;

Motor Baru Ekonomi dari Luar Jawa: Strategi Hilirisasi Lintas Sektor Danantara

Ekonomi Ayunda Sinta 13 Feb 2026 Danantara Indonesia
Motor Baru Ekonomi dari Luar Jawa: Strategi Hilirisasi Lintas Sektor Danantara

JAKARTA, 13 Februari 2026 – Kebijakan hilirisasi tidak lagi hanya menjadi slogan, melainkan mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah. Danantara Indonesia melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di sektor hilirisasi telah mencapai Rp 584,1 triliun. Angka ini tumbuh pesat 43,3 persen secara tahunan dan kini berkontribusi sebesar 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional.

Dampak paling nyata dari masifnya investasi hilirisasi adalah pergeseran pusat pertumbuhan ke Luar Jawa. Tercatat, 71,1 persen atau senilai Rp 415,4 triliun dana hilirisasi mengalir ke wilayah Luar Jawa. Sulawesi Tengah memimpin sebagai lokasi utama dengan nilai Rp 110 triliun, disusul Maluku Utara sebesar Rp 74,8 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah Jawa yang hanya menyerap Rp 168,7 triliun atau 28,9 persen dari total investasi hilirisasi.

Diversifikasi Sektor: Dari Mineral hingga Pangan

Sektor mineral masih menjadi primadona hilirisasi dengan total investasi Rp 373,1 triliun. Nikel menyumbang porsi terbesar senilai Rp 185,2 triliun, diikuti tembaga (Rp 65,8 triliun) dan bauksit (Rp 53,1 triliun). Namun, Danantara mulai memperluas cakupan ke sektor lain untuk menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih stabil.

Sektor Perkebunan dan Kehutanan mencatatkan nilai investasi Rp 144,5 triliun, yang mencakup pengolahan kelapa sawit (Rp 62,8 triliun) dan kayu log (Rp 62,2 triliun). Sektor Minyak dan Gas Bumi juga turut berkontribusi Rp 60 triliun, sementara sektor Perikanan dan Kelautan mulai digarap dengan fokus pada komoditas seperti udang, rumput laut, hingga ikan Tilapia.

Target Proyek Strategis 2026

Memasuki tahun 2026, Danantara telah menyiapkan 20 proyek hilirisasi lintas sektor dengan total nilai investasi mencapai USD 26 miliar. Dari jumlah tersebut, enam proyek senilai USD 7 miliar telah dilakukan groundbreaking pada 6 Februari 2026. Beberapa proyek unggulan antara lain:

  • Transformasi alumina menjadi aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
  • Pengembangan produksi bioavtur dari minyak jelantah (UCO).
  • Pembangunan kilang gula terintegrasi di Cilacap, Jawa Tengah.

Proyek-proyek ini diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja baru. Dengan strategi ini, Danantara berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pusat industri manufaktur Jawa, tetapi juga menyentuh pelosok daerah melalui pengolahan sumber daya alam langsung di lokasi asalnya.