Ekonomi
( 40460 )Bisnis Bank Digital, Line Corp. Bakal Garap Pasar Indonesia
JAKARTA — Ekosistem bisnis perbankan dengan basis layanan digital di Indonesia bakal makin semarak. Line Corporation berencana meningkatkan investasi di sejumlah negara, salah satunya Indonesia pada tahun ini. Dalam publikasi resminya, sejak Februari lalu Line Corp. telah masuk ke bisnis financial technology (fintech) di sejumlah negara Asia sejak 2020.
“Line Bank yang sukses tahun lalu dengan layanan perbankan LINE Thailand yang dioperasikan oleh K Line. Melihat layanan kami tumbuh dengan cepat dan memperoleh banyak pelanggan, dan kami yakin bahwa Line Bank juga akan sukses besar di Taiwan. Pada tahun 2021, Line juga berencana untuk memperluas layanan perbankan ke negara lain, termasuk Jepang dan Indonesia,” ujar Chief Financial Officer Line Corporation In-Joon Hwang dikutip dari keterangan resminya.
Line Corp. memiliki sejumlah layanan bisnis di antaranya solusi pemasaran, hiburan, kanal berita, layanan kecerdasan buatan, dan fintech. Line Bank saat ini tengah fokus mengembangkan layanan perbankan khusus internet di Taiwan. Pemegang saham Line Bank terdiri dari pemain terkemuka dari industri internet, perbankan dan telekomunikasi di antaranya Taipei Fubon Bank, CTBC Bank, FarEasTone, Standard Chartered Bank, Taiwan Mobile, dan Union Bank of Taiwan.
(Oleh - HR1)Menkeu Prediksi Keuangan Islam Tumbuh Positif
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, sistem keuangan Islam saat ini telah memantapkan dirinya sebagai pasar utama dalam ekosistem keuangan global serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial global. Keuangan Islam telah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dari industri keuangan global dan terus berkembang.
Aset keuangan Islam telah meningkat secara signifikan dan jumlahnya meningkat tiga kali lipat selama pasca krisis keuangan global, di mana sekarang mewakili sekitar USD 2 triliun dalam aset perbankan dan sekitar USD 400 miliar dalam aset pasar modal. Tren positif ini diprediksi akan terus tumbuh sekitar USD 3 trillun (Rp 42.793 triliun) pada tahun 2024.
Praktik keuangan Islam telah menarik banyak sektor. Ini didorong oleh fitur kompetitifnya yang menggunakan konsep re-sharing, serta menyebarkan keuangan ke ekonomi riil dan memfasilitasi redistribusi kekayaan dan peluang.
BI Optimistis Nilai Rupiah Tak Anjlok di 2022
Nilai tukar rupiah selalu mengalami naik turun. Namun di tahun 2022, diprediksi nilai tukar rupiah tak kan jauh berbeda dari sepanjang 2021. Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah di tahun 2022 akan bergerak di kisaran Rp 14.100 hingga Rp 14.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkiraan nilai tukar tersebut menguat tipis dari perkiraan pergerakan rupiah di akhir tahun 2021 yang sebesar Rp 14.200 hingga Rp 14.600 per dollar AS.
Meski optimistis menguat, Perry juga mengingatkan bahwa Indonesia tak boleh lengah. pasalnya, masih ada potensi ketidakpastian dan risiko yang bisa menekan nilai tukar rupiah. Seperti contohnya, kenaikan yield US TReasury yang bisa mendorong adanya arus modal asing keluar dari pasar keuangan global yang bisa melemahkan nilai tukar rupiah. Namun, BI pede bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan bauran kebijakan dan komitmen yang sudah dipupuk bahkan dengan pemerintah.
Ekspor Feronikel Sultra Tembus Rp 6,2 Triliun
Ekspor feronikel dari Sulawesi Tenggara mencapai nilai tertinggi dalam periode dua tahun terakhir. Ekspor olahan nikel, yang sebagian besar dikirim ke China, mencapai 429 juta dollar AS (Rp 6,2 triliun), naik 260 persen dari periode sama tahun 2020.
Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra Surianti Toar dalam pernyataan pers virtual di Kendari, Rabu (2/6/2021), menuturkan, ”Nilai fantastis karena terjadi kenaikan yang sangat signifikan. Secara volume juga meningkat, di mana nilai dan volume ekspor ini didominasi oleh industri pengolahan besi dan baja yang menjadi primadona Sultra”.
Kepala Laboratorium Ilmu Ekonomi Universitas Halu Oleo Syamsir Nur berpendapat, tingginya ekspor nikel Sultra didorong pulihnya perekonomian China. Salah satu yang mendorong tingginya nilai ekspor feronikel Sultra adalah kenaikan harga nikel dunia.Permintaan Pulih, Manufaktur Tertopang
Pemulihan permintaan global telah mendongkrak aktivitas manufaktur di kawasan Asia. Situasi serupa terjadi di Indonesia terlihat dari indeks manajer pembelian manufaktur yang mengalami ekspansi dalam tujuh bulan berturut-turut dan mencapai angka tertinggi pada Mei 2021. Aktivitas pabrik di China, merujuk pada data indeks manajer pembelian (PMI) terbaru, tumbuh dengan laju tercepat pada Mei 2021.Hal itu didorong permintaan yang solid dari dalam dan luar negeri. Di Jepang dan Korea Selatan, seperti terlihat dari data PMI terbaru, menunjukkan ekspansi yang moderat. Dari data yang dikumpulkan pada 12-21 Mei 2021, IHS Markit mencatat, terjadi pertumbuhan permintaan yang kuat di sektor manufaktur. Hal itu mendorong produksi dan menyebabkan kenaikan penyerapan tenaga kerja yang pertama kali sejak sektor manufaktur terdampak pandemi Covid-19 dalam 15 bulan terakhir. Laporan yang dirilis IHS Markit, Rabu (2/6/2021), menunjukkan, PMI Manufaktur Indonesia pada Mei 2021 di posisi 55,3 atau naik dari level 54,6 pada April 2021. Ini indeks tertinggi dalam 10 tahun terakhir dan melanjutkan kenaikan berturut-turut selama tiga bulan. PMI Manufaktur Indonesia pada April 2021 ada di atas PMI Asia Tenggara.
Pengiriman bahan baku dari pemasok tertunda karena ada kendala seperti cuaca buruk, kurangnya bahan baku, dan masalah pengiriman akibat terdampak pandemi. Kesulitan itu berdampak pada menipisnya stok bahan baku dan barang jadi. Kendala soal bahan baku juga menyebabkan naiknya baya input dan selanjutnya mendorong kenaikan harga jual. Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit Jingyi Pan menilai, kenaikan penyerapan tenaga kerja untuk pertama kalinya merupakan tanda yang menggembirakan. Hal itu menunjukkan perusahaan mulai optimistis dengan tren pemulihan sehingga mereka mulai kembali berani merekrut pekerja. Namun, ia menyoroti kendala pasokan bahan baku dan logistik.
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, mengacu tren volume bongkar muat di pelabuhan internasional dan domestik per Maret 2021 oleh Badan Pusat Statistik, kendala pengiriman bahan baku umumnya lebih banyak terjadi di pintu masuk pelabuhan domestik. Ke depan, pekerjaan rumah yang harus dituntaskan adalah meningkatkan efisiensi logistik dalam negeri serta mempercepat substitusi impor di sektor hulu. Sistem rantai industri dari hulu ke hilir harus diperkuat agar RI tidak bergantung pada bahan baku/penolong impor.
Terkait itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah akan memastikan kendala dalam pasokan bahan baku dan logistik segera diatasi. Hal ini penting untuk menjaga momentum pemulihan sektor manufaktur Indonesia agar tetap berada di atas level 50. Pemerintah saat ini sedang menata Ekosistem Logistik Nasional (NLE). Setidaknya, ada tiga hal yang jadi perhatian. Pertama, kolaborasi layanan pemerintah dengan platform logistik swasta. Kedua, regulasi yang efisien dan standar layanan prima. Ketiga, strategi penataan yang tepat berbasis teknologi informasi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menilai, momentum pemulihan menggambarkan permintaan. Ini mendorong pembelian bahan baku dan penyerapan tenaga kerja setelah 14 bulan terkontraksi. Namun, lonjakan kasus Covid-19 perlu diwaspadai. Pengetatan restriksi akan berdampak pada penurunan aktivitas manufaktur.
Tiongkok Uji Coba Penggunaan Yuan Digital
GUANGZHOU, Pemerintah Tiongkok akan membagikan mata uang digitalnya sebanyak 40 juta renminbi atau yuan (US$ 6,2 juta) kepada warga di Beijing melalui sebuah undian. Langkah ini merupakan bagian dari kegiatan uji coba penggunaan yuan digital. Menurut Biro Pengawasan dan Administrasi Keuangan Lokal (Local Financial Supervision and Administration Bureau) di Beijing, penduduk setempat nantinya dapat menggunakan dua aplikasi perbankan untuk mengajukan permohonan memenangkan satu dari 200.000 paket merah, sebagai bagian dari undian. Setiap amplop tersebut berisi mata uang digital senilai 200 yuan (sekitar US$ 31) yang dapat digunakan kepada para pedagang (merchants) tertentu. Sedangkan batas waktu untuk mendaftar adalah tengah malam pada 7 Juni mendatang.
Pada April, Wakil Gubernur People’s Bank of China (PBoC) Li Bo telah mengatakan bahwa bank sentral Tiongkok bakal memperluas cakupan proyek percontohannya dan bahkan dapat mengizinkan para pengunjung asing di ajang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 untuk menggunakannya. Sebelumnya pada Februari, kota Chengdu di barat daya Tiongkok telah membagikan 40,2 juta yuan mata uang digital. Selain itu pada tahun lalu, kota-kota lain seperti di pusat teknologi Tiongkok, di Shenzhen pun telah menggelar undian mereka sendiri. Sebagai informasi, yuan digital bukanlah jenis mata uang kripto (cryptocurrency) seperti bitcoin. Yang membedakannya adalah, satu dikeluarkan oleh otoritas pusat – dalam hal ini PBoC – sementara bitcoin tidak dan karenanya menjadi terdesentralisasi.
(Oleh - HR1)
Cashlez Incar Transaksi Hingga Rp 10 Triliun
JAKARTA – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menargetkan penambahan sebanyak
5.000 merchant baru dan kenaikan
transaksi bruto hingga Rp 10 triliun
pada 2021. Target ini sebagai bagian
dari strategi perluasan pasar perseroan sebagai emiten jasa teknologi
finansial dan pembayaran digital.
Direktur Utama Cashlez Worldwide Indonesia Suwandi mengatakan, akuisisi 5.000 merchant baru
diyakini akan memperbesar pasar
produk yang dimiliki perseroan.
Sambil berjalan, perseroan akan
mengedukasi para target pelanggan
yakni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat memakai
pembayaran non-tunai secara optimal.
Hingga kuartal pertama 2021,
perseroan sudah memiliki lebih
dari 10 ribu merchant termasuk di
dalamnya beberapa brand ternama
seperti KalCare, Brawijaya Hospital, BFI Finance, Shafira, Zoya, dan
Fish & Cheap.
Sementara itu, pada akhir 2020,
meraih kinerja positif dengan membukukan pendapatan sebanyak Rp
84,32 miliar, bertumbuh hingga
empat kali lipat dari tahun 2019
yakni Rp 16,61 miliar. Peningkatan tersebut telah menghasilkan
pertumbuhan di bagian laba perseroan, dari rugi bersih Rp 10,85
miliar pada 2019 menjadi rugi bersih Rp 7,13 miliar pada tahun lalu.
Pertumbuhan pendapatan tersebut
dipengaruhi oleh pandemi Covid-19
pada 2020 yang telah mendorong
dunia untuk mempercepat transformasi perekonomian digital, tidak
terkecuali di Indonesia. Dengan
demikian, masyarakat mulai mengadopsi protokol new normal terutama
dalam melakukan aktivitas tersebut.
(Oleh - HR1)
Industri Sawit Tempati Posisi Strategis bagi Ekonomi RI
JAKARTA–Industri sawit
menempati posisi strategis
bagi perekonomian nasional.
Selain mampu membangun
ketahanan pangan dan kedaulatan energi, industri
sawit juga mampu mendongkrak peningkatan kegiatan
ekonomi domestik melalui
pengembangan hilirisasi. Pengamat industri sawit
Kanya Lakshmi Sidarta mengatakan, hingga saat ini,
perkebunan kelapa sawit dan
pabrik kelapa sawit telah tersebar lebih dari 200 kabupaten di Indonesia. Perkebunan
sawit nasional telah berkembang pesat, meluas baik ke
hulu maupun hilir. “Produksi
minyak sawit mentah (crude
palm oil/CPO), minyak sawit
inti (palm kernel oil/PKO),
dan biomassa telah menjadi
penopang perekonomian,
terutama bagi daerah-daerah di sentra industri sawit,”
kata dia.
Industri sawit terutama
sektor hilir juga telah berkembang pesat dengan produk olahan, baik produk setengah jadi maupun produk
jadi, termasuk di dalamnya
industri oleopangan, industri oleokimia, biolubrikan,
biofarmasi, dan bioenergi
(biodiesel, biopremium, bioavtur). Industri sawit juga
mampu menghidupkan sektor jasa lainnya, salah satunya
perdagangan.
Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan, industri
sawit menyumbang lebih
dari 14% dari total penerimaan devisa ekspor nonmigas
dan sawit juga digunakan pemerintah untuk mengurangi
ketergantungan pada impor
minyak melalui program biodiesel. Indonesia masih harus terus mengembangkan
hilirisasi industri sawit untuk
mendorong peningkatan kegiatan perekonomian dalam
negeri. “Tidak hanya untuk
meningkatkan nilai ekonomi,
tapi juga kesempatan kerja
dan kemandirian untuk sektor pangan maupun sektor
lainnya,” kata Sri.
Dia menilai, industri sawit
mampu menjadi big-push
industry yang juga memiliki
big-impact dalam perekonomian Indonesia. Industri
sawit telah membuka lapangan pekerjaan cukup banyak,
tidak terdampak pandemi
yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK)
bagi para pekerjanya, serta
menghasilkan devisa ekspor
yang besar. Lebih dari 16
juta orang bekerja di industri
sawit, yakni 4,20 juta tenaga
kerja langsung dan 12 juta
tenaga kerja tidak langsung.
Selain itu, ada sekitar 2,40
juta petani sawit swadaya
yang melibatkan sekitar 4,60
juta pekerja di dalamnya.
(Oleh - HR1)
Sengketa Impor Ayam Indonesia Masuk WTO
JAKARTA – Pemerintah Indonesia masih menghadapi dua gugatan dari Brasil terkait sertifikat
kesehatan dan pembatasan impor
ayam asal negara tersebut. Saat ini,
sengketa tersebut sudah memasuki
tahapan banding di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
“Kita dikenakan tujuh gugatan
yang disampaikan pihak Brasil. Seiring berjalannya waktu, proses panel
sengketa yang original dan juga
panel kepatuhan, diputuskan bahwa
dari 7 tersebut, masih ada 2 hal yang
dianggap belum sesuai dengan
ketentuan WTO,” kata Direktorat
Jenderal Perundingan Perdagangan
Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris
Witjaksono dalam konferensi pers
virtual, Senin (31/5).
Djatmiko mengungkapkan, saat
ini banyak kasus sengketa dagang
di tingkat banding WTO yang belum terselesaikan karena ketiadaan
juri. Hal ini disebabkan masa tugas
para juri yang biasanya menyelesaikan
sengketa dagang di tahap banding
WTO, sudah berakhir tahun lalu.
WTO, kata Djatmiko, masih
dalam proses mencari juri untuk
menyelesaikan sengketa dagang di
tingkat banding. Proses penugasan
juri baru ini sempat menghadapi
penentangan dari Amerika Serikat
(AS) sebagai salah satu anggota
WTO pada masa kepemimpinan
Trump. Dengan pemerintahan AS
yang baru, diharapkan penugasan
juri baru menjadi lebih cepat.
(Oleh - HR1)
Asabri Rugikan Negara Rp 22,78 Triliun
JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
mengungkapkan hasil investigasi dalam rangka
perhitungan kerugian negara (PKN) atas dugaan
tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan
dan dana investasi PT Asabri (Persero). Perusahaan
asuransi sosial bagi TNI/Polri itu disebut merugikan
negara hingga Rp 22,78 triliun.
Hal itu disampaikan BPK pada konferensi pers bersama Kejaksaan Agung
(Kejagung) di Gedung Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (31/5).
Pada kesempatan itu, Ketua BPK
Agung Firman Sampurna menyampaikan, investigasi perhitungan kerugian
negara terhadap Asabri tersebut dilakukan untuk periode 2012-2019.
Dia mengungkapkan, pemeriksaan
BPK terhadap Asabri pada periode itu
menyimpulkan adanya kecurangan
dalam pengelolaan keuangan dan
dana investasi. Kecurangan tersebut
berupa kesepakatan penempatan dana
investasi yang dilakukan secara melanggar hukum pada beberapa pemilik
perusahaan atau pemilik saham dalam
bentuk instrumen investasi saham dan
reksa dana.
Investigasi BPK terhadap Asabri
menjadi salah satu dukungan dalam
pemberantasan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh aparat
penegak hukum seperti Kejaksaan
Agung. Adapun pemeriksaan dalam
rangka menindaklanjuti permintaan
perhitungan kerugian negara yang
disampaikan Kejagung kepada BPK
pada 15 Januari 2021.
Pada kesempatan itu, Jaksa Agung
ST Burhanuddin menyatakan hasil
investigasi dalam rangka perhitungan
kerugian negara (PKN) atas dugaan
tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi
Asabri sebetulnya sudah diserahkan
BPK kepada Kejagung pada 27 Mei
2021. Sehari setelahnya atau pada 28
Mei 2021, Kejagung langsung menyerahkan berkas perkara dan barang
bukti tahap penuntutan.
Dia menyatakan, proses hukum
sedang berjalan sehingga berbagai
kemungkinan terkait penambahan
tersangka masih bisa terjadi, baik
tersangka individu maupun korporasi
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









