Industri Sawit Tempati Posisi Strategis bagi Ekonomi RI
JAKARTA–Industri sawit
menempati posisi strategis
bagi perekonomian nasional.
Selain mampu membangun
ketahanan pangan dan kedaulatan energi, industri
sawit juga mampu mendongkrak peningkatan kegiatan
ekonomi domestik melalui
pengembangan hilirisasi. Pengamat industri sawit
Kanya Lakshmi Sidarta mengatakan, hingga saat ini,
perkebunan kelapa sawit dan
pabrik kelapa sawit telah tersebar lebih dari 200 kabupaten di Indonesia. Perkebunan
sawit nasional telah berkembang pesat, meluas baik ke
hulu maupun hilir. “Produksi
minyak sawit mentah (crude
palm oil/CPO), minyak sawit
inti (palm kernel oil/PKO),
dan biomassa telah menjadi
penopang perekonomian,
terutama bagi daerah-daerah di sentra industri sawit,”
kata dia.
Industri sawit terutama
sektor hilir juga telah berkembang pesat dengan produk olahan, baik produk setengah jadi maupun produk
jadi, termasuk di dalamnya
industri oleopangan, industri oleokimia, biolubrikan,
biofarmasi, dan bioenergi
(biodiesel, biopremium, bioavtur). Industri sawit juga
mampu menghidupkan sektor jasa lainnya, salah satunya
perdagangan.
Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan, industri
sawit menyumbang lebih
dari 14% dari total penerimaan devisa ekspor nonmigas
dan sawit juga digunakan pemerintah untuk mengurangi
ketergantungan pada impor
minyak melalui program biodiesel. Indonesia masih harus terus mengembangkan
hilirisasi industri sawit untuk
mendorong peningkatan kegiatan perekonomian dalam
negeri. “Tidak hanya untuk
meningkatkan nilai ekonomi,
tapi juga kesempatan kerja
dan kemandirian untuk sektor pangan maupun sektor
lainnya,” kata Sri.
Dia menilai, industri sawit
mampu menjadi big-push
industry yang juga memiliki
big-impact dalam perekonomian Indonesia. Industri
sawit telah membuka lapangan pekerjaan cukup banyak,
tidak terdampak pandemi
yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK)
bagi para pekerjanya, serta
menghasilkan devisa ekspor
yang besar. Lebih dari 16
juta orang bekerja di industri
sawit, yakni 4,20 juta tenaga
kerja langsung dan 12 juta
tenaga kerja tidak langsung.
Selain itu, ada sekitar 2,40
juta petani sawit swadaya
yang melibatkan sekitar 4,60
juta pekerja di dalamnya.
(Oleh - HR1)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023