;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kehadiran GoTo Tak Jadi Ancaman Perbankan

20 May 2021

Lahirnya GoTo, penggabungan antara dua perusahaan besar yakni Gojek dan Tokopedia dinilai tidak menjadi ancaman bagi industri perbankan. Pasalnya, perbankan juga banyak yang sudah memiliki ekosistem digital sendiri dan pangsa pasar yang berbeda. merger antara Gojek dan Tokopedia tidak akan menjadi pesaing baru bagi industri perbankan, khususnya pada layanan sistem pembayaran. Dengan adanya GoTo maka perbankan akan semakin berkembang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Perbankan dan perusahaan fintech memiliki pangsa pasar berbeda, terlebih dari skala bisnisnya. Sehingga, apabila dilihat dari sisi sistem pembayaran, maka GoTo tidak akan berpengaruh besar terhadap bisnis perbankan. GoTo baru menggarap dari segmen ritel dan konsumer. Sedangkan perbankan lebih unggul karena sudah memiliki bisnis di segmen commercial banking dan corporate banking yang memerlukan equity sangat besar yang masih didominasi oleh bank. 

(Oleh - IDS)

Utang Baru Rp 323,4 Triliun

20 May 2021

Pemerintah menilai risiko pembiayaan utang pemerintah cenderung meningkat di akhir paruh pertama 2021 seiring menguatnya potensi aliran modal asing keluar dan pelemahan nilai tukar rupiah. Kedua hal itu muncul, antara lain, dipicu oleh kebijakan progresif pemerintah Amerika Serikat dalam memulihkan ekonomi negaranya. Dalam laporan bertajuk ”Debt Portofolio Review Triwulan I-2021” yang diterima Kompas, Rabu (19/5/2021), Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menyatakan, pemerintah akan melihat risiko ekonomi makro dan pembiayaan yang cenderung meningkat dalam rangka penerbitan utang pada periode April-Juni 2021. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan adalah pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih cepat, tensi geopolitik seiring kemungkinan berlanjutnya perang tarif AS dengan China dan risiko penundaan pemberian vaksin AstraZeneca di sejumlah negara. Dengan segenap pertimbangan itu, pemerintah berencana melakukan penarikan utang Rp 323,4 triliun pada triwulan II-2021. Jumlah itu terdiri dari surat utang negara Rp 194,6 triliun, surat berharga syariah negara Rp 108,4 triliun, dan pinjaman tunai senilai Rp 20,4 triliun. 

Peningkatan utang dipengaruhi kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan setelah terkontraksi selama beberapa triwulan berturut-turut di tengah pandemi global Covid-19. Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menilai, meski rasio utang pemerintah terhadap PDB masih di bawah 60 persen, kenaikan posisi utang setiap bulan menjadi alarm yang menunjukkan rasio utang terus merangkak naik dan berisiko menembus batas maksimal. Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menyatakan, pengendalian belanja menjadi penting lantaran pemerintah memiliki komitmen untuk mengembalikan defisit anggaran kembali ke posisi di bawah 3 persen PDB pada 2023. Pada 2020 realisasi defisit APBN 6,09 persen dari PDB. Sementara proyeksi batas atas defisit tahun 2021 dan 2022 masing-masing sebesar 5,69 persen dan 4,85 persen. ”Apabila belanja pemerintah masih seperti biasa, ke depan akan sulit mengontrol kenaikan utang,” ujarnya. 

(Oleh - HR1) 

Ekspor Mebel Naik Pesat

20 May 2021

Selama setahun terakhir, ekspor furnitur Indonesia ke sejumlah negara, terutama Amerika Serikat, tumbuh pesat. Hal ini merupakan buah dari keberhasilan pelaku industri memanfaatkan ceruk perang dagang Amerika Serikat dengan China serta gaya hidup masyarakat di sejumlah negara tujuan ekspor. Namun, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2020 nilai ekspor produk furnitur Indonesia tembus 1,65 miliar dollar AS atau tumbuh sebesar 9,93 persen dari 2019 yang sebesar 1,49 miliar dollar AS. Sementara pada triwulan I-2021, nilai ekspor furnitur tercatat senilai 536,52 juta dollar AS, tumbuh 28,16 persen dari periode sama 2020.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri,Rabu (19/5/2021), mengatakan, pertumbuhan tertinggi ekspor furnitur Indonesia adalah ke AS dengan pangsa pasar sebesar 52,97 persen dari total nilai ekspor 2020. Ekspor furnitur ke negara tersebut tumbuh 20,96 persen dari 721,2 juta dollar AS pada 2019 menjadi 872,37 juta dollar AS pada 2020. Pertumbuhan ekspor furnitur ke AS tersebut berlanjut dalam tiga bulan pertama 2021. Pada triwulan I-2021, nilai ekspornya mencapai 299,5 juta dollar AS, tumbuh 38,28 persen dari periode sama 2020 yang sebesar 216,3 juta dollar AS. ”Produk-produk furnitur yang banyak diminati baik oleh AS maupun sejumlah negara lainnya adalah beragam furnitur dalam dan luar ruangan yang terbuat dari kayu,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menuturkan, pasar AS memang sangat besar dan momentum pertumbuhannya selama masa pandemi ini perlu dimanfaatkan secara optimal. Tak hanya itu, ceruk perang dagang AS-China juga telah berhasil dibidik dan diisi oleh Indonesia dengan baik. Sebelumnya, China merupakan eksportir furnitur terbesar ke AS dengan nilai ekspornya rata-rata sekitar 33 miliar dollar AS. Lantaran perang dagang dengan AS, nilai ekspor furnitur China ke AS turun drastis menjadi 7,9 miliar dollar AS pada 2019. ”Ada ceruk sekitar 25 miliar dollar AS di pasar AS yang bisa diisi oleh Indonesia. Pesaing Indonesia adalah Vietnam, Kanada, dan Meksiko,” ujarnya.

HIMKI mencatat, impor furnitur Indonesia senilai 355 juta dollar AS pada 2015. Pada 2019, nilai impornya sudah hampir berlipat menjadi 594 miliar dollar AS. Sekitar 60 persen dari impor tersebut adalah produk-produk furnitur asal China. Sejak berseteru dengan AS, China juga banyak menggulirkan produk-produknya, termasuk furnitur, ke negara-negara berkembang. Situasi tersebut membuat HIMKI yang juga fokus menggarap pasar domestik kewalahan.

Harga Gula Tinggi di Indonesia Timur, Titik Distribusi Impor Jadi Sorotan

20 May 2021

Harga gula yang relatif tinggi di atas harga rata-rata nasional di wilayah Indonesia bagian timur tidak terlepas dari faktor biaya logistik yang mengiringi distribusi komoditas tersebut. Kondisi pandemi yang berkepanjangan bisa turut memengaruhi biaya pengiriman, termasuk lama pengiriman dari pelabuhan kedatangan menuju lokasi penjualan. Data Kementerian Perdagangan per 11 Mei 2021 menunjukkan bahwa realisasi impor GKP siap konsumsi telah mencapai 100% dari alokasi 150.000 ton. Dari jumlah tersebut, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang mendapat alokasi impor sebesar 75.000 ton melaporkan telah mendistribusikan 9.510 ton.

Adapun dalam laporan perusahaan di hadapan DPR pada 19 Mei 2021, distribusi diklaim telah terlaksana seluruhnya. Importasi sendiri dilakukan perusahaan melalui tiga pelabuhan yakni Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, dan Tanjung Perak di Surabaya. Selain GKP impor siap konsumsi, pemerintah juga mengeluarkan alokasi impor gula mentah untuk pabrik gula swasta dan BUMN yang bakal diolah menjadi gula konsumsi. Realisasi impor telah mencapai 617.000 ton atau 90,74% dari alokasi yang diberikan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata gula nasional berada di level Rp13.100 per kilogram. Paritas harga gula nasional dibandingkan dengan harga gula impor mencapai Rp9.291 per kg atau naik 1,34% dibandingkan dengan paritas pada April 2021. Sementara itu, manajemen RNI memastikan telah mendistribusikan seluruh GKP yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan selama hari besar keagamaan nasional (HKBN). Perusahaan juga bakal segera memulai masa giling tebu melalui lima pabrik gula.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan selain gula mentah, pemerintah juga memberi alokasi impor GKP 150.000 ton yang ditujukan sebagai iron stock. Stok GKP impor yang dipegang oleh BUMN bakal dipakai untuk antisipasi lonjakan harga, terutama di Indonesia Timur. Lutfi mengharapkan harga gula di Indonesia timur bisa mendekati HET Rp12.500 per kg. “Kalau sampai ada lonjakan harga, apalagi di Indonesia Timur, saya tidak bisa toleransi dan sudah saya sampaikan ke RNI kalau ada apa-apa bongkar di Indonesia Timur,” tegasnya.

(Oleh - HR1)

Pembatasan Penjualan Produk Tekstil Impor, Sentimen Positif Industri Lokal

20 May 2021

Keputusan Shopee Indonesia untuk menyetop penjualan 13 produk impor yang mencakup kategori fesyen mu­­slim menjadi sentimen positif bagi industri tekstil dan produk tekstil atau TPT lokal yang tengah berusaha bangkit pada tahun ini. Adapun, langkah ter­sebut dilakukan terhadap produk-produk yang telah dihasilkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri. Kajian pun terus dilakukan terhadap produk-produk lain.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Per­tek­s­tilan Indonesia (API) Rizal Tan­zil Rakhman mengatakan hal itu sesuai dengan masukan asosiasi pada Kementerian Koperasi dan UKM. “Kami tepuk tangan, soalnya memang produk yang ditutup Shopee menjadi saingan berat pro­duk IKM selama ini. Se­mentara itu, IKM merupakan ujung tombak dari industri TPT yang penting untuk dijaga,” katanya kepada Bisnis, Rabu (19/5). Sementara itu, Sekretaris Jen­de­ral Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan pemerintah perlu fokus menutup kebocoran produk impor ke dalam negeri. Menurutnya, jika pemerintah sudah mendapati angka potensi keru­gian dari penjualan produk impor selama ini mencapai Rp300 triliun per tahun, maka sudah dipastikan ada praktik yang tidak benar. Terkait kebijakan Shopee, Redma berharap Shopee hanya menutup produk yang dijual, bukan lapak pedagangnya. Dia berpendapat platform semacam Shopee terbukti penting untuk masyarakat menyerap hasil produksi industri, apalagi dalam situasi pembatasan pandemi Covid-19 saat ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Peng­kajian dan Pengembangan Per­dagangan (BP3) Kementerian Per­dagangan Oke Nurwan meng­­utarakan usulan pengenaan bea masuk tindak pengamanan (BMTP) garmen saat ini telah menyentuh jenjang pengambilan keputusan. “Sudah diajukan kepada KPPI dan sedang diproses. Bahkan, sudah memasuki tahap keputusan yang dibahas melalui Tim PKN,” ungkapnya.

(Oleh - HR1)

Kinerja Investasi Daerah, Komitmen Asing Mulai Terwujud

20 May 2021

Komitmen investasi asing di sejumlah daerah mulai terwujud ditandai dengan pembangunan fisik pabrik. Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai dibangun pabrik bata plastik senilai US$2,5 juta dan Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan kinerja investasi dengan menjajaki investor dari Korea Selatan. 

Provinsi Nusa Tenggara Barat berencana membangun pabrik bata plastik atau ecobrick di lahan seluas 20 hektare di kawasan Science and Techno Park (Stipark) Banyumulek, Lombok Barat. Pabrik bata dari bahan plastik tersebut dibangun oleh investor BlockSolutions asal Finlandia bersama Circular Ekonomi dengan nilai investasi US$2,5 juta. Dua investor yang akan mendanai pembangunan pabrik bata plastik merupakan kolaborasi antara investor bata dan lingkungan. Perwakilan investor Duncan Ward menyatakan berkomitmen untuk membangun pabrik di NTB dengan ketentuan yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat seperti ketentuan bahan baku, kesiapan transfer teknologi dari investor kepada masyarakat NTB.

“Investor berkomitmen melakukan transfer pengetahuan dan teknologi pembuatan bata plastik,” ujarnya, Rabu (19/5). Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti menjelaskan pemerintah akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk penyediaan bahan baku sampah plastik yang akan digunakan untuk membuat bata plastik. Wakil Gubernur BTB Sitti Rohmi Djalillah menjelaskan pembangunan pabrik bata plastik selain berdimensi bisnis harus memperhatikan penggunaan lingkungan terutama jenis plastik yang digunakan.

(Oleh - HR1)

GoTo dan BCA akan Bersaing Rajai Market Cap

19 May 2021

Rencana penawaran umum perdana (IPO) saham hasil merger Gojek dan Tokopedia (GoTo) akan memberikan darah segar bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menaikkan reputasi BEI di ranah global. Dengan valuasi pasca-IPO bisa tembus US$ 40 miliar, GoTo akan bersaing dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk menempati posisi puncak kapitalisasi pasar (market cap) di BEI. 

Merger ini akan menyegarkan bisnis perusahaan-perusahaan yang bersinergi di dalamnya, termasuk PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang merger dengan GoMart, salah satu layanan digital Gojek yang andal. Dengan demikian, kinerja MPPA berpotensi menjadi online groceries terbesar, sejalan dengan strategi omnichannel yang dijalankan ritel milik Grup Lippo tersebut. 

(Oleh - IDS)

Tiket.com Gandeng SPAC untuk IPO

19 May 2021

Perusahaan penyedia travel online, Tiket.com berencana melakukan merger atau penggabungan usaha dengan special purpose acquisition company (SPAC), sebagai langkah untuk melantai di bursa saham. Penggabungan usaha dengan perusahaan cangkang ini berpotensi menghasilkan valuasi sekitar US$ 2 miliar. Tiket.com tengah melakukan pembicaraan dengan Cova Acquisition Corp mengenai negosiasi ini. Goldman Sachs Group bertindak sebagai oenasihat dalam merger perusahaan yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar tersebut. 

TIket.com bisa meraih dana sekitar US$ 200 juta dalam proses merger ini kerena termasuk dalam private invesment in public equity (PIPE) atau investasi swasta dalam perusahaan publik. Namun sayangnya perwakilan TIket.com menolak untuk berkomentar. Aksi merger dengan SPAC yang dilakukan Tiket.com ini turut menambah deretan perusahaan rintisan yang sebelumnya juga menjajaki hal serupa sebelum melakukan IPO. Strategi ini digunakan karena meningkatnya popularitas perusahaan e-commerce di kawasan Asia Tenggara. Traveloka sebelumnya dalam pembicaraan lanjutan untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham melaui merger dengan Bridgetown Holdings.

(Oleh - IDS)

Peretas Colonial Pipeline Kantongi Bitcoin Senilai US$ 90 Juta

19 May 2021

DarkSide, Kelompok peretas yang menjadi dalang serangan ransomware terhadap jaringan pipa BBM Colonial Pipeline di Amerika Serikat (AS), menerima uang tebusannya senilai total US$ 90 juta dalam bentuk bitcoin, sebelum menutup diri pekan lalu. Colonial Pipeline mengalami serangan siber parah awal bulan ini sehingga terpaksa menutup jaringan pipa sepanjang lebih dari 8.000 km di AS. Akibatnya, penyaluran BBM ke negara-negara bagian di tenggara AS terganggu.  

DarkSide mengoiperasikan model bisnis ransomware sebagai layanan. yang berarti para peretasnya mengembangkan dan memasarkan peranti ransomware lalu menjualnya kepada para penjahat lain yang kemudian melancarkan serangan-serangan dimaksud. Ransomware adalah jenis peranti lunak jahat yang dirancang untuk memblokir akses ke sebuah sistem komputer. Para peretasnya meminta uang tebusan, yang biasanya dalam mata uang kripto, agar akses itu pulih kembali.

Para periset keamanan dari Intel 147 menyatakan bahwa DarkSide telah menutup diri setelah kehilangan akses terhadap server-servernya dan karena dompet kriptonya sudah kosong. DarkSide juga menyalahkan tekanan dari AS. Elliptic menyebutkan bahwa DarkSide dan afiliasi-afiliasinya telah mengantongi sedikitnya US$ 90 juta pembayaran tebusan bitcoin. Yang berasal dari 47 dompet kripto yang berbeda. Dengan rata-rata pembayaran sebesar US$ 1,9 juta. 

(Oleh - IDS)

YFI Jadi Kripto Pertama yang Tembus Rp 1 Miliar

19 May 2021

Aset Kripto Yearn Finance (YFI) menjadi aset kripto pertama yang nilainya menembus level di atas Rp 1 miliar. Bahkan, harga YFI sempat mencapai level tertinggi RP 1,38 miliar akhir pekan lalu. Meski harga YFI lebih dari Rp 1 miliar jauh di atas harga Bitcoin berkisar Rp 650 juta, Bitcoin masih menempati urutan teratas dengan kapitalisasi pasar terbesar mencapai US$ 847,74 miliar. Sedangkan kapitalisasi pasar YFI senilai US$ 2,6 miliar atau peringkat 52.

YFI beberapa kali sudah melebihi atau melewati harga Bitcoin. Hal ini merupakan sebuah fenomena bahwa Bitcoin turun, masih banyak harapan dari altcoin lain. YFI adalah ekosistem protokol yang dibangun di atas cryptocurrency Ethereum. Tujuan di balik pembuatan YFI adalah untuk memudahkan interaksi pengguna dengan protokol DeFi dan kemudian memaksimalkan persentase tahunan dalam mata uang kripto. YFI ingin menciptakan sesuatu antara protokol keuangan yang terdesentralisasi dan hasil yang cukup besar untuk memungkinkan orang berinvestasi dalam koin yang lebih stabil pada platform

Token YFI sendiri sangat sedikit suplainya, sehingga kenaikan permintaan ini mendorong harga yEarn Finance jadi sangat tinggi. Sehingga, inilah yang menyebabkan harganya begitu mahal. Penurunan Bitcoin adalah hal yang biasa di dunia kripto. Sama halnya dengan Bitcoin, YFI juga bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp 10.000. Begitu juga dengan aset kripto yang lain yang sudah mencapai harga ratusan juta. Karena aset kripto bisa ditransaksikan dengan pecahan desimal. 

(Oleh - IDS)