Ekonomi
( 40733 )Kejaksaan Geledah Kantor Dinas ESDM Sultra
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara mengusut dugaan korupsi perizinan perusahaan tambang. Pada Senin (14/6/2021), kejaksaan menggeledah kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra di Kendari. Selain menyegel ruangan Kepala Bidang Minerba dan dua ruangan lainnya, tim juga menggeledah ruangan Kepala Dinas ESDM Sultra Andi Azis. ”Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait penggunaan IPPKH (izin pinjam pakai kawasan hutan) untuk PT Toshida yang memiliki izin di Kabupaten Kolaka hingga mereka melakukan aktivitas,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sultra Setyawan Nur Chaliq di kantor Dinas ESDM Sultra. Sejumlah dokumen disita, di antaranya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), dokumen verifikasi, dan dokumen jaminan reklamasi.
Mengurai Kegaduhan Pengadaan Alutsista Rp 1.750 Triliun
Modernisasi alat utama sistem pertahanan atau alutsista merupakan sebuah keniscayaan. Tak hanya pemerintah, publik pun menginginkan adanya penguatan alutsista. Namun, tetap saja dibutuhkan prosedur yang benar agar prosesnya bisa efektif dan efisien serta menguntungkan dalam jangka panjang. Hasil jajak pendapat Kompas menunjukkan, 98 persen responden menyatakan, untuk menjaga pertahanan dan kedaulatan wilayah Indonesia, pemerintah perlu secara berkala menambah alutsista dengan kualitas mutakhir atau lebih modern (Kompas, 27 Mei 2021). Publik juga mengharapkan melalui kerja sama dengan negara maju, bangsa Indonesia bisa mandiri dalam memproduksi alat pendukung pertahanan.
Pemerintah memang tengah mengupayakan penguatan alutsista. Melalui Rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia 2020-2024 yang masih dalam proses pembahasan, pemerintah menyusun daftar belanja alutsista selama 25 tahun. Disebut pula, kebutuhan anggaran untuk pengadaan alat pertahanan dan keamanan hingga 2044 mencapai 124,995 miliar dollar AS, setara Rp 1.750 triliun jika dihitung dengan kurs Rp 14.000 per dollar AS. Menurut rencana, kebutuhan anggaran akan dipenuhi dari pinjaman luar negeri.
Rencana pengadaan alutsista dengan anggaran Rp 1.750 triliun untuk 25 tahun itu perlu dilihat dari berbagai sisi. Dalam wawancara dengan mentalis yang juga Youtuber, Deddy Corbuzier, yang diunggah, Minggu (13/6/2021), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelaskan, Presiden Joko Widodo masih meminta masukan dari sejumlah menteri, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa.
Dari sisi pertahanan, argumennya, sudah 23 tahun anggaran pertahanan tidak pernah melewati 1 persen produk domestik bruto (PDB). Merujuk lembaga riset pertahanan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2021, Indonesia masuk ke dalam 20 persen dari 192 negara yang anggaran pertahanannya rendah. Dengan PDB tahun 2020 sebesar Rp 15.454 triliun dan asumsi angka pertumbuhan ekonomi stabil 5 persen per tahun, total PDB hingga tahun 2044 adalah Rp 738.618 triliun. Utang Rp 1.750 triliun untuk pengadaan alutsista berarti hanya 0,24 persen dari PDB.
Akan tetapi, ekonomi punya sudut pandang berbeda. Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rahcbini menggarisbawahi, momentum untuk menambah anggaran pertahanan tidak tepat saat ini karena kondisi APBN sedang tidak stabil. Total utang publik telah mencapai Rp 8.504 triliun. Tak hanya itu, pandemi Covid 19 telah berdampak sistemik hingga membuat tingkat kemiskinan naik tinggi. Peningkatan utang akan membawa masalah sistemik yang lebih besar. ”Jika pemerintah dan DPR menyetujui anggaran ini, mereka tidak tahu diri dan kurang mengukur kepentasan dan kondisi prihatin ini,” kata Didik.Konglomerat Kuasai 20% Aset di Bursa Saham
Kekayaan bos Grup Indofood Anthony Salim makin bertambah. Penyebabnya, harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik tinggi. Anthony membeli saham perusalaan data center itu di Rp 5.277 per saham. Kemarin, harganya sudah Rp 50. 250. Anthony kini menguasai 11,12% saham DCII. Jadi, bila mengacu pada kapitalisasi pasar DCII kemarin yang sebesar Rp 119,78 triliun, menurut data RTI, maka kekayaan Anthony dari DIRI mencapai Rp 13,32 triliun. Bila dihitung dengan investasi Anthony di saham lain dan digabung dengan seluruh kepemilikan saham Grup Salim, total kekayaan keluarga Salim di bursa mencapai Rp 175,32 triliun.
Grup Salim bukan konglomerat dengan kekayaan terbanyak dari bursa saham. Dua bersaudara Hartono, yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, masih menjadi duo taipan tak terkalahkan berdasarkan jumlah kekayaan di pasar saham. Jumlah kekayaannya mencapai Rp 466,64 triliun. Lewat Grup Djarum, keduanya jadi pemegang saham pengendali di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan porsi 54,94% dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan porsi kepemilikan 52,02. Total nilai kepemilikan saham para konglomerat di saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar 19,12% dari total kapitalisasi pasar yang sebesar Rp 7.218,45 triiliun. Total kekayaan para taipan ini mencapai Rp 1.380,70 triliun.
Konglomerasi terbesar ketiga di BEI adalah Grup Astra dengan kekayaan Rp 174,31 triliun. Tapi, kapitalisasi grup ini tergerus dari awal tahun, mengingat kenaikan harga saham hanya dicetak PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Analis Erdhika Elit Sekuritas Hendri Widiantoro menuturkan, tiga grup tersebut memiliki emiten dengan kapitalisasipasar besar. Bahkan, sejumlah emiten dari tiga grup tersebut termasuk jadi penggerak indeks saham.
Pakaian Bayi Impor Membanjiri Pasar Lokal
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI) menilai ada impor pakaian bayi yang tidak memenuhi standar nasional (SNI). Pakaian bayi memang termasuk produk yang volume impornya naik cukup tinggi. Hal itu berdasarkan Laporan Akhir Hasil Penyelidikan Tindakan Pengamanan Perdagangan terhadap Impor Barang Pakaian dan Aksesori Pakaian yang dirilis KPPI.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI), Redma Gita menjelaskan, banyak produk impor pakaian bayi yang tidak memenuhi SNI. APSyFI meminta pemerintah segera menindak tegas para importir, distributor dan penjual pakaian bayi impor yang tidak berlabel SNI. Jika tidak disikapi, hal itu merugikan para produsen pakaian bayi lokal.
Sebenarnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) lokal masih berpeluang mencatatkan kinerja lebih baik pada tahun ini. Hal tersebut lantaran daya beli masyarakat berangsur membaik setelah program vaksinasi massal Covid-19 bergulir. Harapan pelaku industri tekstil lokal tidak akan tercapai tanpa dukungan serta tindakan tegas pemerintah dalam menangani keberadaan importir produk TPT yang terus menggerus eksistensi produk lokal.
INA Harus All-Out Bantu Emiten BUMN Karya
JAKARTA – Lembaga Pengelola Investasi
(LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA)
harus all-out membantu BUMN Karya menjual
proyek-proyek infrastruktur yang dibangun atas
penugasan pemerintah. Divestasi harus segera
dilakukan agar BUMN Karya, terutama yang sudah
go public, bisa segera terlepas dari jerat utang
akibat menggarap proyek-proyek penugasan
pemerintah.
Untuk meningkatkan minat investor, INA bisa memberikan stimulan dengan berinvestasi pada proyekproyek di sekitar jalan tol yang
dibangun BUMN Karya. Langkah
tersebut akan meningkatkan volume
dan frekuensi kendaraan di jalan tol,
sehingga internal rate of return (IRR)-nya naik. Dalam jangka pendek,
pemerintah juga perlu memfasilitasi
restrukturisasi utang BUMN Karya.
Demikian benang merah wawancara Investor Daily dengan Ketua
Umum Asosiasi Dana Pensiun
Indonesia (ADPI) Suheri, peneliti
Center of Reform on Economics
(Core) Indonesia Yusuf Rendy
Manilet, ekonom senior/Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro,
analis Pilarmas Investindo Sekuritas
Okie Setya Ardiastama, analis RHB
Sekuritas Andrey Wijaya, dan analis
PT Panin Sekuritas Tbk William
Hartanto. Mereka dihubungi secara
terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Direktur Utama
INA Ridha Wirakusumah dan Juru
Bicara INA Masyita Cr ystallin
mengatakan, INA telah resmi membentuk konsorsium dengan Caisse
de dépôt et placement du Québec
(CDPQ), APG Asset Management
(APG), dan anak usaha Abu Dhabi
Investment Authority (ADIA).
Konsorsium tersebut bakal mengelola dana investasi hingga US$
3,75 miliar atau sekitar Rp 54 triliun
yang difokuskan pada proyek infrastruktur jalan tol di Indonesia.
Aksi bisnis yang akan ditempuh konsorsium di antaranya berinvestasi
atau membeli ruas tol yang dibangun dan dikelola BUMN Karya,
salah satunya PT Waskita Karya
(Persero) Tbk (WSKT).
Di pihak lain, Direktur Keuangan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
(WIKA), Ade Wahyu, Corporate
Finance Group Head PT Jasa Marga
(Persero) Tbk (JSMR), Eka Setya
Adrianto, dan Senior Vice President
Corporate Secretary PT Waskita
Karya (Persero) Tbk (WSKT) Ratna
Ningrum menjelaskan, emitenemiten BUMN tersebut tengah
mendivestasi proyek-proyeknya,
termasuk melalui INA, dan melakukan restrukturisasi kredit. Mereka
optimistis masalah solvabilitas
perseroan segera teratasi.
Ekonom senior yang juga Rektor
UI, Ari Kuncoro menyarankan agar
INA tetap bergerak untuk berinvestasi
pada masa pandemi Covid-19. Namun,
investasi difokuskan di sekitar jalan
tol kawasan-kawasan aglomerasi,
seperti Jabodetabek, Semarang, dan
sekitarnya.
Perihal sinergi INA dan BUMN Karya untuk mengatasi persoalan utang
akibat penugasan pemerintah, Ari
menjelaskan, INA dan BUMN Karya
bisa menempuh tiga hal. Pertama,
merestrukturisasi kredit BUMN Karya. Kedua, menggalang pendanaan
di pasar modal melalui konsorsium.
Ketiga, segera melepas aset-aset ruas
tol yang tergolong gemuk.
Menurut Juru Bicara INA, Masyita
Crystallin, INA resmi membentuk
konsorsium dengan Caisse de dépôt
et placement du Québec (CDPQ),
APG Asset Management (APG), dan
anak usaha Abu Dhabi Investment
Authority (ADIA). Konsorsium tersebut akan mengelola dana investasi
hingga US$ 3,75 miliar atau sekitar
Rp 54 triliun.
Masyita mengungkapkan, minat
investor untuk berinvestasi di jalan
tol cukup tinggi. Itu sekaligus membuktikan bahwa kepercayaan investor
terhadap iklim investasi di Indonesia
semakin tumbuh. Apalagi saat ini
Indonesia sedang gencar-gencarnya
membangun infrastruktur, terutama
di jalan tol.
Menurut Direktur Utama INA,
Ridha Wirakusumah, INA bisa berinvestasi di sektor mana pun. Namun,
saat ini INA fokus pada empat sektor
kunci, yaitu infrastruktur yang mencakup bandara, pelabuhan, dan jalan tol.
“Ada pula infrastruktur digital
yang juga mencakup digital services
dan platform. Kami pun ada deal ke
healthcare dan renewable energy,” ujar
dia dalam diskusi virtual bersama
Lembaga Pengembangan Perbankan
Indonesia (LPPI), Kamis (10/6).
Ridha mengungkapkan, proyek infrastruktur akan menjadi sektor andalan.
“Misalnya untuk kargo, pertumbuhan
Indonesia paling tinggi dan punya volume besar. Sayangnya pengoperasian
kargo masih manual. Bagi investor,
tentunya ini peluang besar,” tandas dia.
(Oleh - HR1)
Digitalisasi Uang Dapat Membuat Kripto Lebih Menarik
NEW YORK – Dua pengelola
dana kripto berpendapat bahwa
digitalisasi mata uang, termasuk
dolar AS, tidak akan mematikan
mata uang digital seperti bitcoin. Malahan akan membuatnya
lebih menarik bagi lebih banyak
investor.
Di tengah makin banyak bank
sentral di seluruh dunia yang
mempertimbangkan digitalisasi
mata uang masing-masing, tren
ini dapat mendorong lebih banyak
investor masuk ke kripto. Pendapat ini dikemukakan Michael
Sonnenshein dari Grayscale dan
Greg King dari Osprey Funds,
seperti dilansir CNBC pada Sabtu
(12/6).
Walaupun bitcoin belum digunakan secara luas sebagai
alat pembayaran, tapi perannya
dalam menjaga nilai uang dapat
memperkuat mata uang-mata
uang digital yang didukung oleh
pemerintah.
“Bayangkan mata uang kertas
di seluruh dunia didigitalkan.
Saya pikir itu akan mendorong
lebih banyak orang ke bitcoin
misalnya. Dan ini akan memberikan lebih banyak kontrol kepada
pemerintah dibandingkan peredaran uang biasa dan akan banyak
orang masuk ke bitcoin karena
masalah kontrol itu,” ujar King,
CEO Osprey.
Osprey saat ini menjalankan
Osprey Bitcoin Trust (OBTC)
dan juga Osprey Algorand Trust.
Yang terakhir ini berlandaskan
teknologi yang saat ini dipakai
oleh para bank sentral dalam
proyek mata uang digitalnya.
Kedua CEO tersebut menambahkan, semakin adopsi bitcoin
meningkat di seluruh dunia, valuasinya juga akan semakin besar.
(Oleh - HR1)
KEK Batam Aero Tecnic dan Nongsa Digital akan Serap Investasi Rp 23,2 Triliun
JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Nongsa
Digital Park (NDP) di Pulau Batam, Provinsi
Kepulauan Riau, ditargetkan mampu menyerap investasi hingga Rp 23,2 triliun. Sebanyak
Rp 7,2 triliun investasi akan diserap oleh KEK
Batam dan Rp 16 triliun masuk ke KEK Nongsa.
“Rencana aksi untuk kedua
KEK ini telah disusun. Saya meminta komitmen semua instansi
terkait untuk melaksanakannya
dengan baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto dalam pernyataan resminya akhir pekan lalu.
Menurut Airlangga, Presiden Joko
Widodo (Jokowi) telah menandatangani dua peraturan pemerintah
(PP) yang menetapkan Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Batam
Aero Technic (PP Nomor 67
Tahun 2021) dan KEK Nongsa
Digital Park (PP Nomor 68 Tahun 2021) yang terletak di Pulau
Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Penetapan kedua PP KEK yang
diiringi dengan vaksinasi serentak
pada kawasan industri di Provinsi
Kepulauan Riau tersebut diharapkan dapat menjadi akselerator
pemulihan ekonomi nasional.
“Penetapan kedua KEK tersebut sangat strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan
Batam, Bintan, dan Karimun,
yang saat ini telah dikembangkan
menjadi Free Trade Zone dan telah
menarik investor baik asing maupun dalam negeri,” ungkap dia.
Airlangga mengatakan, KEK
Batam Aero Technic seluas 30
hektare (ha) memiliki target investasi sebesar Rp 7,2 triliun dan
penciptaan lapangan pekerjaan
untuk 9.976 tenaga kerja. KEK
ini akan dikembangkan untuk
kegiatan industri berbasis MRO
(maintenance, repair, overhaul)
pesawat penumpang.
Airlangga mengungkapkan,
pengembangan KEK BAT bersifat brown field project. Karena sebelum ditetapkan menjadi
KEK, kawasan tersebut telah
dibangun berbagai fasilitas, di
antaranya untuk area hanggar
maintenance, hanggar painting,
hanggar cleaning, apron, taxiway,
dan sebagainya.
Pengembangan KEK Nongsa
Digital Park juga bersifat brown
field project. Karena sebelum
ditetapkan menjadi KEK, telah
dibangun berbagai akomodasi
dan atraksi pariwisata bertaraf
internasional, serta sudah terbangun infrastruktur pendukungnya seperti Turi Beach Resort,
Nongsa Point Marina, Nongsa
Terminal Bahari, Nongsa Village,
dan Infinite Framerwork Studio.
Airlangga menerangkan, KEK
Nongsa Digital Park diharapkan
dapat menjadi entry gate bagi pelaku usaha information technology
(IT) global ke perekonomian nasional, menghemat devisa negara
dalam bisnis digital hingga Rp 20-
30 triliun per tahun, dan transfer
teknologi di bidang IT, sehingga
menjadi pusat pengembangan
SDM tenaga IT muda Indonesia.
“Setelah menjadi KEK, ke depannya dikembangkan Movie Town,
IT Office, IT Academy, Data Centre Commersial Area, fasilitas dan
infrastruktur serta pengembangan Hotel dan Resort,” ungkap dia.
Airlangga menerangkan, Provinsi Kepulauan Riau saat ini
memiliki KEK terbanyak di Indonesia. Hal ini membuat Indonesia
mempunya digital hub dari Batam
ke berbagai wilayah yang terkoneksi dengan IT.
(Oleh - HR1)
Minat IPO Broker Aset Kripto Bertambah
JAKARTA – Menyusul Coinbase Global Inc,
perusahaan perantara jual beli aset kripto asal
Amerika Serikat, yang sukses mencatatkan
sahamnya (listing) di bursa Wall Street, PT Zipmex
Exchange Indonesia (Zipmex) juga tertarik untuk
melangsungkan penawaran umum perdana
(initial public offering/IPO) dan pencatatan saham.
Sebelumnya, PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto)
telah menyatakan siap IPO dan listing di Bursa Efek
Indonesia (BEI) dalam 2-3 tahun mendatang.
Tak hanya berminat untuk tercatat
di BEI, Zipmex pun tertarik untuk
listing di Nasdaq, AS dan Bursa Efek
Hong Kong. “Kami memang punya
rencana untuk listing saham di Nasdaq, Hang Seng, dan BEI. Kami akan
pelajari dulu dan sedang melihat
regulasinya,” kata Co-founder dan CEO
Zipmex Marcus Lim, baru-baru ini.
Namun, Marcus masih enggan
membeberkannya lebih lanjut. Adapun rencana tersebut kemungkinan
besar bisa dieksekusi dalam 2-3 tahun
ke depan. Saat ini, pihaknya sedang
memantau perkembangan kondisi
pasar, meningkatkan skala bisnis, dan
membangun tim, serta produk.
Tahun ini, Zipmex membidik dua
juta pengguna di Indonesia dibandingkan posisi pengguna aplikasi aset
kripto tersebut yang baru mencapai
300 ribu. Perseroan optimistis target
tercapai, karena Indonesia memiliki
potensi pasar yang luar biasa besar.
“Buktinya, bulan lalu Zipmex menfasilitasi perdagangan kripto hingga
US$ 1 miliar,” sebut Marcus.
Investasi aset kripto di Indonesia,
khususnya Bitcoin, selama beberapa
bulan terakhir berkembang sangat
pesat. Aset kripto digadang-gadang
membawa ruang perdagangan investasi baru yang lebih transparan dan
menjanjikan bagi nasabah maupun
pelaku industri.
Walau begitu, masih banyak yang
merasa asing dengan sistem investasi
atau trading aset digital ini. Karena
itu, lanjut Marcus, untuk menjawab
keraguan calon investor, Zipmex hadir
sebagai platform investasi digital yang
mengedepankan kemudahan bagi para
pengguna.
(Oleh - HR1)
Membaca Peluang Alternatif Bursa Capres
Dinamika bursa pencalonan presiden pada Pemilu 2024 akan membuka banyak kemungkinan, tak hanya pengerucutan sosok potensial, tetapi juga memantik terbentuknya poros-poros kekuatan partai pengusung. Sederat nama masuk daftar sosok calon presiden 2024 dengan tingkat elektabilitas tinggi. Kemunculan mereka dari hasil berbagai survei tersebut membuat peta politik bergerak dinamis dengan berbagai manuver dan strategi yang dimainkan.
Hasil survei Kompas yang dilakukan pada periode April 2021 menempatkan sejumlah sosok calon presiden dengan tingkat elektabilitas tinggi, yaitu Prabowo Subianto (16,4 persen), disusul berurutan oleh Anies Baswedan (10,0 persen), Ganjar Pranowo (7,3 persen), Sandiaga Uno (3,7 persen), dan Ridwan Kamil (3,4 persen).
Salah satu yang menjadi perhatian terkait PDI-P yang belakangan getol menggaungkan nama Puan Maharani sebagai calon presiden. Meskipun belum final, dinamika terkait pemunculan nama calon presiden di internal partai itu cukup memberikan banyak kejutan. Sebagai pemegang trah Soekarno, Puan memang digadang akan mendapatkan karpet merah untuk mengantongi rekomendasi dari sang Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Belakangan polemik terkait hal itu mengemuka di publik. Dimulai saat Puan yang tidak mengundang Ganjar Pranowo saat konsolidasi PDI-P di Jawa Tengah dan menyinggung kehadiran pemimpin rakyat yang tidak hanya di dunia maya, hingga bocornya rekaman suara off the record dari Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah Bambang Wuryanto, yang menyebut sosok Puan pantas mendapat rekomendasi dan bahkan siapa pun yang menjadi calon presiden, Puan layak menjadi wakilnya.
Menguatnya Prabowo yang sangat mungkin dicalonkan oleh PDI-P ataupun Gerindra itu membuka banyak kemungkinan lain dalam bursa pencalonan presiden. Jika hal itu benar terjadi, tertutupnya pencalonan untuk kader-kader internal lainnya justru akan membuka peluang baru untuk maju diusung oleh poros koalisi lainnya. Sekalipun elektabilitasnya cukup melejit dalam beberapa waktu terakhir, tampaknya hal itu tak menjamin Ganjar Prabowo akan mulus mengantongi rekomendasi dari PDI-P untuk dicalonkan sebagai presiden.
Demikian pula di Gerindra, menguatnya sosok Prabowo juga akan menutup kemungkinan untuk memajukan sosok lain dalam pilpres mendatang. Sejumlah hasil survei menempatkan nama Sandiaga Uno yang juga kader Gerindra sebagai calon presiden dengan elektabilitas cukup tinggi. Bila dihadapkan pada kondisi demikian, baik bagi Ganjar maupun Sandiaga sangat memungkinkan untuk membuka peluang lain dengan melepaskan diri dari naungan PDI-P dan Gerindra.
Kemunculan nama-nama di atas dalam bursa calon presiden ini tentu akan membuat peta penggalangan kekuatan yang dilakukan partai-partai menjadi sangat berdenyut. Berdasarkan hasil Pemilu 2019, setidaknya ada tiga hingga empat poros koalisi partai yang dapat terbentuk untuk mengusung setiap calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024. Persyaratan ambang batas partai politik untuk mengusung calon presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen kursi legislatif atau 25 persen penguasaan suara sah nasional pada pemilu sebelumnya (UU 7/2017 tentang Pemilu), tentu membentuk rasionalitas bagi partai untuk sedapat mungkin mengusung pasangan calon paling tepat meskipun bukan berasal dari kader internal.
Partai papan atas lainnya dengan penguasaan lebih dari 10 persen, seperti Gerindra (13,57 persen), Golkar (14,78 persen), Nasdem (10,26 persen), PKB (10,09 persen), dengan melihat perolehan kursi mereka, secara matematis hanya diperlukan dua partai untuk berkoalisi memenuhi syarat ambang batas pencalonan. Dengan demikian, kemungkinan ada dua hingga tiga poros koalisi yang dapat terbentuk. Kemungkinan poros lain juga dapat dilakukan antarpartai yang memiliki penguasaan kurang dari 10 persen kursi di DPR. Partai-partai, seperti Demokrat(9,39 persen), PKS (8,70 persen), dan PAN (7,65 persen), dapat juga dapat menggawangi poros koalisi bersama partai-partai kecil lainnya untuk dapat memenuhi persyaratan pencalonan presiden.Kinerja PPN Dioptimalkan
Pemerintah tengah mendesain ulang rancangan revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) secara komprehensif. Dalam revisiter masuk mengenai ketentuan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN. Untuk memperbaiki kinerja PPN, pemerintah berencana mengubah skema serta mengkaji ulang jenis barang dan jasa yang dikecualikan dari obyek pajak. ”Pengecualian PPN yang saat ini terlalu luas membuat kita gagal mengadministrasikan serta mengoptimalkan penerimaan pajak. Ini sebenarnya yang ingin kami perbaiki,” ujar Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo dalam diskusi virtual, Sabtu (12/6/2021). Dalam Pasal 4A Ayat (2b) rancangan beleid revisi UU tentang KUP, daftar beberapa jenis barang yang tak dikenakan PPN memang dihilangkan. Semula jenis kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat dan tak dikenakan PPN diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 116/PMK.010/ 2017. Ini meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging,telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.
Yustinus menjelaskan, dalam beleid revisi UU tentang KUP, pemerintah berencana mengubah tarif PPN dengan tiga skema tarif yang mungkin diterapkan, yaitu tarif umum, multitarif, dan tarif final. Untuk tarif umum, pemerintah akan menaikkan tarif PPN menjadi 12 persen dari saat ini yang berlaku sebesar 10 persen. Adapun PPN multitarif akan dikenakan mulai dari 5 persen hingga paling tinggi 25 persen. PPN final ditetapkan tarif sebesar 1 persen seperti yang saat ini berlaku untuk hasil sektor pertanian tertentu. Barang tertentu yang hanya bisa dikonsumsi kelompok atas bisa dikenakan 15 persen atau 20 persen. Sementara itu, tarif untuk barang yang dibutuhkan masyarakat banyak seperti susu formula, yang kini dikenakan 10 persen, akan menjadi 5 persen. ”Barang-barang strategis lain yang dibutuhkan masyarakat banyak untuk kepentingan umum bisa dikenakan PPN final, katakanlah 1 persen, 2 persen, atau bahkan nanti dimasukkan untuk kategori tidak dipungut PPN sehingga menjadi 0 persen,” kata Yustinus. Ia juga memastikan pengesahan UU tidak dilakukan tahun ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









