;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Airlangga: Kelemahan Tata Kelola Pemicu Krisis Ekonomi

28 May 2021

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia dengan benang merah pada tata kelola yang tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah terus menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG). “Kelemahan tata kelola perusahaan merupakan salah satu penyebab krisis ekonomi 1998 dan kelemahan tersebut antara lain kualitas investasi yang buruk serta diversifikasi usaha yang sangat luas,” ucap Airlangga dalam acara The 10th ACGS Implementation: Road to ESG in Indonesia - Webinar IICD CG Conference, Kamis (27/5).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah membuat peta arah tata kelola perusahaan Indonesia di awal 2014. Pedoman ini terutama ditujukan untuk emiten dan perusahaan publik. Upaya reformasi tata kelola ini selanjutnya mendorong timbulnya insentif lain dari berbagai lembaga. Kesadaran reformasi tata kelola juga menjadi kolektif secara regional sehingga Asean melalui Asean Capital Market Forum memperkenalkan Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS) di 2011. Airlangga mengatakan, pada 2019 ada 10 perusahaan di Indonesia tercatat masuk dalam kategori Asean Aset Class berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi prestasi bagi Indonesia. “Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam ACGS setiap tahun juga mengalami peningkatan, artinya sudah banyak perusahaan memiliki tata kelola yang baik,” kata Airlangga.

(Oleh - HR1)

Investasi Asing di Sektor Pertanian Sulit Dihindari

28 May 2021

JAKARTA – Masuknya investasi penanaman modal asing (PMA) di sektor pertanian, terutama dalam penyediaan sarana produksi (saprodi), sulit dihindari, karena masih terbatasnya kemampuan investor domestik. Kedepan, pemerintah harus meningkatkan kapasitas investor lokal sehingga secara perlahan bisa mandiri atau paling tidak mengurangi peran asing di sektor pertanian nasional.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi PMA dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor pertanian (tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan) pada 2016 mencapai Rp 43,90 triliun, pada 2017 sebesar Rp 44,20 triliun, pada 2018 sebesar Rp 54,20 triliun, pada 2019 menjadi Rp 57,80 triliun, pada 2020 sebesar Rp 49,10 triliun, dan pada triwulan I-2021 sebesar Rp 13,90 triliun. Khusus realisasi investasi PMA pada 2016 sebesar US$ 1,65 miliar, pada 2017 sebesar US$ 1,60 miliar, pada 2018 sebesar US$ 1,70 miliar, pada 2019 sebesar US$ 0,90 miliar, pada 2020 sebesar US$ 1,20 miliar, dan pada triwulan I-2021 sebesar US$ 0,30 miliar.

(Oleh - HR1)

FLPP Bank Mega Syariah

28 May 2021

MAKASSAR - Kabar gembira bagi sektor properti di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel sinergi Bank Mega Syariah dalam pembiayaan rumah subsidi. Hal ini ditandai dengan silaturrahmi di Sekretariat DPD Sulsel Apersi Sulsel, Makassar, Kamis, (27/5/2021).

FLPP atau pembiayaan rumah subsidi ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Diketahui, FLPP ini adalah program pemerintah yang memberikan subsidi bunga kepada kalangan MBR yang ingin memiliki rumah. Ada juga kredit konstruksi hingga pembiayaan apartemen. Sedangkan untuk FLPP, saat ini tengah mempersiapkan infrastrukturnya. "Targetnya Agustus 2021, FLPP sudah running. Dan saya ingin sekali menggandeng Apersi," harapnya. Raksa menggambarkan Bank Mega Syariah yang tergabung dalam Chaerul Tandjung (CT) Corporate. Olehnya itu, banyak potensi yang bisa digarap dengan Apersi. "Masih banyak juga karyawan di lingkup CT Corp yang belum memiliki rumah. Ini bisa jadi market juga untuk Apersi," tuturnya.

(Oleh - HR1)


Rayu Industri Betah di Jatim

28 May 2021

Gubernur Jatim terus berupaya untuk menjaga kondusivitas industri di Jawa Timur, Ia terus mengupayakan agar tidak terjadi capital flight dan menjaga agar industri yang akan ekspansi tetap mendirikan pabriknya di Jawa Timur.

Untuk memastikan, Gubernur Jatim melakukan kunjungan ke produsen kopi besar di Jawa Timur, PT Jaya Santos Abadi, di Sidoarjo. Pabrik yang terkenal dengan brand produk Kapal Api, pasalnya, terbersit informasi bahwa Kapal Api memiliki rencana akan mendirikan pabrik di Nganjuk. Kami mengapresiasi komitmen kapal api untuk terus mengembangkan produksinya di Jawa Timur. Jadi saat pandemi covid-19 perusahaan ini tetap bisa produktif tumbuh positif.

Kita adalah salah satu andalan ekonomi Indonesia, kita adalah provinsi dengan kontribusi kedua terbesar setelah DKI. Bahkan seminggu yang lalu saat rakor bersama Presiden, untuk provinsi padat penduduk Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terbaik meski pun juga masih negatif 0,44. Namun dibandingkan dengan provinsi besar dengan padat penduduk yang lain Jatim termasuk terbaik dan sudah jauh di atas rata-rata nasional.

Dalam usaha mempertahankan pertumbuhan ekonomi Jatim, ingin menyisir sektor yang menjadi andalan Jatim yaitu industri makanan dan minuman. Dan yang memiliki kontribusi cukup signifikan adalah kopi Kapal Api ini. Dimana mereka memiliki 60 persen market share dan menjadi leader dari pasar kopi di Indonesia.


Kawasan Penambangan Bitcoin di Tiongkok Usulkan Sanksi Berat

27 May 2021

GUANGZHOU – Wilayah Mongolia Dalam di Tiongkok telah mengusulkan sanksi atau hukuman berat bagi perusahaan-perusahaan dan individu yang terlibat dalam penambangan mata uang digital. Pihak berwenang disebut-sebut ingin mengambil tindakan lebih lanjut atas praktik ini. Langkah tersebut dilakukan setelah Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, pada pekan lalu menyampaikan pernyataan mengenai perlunya menindak penambangan Bitcoin dan perilaku perdagangan demi mencegah transmisi risiko individu ke bidang sosial. Komentar itu dipandang sebagai niatan Tiongkok untuk melanjutkan tindakan tegas – yang telah berlangsung selama empat tahun – terhadap perdagangan bitcoin dan aktivitas terkait mata uang kripto (cryptocurrency) lainnya.

Komisi Pembangunan dan Reformasi Mongolia Dalam juga menyatakan, perusahaan-perusahaan semacam itu dapat dicabut izin usahanya jika diketahui terlibat dalam pertambangan. Dukungan kebijakan istimewa pemerintah yang saat ini dinikmati komputasi awan (cloud computing) atau pusat data terancam dicabut. Ada juga hukuman berat bagi individu yang terlibat dalam pencucian uang dari penggalangan dana melalui mata uang digital. Sikap tegas Mongolia Dalam soal penambangan dimulai pada Maret, setelah mengumumkan rencana melarang proyek baru penambangan mata uang kripto dan menutup aktivitas yang ada untuk mengurangi konsumsi energi. Pasalnya, wilayah Tiongkok utara telah gagal memenuhi target penggunaan energi Beijing pada 2019 sehingga harus menyusun rencana untuk mengurangi konsumsi daya.

Alhasil, pengawasan mendalam tentang penambangan bitcoin di Mongolia Dalam, secara khusus muncul saat Tiongkok berusaha menjadi hijau. Presiden Xi Jinping mengatakan pada tahun lalu, bahwa pemerintahannya menargetkan puncak emisi karbon dioksida (CO2) pada 2030 dan netralitas karbon pada 2060. Namun menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, yang ditinjau rekan sejawat pada April mengatakan, penambangan bitcoin dapat merusak upaya-upaya penurunan emisi yang terjadi di negara tersebut.

(Oleh - HR1)

Bulog-TaniHub Dukung Ekosistem Ketahanan Pangan

27 May 2021

JAKARTA–Perum Bulog menjalin kerja sama dengan TaniHub Group untuk mendukung pengembangan ekosistem ketahanan pangan nasional. Bulog memiliki jaringan dan sistem pergudangan dengan cakupan yang sangat luas di seluruh Indonesia, sementara Tanihub Group memiliki pengalaman dan kemampuan teknologi terdepan di bidang agritech. Kedua pihak meyakini bahwa kerja sama tersebut akan menciptakan competitive advantages yang sangat besar bagi ekosistem ketahanan pangan nasional. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) yang dilakukan Direktur Bisnis Perum Bulog dan CEO TaniHub Group di Kantor Pusat Perum Bulog Jakarta, Selasa (25/5).

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan, kolaborasi juga menyangkut kerja sama dalam bentuk pembiayaan bagi petani binaan Bulog, penyerapan dan pemasaran produk-produk petani binaan Bulog. Selain menyerap hasil petani Bulog, TaniHub Group juga akan memasok produk segar untuk seluruh gerai milik Bulog. Sementara itu, CEO TaniHub Group Pamitra Wineka mengatakan, pihaknya sangat bersemangat untuk menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan Bulog sebagai BUMN pangan yang memiliki sarana infrastruktur yang sangat luas dan berada di tengah-tengah ibukota provinsi dan ibukota kabupaten. Startup agritech dengan pertumbuhan terbesar di Indonesia tersebut dengan Bulog mempunyai banyak kesamaan dalam visi besar untuk pertanian dan pangan di Indonesia

(Oleh - HR1)

Astra Siap Tambah Investasi Start-up

27 May 2021

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) menyatakan minatnya untuk menambah portofolio investasi di perusahaan rintisan (start-up). Sebab, start-up dinilai memiliki model bisnis yang baik dan prospektif. Head of Investor Relation Astra International Tira Ardianti menjelaskan, sejauh ini, Astra International sudah berinvestasi di tiga perusahaan unicorn dan start-up, yakni Gojek sebesar US$ 250 juta, Sayurbox sebesar US$ 50 juta, dan Halodoc sebesar US$ 35 juta. Setelah investasi tersebut, Astra akan selalu menjajaki kesempatan yang ada. “Astra selalu menjajaki kesempatan yang ada dan dari manajemen juga selalu melihat perkembangan ekonomi digital,” jelas Tira dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal secara virtual, Selasa (25/5). Tira menegaskan, dengan berinvestasi di start-up, Astra bisa melakukan modernisasi bisnis sekaligus berinovasi secara organik. Selain itu, Astra bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

Sebelumnya, Astra pernah memiliki bisnis di perbankan, yakni melalui PT Bank Permata Tbk (BNLI). Akan tetapi, perseroan menjual kepemilikannya di bank tersebut pada 2020 dan memilih fokus berinvestasi ke sektor jasa keuangan lain. Ke depan, Astra tidak menutup kemungkinan untuk berinvestasi di perbankan. Apalagi, saat ini marak pembahasan mengenai bank digital. Namun, Astra tidak bisa memastikan investasi tersebut pada saat ini karena harus menyesuaikan dinamika di bisnis dan industri tersebut. “Kami tidak menutup peluang untuk bisnis yang terus berkembang dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” papar dia.

Sementara itu, lini bisnis lainnya, yakni jasa keuangan mencatat penurunan laba bersih sebesar 30% menjadi Rp 985 miliar. Penurunan ini karena adanya peningkatan provisi untuk mengantisipasi risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Berbeda dengan segmen bisnis lainnya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), yaitu lini bisnis Astra yang bergerak di bidang otomotif mencatat peningkatan laba bersih 43% menjadi Rp 164 miliar. Direktur Keuangan Astra Otoparts Wanny Wijaya menjelaskan, peningkatan laba bersih ini karena adanya peningkatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sehingga memberikan pendapatan kepada perseroan. Padahal, di periode yang sama, Astra Otoparts membukukan penurunan pendapatan sebesar 6% menjadi Rp 3,61 triliun dari Rp 3,84 triliun pada kuartal I-2020.

(Oleh - HR1)

Industri Hasil Hutan, Pebisnis Perlu Perkuat Pasar Nontradisional

27 May 2021

Bisnis, Jakarta - Kendati prospek permintaan atas produk hasil hutan diperkirakan positif dalam beberapa bulan ke depan, indsutri hulu perlu memperkuat pasar nontradisional. Kinerja hulu industri kehutanan akan sangat bergantung pada kinerja industri hilir. Adapun, laporan produsen di daerah menyatakan bahwa dalam 5 bulan ke depan order masih akan positif. 

Untuk pasar Eropa, saat ini nilai ekspor baru mencapai US$ 1 miliar. Begitu pula di Amerika Serikat, ekspor produk hasil hutan Indonesia baru sekitar US$ 1 miliar - US$ 1,52 miliar. Di sisi lain, disarankan agar industri hilir hasil olahan kayu atau furnitur lokal diminta lebih disiplin dalam menerapkan standar pada setiap produknya guna bersaing dengan produk impor. Hal itu perlu dilakukan untuk mengamankan pasar dalam negeri. 

(Oleh - IDS)

Biaya Logistik, ALFI Protes Ongkos Rawat Kontainer

27 May 2021

Bisnis, Makassar -  Para pengusaha logistik dan forwarder yang tergabung dalam ALFI memprotes rencana perusahaan pelayaran memberlakukan tarif baru pembersihan dan perawatan peti kemas yang akan diterapkan mulai Juni 2021. Pengenaan tarif pembersihan dan perawatan peti kemas atau cleaning and maintenance container akan menjadi beban dalam upaya pemulihan industri logistik. Pengenaan tarif itu bertentangan dengan sejumlah program pemerintah yang berupaya memulihkan ekonomi seluruh sektor setelah terdampak Covid-19.

Tarif cleaning and maintenance container seperti sebuah siasat dari operator pelayaran untuk membebankan biaya teknis kepada pengguna jasa, yakni pelaku usaha forwarding. Pengenaan tarif tersebut bersifat ambigu karena seharusnya komponen pembersihan dan perawatan kontainer itu integral dengan pengenaan uang pengapalan kontainer atau freight container yang dikenakan selama ini kepada pengguna jasa. Seharusnya, operator pelayaran memasukkan biaya pembersihan dan perawatan peti kemas dalam tarif pengapalan atau freight container dan tidak membuat komponen tarif baru. 

Perusahaan pelayaran sebaiknya segera menghapus komponen baru tersebut yang terkesan mengada-ada serta aneh dengan besaran tarif yang kompak ditentukan perusahaan pelayaran. Disarankan agar perusahaan tidak membuat komponen tarif baru yang hanya akan berdampak kenaikan biaya logistik 

(Oleh - IDS)

Membuka Kanal Online hingga Mobil Toko

27 May 2021

Jakarta - Tekanan bisnis selama masa pandemi Covid-19 memaksa pengusaha retail menjalankan berbagai strategi. Pemilik bisnis retail mulai menggandeng e-commerce dan berjualan dengan skema multikanal atau omnichannel. Selama beberapa tahun terakhir, pengelola department store dan jenis toko lainnya membangun toko online untuk bersaing dengan marketplace e-commerce

Penyedia retail harus tetap memperhitungkan pengeluaran yang dipakai untuk strategi kolaborasi itu karena efisiensi masih berjalan. Selain perampingan tenaga kerja, efisiensi mencakup biaya listrik, distribusi, dan manajemen gudang. Prospek kerjasama antara e-commerce dan perusahaan retail semakin meningkat tahun ini. Pandemi menjadi momentum untuk inovasi bisnis retail agar tak gulung tikar. Sebelum Covid-19 muncul pun penjualan retail modern mulai kalah oleh bisnis e-commerce yang terus menjamur.

(Oleh - IDS)