasa Ovo juga dipakai sejumlah e-commerce lain. Dalam catatan KONTAN, layanan pembayaran digital Ovo juga ada di platform belanja daring Blibli, Bhinneka, HappyFresh, Lazada dan Zalora. Platform pembayaran Ovo juga digunakan oleh layanan transportasi online Grab, yang merupakan pesaing utama Gojek di negeri ini. Ovo juga memiliki 60.000 lebih outlet yang menggunakan layanan pembayaran mereka.
Head of Corporate Communication Ovo, Harumi Supit, menyatakan, belum ada perubahan dari sistem pembayaran perusahaannya di Tokopedia setelah GoTo terbentuk. "Ovo berkomitmen menjalankan strategi ekosistem terbuka yang mengedepankan kolaborasi, " ujar dia. Lini bisnis lain yang dikembangkan Ovo sekarang adalah Ovo Invest. "Fitur Ovo Invest sudah berhasil mendapatkan 450.000 pengguna, " ujar dia.
Membahas peta persaingan pemain keuangan digital dalam negeri tidak akan lengkap tanpa menyebut Shopee Pay. Kendati umur kiprahnya masih terbilang pendek, Shopee Pay mampu masuk ke daftar lima besar pemain keuangan digital di Indonesia. Bahkan, beberapa survei konsumen menempatkan Shopee Pay sebagai pemimpin pasar. Keberhasilan Shopee Pay untuk berlari kencang tidak terlepas dari popularitas e-commerce Shopee dan layanan antar makanan Shopee Food. Dengan dukungan Sea Group, holding investasi asal Singapura yang berlinpah uang, Grup Shopee punya stamina menjadi pemain besar di Indonesia. Tapi, sampai berita ini diturunkan, KONTAN belum mendapatkan komentar dari Shopee Pay.
Ekspor Manufaktur Melonjak 52,65%
Nilai ekspor industri manufaktur pada April 2021 mencapai US$ 14,92 miliar, melonjak 52,65% dibanding April 2020 (year on year/yoy). Ekspor industri manufaktur berkontribusi 80,73% terhadap total nilai ekspor yang mencapai US$ 18,48 miliar pada April 2021, melesat 51,94% (yoy) dan merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. pertumbuhan ekspor jauh lebih tinggi dibanding impor, yakni 51,94% berbanding 29,93%. Sejalan dengan itu, neraca perdagangan pada April 2021 mencatatkan surplus US$ 2,19 miliar, melanjutkan tren surplus berturut-turut selama 12 bulan terakhir. Selain ditopang peningkatan kinerja, membaiknya nilai ekspor pada April 2021 ditunjang oleh kenaikan harga komoditas.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, kinerja ekspor manufaktur pada April 2021 sangat mengesankan, baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (yoy). “Performa ekspor pada April 2021 sangat bagus. Secara bulanan meningkat 0,56% dan secara tahunan naik 52,65%. Ini menunjukan bahwa sektor manufaktur mulai menggeliat,” ujar Suhariyanto dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (20/5). Secara kumulatif atau dari Januari sampai April 2021, menurut Suhariyanto, ekspor sektor industri pengolahan tumbuh 25,96% menjadi US$ 53,87 miliar dibanding US$ 42,77 miliar pada periode sama tahun silam.
Suhariyanto mengatakan, nilai
ekspor April 2021 yang mencapai US$
18,48 miliar merupakan yang tertinggi
dalam 10 tahun terakhir atau sejak
Agustus 2011. Pada Agustus 2011 nilai
ekpsor mencapai US$ 18,64 miliar.
Seiring meningkatnya ekspor, menurut dia, neraca perdagangan mengalami surplus US$ 2,19 miliar pada April
2021 dan surplus US$ 7,72 miliar pada
Januari-April 2021 (kumulatif).
Sementara itu, peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia,
Yusuf Rendy Manilet yang dihubungi
Investor Daily, mengungkapkan,
surplus perdagangan April 2021 tak
terlepas dari meningkatnya harga
komoditas.
Yusuf mencontohkan, harga komoditas unggulan Indonesia, seperti
minyak sawit mentah (crude palm
oil/CPO), batu bara, dan tembaga
merambat naik. Selain itu, pada
April ada momentum Ramadan dan
Idulfitri. Alhasil, negara-negara muslim meningkatkan impor CPO dari
Indonesia.
Dari sisi eksternal, menurut dia, beberapa negara yang merupakan mitra dagang utama Indonesia, seperti India, Malaysia, dan Singapura kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19. Itu berpotensi mendorong mereka kembali melakukan lockdown yang akan akan menekan permintaan ekspor dari negara-negara tersebut. Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang membuat kinerja perdagangan April 2021 sangat baik. Faktor pertama adalah pulihnya permintaan dari pasar global, khususnya AS, Tiongkok, dan Uni Eropa (UE). Faktor kedua, yaitu meningkatnya harga komoditas global yang dipimpin rebound harga komoditas energi akibat dorongan permintaan dan terjadinya kelangkaan pasokan pada April akibat kemacetan di Terusan Suez.
Di sisi lain, Direktur PT Toyota
Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menilai pemulihan
pasar ekspor lebih cepat dibanding
pasar domestik. Tahun lalu, realisasi
ekspor Toyota mencapai 70% dari
realisasi ekspor 2019, sedangkan domestik hanya 59%. Tahun ini, volume
ekspor Toyota diproyeksikan mencapai 80% dari realisasi ekspor 2019.
Bob mengemukakan, per April
2021, ekspor mobil utuh tak terurai
(CBU) naik 14,5% menjadi 102 ribu
unit. Itu tanpa insentif relaksasi pajak
penjualan barang mewah (PPnBM).
Pada periode sama, penjualan mobil
domestik mencapai 265.934 unit,
tumbuh 9,8% dari periode sama tahun
lalu 242.058 unit. Gabungan Industri
Kendaraan Bermotor Indonesia
(Gaikindo) mematok target penjualan
2021 sebanyak 750 ribu unit, naik dari
2020 sebanyak 532 ribu unit.
(Oleh - HR1)
INA Jajaki Sejumlah Proyek Energi Pertamina
JAKARTA – Indonesia Investment Authority (INA)
menjajaki potensi kemitraan strategis investasi pada
sebagian proyek energi milik PT Pertamina (Persero).
Proyek-proyek yang akan mendapat kucuran dana
tersebut dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan
energi dan menggerakkan ekonomi nasional.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) oleh Direktur
Utama Pertamina Nicke Widyawati
dan Ketua Dewan Direktur INA Ridha
Wirakusumah, Rabu (19/5). Perjanjian
ini sebagai dasar untuk mengeksplorasi
lebih detail potensi kerja sama diantaranya keduanya.
Beberapa proyek yang dapat didanai
INA, mengacu dokumen Pertamina,
yakni Proyek Kilang Tuban, perbaikan
dan peningkatan kapasitas (upgrading)
Kilang Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, dan Balongan, serta pembangunan
tanki bahan bakar minyak (BBM) dan
gas minyak cair (liquefied petroleum
gas/LPG) di Indonesia Timur. Selain
itu, proyek energi bersih seperti
Proyek Gasifikasi Batu bara Tanjung
Enim, Kilang Hijau Plaju dan Green
Diesel Kilang Cilacap, serta Katalis
Merah Putih juga dapat didanai INA.
Nicke mengungkapkan, Holding
Pertamina akan fokus menggarap
bisnis perusahaan ke depan, termasuk
terkait transisi energi dari fosil ke
energi terbarukan yang pasti terjadi.
Pada saat yang sama, perseroan akan
memperkuat bisnis yang ada. Kebutuhan pendanaan untuk strategi tersebut
cukup besar.
Pjs Senior Vice President Corporate
Communications & Investor Relations
Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, investasi yang dilakukan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas. Langkah ini
akan berdampak pada pengurangan impor minyak nasional dan mendukung
visi pemerintah dalam mewujudkan
ketahanan energi nasional sesuai dengan Grand Strategy Energi Nasional.
“Keseluruhan investasi Pertamina,
terbuka untuk kerja sama dengan INA.
Kami menyambut baik peluang ini
agar bisa terlaksana dan berdampak
positif bagi semua pihak,” tambahnya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan
Pertamina Emma Sri Martini sempat
menuturkan, kebutuhan investasi US$
92 miliar akan dibiayai pendanaan
internal 38% dan eksternal 62%. Pendanaan eksternal dibutuhkan agar
keuangan perseroan tidak terlalu
tertekan. Kemudian untuk menjaga
rasio utang, porsi pendanaan berupa
ekuitas akan lebih besar.
(Oleh - HR1)
Kenangan Fund Danai Aplikasi Noice Milik Mahaka Radio
JAKARTA – PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI)
kembali mendapatkan suntikan dana untuk Noice,
aplikasi streaming radio. Kali ini, pendanaan datang
dari Kenangan Fund, sebuah wadah pendanaan dari
Kopi Kenangan untuk perusahaan rintisan (start-up)
Indonesia dengan opsi convertible loan.
Pendanaan dari perusahaan modal
ventura (venture capital/VC) ini menyusul komitmen yang sebelumnya
diberikan oleh Alpha JWC Ventures
dan Kinesys Group untuk Noice, yang
merupakan pengembangan segmen
konten radio digital milik emiten yang
didirikan oleh Erick Thohir yang kini
menjadi menteri Badan Usaha Milik
Negara (BUMN).
Namun, CEO Mahaka Radio Integra Adrian Syarkawie masih enggan
menyebutkan potensi dana yang akan
masuk. ”Dananya belum bisa kami
announce,” kata dia kepada Investor
Daily, Kamis (20/5).
Sementara itu, salah satu pendiri
Kenangan Fund Edward Tirtanata
juga menyampaikan antusiasmenya
terhadap kolaborasi tersebut. Menurut
dia, Noice adalah produk lokal yang
memiliki potensi sangat besar dan menjanjikan, salah satunya melalui local
audio content on demand. Edward juga
menambahkan adanya kesempatan
berkolaborasi lebih jauh khususnya
dengan brand Kopi Kenangan.
Sebagai grup yang memfokuskan
usahanya pada pengembangan konten
hiburan, Mahaka Radio semakin
menunjukkan keseriusannya dalam
mengelola Noice. Setelah keberhasilan Noice 2.0 versi Android, dalam
waktu dekat akan diluncurkan Noice
2.0 untuk iOS sebagai hasil pengembangan teknologi dan konten, serta peluncuran audio book yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.
Selain itu, Noice turut menggandeng
mitra bisnis dari industri telekomunikasi, yaitu Telkomsel, untuk memaksimalkan pengembangan tersebut.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









