Ekonomi
( 40460 )Protes Keadilan Pendapatan Industri Musik
Pandemi Covid-19 yang diikuti pembatasan aktivitas publik dan karantina wilayah membuat bisnis musik dunia ikut terjerembap karena berkurangnya pertunjukan dan konser musik. Kegiatan distribusi musik kemudian banyak bertumpu pada kanal digital, seperti streaming, dibandingkan dari penjualan album fisik, tiket konser, serta royalti hak penggunaan musik.
Menurut data International Federation of the Phonographic Industry (IFPI), total nilai pendapatan yang diperoleh dari streaming musik pada tahun 2020 mencapai 13,4 miliar dollar AS. Angka ini meliputi 62 persen dari keseluruhan pendapatan industri musik dunia. Dibandingkan pada 2019, peningkatan nilai pendapatan streaming musik menggembirakan karena meningkat hampir 20 persen. Sayangnya, pertumbuhan pendapatan di tengah pandemi ini hanya diperoleh dari kanal streaming. Kanal lainnya, yaitu penjualan album fisik, penggunaan musik berlisensi, serta pengunduhan musik digital, mengalami pertumbuhan minus 4 persen hingga minus 15 persen.
Dari aspek royalti, masalah yang dihadapi adalah nilai bagi hasil yang diterima musisi sangat kecil. Persoalan ini bahkan sudah mengemuka sejak tahun 2015. Kolumnis The Wall Street Journal, Michael Driscoll, mengulas perbandingan antara menjual satu kopi album dan ongkos langganan streaming bulanan. Satu keping CD musik berisi 10 lagu dijual dengan harga ritel 15 dollar AS (sekitar Rp 200.000 kurs tahun 2015). Setelah dikurangi biaya produksi, distribusi, serta pajak, penghasilan bersih yang diterima pencipta lagu dan penyanyi sekitar 1,5 dollar AS. Nilai tersebut jika dikonversi per satu lagu sebesar 15 sen atau sekitar Rp 2.000.
Spotify mengklaim pada tahun 2020 mereka membayarkan bagi hasil royalti senilai 5 miliar dollar AS. Pendapatan ini dihasilkan dari 356 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk 158 juta pengguna berbayar. Royalti yang dibayarkan masih dibagi untuk sejumlah pihak. Di antaranya adalah pihak pemilik label, artis, penerbit, penulis lagu, distributor, agregator, manajer, serta kolaborator.
Spotify menggolongkan jenis artis berdasarkan model kerja, posisi di industri musik, serta jumlah pendengarnya menjadi tujuh kelompok. Golongan dengan pendapatan tahunan tertinggi disebut chart toppers. Kelompok artis yang duduk di posisi ini ada sekitar 500 dengan pendapatan tahunan dari streaming senilai 3,7 juta dollar AS. Golongan tertinggi, yakni chart toppers, memperoleh royalti daritiap akun pendengar senilai 0,018 dollar AS atau 1,8 sen saja per bulan. Angka ini sangat jauh dibandingkan dengan pembelian satu kopi album yang dapat memberi royalti hingga 15 sen per lagu.
Simpul persoalan ada pada pembagian royalti streaming yang dipandang tidak adil. Penyedia platform streaming, di antaranya Spotify, Apple Music, Deezer, dan penyedia jasa mayor lainnya, menggunakan sistem pro-rata atau ”bagi hasil proporsi” untuk mendistribusikan pendapatannya. Seluruh uang penghasilan dikumpulkan di perusahaan platform streaming, kemudian dibagi berdasarkan persentase lagu yang didengar oleh semua pengguna platform streaming. Model ini sangat merugikan bagi artis yang baru mulai merintis karier atau yang menggeluti genre musik minoritas. Selama ini, tangga lagu dikuasai oleh genre musik pop. Jika model ini tidak segera diubah, artis yang duduk di posisi teratas akan semakin kuat kedudukannya. Di sisi lain, para artis perintis makin sulit mendapat pemasukan.
Model tandingan yang disodorkan oleh Soundcloud dan diberi nama fan-powered royalty bisa menjadi alternatif untuk saat ini. Metode bagi hasil dilakukan berdasarkan lagu apa saja yang didengarkan oleh pelanggan, kemudian royalti disalurkan kepada artis yang dinikmati karyanya. Inovasi ini diluncurkan pada 1 April 2021 lalu dan diklaim mampu menambah penghasilan royalti antara model lama dan fan-powered royalty mencapai 200 persen. Artinya, dengan menerapkan metode bagi hasil berdasarkan dukungan penggemar, artis dapat menikmati royalti dua kali lipat dibandingkan dengan model bagi hasil pro-rata. Untuk saat ini, Soundcloud adalah satu-satunya pihak yang menerapkan fan-powered royalty.
BPKP: Harga Vaksin Gotong Royong Rp 370.580,- Per Dosis
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelesaikan pengkajian struktur harga vaksin mandiri atau vaksin gotong royong untuk menangkal Covid-19. Iwan Taufiq Purwanto, mengatakan rekomendasi harga vaksin yang bakal dibayar oleh perusahaan swasta ini kepada Kementerian Kesehatan.
Dari penghitungan beragam komponen itu, BPKP merekomendasikan harga vaksin Sinopharm Rp 370.580 per dosis. Angka tersebut sudah mencakup biaya layanan Rp 102.530 untuk sekali suntik. Dengan catatan, belum termasuk margin dan masih ada beberapa koreksi komponen harga, seperti persentase wastage vaksin dan Internet of Things.
Berdasarkan Pasal 23 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19, harga maksimal vaksinasi mandiri akan ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.
Meski belum ada aturannya, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan harga vaksin mandiri Rp 500 ribu per dosis. Artinya, biaya vaksinasi gotong royong per karyawan mencapai Rp 1 juta. Menurut dia, harga vaksin Rp 375 ribu per dosis dan biaya penyuntikannya Rp 125 ribu.
Associate Center of Innovation and Digital Economy Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan biaya vaksinasi gotong royong terlalu mahal jika dibandingkan dengan vaksin Sinovac yang digunakan pemerintah seharga Rp 245 ribu per dosis. Vaksinasi mandiri menimbulkan ketimpangan antara perusahaan yang memiliki kemampuan finansial dan usaha kecil.
Bhima mengatakan perusahaan yang bergerak di industri padat karya akan kewalahan menyiapkan anggaran untuk pekerjanya yang berjumlah ribuan. Menurut dia, kondisi ini bisa berujung pada opsi pemotongan gaji karyawan untuk vaksinasi.
Potensi masalah lainnya adalah kecenderungan perusahaan memprioritaskan manajemen, komisaris, dan staf senior dalam program vaksinasi mandiri. Jika hal tersebut terjadi pekerja di level bawah tidak dapat memperoleh jatah vaksin secepatnya.
Berlomba Raup Transaksi Lebaran
Platform dompet digital dan uang elektronik beradu fitur serta layanan untuk menangkap potensi transaksi Ramadan-Idul fitri 2021. Platform GoPay menjagokan fitur transfer ke rekening bank untuk memfasilitasi tradisi bagi-bagi amplop Lebaran yang kini terhambat pembatasan mobilitas masyarakat.
Head of Corporate Affairs GoPay, Winny Triswandhani, menuturkan penggunaan fitur transfer terbukti signifikan pada Lebaran 2020. Tahun lalu, jumlah pengguna yang memanfaatkan fitur ini meningkat empat kali lipat. Khusus di hari pertama Idul Fitri, kenaikan transaksi transfer antar-pengguna naik dua kali lipat. Pada tahun ini juga diperkirakan fitur transfer masih akan menjadi andalan pengguna untuk berbagi rezeki dan membayar berbagai kebutuhan. Tak hanya transfer dana, GoPay juga mengoptimalkan layanan pembayaran digital untuk donasi, infak, sedekah, dan zakat.
Sementara itu, platform dompet digital pelat merah, LinkAja, menyiapkan kapasitas infrastruktur digital untuk mengantisipasi peningkatan transaksi dan jumlah pengguna pada masa libur Lebaran. Transaksi yang diproyeksikan meningkat adalah pembelian produk digital, seperti voucer permainan.Di tahun sebelumnya biasanya ada peningkatan angka pembelian produk digital, terutama voucer games. Tahun ini kemungkinan akan terjadi hal yang sama.
Platform DANA juga terus memperkuat fitur-fitur yang dimilikinya, baik dari aspek produk maupun teknologi, guna mengantisipasi lonjakan transaksi. Tahun ini, DANA secara khusus melakukan kampanye program bertajuk "Ramadan Praktis DANA" yang berfokus pada fitur donasi dan zakat, belanja, pembelian game, dan pengiriman uang.
Sedangkan Head of Corporate Communications OVO, Harumi Supit, menuturkan naiknya konsumsi masyarakat membuka peluang bagi optimalisasi berbagai fitur pembayaran. Pada tahun ini OVO meluncurkan program #RaihIkhlas yang menawarkan diskon untuk pembelian barang dan produk investasi atau asuransi, serta penyaluran sedekah.
Mata Uang Kripto, Perang Ethereum VS Dogecoin
Meski Bitcoin tengah meredup, tetapi mata uang kripto masih menjadi incaran para investor. Bagaimana nasib Ethereum dan Dogecoin ke depannya?
Dalam sebulan terakhir, pergerakan harga Bitcoin boleh saja menampakkan grafik merah. Namun, hal tersebut tidak serta merta membuat perdagangan cryptocurrency kehilangan magnetnya.
Kini, giliran Ethereum, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia yang unjuk gigi.
Hingga Jumat (7/5), harga Ethereum telah menyentuh lebih dari US$4.100 atau sekitar Rp53 juta. Nominal tersebut telah mengembang 107,91% dari harga sebulan lalu, ketika masih diperdagangkan di kisaran US$1.972.
Direktur Utama Indodax Oscar Darmawan berpandangan makin diburunya Ethereum dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adalah proses pengembangan atau upgrade jaringan aset tersebut menjadi Ethereum 2.0.
Indodax adalah platform jual beli aset digital.
Faktor lain adalah rencana adanya upgrade EIP-1559 di aset tersebut pada pertengahan tahun ini. Upgrade tersebut, menurut kabar yang beredar, bakal membuat Ethereum mengalami burn atau pembakaran sehingga jumlah potensi pasokannya di masa depan akan menyusut.
“Jadi, pasokan Ethereum akan berkurang pada tahun-tahun ke depan. Makin langka pasokan aset kripto, biasanya harganya juga makin tinggi,” imbuh Oscar dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Kamis (6/5).
Direktur Utama Indodax Oscar Darmawan berpandangan makin diburunya Ethereum dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adalah proses pengembangan atau upgrade jaringan aset tersebut menjadi Ethereum 2.0.
Indodax adalah platform jual beli aset digital.
Faktor lain adalah rencana adanya upgrade EIP-1559 di aset tersebut pada pertengahan tahun ini. Upgrade tersebut, menurut kabar yang beredar, bakal membuat Ethereum mengalami burn atau pembakaran sehingga jumlah potensi pasokannya di masa depan akan menyusut.
“Jadi, pasokan Ethereum akan berkurang pada tahun-tahun ke depan. Makin langka pasokan aset kripto, biasanya harganya juga makin tinggi,” imbuh Oscar dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Kamis (6/5).
DOGECOIN
Selain itu, ada pula faktor kehadiran Dogecoin. Saat ini, kapitalisasi pasar aset kripto ini memang baru mentok di urutan keempat, berkisar US$82,65 miliar.
Pertumbuhannya juga sepintas tampak biasa. Apalagi, Dogecoin konon sudah muncul sejak 2013, hampir 3 tahun lebih muda dari Ethereum.
Namun, lonjakan popularitasnya terbilang mencengangkan. Secara ytd, harga Dogecoin telah naik 14.000% lebih, dari US$0,004421 menjadi US$0,63 per keping per Jumat (7/5).
(Oleh - HR1)
Telkomsel Tambah Investasi di Gojek US$ 300 Juta
JAKARTA – Anak usaha PT
Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT
Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) kembali menyuntikkan investasi ke Gojek senilai US$ 300 juta
atau sekitar Rp 4,2 triliun. Dengan
pendanaan ini, Telkomsel sudah
menyuntikkan dana sebesar US$
450 juta atau sekitar Rp 6,3 triliun
ke Gojek.
Sebelumnya, pada November
2020, Telkomsel menginvestasikan
dananya di Gojek US$ 150 juta,
atau sekitar Rp 2,1 triliun ke Gojek.
Dua perusahaan dengan sumber
daya teknologi besar di Indonesia
ini terus memperkuat kolaborasi
untuk kemajuan ekosistem digital
yang inklusif dan berkelanjutan di
Tanah Air.
Direktur Utama Telkomsel
Setyanto Hantoro mengatakan,
investasi lanjutan dari Telkomsel
menjadi penegas akan kesamaan visi
dari kedua perusahaan yang samasama lahir dan berkembang untuk
menjawab masalah nyata di tengah
masyarakat melalui inovasi digital
dan teknologi, dengan semangat
untuk melayani dan memajukan
negeri.
Co-CEO Gojek Group Andre
Soelistyo mengatakan, Gojek
bangga berkesempatan untuk
dapat memperkuat momentum
kemitraan strategis bersama
Telkomsel sebagai pemimpin
pasar telekomunikasi di Indonesia.
Pendanaan lanjutan Telkomsel
itu jelas akan mengoptimalkan
sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan
memperluas manfaat ekonomi
digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku
UMKM di selur uh wilayah
Indonesia
IPO Gojek
Sementara itu, Gojek juga
mengaku tengah fokus pada pertumbuhan bisnisnya untuk mendukung rencana IPO dan listing
di bursa saham. “Fokus Gojek
saat ini adalah memastikan
pertumbuhan dan keberlanjutan
bisnis secara jangka panjang,
dan kami selalu terbuka dengan
berbagai opsi untuk mendukung
hal tersebut,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita
kepada Investor Daily
Berpengaruh Positif
Analis PT Binaartha Sekuritas
M Nafan Aji menjelaskan, investasi Telkom di beberapa startup
dan unicorn bisa berpengaruh
positif terhadap kinerja Telkom
secara keseluruhan.
Sementara itu, mantan dirut
BEI yang juga pengamat pasar
modal Hasan Zein Mahmud berpendapat, ada tiga beban yang
dipikul oleh TLKM dan harus
disiasati bila ingin tetap berada
di depan. Pertama, kewajiban
community development sebagai
BUMN. “Saya tak punya data,
tapi menurut perkiraan saya,
tugas melebarkan jaringan ke
desa-desa, penyediaan internet
untuk pendidikan, dan semacam
itu, merupakan pos rugi,” ujar
dia.
Kedua, pacuan teknologi.
Perusahaan pertama yang mampu meluncurkan teknologi 5G
punya peluang besar untuk
berada di depan, sebagai market
leader. “Teknologi 3G, apalagi
2G, adalah teknologi ketinggalan dengan konsekuensi biaya
tinggi. Harus segera migrasi.
Harus segera migrasi,” sarannya.
Ketiga, struktur organisasi
TLKM Group yang sangat gemuk, lebar dan panjang. Karena
itu, dibutuhkan restrukturisasi
yang mendasar agar organisasi
lebih lincah, lebih efisien, lebih
fokus pada bisnis inti dan penunjangnya
(Oleh - HR1)
Harga Ether Tembus US$ 4.000
LONDON – Harga mata uang
kripto (cryptocurrency) ethereum
atau ether menembus rekor tertinggi baru US$ 4.000 pada Senin
(10/5). Sekaligus memperpanjang
relinya sebagai mata uang digital
terbesar kedua di dunia.
Menurut Coin Metrics, harga
ether naik hampir 7% dalam 24
jam terakhir menjadi US$ 4.141,99
pada pukul 03.40 waktu setempat.
Sehingga kini memiliki total kapitalisasi pasar US$ 476,3 miliar atau
kurang dari setengah harga bitcoin yang mencapai US$ 1,1 triliun.
Menurut CoinMarketCap, seluruh pasar kripto saat ini bernilai
lebih dari US$ 2,5 triliun dan menjadi latar belakang meningkatnya
minat atas mata uang digital ini.
Di awal tahun ini, para investor
arus utama dan beberapa pembeli
korporat seperti Tesla berbondong-bondong membeli bitcoin
dan melihat koin digital tersebut sebagai lindung nilai inflasi
potensial. Pada saat bank-bank
sentral di seluruh dunia mencetak
uang untuk meringankan kondisi
perekonomian yang dilanda virus
corona Covid-19.
Namun, beberapa investor masih belum terpengaruh dengan kehebohan kripto. Michael Hartnett,
kepala strategi investasi di Bank of
America Securities, mengatakan
reli bitcoin terlihat seperti induk
dari semua gelembung. Sedangkan, Stephen Isaacs dari Alvine
Capital menambahkan tidak ada
fundamental untuk produk ini.
(Oleh - HR1)
Marwah Gojek dan Tokopedia Jangan Hilang Gara-gara Merger
JAKARTA – Langkah merger raksasa unicorn Tokopedia
dan decacorn Gojek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa)
diharapkan jangan sampai membuat kedua entitas
tersebut kehilangan marwah, atau kehormatan diri.
Merger itu diharapkan tidak sekadar memenuhi target
para investor penyandang dana, tapi harus mampu
memberikan dampak lebih besar ke ekonomi dan sosial.
Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia Bari Arijono menyatakan bahwa
mega-merger Gojek dan Tokopedia dan
langkah IPO dapat dipandang dari tiga sisi,
atau aspek. Pertama, merger dan IPO ini
akan sangat menguntungkan investor penyandang dana. IPO yang akan melibatkan
special purpose acquisition company (SPAC)
asing untuk bisa menembus bursa Wall
Street ini merupakan kepentingan investor.
“Hal itu dikhawatirkan kurang memberikan manfaat bagi ekonomi digital di Indonesia dan kurang memberikan dampaknya
ke masyarakat. Strategi meraih dana global
dengan menggandeng SPAC ini biasanya
sukses dijalankan di Amerika Serikat,
Hong Kong, Jepang, dan Tiongkok,” kata
Bari kepada Investor Daily, Minggu (9/5).
Aspek kedua, merger bukan dalam
rangka meningkatkan skala ekonomi
perusahaan. Ketiga, merger cenderung
menghilangkan kesempatan bagi milenial untuk berinovasi. Visi-misi awal yang
diusung Gojek dan Tokopedia bisa jadi
kehilangan arah dan marwahnya, karena
disetir oleh investor.
Dukungan Pemerintah
Sementara itu, Bari Arijono juga mempersoalkan sejumlah target pemerintah,
misalnya munculnya 150 start-up baru yang
berkualitas dan berdaya saing hingga 2024.
Menurut dia, diperlukan setidaknya tidak
syarat untuk mewujudkan target tersebut.
Pertama, pemerintah harus mendukung
dari sisi regulasi dan aspek finansial. Ini
yang banyak dilakukan oleh negara lain.
Kedua, tercipta perusahaan digital sebanyak mingkin. Ketiga, tercipta inovasi baru
yang mengubah cara hidup masyarakat.
“Kalau tiga syarat itu tidak terpenuhi,
akan sulit menciptakan lebih banyak
anak muda yang memiliki inovasi. Gojek
yang merupakan kreasi dan brand anak
bangsa mestinya diberikan support finansial oleh pemerintah,” kata Bari.
(Oleh - HR1)
Menghindari Risiko Cryptocurrency bagi Ekonomi Indonesia
This is your money and your own risk as well. Mengingat Anda yang akan menerima dan menikmati keuntungan, Anda pun harus siap untuk menanggung risiko itu sendiri. Tidak ada lembaga penjamin simpanan, seperti ketika Anda menempatkan dana dalam bentuk deposito atau tabungan di bank. Ini harus terus diingatkan kepada investor cryptocurrency.
Jika dilihat dari potensi return yang diberikan, investasi cryptocurrency memang menggiurkan. Tidak heran jumlah investor dan volume tran saksi aset kripto terus meningkat di dunia, termasuk di Indonesia. Data Indodax menunjukkan selama tiga bulan pertama tahun 2021, nilai bitcoin yang menjadi pionir cryptocurrency naik masing-masing 14,54%, 36,69%, dan 29,79%. Jenis mata uang kripto dogecoin naik lebih tinggi lagi, yaitu 687,68%, 30,83%, dan 11,71%. Angka ini melebihi kenaikan harga saham yang cenderung terbatas dalam satu tahun terakhir. Namun, bagai dua sisi mata uang logam, masyarakat juga perlu tahu risikonya dan mengenal lebih dalam apa itu mata uang kripto.
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) terlihat sangat aktif melakukan edukasi dan merespons pertanyaan masyarakat tentang cryptocurrency.
Ada dua sisi risiko yang perlu diingatkan. Pertama, dari apakah transaksi dilakukan di lembaga resmi dan terdaftar? Kedua, apakah sudah siap menghadapi kerugian akibat tingginya volatilitas harga dan tidak adanya jaminan aset? Dari sisi legalitas lembaganya, hingga April 2021, OJK telah menemukan 86 platform fintech peer to peer lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat. Dari jumlah itu, sebanyak tiga perusahaan berkegiatan di bidang investasi cryptocurrency tanpa izin. Selain menertibkan lembaga yang diketahui beroperasi ilegal, OJK dengan tegas juga melarang lembaga jasa keuangan menggunakan dan memasarkan produk yang tidak memiliki legalitas izin dari otoritas terkait, termasuk produk berupa cryptocurrency.
(Oleh - HR1)
DJP Beri Sinyal akan Pajaki Mata Uang Kripto
JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah
me lakukan kajian dan pendalaman asesmen untuk mengenakan pajak pada mata uang kripto (cryptocurrency). Pasalnya,
saat ini minat masyarakat
ter hadap mata uang kripto,
di antaranya Bitcoin, sangat
me ningkat.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengatakan,
mata uang kripto merupakan hal
baru, sehingga perlu pendalaman terhadap model bisnis aset
tersebut.
Menurut dia, saat ini DJP
juga masih mendefinisikan
soal mata uang kripto, apakah
masuk dalam pengganti uang
atau produk barang kena pajak.
"Kita masih asesmen, dan sisi
pajak penghasilan (PPh) menarik dan saya bicara mengenai
kripto lakukan investasi ada
titik masuk dan titik keluar, dan
nanti kita beli barang Rp 1 juta,
pertanyaannya apakah nanti ini
betul-betul sesuatu yang bisa
dibelikan uang," kata dia.
Ia menegaskan, masih melakukan kajian dan melakukan
diskusi lebih lanjut dengan
sejumlah pihak terkait pemajakan uang kripto dan skemanya.
"Kami sedang, betul-betul baru
sepotong model yang kami diskusikan dan bagian pemajakan
sama dengan penerimaan penghasilan yang bersangkutan," ujar
dia.
(Oleh - HR1)
Suntikan Telkomsel Sebelum Gojek Go Public
Suntikan dana segar kembali mengalir ke perusahaan teknologi. Kali ini, PT Telkomsel, anak usaha Grup Telkom, kembali mengucurkan dana senilai USS 300 juta ke Gojek, perusahaan aplikasi super (super app). Telkomsel menyuntik Gojek di tengah kabar sang decacorn menyiapkan agenda besar IPO sekaligus konsolidasi dengan Tokopedia di pasar modal Indonesia.
Kabar konsolidasi Gojek dan Tokopedia juga pernah dilontarkan Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Group Indonesia yang menaungi Shopee, akhir April lalu. Pria yang menjabat Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga menyebut, kemungkinan konsolidasi ini akan terjadi dalam waktu dekat. "Mereka akan listing dulu di Indonesia, Insya Allah semester kedua tahun ini, " ungkap Pandu ke KONTAN, (23/4).
Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan, investasi lanjutan ini adalah jawaban untuk bersama mengatasi masalah dengan inovasi digital dan teknologi. "Telkomsel optimistis, penanaman modal ini membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi," ujar dia, (10/5).
Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda menilai, kucuran dana Telkomsel dan rencana merger Gojek - Tokopedia bisa memperkuat ekosistem ekonomi digital. Gojek kuat dari sisi transportasi, Tokopedia di e-commerce. "Dari sisi, Telkomsel ingin masuk ke ekosistem yang telah dibangun Gojek dan Tokopedia, " tutur Huda, kemarin. Masuknya Telkomsel menjadi simbiosis mutualisme. Grup Telkom dan Gojek menjalin beberapa kerja sama, seperti driver Gojek dapat akses data murah ke Telkomsel. Telkomsel pun dapat memperluas pangsa pasar.Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









