Airlangga: Kelemahan Tata Kelola Pemicu Krisis Ekonomi
JAKARTA – Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah faktor
yang menyebabkan terjadinya krisis
ekonomi di Indonesia dengan benang
merah pada tata kelola yang tidak
berjalan dengan baik. Oleh karena
itu, pemerintah terus menekankan
pentingnya tata kelola perusahaan
yang baik (good corporate governance/
GCG).
“Kelemahan tata kelola perusahaan
merupakan salah satu penyebab krisis
ekonomi 1998 dan kelemahan tersebut antara lain kualitas investasi yang
buruk serta diversifikasi usaha yang
sangat luas,” ucap Airlangga dalam
acara The 10th ACGS Implementation:
Road to ESG in Indonesia - Webinar
IICD CG Conference, Kamis (27/5).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga
telah membuat peta arah tata kelola
perusahaan Indonesia di awal 2014.
Pedoman ini terutama ditujukan untuk
emiten dan perusahaan publik. Upaya
reformasi tata kelola ini selanjutnya
mendorong timbulnya insentif lain dari
berbagai lembaga. Kesadaran reformasi tata kelola juga menjadi kolektif
secara regional sehingga Asean melalui
Asean Capital Market Forum memperkenalkan Asean Corporate Governance
Scorecard (ACGS) di 2011.
Airlangga mengatakan, pada 2019
ada 10 perusahaan di Indonesia tercatat
masuk dalam kategori Asean Aset Class
berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi
prestasi bagi Indonesia. “Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam
ACGS setiap tahun juga mengalami
peningkatan, artinya sudah banyak
perusahaan memiliki tata kelola yang
baik,” kata Airlangga.
(Oleh - HR1)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023