;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Insentif Diskon Biaya Frekuensi Terbit Mei 2024

05 Apr 2024
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Budi Arie Setiadi memastikan, insentif diskon biaya hak pengguna (BHP) frekuensi bagi operator  telekomunikasi (telko) nasional akan diterbitkan Mei 2024, sebelum lelang spektrum  frekuensi digelar. Saat ini, Kemenkominfo memantangkan insentif tersebut. Insentif ini diyakini nakal menguntungkan semua pihal, mulai dari negara operator, hingga masyarakat. Dengan peningkatan kualitas  layanan telko, dia mengaskan, masyarakat memiliki potensi pengembangan  usaha yang lebih baik dan berkualitas, khususnya melalui ruang digital. Ini penting, mengingat layanan kecepatan  kecepatan internet rata-rata  nasional saat ini hanya 25,37 Mbps, menurut Spedest by Ookla Januari 2024. "Kalau kecepatan internet meningkat, multiplier effect-nya keekonomi besar. Kami berharap masyarakat meningkat pendapatannya lewat ini," katanya. (Yetede)

Indonesia Bangun Pusat Pengembangan AI Rp 3,1 Triliun

05 Apr 2024
Indonesia bakal memiliki Pusat Pengembangan Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelegence (AI) dengan nama Indonesia AI Nation di Kota Solo/Surakarta, Jawa Tengah. Total nilai dari total kolaborasi beberapa perusahaan teknologi tersebut juga diproyeksikan mencapai nilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun. Perusahaan yang berkolaborasi pada tahap awal berdiri atas dua korporasi, yakni perusahaan teknologi informasi asal Amerika Serikat, yakni NVIDIA, dan perusahaan telekomunikasi digital Indonesia, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH). "Jadi ini pusat (pengembangan) AI di Indonesia AI Nation dan nilainya gak tanggung-tanggung, yaitu 200 juta AS," ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie. Dia melanjutkan, Solo Teckho Park dipilih dan menjadi lokasi pengembangan pusat AI Indonesia dalam investasi itu karena dinilai memiliki infrastruktur yang cukup memadai dan punya potensi talenta digital untuk dikembangkan. (Yetede)

TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN : Indosat-NVIDIA Bangun Pusat AI Rp3 Triliun

05 Apr 2024

PT Indosat Tbk. (ISAT) dan NVIDIA, raksasa teknologi global, berencana membangun pusat kecerdasan buatan atau AI di Solo, Jawa Tengah, senilai US$200 juta atau Rp3,18 triliun. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan Solo dipilih sebagai lokasi investasi karena memiliki sumber daya manusia yang cukup mumpuni di bidang teknologi. Dia melanjutkan, rencana pembangunan pusat AI bernama Indonesian AI Nation itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dia tidak memberi tahu detail waktu pembangunan tersebut. President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan Indosat mengadopsi GPU Tensor Core NVIDIA berbasis platform Blackwell untuk berbagai pemanfaatan seperti percepatan pada beban kerja inferensi—proses menjalankan data langsung melalui model AI terlatih untuk membuat prediksi atau menyelesaikan suatu tugas pada sebuah perusahaan.

Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menambahkan, kolaborasi strategis perusahaan dengan NVIDIA tidak hanya akan mendorong pertumbuhan infrastruktur teknologi di Indonesia, tetapi juga akan mempersiapkan SDM Indonesia untuk merangkul teknologi masa depan. Sementara itu, Senior Vice President Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta mengatakan integrasi platform Blackwell memungkinkan Indosat untuk mengembangkan bisnis lebih jauh, serta mendorong pengembangan Large Language Model yang akan membantu memberdayakan Indonesia dengan AI generatif.

Mengurai Dominasi Platform Digital Global

03 Apr 2024

”Winner takes all market” Ekosistem bermedia hari ini menampakkan struktur yang berlapis-lapis. Bagaimana masyarakat mengonsumsi informasi, kurang lebih ditentukan oleh apa platform media sosial (medsos), platform mesin pencari, platform video, web browser, sistem operasi, serta aplikasi tertanam dalam gawai yang mereka gunakan. Model periklanan yang banyak digunakan pengiklan juga ditentukan oleh perilaku konsumsi media yang terbentuk oleh hal-hal tersebut. Dalam konteks inilah, perusahaan platform digital mengendalikan praktik bermedia. Google secara paripurna menguasai pangsa pasar teknologi mesin pencari (Google Search), platform video (Youtube), web browser (Chrome) dan sistem operasi (Android).

Meta mendominasi jagat medsos dengan mengoperasikan platform medsos terpopuler: Facebook, Instagram, Whatsapp. Dengan dominasi tersebut, Google dan Meta mempraktikkan monopsoni sekaligus monopoli, yakni menguasai pasar secara paripurna karena baik bahan dasar (data perilaku pengguna) maupun produk akhir (teknologi, informasi, dan iklan) dikendalikan pihak yang sama. Semakin kuat winner takes all market, semakin lebar ketimpangan antara penguasa pasar dan pelaku pasar lain. Inilah yang terjadi dalam hubungan antara perusahaan platform digital dan perusahaan media massa, termasuk di Indonesia. Dalam laporan We are Social dan Melwater, dari total belanja iklan Indonesia pada 2023 yang mencapai Rp 103,4 triliun, belanja iklan digital memiliki porsi 46 % (Rp 47,5 triliun).

Dengan pertumbuhan di atas 10 % per tahun, belanja iklan digital diperkirakan akan menyudahi dominasi belanja iklan televisi di Indonesia pada 2025. Sayangnya yang menikmati pertumbuhan ini bukan media massa konvensional, melainkan raksasa digital Google dan Meta. Dalam tiga tahun terakhir, duopoli itu menguasai lebih dari 70 % belanja iklan digital di Indonesia, melalui dua cara. Pertama, mereka adalah pemilik inventori iklan terbesar yang mengoperasikan platform mesin pencarian, video, dan media sosial dengan popularitas yang tak tertandingi. Popularitas ini mampu melahirkan persepsi publik, ”kalau mau mencari informasi, hiburan, dan jejaring, harus ke Google Search, Youtube, Facebook dan Instagram”. Dalam peta belanja iklan digital Indonesia tahun 2023, ketiga jenis periklanan ini memiliki porsi masing-masing: iklan pencarian (32 %/Rp 15,5 triliun), iklan medsos (35 %/Rp 16,7 triliun), iklan video (14,8 %/Rp 10,9 triliun).

Kedua, perusahaan platform digital juga mengoperasikan berbagai teknologi penunjang periklanan digital yang semakin lama semakin sulit dihindari penerapannya oleh para penerbit dan pengiklan, seperti DSP, SSP, Ads Servers, Trading Desk, WebBrowser, analytics software provider, dan data provider. Teknologi-teknologi ini melahirkan mode periklanan programatik di mana perusahaan platform bertindak sebagai broker yang menjembatani hubungan antara pengiklan dan media. Sebagai broker, ”diam-diam” mereka mengambil porsi bagi hasil terbesar, diperkirakan mencapai 61-74 % dari nilai transaksi iklan. Padahal, porsi periklanan programatik sangat dominan dalam pasar periklanan digital di Indonesia, yakni 80 % (Rp 38,6 triliun) dari total belanja iklan digital Indonesia 2023. (Yoga) 

2028, Nilai Pasar Komputer RI Tembus USD 961 Juta

01 Apr 2024

Total nilai pendapatan/pasar/omzet komputer yang didesain untuk penggunaan harian disatu tempat/meja (personal komputer/PC deskstop) Di Indonesia diperkirakan mencapai USD 961,87 juta pada 2028 dari tahun 2023 masih US$ 861,99 juta. Nilainya meningkat US$ 99,9 juta atau bertumbuh 11,59 % dalam lima tahun kedepan. Atau tumbuh dan rata-rata 2,22% setiap tahun (compound growth rate/CAGR).

Data pasar computer desktop dari Statista,lembaga konsultan dan riset global untuk berbagai industri tersebut tidak memasukkan laptop dan notebook. “Makin populernya perangkat laptop dan selular yang bisa dibawa kemana-mana mengakibatkan permintaan PC di Indonesia menurun,” ungkap Departemen Riset Statita, Minggu (31/3). (Yetede)

LALU LINTAS DATA : Ramadan, Traffic XL Naik 5%

01 Apr 2024

PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mencatat kenaikan lalu lintas data rata-rata hingga 5% sepanjang Ramadan dibandingkan dengan traffic pada hari biasa.Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengungkapkan peningkatan lalu lintas data itu merupakan konsekuensi dari peningkatan penggunaan internet pada bulan puasa.Oleh karena itu, dia memprediksi traffic data pada Lebaran bisa melonjak hingga sebesar 20% dibandingkan dengan hari biasa. Selain lonjakan lalu lintas data, dia menyebutkan tantangan lain yang dihadapi perusahaan adalah berpindahnya lokasi dengan lalu lintas tinggi ke berbagai area yang tersebar, terutama di kota-kota di Jawa dan lokasi-lokasi wisata. “Untuk itu, selain perlu menambah kapasitas, kami juga harus memiliki strategi rekayasa traffi c yang tepat di jaringan agar tidak terjadi congestion di berbagai lokasi dengan traffi c tinggi,” sambungnya. Langkah antisipasi lainnya yang diterapkan adalah optimasi jaringan dengan melihat kemungkinan pergerakan mobilitas masyarakat atau pelanggan saat masa libur Lebaran. Pada hari normal, jaringan data XL Axiata sudah cukup untuk melayani lalu lintas traffic yang ada. “Meski demikian, untuk menjamin kemampuan jaringan XL Axiata melayani lonjakan traffi c nanti, kapasitas tetap kami naikkan 2–3 kali lipat dari hari normal.” Sejumlah langkah mengkondisikan jaringan dilakukan dengan menyesuaikan tren penggunaan jenis layanan, terutama layanan data, tradisi mudik dan pergerakan pelanggan selama liburan panjang Lebaran.

Kanada Gugat Induk Tiktok dan Facebook

30 Mar 2024

Dewan sekolah pada empat distrik di Ontario, Kanada, menggugat perusahaan induk Tiktok hingga Facebook dan Instagram karena dinilai membahayakan pelajar. Meta, Bytedance, dan Snap diminta membayar ganti rugi 2,96 miliar USD. Gugatan diajukan dari Distrik Toronto, Peel, Katolik Toronto, dan Ottawa-Carleton. Dalam pernyataan pada Kamis (28/3) penggugat menyebut tiga perusahaan media sosial tersebut merancang produk yang mendorong penggunaan kompulsif. Produk itu juga mengubah cara anak-anak belajar, berperilaku, dan belajar. Penggunaan media sosial menyebabkan krisis pembelajaran dan kesehatan mental pada siswa. Dampaknya, sekolah harus berinvestasi lebih banyak untuk menyusun program-program dukungan.

Gugatan diajukan ke Facebook dan Instagram yang dibawahkan Meta. Tiktok yang dibawahkan Bytedance serta Snapchat juga menjadi sasaran gugatan. Meta dan Bytedance belum menanggapi gugatan itu. Sementara jubir Snap Inc, Tanya Johnson, mengatakan, Snapchat membantu pengguna tetap terhubung dengan teman-temannya. ”Snapchat terbuka langsung ke kamera, bukan unggahan konten, dan tidak memiliki tombol tanda suka atau komentar publik,” katanya. Johnson menyebut, Snapchat senantiasa siap membantu remaja menghadapi aneka tantangan.

Anggota Dewan Sekolah Distrik Toronto, Rachel Chernos, mengatakan bahwa guru dan orangtua menyimak masalah anak-anak kurang bergaul dan mudah cemas di media sosial. Selain itu, ada masalah perundungan dan kecenderungan mencari perhatian dengan cara tidak lazim lewat unggahan di media sosial. Tidak kalah penting, ada masalah mental pada anak-anak yang kecanduan media sosial. ”Perusahaan-perusahaan ini secara sadar telah menciptakan program-program yang bersifat adiktif yang ditujukan dan dipasarkan pada kaum muda. Hal ini menyebabkan kerugian yang signifikan sehingga kami tidak bisa diam begitu saja dan tidak angkat bicara mengenai hal ini,” kata Chernos. (Yoga)

Ahmad Kamel, Belajar Al Quran dengan Teknologi AI

30 Mar 2024

Ahmad Kamel (24) tersentak saat membaca data yang menyebutkan banyak Muslim di Indonesia terkendala membaca Al Quran. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan, ia mencoba membantu warga mandiri belajar membaca Al Quran lewat aplikasi Qara’a. Ahmad Kamel menunjukkan bagaimana mengoperasikan aplikasi Qara’a di sebuah kedai kopi di Kecamatan Pontianak Timur, Kalbar, Kamis (21/3). Qara’a artinya kegiatan membaca sekaligus memahaminya. Pada salah satu fitur aplikasi Qara’a, muncul huruf alif beserta cara melafalkannya. Setelah itu, fitur meminta pengguna mengucapkannya. Kamel lantas mendekatkan telepon pintar ke mulutnya dan melafalkan huruf alif untuk mengetahui apakah pelafalannya sudah benar. ”Kalau bacaan kita benar, akan muncul bintang lima,” ujarnya. Setelah itu, Kamel menuliskan huruf alif dengan jari di layar ponselnya. Aplikasi tersebut memberi tahu apakah huruf yang ditulis sudah benar atau tidak. Tahapan-tahapan itu bisa diulang berkali-kali.

”Aplikasi Qara’a diharapkan berkontribusi mengatasi buta aksara Al Quran. Ke depan, kami ingin bekerja sama dengan sekolah dan kampus terkait pembelajaran Al Quran,” kata Kamel. ”Pertengahan 2020, saya menemukan data mengejutkan. Institut Ilmu Al Quran menyebutkan, 65 % umat Muslim di Indonesia belum bisa membaca Al Quran,” katanya. Berangkat dari fakta itu, ia ingin berkontribusi. Kamel dan timnya membuat riset sederhana. Kesimpulannya, banyak orang malu belajar karena usia sudah tua. Selain itu, tidak ada waktu karena kesibukan bekerja. ”Dari pemetaan itu, kami memilih kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menjadi solusinya,” katanya. Lewat AI, Kamel menyebut, penggunanya tidak perlu bertemu langsung dengan ustaz atau orang lain. Hal in menumbuhkan rasa percaya diri terlebih dahulu.

Tidak hanya panduan membaca, aplikasi ini juga dilengkapi dengan video pembelajaran, misalnya pengenalan huruf dalam Al Quran.Tujuannya, orang yang belum pernah membaca Al Quran sama sekali bisa belajar dari nol. Kini, ada 22 fitur dalam aplikasi Qara’a. Selain belajar membaca Al Quran, misalnya, ada fitur setor ayat. Orang bisa belajar dengan AI juga bisa dengan ustaz. Pengguna menyetor ayat yang telah dibaca, ustaz akan memberi masukan di dalam aplikasi itu. ”Dari 22 fitur, hanya satu yang sengaja dibuat berlangganan, yaitu belajar Quran. Biayanya Rp 50.000 per bulan yang digunakan untuk membiayai operasional aplikasi,” katanya. Berkat aplikasi yang dirancangnya, Kamel mendapat berbagai penghargaan sepanjang tahun 2022. Salah satunya, Peringkat 1 Pemuda Pelopor Kota Pontianak bidang Inovasi Teknologi. (Yoga)

UE Hanya Bisa Bertahan

28 Mar 2024

Sejumlah aturan berkait dengan industri digital sudah dikeluarkan Uni Eropa (UE). Akan tetapi, kepentingan mereka belum tercapai. Mereka hanya bertahan. Raksasa teknologi Apple, Google Alphabet, dan Meta Platforms menjadi target pertama pemberlakuan UU Pasar Digital Uni Eropa. UU yang berlaku mulai 7 Maret 2024 itu bertujuan mempermudah masyarakat berpindah layanan digital dan memberi pilihan untuk layanan lebih murah, bahkan gratis. Komisi Eropa pada Senin (25/3) menyatakan, perusahaan-perusahaan yang termasuk sebagai ”penjaga gerbang” itu dapat dikenai denda besar jika terbukti melanggar UU Pasar Digital (DMA). Denda dapat mencapai 10 % omzet tahunan perusahaan secara global (Kompas.id, 26/3). Aturan ini hanyalah satu dari sekian aturan di Uni Eropa yang telah diberlakukan di kawasan itu dan negara-negara di Eropa.

Semangat awal yang muncul adalah mereka bertahan di tengah serbuan produk teknologi digital dari luar kawasan itu. Sampai sekarang masih sedikit produk dan inovasi dari UE yang bisa menandingi kemampuan produk dan inovasi dari AS dan China. Dalam posisi seperti itu, pilihan mereka adalah bertahan dan membatasi perluasan pasar mereka sambil mencari peluang. Mereka tentu memahami bahwa UE adalah pasar yang besar. Pemain-pemain raksasa di bidang teknologi tak bisa begitu saja memanfaatkan kawasan itu sebagai pasar semata. UE harus melindungi warganya dan tentu berusaha agar pemain di dalam UE bisa bersaing. Meski demikian, hingga sekarang kemampuan perusahaan-perusahaan teknologi dari kawasan itu belum bisa menandingi pemain dari China dan AS. (Yoga)

Pebisnis Pusat Data RI didorong Go Global

28 Mar 2024

Pelaku bisnis penyimpanan data (pusat data/data center) lokal Indonesia didorong untuk terus memperbesar skala usahanya di dalam negeri dan mau ekspansi hingga ke pasar internasional (go global), pada tahap awal mereka pun didorong untuk ekspansi ke kawasan Asia Tenggara yang potensi pasarnya masih sangat besar dan kemudian dilanjutkan merambah ke pasar global.

Menurut proyeksi Statista, potensi pasar data center Asia Tenggara mencapai USD 9,98 miliar pada 2024, dengan kontribusi didominasi pasar jaringan infrastruktur USD 6,73 miliar. Nilainya diproyeksikan terus naik mencapai USD 13,08 miliar tahun 2028 dengan pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) 7%.

Menkominfo Budi Arie Setiadi mendorong pembangunan ekosistem data di dalam negeri, baik oleh pemerintah maupun swasta agar dapat meningkatkan ekonomi nasional, salah satunya oleh Data Center Internasional (DCI) Indonesia. “Ke depan saya yakin, termasuk DCI akan mendorong pertumbuhan industri pusat data Indonesia untuk makin go global, setidaknya di level Asia Tenggara dulu,” tutur Budi Arie dalam kegiatan E1 Open Days DCI Indonesia, di Jaksel, Rabu (27/3). (Yetede)