;

Tekanan terhadap Kripto di Tiongkok Bukan Hal Baru

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 25 May 2021 Investor Daily, 25 Mei 2021
Tekanan terhadap Kripto di Tiongkok Bukan Hal Baru

LONDON, Langkah terbaru Tiongkok untuk memperketat regulasi mata uang kripto (cryptocurrency) bukanlah perkembangan baru. Demikian disampaikan Paul Mackel, kepala global riset FX di HSBC. “Beberapa pesan sudah ada di sana selama beberapa waktu. Sejauh yang saya ketahui, ini bukan perkembangan baru. Mereka lebih berhati-hati pada mata uang kripto,” ujarnya kepada CNBC pada Senin (24/5). Dia menambahkan, upaya Tiongkok baru-baru ini tidak bertentangan langsung dengan niatan negara tersebut untuk meluncurkan yuan digitalnya sendiri. Mata uang digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) ini bertujuan menggantikan sejumlah uang tunai yang beredar. “Saya tidak berpikir akan ada konflik dengan e-CNY ( yuan Tiongkok elektronik) setiap kali diluncurkan. Ini adalah mata uang digital yang sangat berbeda. Saya pikir mungkin ada masalah lain saat ini – tingkat spekulasi, volatilitas, dan apa artinya dalam hal lingkungan. Masalah-masalah ini mungkin telah mendominasi pemikiran mereka akhir-akhir ini,” kata Mackel. Komentar Mackel itu muncul setelah Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan Dewan Negara mengatakan dalam pernyataan Jumat (21/5), bahwa peraturan yang lebih ketat tentang mata uang kripto diperlukan untuk melindungi sistem keuangan.

“Kembali ke tahun 2017, tekanan tertinggi mungkin terjadi pada September. Saat itulah Tiongkok mengumumkan penutupan banyak bursa yang beroperasi di pasar Tiongkok. Dan tentu saja, orang-orang mengingat dari sejarah bahwa setelah kejatuhannya, bitcoin menguat ke level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 20.000 – atau harganya meningkat lebih dari lima kali lipat,” demikian penjelasan Lee, yang sebelumnya merupakan salah satu pendiri dan ceo BTC Tiongkok, yakni bursa bitcoin pertama di Negeri Tirai Bambu itu.

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :