;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Lippo Menyalakan Kembali Bisnis Ritel

18 May 2021

Merger PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan Gomart, salah satu layanan Gojek, berjalan mulus. Dengan penggabungan tersebut, MPPA berharap bisa mengerek pendapatan di bisnis ritel. Nantinya, produk yang tersedia di gerai MPPA bakal bisa diperoleh melalui layanan Gomart. MPPA berharap bisa menjelma jadi online groceries terbesar, sejalan dengan terus bertambahnya jumlah gerai hingga pelosok. Merger ini juga memperkaya strategi omnichannel ritel Grup Lippo. MPPA juga memiliki puluhan gerai di marketplace. "Kami berencana mendaftarkan lebih banyak gerai tahun ini, " beber Danny Kojongian, Corporate Secretary & Director.

MPPA juga makin getol ekspansi. "Kami menargetkan membuka lima hingga enam gerai Hypermart hingga akhir tahun ini, " ujar Herry Senjaya, Direktur Keuangan MPPA, beberapa waktu lalu. Per Maret, MPPA memiliki 208 gerai, 100 gerai di antaranya merupakan gerai Hypermart. MPPA juga mengelola gerai Foodmart, Hyfresh, Boston, FMX serta Smartclub. Untuk mendanai ekspansi tersebut, MPPA berencana menggelar rights issue. MPPA mengincar Rp 500 miliar-Rp 800 miliar dari hajatan tersebut. PT Multipolar Tbk (MLPL), pemegang saham MPPA, akan bertindak sebagai pembeli siaga. MLPL juga siap mendanai ekspansi MPPA. Sebelum ini, MLPL rajin melego saham anak usaha. MLPL antara lain melepas 385,53 juta saham MPPA ke Pradipa Darpa Bangsa, entitas milik Gojek. MLPL meraup Rp 603,92 miliar dari divestasi, yang bisa diinvestasikan ke MPPA.

Morgan Stanley Pengkas Proyeksi Ekonomi Indonesia

18 May 2021

Sejumlah lembaga internasional memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kali ini, Morgan Stanley yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menjadi 4,5%. Padahal sebelumnya, lembaga ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 6,2%. "Rata-rata konsensus yang dihimpun dari Consensus Economics sebesar 4,4%," terang Morgan Stanley dalam laporan bertajuk Asia Economics Mid-Year Outlook yang dipublikasikan, Senin (17/5).

Proyeksi ekonomi Indonesia ini sejalan dengan kondisi ekonomi ASEAN. Lembaga ini, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asean hanya 5,4%, dari sebelumnya sebesar 7,4%. Sementara negara Asia selain Jepang (AxJ), diprediksi tumbuh 8,4%, dengan prediksi sebelumnya 8,9%. Menurut Morgan Stanley, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 tak lepas dari capaian pertumbuhan ekonomi per kuartalnya. Pada kuartal l-2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif 0,7%.

Pada kuartal Il-2021, Morgan Stanley memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melejit ke kisaran 6,5%. Hanya, pada kuartal III-2021, lembaga tersebut memprediksi pertumbuhan ekonomi kembali melambat ke posisi 6,3% dan pada kuartal IV-2021 juga turun tipis ke 6,2% yoy. Proyeksi tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan kembali ke posisi pra Covid-19 atau tumbuh di kisaran 5,4% yoy.

Pada akhir April 2021 lalu, Asian Development Bank (ADB) dalam laporan bertajuk Asian Development Outlook 2021 juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 mencapai 4,5% dari prediksi awal 5,3%. Pemangkasan proyeksi lantaran pandemi korona secara global belum ada tanda berakhir. Namun, geliat ekonomi Indonesia awal tahun ini diprediksi terus berlangsung, ADB menilai Indonesia bisa melewati pandemi tahun ini dengan baik karena adanya respon pemerintah untuk penanganan pandemi.

Secara terpisah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik di 2021. Menko memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,5%-5,3%. Pada kuartal I-2021 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat negatif 0,74%. Namun ia optimistis, ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini bakal melesat. "Trennya arahnya ke positif dan confirm ekonomi tumbuh V-curve. Kami harap bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 akan masuk jalur positif dan diperkirakan bisa capai 7%," kata Airlangga, Sabtu (15/5) lalu.

Perputaran Uang Lebaran Melesat

18 May 2021

Perputaran uang selama Ramadan dan Lebaran tahun ini melaju kencang. Salah satu indikasinya, penarikan uang tunai selama bulan puasa dan menjelang Lebaran mencapai Rp 154,5 triliun atau melampaui prediksi Bank Indonesia (BI) yang senilai Rp 152,4 triliun. Penarikan uang tunai untuk persiapan libur Lebaran juga melesat 41,5% dibanding periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp 109,2 triliun. Bl belum mengumumkan hasil akhir perputaran uang tunai sepanjang Ramadan hingga libur Lebaran.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mencatat, tingkat kunjungan ke pusat belanja atau mal di periode Ramadan dan Lebaran naik 30%-50% dari hari biasa di masa pandemi Covid-19. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja menyatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat belanja pada masa Lebaran tahun ini naik 30%-40% dibanding Lebaran tahun 2020.

Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Minarto Basuki menyatakan, sejak H-14 atau minggu kedua Ramadan, kunjungan ke mal sudah mendekati tahun 2019 atau sebelum pandemi. Dia berharap Lebaran 2021 menjadi momentum kebangkitan bisnis ritel. "Tapi semua itu bergantung penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, " tutur dia, akhir pekan lalu.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan, omzet peritel Rp 7,5 triliun-Rp 8 triliun selama periode Lebaran (April-Mei 2021). Angka itu tumbuh 25%-30%. "Peningkatan penjualan tertinggi di Jawa, Kalimantan dan Sumatra, " kata Roy N Mandey, Ketua Umum DPP Aprindo, kemarin (16/5).

Office of Chief Economist Bank Mandiri, dalam riset Mei 2021 menyebutkan, kelompok higher income mulai berani berbelanja, terutama belanja fesyen yang naik dari rata-rata 11%-12% pada bulan-bulan sebelumnya menjadi 16% saat ini. "Pola belanja kelompok ini mulai normal. Proporsi belanja terbesar mereka sebelum pandemi memang untuk belanja fesyen, " ungkap Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri, pekan lalu.

Ekspor Naik, Isu Keamanan Jadi Tantangan

18 May 2021

Ekspor perikanan Indonesia menunjukkan pergeseran sejak pandemi Covid-19. China menjadi negara tujuan ekspor terbesar dan menggeser pasar utama sebelumnya, yakni Amerika Serikat. Namun, peningkatan ekspor ke China dibayang-bayangi isu keamanan pangan dengan temuan kontaminasi virus korona baru atau SARS-CoV-2 pada produk dan kemasan ikan asal Indonesia.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Widodo Sumiyanto, saat dihubungi, Senin (17/5/2021), menyatakan, posisi China sebagai negara tujuan ekspor perikanan terbesar merupakan peluang, mengingat komoditas ikan diserap oleh ”Negeri Tirai Bambu” itu hampir di seluruh segmen pasar.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan, per triwulan I-2021, volume ekspor perikanan Indonesia ke China mencapai 102,83 juta ton senilai 228,54 juta dollar AS atau sekitar 33,48 persen dari total volume ekspor. Beberapa komoditas unggulan yang dipasok ke China adalah ikan layur dan cumi beku. Ekspor ke China juga terus meningkat untuk komoditas udang dan tuna. Salah satu komoditas perikanan yang ekspornya mengalami peningkatan adalah udang.

Pada tahun 2020, volume ekspor udang mencapai 4.774 ton atau melonjak 163,61 persen dibandingkan tahun 2018 yang tercatat 1.811 ton. Meski demikian, pertumbuhan ekspor ke China terancam sejumlah temuan kontaminasi virus SARS-CoV-2 pada produk dan kemasan ikan asal Indonesia. Kasus kontaminasi virus penyebab Covid-19 itu terdeteksi oleh Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) sejak September 2020. Hingga Mei 2021 tercatat 19 kasus kontaminasi SARS-CoV-2, 8 kasus di antaranya ditemukan berulang pada empat perusahaan eksportir ikan di Jakarta, Medan, Ambon, dan Cirebon.

Menurut Widodo, pihaknya terus berupaya meningkatkan kewaspadaan selama pandemi Covid-19 dengan pengujian pada sampel produk. Namun, jejak virus SARS-CoV-2 masih ditemukan pada produk dan kemasan. Kontaminasi virus terjadi seiring kasus Covid-19 di Indonesia yang belum sepenuhnya terkendali. Ia menambahkan, pihaknya telah menerapkan sanksi berupa larangan ekspor terhadap 129 perusahaan yang tidak bisa memenuhi standar uji produk perikanan di China. Dari total 664 unit pengolahan ikan yang boleh ekspor ke China, saat ini tersisa 535 perusahaan. Otoritas di China sempat menghapus nomor registrasi ekspor terhadap lima perusahaan asal Indonesia. Namun, lewat proses mediasi, perusahaan tersebut diizinkan kembali ekspor ke China melalui proses audit.

Sementara itu, ekspor perikanan ke Uni Eropa cenderung stagnan. Hambatannya antara lain tarif bea masuk. Bea masuk komoditas tuna Indonesia ke Uni Eropa, misalnya, mencapai 20,5 persen. Padahal, produk serupa dari Vietnam dikenai tarif bea masuk hampir nol persen. Jumlah unit pengolahan ikan yang memperoleh nomor registrasi ekspor ke Uni Eropa tercatat baru 173 perusahaan. Hambatan itu menekan daya saing produk Indonesia. Kini Indonesia dan Uni Eropa masih dalam tahap negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang antara lain membahas kesepakatan penurunan bea masuk.

Di sisi lain, hasil audit otoritas Uni Eropa memperlihatkan produk perikanan yang diekspor Indonesia belum sepenuhnya terjamin ketertelusuran hulu-hilir serta penerapan sertifikasi keamanan pangannya masih diragukan. Selain itu, metode uji dan peralatan laboratorium uji belum sepenuhnya memenuhi persyaratan khusus yang diminta Uni Eropa. Dampaknya, unit pengolahan ikan Indonesia yang bisa ekspor ke Uni Eropa terbatas.


TNI AL Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

18 May 2021

Petugas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung mengamankan seratusan ribu ekor benur (baby lobster) yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri dari satu truk di kawasan pintu masuk Jalan Tol Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Senin (17/5).

Tindakan terhadap dugaan upaya penyelundupan tersebut berawal ketika pihak Lanal Lampung mendapat informasi adanya kegiatan ilegal yang dilakukan pihak tertentu untuk menyelundupkan benur ke luar Lampung.

Menyikapi hal tersebut, sejumlah petugas Lanal Lampung melakukan penyekatan di sekitar area Pintu Tol Terbanggi Besar Lampung Tengah dan selanjutnya ditemukan satu truk engkel Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, di dalam truk yang telah ditinggalkan oleh pengemudinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Kepala Balai Karantina ikan Pengendalian Mutu (BKIPM), Rusnanto membenarkan 20 kotak yang diamankan dari truk engkel tersebut merupakan benur, terdiri dari benur pasir sebanyak 177.200 ekor, mutiara 407 ekor dan benar jambrong 1.085 ekor ditaksir bernilai puluhan miliar rupiah.

TNI AL akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk tindak pidana dan pelanggaran di laut yang merugikan negara, melindungi dan menjaga sumber daya alam di laut dari ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadinya.

Disebutkan, dengan bekerjasama dengan (BKIPM) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi Lampung, seluruh benur tersebut selanjutnya dilepasi kembali ke laut.


Indef Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 2 Persen di Triwulan II 2021

18 May 2021

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memperkirakan perekonomian Indonesia triwulan II-2021 akan tumbuh positif di level dua persen, setelah pada triwulan I masih terkontraksi 0,74 persen (yoy). Itu sudah cukup baik artinya Indonesia keluar dari jalur resesi.

Bhima memaparkan beberapa faktor yang dapat merealisasikan proyeksi pertumbuhan positif tersebut seiring dengan upaya penanganan COVID-19 yang terus ditingkatkan. Penanganan COVID-19 tetap penting sebab kunci kepercayaan konsumen adalah penurunan kasus harian disertai dengan pulihnya mobilitas penduduk.

Bhima menyebutkan faktor yang mampu mendorong pemulihan ekonomi triwulan II adalah mempertahankan konsumsi masyarakat, mengoptimalkan ekspor hingga membangkitkan geliat usaha di daerah. Peran UMKM juga penting dalam menjamin serapan kerja terbuka saat sektor formal belum merata pemulihannya seperti saat ini.


Mencermati Investasi di Aset Kripto

17 May 2021

Salah satu aset cryptocurrency yang terkenal saat ini, yakni bitcoin, kerap dianggap sebagai sebuah instrumen investasi baru yang potensial dalam memaksimalkan keuntungan. Nama bitcoin sendiri sudah terdengar cukup lama dengan antusiasme pelaku investasi pada salah satu jenis cryptocurrency ini. Konon keuntungan yang ditawarkan begitu menggiurkan karena peningkatan valuasinya dari waktu ke waktu yang sangat luar biasa. Daya tarik bitcoin adalah karena kenaikannya yang fantastis membuat orang-orang makin tertarik untuk membeli mata uang kripto ini. Faktor pendorong lainnya adalah karena bitcoin dinilai sebagai “aset yang aman” dan tidak terpengaruh dengan kebijakan ekonomi global hingga kondisi perekonomian, terutama di masa pandemi ini.

Mata uang kripto paling kondang, bitcoin, telah memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) di atas US$ 1 triliun, setelah lonjakan harga yang dialami pada tahun ini. Harga bitcoin sempat menyentuh level US$ 58.858. Alhasil, total kapitalisasi pasar mata uang kripto ini telah menembus US$ 2 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini didorong oleh lonjakan yang terjadi selama dua bulan terakhir seiring dengan kenaikan permintaan dari investor institusi. Untuk bitcoin, harganya bergerak cenderung positif seiring dengan keterlibatan investor institusional yang berniat meningkatkan return-nya.

Di tengah lonjakan harga aset mata uang kripto, investor tetap harus waspada dan hati-hati menyikapinya. Sebagai contoh, harga Dogecoin, salah satu aset kripto, melonjak 400% dalam kurun waktu seminggu, hal yang memicu kekhawatiran akan terjadinya gelembung di pasar cryptocurrency.

Di Indonesia sendiri sudah banyak basis penggunanya, bahkan beberapa perusahaan berdiri khusus untuk menjadi platform jual beli (transaksi) bitcoin. Bitcoin utamanya digunakan dalam transaksi di internet tanpa menggunakan perantara alias tidak menggunakan jasa bank. Bitcoin menggunakan sistem peer to peer (P2P). Namun, sistemnya bekerja tanpa penyimpanan (custody) atau administrator tunggal. Seperti investasi lainnya, prinsip beli rendah dan jual tinggi berlaku untuk bitcoin. Mata uang digital berupa bitcoin akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Semakin banyak orang tertarik untuk mengetahui dan mendapatkan bitcoin, karena nilai tukarnya yang dikabarkan naik terus. Bitcoin semakin populer, terutama setelah miliarder pemilik Tesla Inc, Elon Musk, melalui akun Twitter-nya, menyatakan dukungannya terhadap mata uang baru tersebut.

(Oleh - HR1)

Penjualan Mobil Melejit 903%

17 May 2021

Penjualan mobil domestik melejit 903% menjadi 78.908 unit April 2021, dibandingkan bulan sama tahun lalu 7.868 unit. Hal itu ditopang bergulirnya insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil baru dan mulai bergeraknya mobilitas dan aktivitas ekonomi. April 2020, sejumlah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Hal itu membuat beberapa pabrikan mobil kakap menghentikan produksi, sehingga pasokan mobil ke dealer (wholesales), yang selama ini menjadi pegangan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hancur.

Berdasarkan data Gaikindo yang diolah Grup Astra, kemudian dirilis Selasa (11/5/2021), Toyota masih menjadi penjualan mobil terlaris di Indonesia April 2021, sebanyak 23.407 unit, diikuti Daihatsu 15.861 unit, Mitsubishi 13.820 unit, Honda 8.474 unit, dan Suzuki 8.100 unit.

(Oleh - HR1)

Akhir Bulan Ini Kepastian Kerja Sama Freeport-Tsingshan

17 May 2021

Akhir bulan ini menjadi penentuan kepastian kerja sama PT Freeport Indonesia dengan Tsingshan Steel terkait pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) mineral tembaga. Perusahaan asal Tiongkok itu menawarkan model kerja sama yang menggiurkan di mana Freeport cukup menanggung 25% kebutuhan investasi.

Hanya saja, belum ada kesepakatan terkait kerja sama ini. Freeport masih melakukan kajian mendalam lantaran membutuhkan kepastian kerangka waktu pembangunan smelter yang harus rampung paling lambat Juni 2023 atau dalam dua tahun ke depan. Freeport berkejaran dengan waktu seiring dengan amanat Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang melarang ekspor mineral mentah dan mineral olahan di Juni 2023 nanti. Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, kerja sama dengan Tsingshan masih terus dimatangkan. Namun dia menegaskan, batas waktu paling lambat akhir bulan ini harus ada kepastian. Bila tercapai kesepakatan maka Juni nanti proses pembangunan bisa dimulai sehingga smelter rampung bertepatan dengan kebijakan ekspor mineral.

Tsingshan bakal membangun smelter di Halmahera, Maluku Utara. Adapun total investasi mencapai US$ 2,5 miliar untuk smelter berkapasitas 2,4 juta ton konsentrat tembaga. Lokasi smelter tersebut berbeda dengan proyek yang sedang digarap Freeport saat ini di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. “Semuanya kami lakukan out standing, kalaupun missed di Tsingshan kan masih bisa di JIIPE, kami lanjutkan saja di JIIPE,” kata Orias

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan, progres pembangunan di JIIPE telah menyelesaikan pematangan lahan (land clearing) dan pilling test. Kini proses pembangunan smelter segera memasuki tahap konstruksi. Adapun investasi smelter dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga itu mencapai US$3 miliar. Tony pun mengungkapkan, Freeport masih melakukan pembicaraan dengan Tsingshan Steel terkait kerja sama pembangunan smelter. Bila tercapai kesepakatan dengan Tsingshan maka Freeport tak melanjutkan pembangunan smelter di JIIPE. Nantinya Freeport bakal memasok konsentrat ke smelter yang berlokasi di Halmahera tersebut.

(Oleh - HR1)

Aspakrindo: Investor Disarankan Pelajari Aset Kripto Sebelum Investasi

17 May 2021

Kenaikan harga sejumlah mata uang kripto (cryptocurrency) lebih dari 100% hanya dalam waktu sepekan telah menyedot perhatian sejumlah investor. Namun demikian, investor diimbau harus tetap bijak dan jangan sampai takut melewatkan peluang yang menguntungkan (fear of missing out/FOMO) pada industri kripto. Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda atau biasa disapa Manda mengungkapkan, perdagangan aset kripto akan selalu ada disclaimer. Investor yang berniat berinvestasi pada aset kripto perlu melihat analisis teknikal. Investor jangan hanya melihat dari sisi keuntungan, tetapi harus memahami analisa teknikal dan strateginya.

Tidak kalah penting, kata Manda, calon pedagang fisik aset kripto harus memiliki tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). ”Dapat dikatakan hampir tidak ada instrumen investasi yang tidak berisiko atau risk free. Oleh karena itu, investor harus memahami kadar risikonya dan betul-betul mempelajari industrinya,” kata dia. Manda mengimbau para investor tidak melihat industri aset kripto hanya dari angka atau bisnis saja, tapi lihat lebih jauh tentang teknologinya, bagaimana teknologi blockchain bisa menjadi solusi finansial dan mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara digital terbesar di Asia.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa masyarakat harus memahami risiko perdagangan aset kripto yang underlying ekonominya masih tidak jelas. Dalam media sosial resminya, OJK menyebut ada tiga poin yang harus menjadi pertimbangan masyarakat dalam melakukan investasi pada aset digital kripto. Pertama, aset kripto saat ini bukan merupakan jenis komoditi dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah. OJK telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas pembayaran, dan hasilnya menyatakan bahwa mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kedua, aset kripto adalah komoditi yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun, sehingga masyarakat harus memahami dari awal potensi dan risikonya sebelum melakukan transaksi aset kripto. Ketiga, OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan pada aset kripto, melainkan oleh Bappebti. Bappebti telah mengeluarkan daftar aset kripto yang dapat diperdagangkan dan pedagang aset kripto yang telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan transaksi aset kripto

(Oleh - HR1)