Ekonomi
( 40460 )Airlangga: Kelemahan Tata Kelola Pemicu Krisis Ekonomi
JAKARTA – Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah faktor
yang menyebabkan terjadinya krisis
ekonomi di Indonesia dengan benang
merah pada tata kelola yang tidak
berjalan dengan baik. Oleh karena
itu, pemerintah terus menekankan
pentingnya tata kelola perusahaan
yang baik (good corporate governance/
GCG).
“Kelemahan tata kelola perusahaan
merupakan salah satu penyebab krisis
ekonomi 1998 dan kelemahan tersebut antara lain kualitas investasi yang
buruk serta diversifikasi usaha yang
sangat luas,” ucap Airlangga dalam
acara The 10th ACGS Implementation:
Road to ESG in Indonesia - Webinar
IICD CG Conference, Kamis (27/5).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga
telah membuat peta arah tata kelola
perusahaan Indonesia di awal 2014.
Pedoman ini terutama ditujukan untuk
emiten dan perusahaan publik. Upaya
reformasi tata kelola ini selanjutnya
mendorong timbulnya insentif lain dari
berbagai lembaga. Kesadaran reformasi tata kelola juga menjadi kolektif
secara regional sehingga Asean melalui
Asean Capital Market Forum memperkenalkan Asean Corporate Governance
Scorecard (ACGS) di 2011.
Airlangga mengatakan, pada 2019
ada 10 perusahaan di Indonesia tercatat
masuk dalam kategori Asean Aset Class
berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi
prestasi bagi Indonesia. “Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam
ACGS setiap tahun juga mengalami
peningkatan, artinya sudah banyak
perusahaan memiliki tata kelola yang
baik,” kata Airlangga.
(Oleh - HR1)
Investasi Asing di Sektor Pertanian Sulit Dihindari
JAKARTA – Masuknya investasi penanaman modal asing (PMA) di sektor pertanian,
terutama dalam penyediaan sarana produksi
(saprodi), sulit dihindari, karena masih terbatasnya kemampuan investor domestik. Kedepan, pemerintah harus meningkatkan kapasitas investor lokal sehingga secara perlahan
bisa mandiri atau paling tidak mengurangi
peran asing di sektor pertanian nasional.
Berdasarkan data yang
dipublikasikan Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM), realisasi investasi
PMA dan penanaman modal
dalam negeri (PMDN) di sektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan) pada 2016 mencapai
Rp 43,90 triliun, pada 2017
sebesar Rp 44,20 triliun, pada
2018 sebesar Rp 54,20 triliun,
pada 2019 menjadi Rp 57,80
triliun, pada 2020 sebesar Rp
49,10 triliun, dan pada triwulan
I-2021 sebesar Rp 13,90 triliun.
Khusus realisasi investasi
PMA pada 2016 sebesar US$
1,65 miliar, pada 2017 sebesar
US$ 1,60 miliar, pada 2018
sebesar US$ 1,70 miliar, pada
2019 sebesar US$ 0,90 miliar,
pada 2020 sebesar US$ 1,20
miliar, dan pada triwulan I-2021
sebesar US$ 0,30 miliar.
(Oleh - HR1)
FLPP Bank Mega Syariah
MAKASSAR - Kabar gembira bagi sektor properti di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel sinergi Bank Mega Syariah dalam pembiayaan rumah subsidi. Hal ini ditandai dengan silaturrahmi di Sekretariat DPD Sulsel Apersi Sulsel, Makassar, Kamis, (27/5/2021).
FLPP atau pembiayaan rumah subsidi ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Diketahui, FLPP ini adalah program pemerintah yang memberikan subsidi bunga kepada kalangan MBR yang ingin memiliki rumah. Ada juga kredit konstruksi hingga pembiayaan apartemen. Sedangkan untuk FLPP, saat ini tengah mempersiapkan infrastrukturnya. "Targetnya Agustus 2021, FLPP sudah running. Dan saya ingin sekali menggandeng Apersi," harapnya. Raksa menggambarkan Bank Mega Syariah yang tergabung dalam Chaerul Tandjung (CT) Corporate. Olehnya itu, banyak potensi yang bisa digarap dengan Apersi. "Masih banyak juga karyawan di lingkup CT Corp yang belum memiliki rumah. Ini bisa jadi market juga untuk Apersi," tuturnya.
(Oleh - HR1)
Rayu Industri Betah di Jatim
Gubernur Jatim terus berupaya untuk menjaga kondusivitas industri di Jawa Timur, Ia terus mengupayakan agar tidak terjadi capital flight dan menjaga agar industri yang akan ekspansi tetap mendirikan pabriknya di Jawa Timur.
Untuk memastikan, Gubernur Jatim melakukan kunjungan ke produsen kopi besar di Jawa Timur, PT Jaya Santos Abadi, di Sidoarjo. Pabrik yang terkenal dengan brand produk Kapal Api, pasalnya, terbersit informasi bahwa Kapal Api memiliki rencana akan mendirikan pabrik di Nganjuk. Kami mengapresiasi komitmen kapal api untuk terus mengembangkan produksinya di Jawa Timur. Jadi saat pandemi covid-19 perusahaan ini tetap bisa produktif tumbuh positif.
Kita adalah salah satu andalan ekonomi Indonesia, kita adalah provinsi dengan kontribusi kedua terbesar setelah DKI. Bahkan seminggu yang lalu saat rakor bersama Presiden, untuk provinsi padat penduduk Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terbaik meski pun juga masih negatif 0,44. Namun dibandingkan dengan provinsi besar dengan padat penduduk yang lain Jatim termasuk terbaik dan sudah jauh di atas rata-rata nasional.
Dalam usaha mempertahankan pertumbuhan ekonomi Jatim, ingin menyisir sektor yang menjadi andalan Jatim yaitu industri makanan dan minuman. Dan yang memiliki kontribusi cukup signifikan adalah kopi Kapal Api ini. Dimana mereka memiliki 60 persen market share dan menjadi leader dari pasar kopi di Indonesia.
Kawasan Penambangan Bitcoin di Tiongkok Usulkan Sanksi Berat
GUANGZHOU – Wilayah Mongolia
Dalam di Tiongkok telah mengusulkan
sanksi atau hukuman berat bagi perusahaan-perusahaan dan individu yang
terlibat dalam penambangan mata uang
digital. Pihak berwenang disebut-sebut
ingin mengambil tindakan lebih lanjut
atas praktik ini.
Langkah tersebut dilakukan setelah
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu
He, pada pekan lalu menyampaikan
pernyataan mengenai perlunya menindak penambangan Bitcoin dan perilaku
perdagangan demi mencegah transmisi
risiko individu ke bidang sosial.
Komentar itu dipandang sebagai
niatan Tiongkok untuk melanjutkan
tindakan tegas – yang telah berlangsung selama empat tahun – terhadap
perdagangan bitcoin dan aktivitas
terkait mata uang kripto (cryptocurrency) lainnya.
Komisi Pembangunan dan Reformasi
Mongolia Dalam juga menyatakan, perusahaan-perusahaan semacam itu dapat
dicabut izin usahanya jika diketahui
terlibat dalam pertambangan.
Dukungan kebijakan istimewa pemerintah yang saat ini dinikmati komputasi
awan (cloud computing) atau pusat data
terancam dicabut. Ada juga hukuman
berat bagi individu yang terlibat dalam
pencucian uang dari penggalangan dana
melalui mata uang digital.
Sikap tegas Mongolia Dalam soal
penambangan dimulai pada Maret,
setelah mengumumkan rencana melarang proyek baru penambangan mata
uang kripto dan menutup aktivitas
yang ada untuk mengurangi konsumsi
energi. Pasalnya, wilayah Tiongkok
utara telah gagal memenuhi target
penggunaan energi Beijing pada 2019
sehingga harus menyusun rencana
untuk mengurangi konsumsi daya.
Alhasil, pengawasan mendalam
tentang penambangan bitcoin di Mongolia Dalam, secara khusus muncul
saat Tiongkok berusaha menjadi hijau.
Presiden Xi Jinping mengatakan pada
tahun lalu, bahwa pemerintahannya
menargetkan puncak emisi karbon dioksida (CO2) pada 2030 dan netralitas
karbon pada 2060.
Namun menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, yang ditinjau rekan sejawat
pada April mengatakan, penambangan
bitcoin dapat merusak upaya-upaya
penurunan emisi yang terjadi di negara tersebut.
(Oleh - HR1)
Bulog-TaniHub Dukung Ekosistem Ketahanan Pangan
JAKARTA–Perum Bulog menjalin kerja sama dengan
TaniHub Group untuk mendukung pengembangan ekosistem ketahanan pangan nasional. Bulog memiliki jaringan
dan sistem pergudangan dengan cakupan yang sangat luas
di seluruh Indonesia, sementara Tanihub Group memiliki
pengalaman dan kemampuan teknologi terdepan di bidang
agritech. Kedua pihak meyakini bahwa kerja sama tersebut
akan menciptakan competitive advantages yang sangat besar
bagi ekosistem ketahanan pangan nasional.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota
kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU)
yang dilakukan Direktur Bisnis Perum Bulog dan CEO
TaniHub Group di Kantor Pusat Perum Bulog Jakarta,
Selasa (25/5).
Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan,
kolaborasi juga menyangkut kerja sama dalam bentuk pembiayaan bagi petani binaan Bulog, penyerapan dan pemasaran produk-produk petani binaan Bulog. Selain menyerap
hasil petani Bulog, TaniHub Group juga akan memasok
produk segar untuk seluruh gerai milik Bulog.
Sementara itu, CEO TaniHub Group Pamitra Wineka
mengatakan, pihaknya sangat bersemangat untuk menjalin
kerja sama dan kolaborasi dengan Bulog sebagai BUMN
pangan yang memiliki sarana infrastruktur yang sangat luas
dan berada di tengah-tengah ibukota provinsi dan ibukota
kabupaten. Startup agritech dengan pertumbuhan terbesar
di Indonesia tersebut dengan Bulog mempunyai banyak
kesamaan dalam visi besar untuk pertanian dan pangan di
Indonesia
(Oleh - HR1)
Astra Siap Tambah Investasi Start-up
JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII)
menyatakan minatnya untuk menambah portofolio
investasi di perusahaan rintisan (start-up). Sebab,
start-up dinilai memiliki model bisnis yang baik dan
prospektif.
Head of Investor Relation Astra International Tira Ardianti menjelaskan,
sejauh ini, Astra International sudah
berinvestasi di tiga perusahaan unicorn dan start-up, yakni Gojek sebesar
US$ 250 juta, Sayurbox sebesar US$ 50
juta, dan Halodoc sebesar US$ 35 juta.
Setelah investasi tersebut, Astra akan
selalu menjajaki kesempatan yang ada.
“Astra selalu menjajaki kesempatan
yang ada dan dari manajemen juga selalu melihat perkembangan ekonomi
digital,” jelas Tira dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal secara
virtual, Selasa (25/5).
Tira menegaskan, dengan berinvestasi di start-up, Astra bisa melakukan
modernisasi bisnis sekaligus berinovasi secara organik. Selain itu, Astra
bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.
Sebelumnya, Astra pernah memiliki
bisnis di perbankan, yakni melalui
PT Bank Permata Tbk (BNLI). Akan
tetapi, perseroan menjual kepemilikannya di bank tersebut pada 2020 dan
memilih fokus berinvestasi ke sektor
jasa keuangan lain.
Ke depan, Astra tidak menutup
kemungkinan untuk berinvestasi di
perbankan. Apalagi, saat ini marak
pembahasan mengenai bank digital.
Namun, Astra tidak bisa memastikan
investasi tersebut pada saat ini karena
harus menyesuaikan dinamika di bisnis dan industri tersebut. “Kami tidak
menutup peluang untuk bisnis yang
terus berkembang dan berkelanjutan
dalam jangka panjang,” papar dia.
Sementara itu, lini bisnis lainnya,
yakni jasa keuangan mencatat penurunan laba bersih sebesar 30%
menjadi Rp 985 miliar. Penurunan ini
karena adanya peningkatan provisi
untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).
Berbeda dengan segmen bisnis lainnya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO),
yaitu lini bisnis Astra yang bergerak di
bidang otomotif mencatat peningkatan
laba bersih 43% menjadi Rp 164 miliar.
Direktur Keuangan Astra Otoparts
Wanny Wijaya menjelaskan, peningkatan laba bersih ini karena adanya
peningkatan nilai tukar dolar AS
terhadap rupiah sehingga memberikan pendapatan kepada perseroan.
Padahal, di periode yang sama, Astra
Otoparts membukukan penurunan
pendapatan sebesar 6% menjadi Rp
3,61 triliun dari Rp 3,84 triliun pada
kuartal I-2020.
(Oleh - HR1)
Industri Hasil Hutan, Pebisnis Perlu Perkuat Pasar Nontradisional
Bisnis, Jakarta - Kendati prospek permintaan atas produk hasil hutan diperkirakan positif dalam beberapa bulan ke depan, indsutri hulu perlu memperkuat pasar nontradisional. Kinerja hulu industri kehutanan akan sangat bergantung pada kinerja industri hilir. Adapun, laporan produsen di daerah menyatakan bahwa dalam 5 bulan ke depan order masih akan positif.
Untuk pasar Eropa, saat ini nilai ekspor baru mencapai US$ 1 miliar. Begitu pula di Amerika Serikat, ekspor produk hasil hutan Indonesia baru sekitar US$ 1 miliar - US$ 1,52 miliar. Di sisi lain, disarankan agar industri hilir hasil olahan kayu atau furnitur lokal diminta lebih disiplin dalam menerapkan standar pada setiap produknya guna bersaing dengan produk impor. Hal itu perlu dilakukan untuk mengamankan pasar dalam negeri.
(Oleh - IDS)
Biaya Logistik, ALFI Protes Ongkos Rawat Kontainer
Bisnis, Makassar - Para pengusaha logistik dan forwarder yang tergabung dalam ALFI memprotes rencana perusahaan pelayaran memberlakukan tarif baru pembersihan dan perawatan peti kemas yang akan diterapkan mulai Juni 2021. Pengenaan tarif pembersihan dan perawatan peti kemas atau cleaning and maintenance container akan menjadi beban dalam upaya pemulihan industri logistik. Pengenaan tarif itu bertentangan dengan sejumlah program pemerintah yang berupaya memulihkan ekonomi seluruh sektor setelah terdampak Covid-19.
Tarif cleaning and maintenance container seperti sebuah siasat dari operator pelayaran untuk membebankan biaya teknis kepada pengguna jasa, yakni pelaku usaha forwarding. Pengenaan tarif tersebut bersifat ambigu karena seharusnya komponen pembersihan dan perawatan kontainer itu integral dengan pengenaan uang pengapalan kontainer atau freight container yang dikenakan selama ini kepada pengguna jasa. Seharusnya, operator pelayaran memasukkan biaya pembersihan dan perawatan peti kemas dalam tarif pengapalan atau freight container dan tidak membuat komponen tarif baru.
Perusahaan pelayaran sebaiknya segera menghapus komponen baru tersebut yang terkesan mengada-ada serta aneh dengan besaran tarif yang kompak ditentukan perusahaan pelayaran. Disarankan agar perusahaan tidak membuat komponen tarif baru yang hanya akan berdampak kenaikan biaya logistik
(Oleh - IDS)
Membuka Kanal Online hingga Mobil Toko
Jakarta - Tekanan bisnis selama masa pandemi Covid-19 memaksa pengusaha retail menjalankan berbagai strategi. Pemilik bisnis retail mulai menggandeng e-commerce dan berjualan dengan skema multikanal atau omnichannel. Selama beberapa tahun terakhir, pengelola department store dan jenis toko lainnya membangun toko online untuk bersaing dengan marketplace e-commerce.
Penyedia retail harus tetap memperhitungkan pengeluaran yang dipakai untuk strategi kolaborasi itu karena efisiensi masih berjalan. Selain perampingan tenaga kerja, efisiensi mencakup biaya listrik, distribusi, dan manajemen gudang. Prospek kerjasama antara e-commerce dan perusahaan retail semakin meningkat tahun ini. Pandemi menjadi momentum untuk inovasi bisnis retail agar tak gulung tikar. Sebelum Covid-19 muncul pun penjualan retail modern mulai kalah oleh bisnis e-commerce yang terus menjamur.
(Oleh - IDS)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









