Teknologi
( 1206 )Operasi Tiktok di AS Terus Mendapat Ganjalan
DPR di AS, ketika berita ini ditulis, Rabu (13/3) tengah bersiap
menggelar pemungutan suara terkait masa depan media sosial Tiktok di AS. Diduga
kuat, DPR AS akan meloloskan ketentuan yang memaksa Bytedance, perusahaan induk
Tiktok di China, mendivestasikan aset mereka pada entitas di luar China. Waktu
yang diberikan hanya enam bulan. Apabila tidak mengindahkannya, Tiktok akan
dilarang digunakan di AS. Pemungutan suara akan dilakukan pukul 10.00 waktu
setempat. Untuk dapat disahkan, RUU itu membutuhkan dukungan dari dua pertiga
anggota DPR. Meskipun Tiktok gigih menggalang dukungan untuk menahan laju RUU
itu, para pihak, baik pendukung maupun penentang RUU itu, memprakirakan, ketentuan
itu bakal lolos di DPR. Komite Energi dan Perdagangan DPR pada pekan lalu
memberikan suara 50-0 untuk mendukung RUU tersebut.
RUU itu lahir dari kekhawatiran soal keamanan nasional AS
terhadap langkah asertif China, mulai dari isu mobil cerdas, kecerdasan buatan,
hingga media sosial. Selasa lalu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake
Sullivan mengatakan, tujuan dari lahirnya RUU itu adalah untuk mengakhiri
kepemilikan oleh perusahaan China, bukan semata-mata melarang Tiktok. ”Apakah
kita ingin Tiktok, sebagai sebuah platform, dimiliki oleh perusahaan AS atau
dimiliki oleh China? Apakah kita ingin data dari Tiktok, data anak-anak, data
orang dewasa, tetap ada di sini, di AS, atau pergi ke luar negeri? China?” kata
Sullivan.
Secara resmi, ketentuan itu dikenal sebagai ”UU Perlindungan
Orang AS dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing”. China mengancam sikap
dan langkah AS. Menurut China, pada akhirnya larangan itu justru akan berdampak
buruk dan merugikan AS. Kecaman keras China tersebut disampaikan oleh juru bicara
Kemenlu China, Wang Wenbin, Rabu (13/3) di Beijing, China. ”Meskipun AS tidak
pernah menemukan bukti bahwa Tiktok mengancam keamanan nasional AS, mereka
tidak berhenti menekan Tiktok,” kata Wang. Saat ini, aplikasi video pendek itu
digunakan 170 juta orang di AS. Ini menjadikan Tiktok salah satu media sosial dengan
jumlah pengguna terbanyak di negara itu. Namun, Fraksi Partai Republik dan
Partai Demokrat di DPR AS berpendapat, kepemilikan perusahaan itu dinilai
memiliki potensi atau menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional AS. (Yoga)
Teknologi Efisienkan Budidaya Perikanan di Maluku
Teknologi digital dinilai mampu mengefisienkan produksi
sektor perikanan budidaya. Pemilihan lokasi dan pemberian pakan berlebih
menjadi permasalahan utamanya. Namun, sektor ini berpotensi tumbuh dengan bantuan
teknologi digital. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Sarwono
menjelaskan, potensi perikanan budidaya di Maluku, khususnya Ambon, masih terbuka
lebar. Minat masyarakat mulai meningkat. Namun, mayoritas masyarakat masih
memilih bidang perikanan tangkap karena faktor kebiasaan dan teknik budidaya yang
dinilai sulit. Budidaya ikan yang dilakukan di Maluku pun masih didominasi di
air laut. Padahal, khusus di Ambon, potensi budidaya ikan air tawar relatif
besar. Total potensi lahan budidaya air tawar mencapai 17 hektar. Namun, luas
lahan yang dimanfaatkan kurang dari 10 %. Teknologi di sektor budidaya, sudah
berkembang sehingga budidaya ikan seharusnya menjadi lebih mudah.
Teknologi membantu digitalisasi rantai produksi, mulai dari
pemilihan lokasi budidaya menggunakan satelit, penghitungan benih yang ditebar,
serta pemberian pakan otomatis. Optimalisasi produksi penting agar ukuran ikan
seragam. Keseragaman hasil produksi membantu pembudidaya memasarkan produknya
di pasar. ”Kerja sama dengan pihak swasta pengembang teknologi budidaya perlu
ditingkatkan, sementara BPBL fokus mengembangkan benihnya. Rantai produksi yang
efisien membuat harga ikan juga bisa lebih optimal sehingga menguntungkan konsumen
dan produsen,” kata Sarwono di Ambon, Maluku, Selasa (12/3). Vice President
Public Affairs eFishery Muhammad Chairil mengatakan, teknologi di bidang
budidaya yang dimiliki perusahaannya mencoba menjawab permasalahan-permasalahan
tersebut. ”Pembudidaya di Ambon belum ada yang menggunakan teknologi ini. Kami
berharap digitalisasi ini bisa masuk dan membantu,” ujarnya. (Yoga)
Utilasi Proyek Palapa Ring Capai 60%
Kemenkominfo melalui Badan Layanan Umum Beban
Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) terus meningkatkan utilisasi
(penggunaan) jaringan palapa ring. Proyek palapa ring sendiri telah diresmikan
oleh Presiden Jokowi pada 2019 lalu. Saat ini tingkat utilisasi secara
nasional, yaitu palapa ring paket barat, tengah dan timur sudah mencapai 50 % -
60 %. Adapun hingga 2023, utilisasi paket barat mencapai 69 %, paket tengah 37.67
% dan paket timur 37,38 %.
Dirut BAKTI Fadhilah Mathar Mengatakan,
perkembangan tingkat Utilisasi palapa ring terus mengalami peningkatan. “Kita
targetkan selalu mengalami peninkatan. Memang tidak sama utilisasi di barat,
tengah maupun timur. Tetapi bukan berarti utilisasi ini rendah. Palapa ring ini
kan backbone. Jadi kita perlu menambahkan, menggelar kembali supaya bisa
dimanfaatkan sampai last mile atau akses yang sedang diupayakan dalam program
fiberisasi palapa ring integrase,” kata Fadhilah Mathar saat acara kopi bareng
media di Kantor Kemenkominfo, Jumat (8/3). (Yetede)
China Tengah Cari Dana US$ 27 Miliar
Utilisasi Jaringan Palapa Ring Dioptimalkan
Tingkat utilisasi rata-rata jaringan tulang punggung
telekomunikasi Palapa Ring saat ini masih sekitar 60 %. Untuk meningkatkan
utilisasi secara optimal, pemerintah berencana membangun jaringan lanjutan supaya terintegrasi
dan memikat minat operator telekomunikasi menggunakan infrastruktur tersebut. Proyek
jaringan tulang punggung telekomunikasi Palapa Ring digagas tahun 2016. Proyek
pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional ini
ditujukan untuk pemerataan akses pita lebar (broadband) di Indonesia. Proyek
Palapa Ring terdiri dari Palapa Ring Barat (selesai dibangun 2018), Palapa Ring
Tengah (selesai awal 2019), dan Palapa Ring Timur (selesai dibangun Agustus
2019). Total nilai tiga proyek ini Rp 7,63 triliun.
Presiden Jokowi meresmikan pengoperasiannya pada Oktober
2019. Setelah beroperasi, jaringan tulang punggung Palapa Ring dapat disewa
oleh operator telekomunikasi. Proyek itu menghubungkan sekitar 90
kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan menggunakan kabel serat optic darat
dan laut sepanjang 12.148 kilometer dan jaringan radio microwave 55 hop. Skema
pembangunan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo
Fadhilah Mathar saat sesi Ngopi Bareng Kominfo, Jumat (8/3/2024), di Jakarta,
menyebutkan, per Desember 2023, tingkat utilisasi Palapa Ring Barat mencapai 69
%, Palapa Ring Tengah 37,67 %, dan Palapa Ring Timur 37,38 %.
Tingkat utilisasi rata-rata dari ketiga proyek itu berkisar
50-60 %. ”Tingkat utilisasi jaringan memang tidak sama antara Palapa Ring
Barat, Tengah, dan Timur. Kami berusaha menggenjot utilisasi dengan menawarkan
aneka model bisnis yang memikat bagi operator telekomunikasi,” ujarnya. Fadhilah
mengatakan, supaya tingkat utilisasi Palapa Ring semakin optimal alias bisa dimanfaatkan
untuk sambungan jaringan sampai ke level last mile (jaringan akhir dekat dengan
konsumen), Bakti Kemenkominfo akan mengupayakan melalui pembangunan proyek Palapa
Ring Integrasi. Proyek ini, menurut rencana, akan menggunakan skema KPBU dengan
nilai proyek Rp 23 triliun. (Yoga)
Hasil Audit Proyek Menara BTS Dikondisikan
Anggota BPK nonaktif, Achsanul Qosasi, didakwa memintaRp 40
miliar ke Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau Bakti
Kemenkominfo Anang Achmad Latif, untuk pengondisian hasil audit BPK atas proyek
pembangunan menara BTS (base transceiver station) 4G. Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan
Agung, Imron Mashadi, mengungkapkan, Achsanul menyalahgunakan kekuasaannya
untuk memperoleh uang 2,64 juta USD atau Rp 40 miliar. Uang itu diterima Achsanul
dari Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama dengan sumber
uang dari Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan atas perintah
Dirut Bakti Anang Achmad Latif.
”Dengan maksud supaya terdakwa Achsanul Qosasi membantu mengkondisikan hasil audit pekerjaan BTS 4G 2021 yang dilaksanakan Bakti Kemenkominfo supaya
mendapatkan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan tidak menemukan kerugian
negara dalam pelaksanaan proyek BTS 4G 2021,” kata jaksa penuntut umum Imron di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/3). Imron mengungkapkan,
hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) 2021 BPK menemukan, proses
perencanaan, pemilihan jenis kontrak, dan pelaksanaan kontrak proyek penyediaan
BTS 4G serta infrastruktur pendukungnya belum sepenuhnya sesuai ketentuan.
Selain itu, nilai antara kontrak pembelian juga berbeda dengan kontrak payung pembangunan
BTS 4G tahun 2021 untuk Paket 1-3.
Hasil pemeriksaan itu juga menemukan potensi pemborosan atas
komponen biaya dalam daftar kuantitas kontrak payung sebesar Rp 1,5 triliun. Lokasi
lahan pembangunan BTS juga belum seluruhnya memperoleh IMB dan didukung surat perjanjian
pinjam pakai lahan. Hal lainnya, ada potensi keterlambatan penyelesaian pekerjaan
proyek BTS 4G dan potensi pengenaan denda keterlambatan pada Paket 1Tahap 1A
dan Paket 2 Tahap 1A. Jaksa mengatakan, Anang memberikan uang tersebut karena
ketakutan BPK akan memberikan penilaian yang merugikan proyek BTS 4G, seperti
kemahalan harga, kelebihan spesifikasi, dan inefisien apabila permintaan
tersebut tidak dipenuhi. (Yoga)
Duel Sengit AS Versus China dalam Teknologi
Perang teknologi antara AS dan China memanas, terutama di
ranah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kedua negara itu
berusaha saling memblokir dengan alasan keamanan. Kasus di perusahaan teknologi
AS, Google, menjadi contoh terkini. Departemen Kehakiman AS resmi menggugat
Ding Linwei (38), warga China dan mantan insinyur di Google, atas tuduhan
mata-mata dan pencurian teknologi. Ia dituduh mencuri 500 berkas rahasia
mengenai komputasi super dan pengembangan teknologi AI di perusahaan itu. Ia
ditangkap di California, AS, Kamis (7/3) pagi waktu Indonesia.
”Kami dengan keras melindungi teknologi sensitif yang dikembangkan
di AS agar tak jatuh ke tangan yang tidak berhak,” ujar Jaksa Agung AS Merrick
Garland. Direktur FBI Christopher Wray menyatakan, penangkapan Ding membuktikan
perusahaan yang berbasis di China menghalalkan segala cara untuk memperoleh
informasi inovasi teknologi AS. ”Pencurian teknologi inovatif dan rahasia-rahasia
perdagangan dari perusahaan-perusahaan AS bisa berdampak pada hilangnya
lapangan pekerjaan serta berdampak besar pada ekonomi dan keamanan nasional,”
ujar Wray.
Ding bekerja di Google sejak tahun 2019. Melalui posisinya
sebagai insinyur teknologi informasi, ia memiliki akses terhadap berbagai
berkas sensitif dan rahasia Google. Pada 26 Desember 2023, ia mengundurkan
diri. Tiga hari kemudian, Ding telah diangkat menjadi salah satu direktur di
sebuah perusahaan teknologi di China yang focus mengembangkan AI. Google pun
menyelidiki Ding. Mereka menemukan bukti Ding mengunggah berbagai berkas
rahasia mengenai AI ke akun komputasi awan sejak tahun 2022. ”Kami segera
melapor ke aparat penegak hokum bahwa terjadi pencurian rahasia perusahaan dan
teknologi yang sensitif,” kata juru bicara Google, Jose Castaneda.
Berdasarkan dakwaan, pada Juni 2022, Ding didekati CEO
Beijing Rongshu Lianzhi Technology Co, perusahaan rintisan teknologi China. Ia
ditawari jabatan pemimpin bagian teknologi (chief technology officer) dengan
gaji 14.800 USD atau Rp 231,5 juta per bulan. Menjelang Mei 2023, Ding
mendirikan perusahaan sendiri di China, Shanghai Zhisuan Technology Co. Ia
menetapkan diri sebagai CEO. Dakwaan Departemen Kehakiman AS menyebutkan, Ding
tidak pernah memberi tahu Google soal afiliasinya dengan Rongshu atau Zhisuan. Jika
terbukti bersalah di pengadilan, Ding dapat diganjar hukuman penjara maksimum
10 tahun dan denda hingga 250.000 USD (Rp 4 miliar) per dakwaan. (Yoga)
Memetik Buah Manis Hasil AKuisisi
Empat Operator Seluler Kompak Stop Perang Harga
Operator telekomunikasi seluler di Indonesia menyatakan sudah
tidak ada lagi perang harga murah untuk layanan seluler. Ini bertujuan untuk
membuat bisnis setiap operator dan industri telekomunikasi tumbuh berkelanjutan.
Pernyataan itu mengemuka dalam diskusi Tech and Telco Summit 2024, Selasa (5/4),
di Jakarta. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi yang digelar CNBC itu, Presdir
dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, Presiden Direktur XL Axiata
Dian Siswarini, Direktur Sales Telkomsel Adiwinahyu B Sigit, dan Presdir
Smartfren Merza Fachys.
”Beberapa tahun lalu, kami jorjoran (saling bersaing) menawarkan
harga layanan data internet yang murah. Ayolah dinetralkan. Kami berharap, hal ini
akan membuat bisnis kami para operator telekomunikasi seluler tumbuh lebih
sehat dan infrastruktur jaringan telekomunikasi lebih berkualitas,” ujar Merza
yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi
Seluruh Indonesia (ATSI). Dia menambahkan, jika bisnis operator telekomunikasi
seluler tumbuh lebih sehat dan infrastruktur jaringan lebih berkualitas,
seluruh bisnis ekonomi digital yang menggunakan jaringan telekomunikasi seluler
menjadi sehat. (Yoga)
Pengembangan AI Angkat Saham Telekomunikasi
Kinerja saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi dalam negeri
naik sepekan terakhir bersamaan penandatanganan sejumlah kerja sama pengembangan
layanan. Aksi perusahaan dalam peningkatan layanan berbasis kecerdasan buatan
atau AI membawa prospek cerah dalam jangka panjang. Harga saham beberapa
perusahaan operator telekomunikasi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dan
PT XLAxiata Tbk (EXCL) melejit beberapa pekan terakhir. Saham ISAT pada Senin
(4/3) ditutup di harga Rp 11.500 per lembar. Secara historis, harga naik 5 % dalam
sepekan dan 20 % dalam sebulan. Sementara saham EXCL ditutup di angka Rp 2.490
per lembar, naik 7 % sepekan terakhir dan 10 % dalam sebulan terakhir.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jesse Jonghoon Won,
menilai tren positif pada harga saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi
tersebut dipengaruhi berbagai aksi penandatanganan kemitraan dengan perusahaan global, termasuk terkait
pengembangan layanan berbasis AI. ”Saya memandang positif bahwa perusahaan
telekomunikasi Indonesia sedang mempertimbangkan dan memulai bisnis terkait AI
meskipun bisnis terkait ini diperkirakan memerlukan waktu untuk menghasilkan
pendapatan,” ujarnya saat dihubungi, Senin (4/3), di Jakarta. Baru-baru ini,
Indosat Ooredoo Hutchison Group berkolaborasi dengan beberapa perusahaan global
untuk membentuk lanskap teknologi.
Hal itu turut mendorong Indonesia ikut memimpin revolusi AI
dalam penyediaan infrastruktur komputasi awan (cloud) hingga pengembangan kompetensi
talenta berkelas global. Kerja sama itu salah satunya dengan NVIDIA, perusahaan
teknologi multinasional AS, yang kapitalisasi pasarnya telah menyaingi
perusahaan teknologi Amazon di bursa AS. Adapun XL Axiata menggandeng Huawei
untuk mempercepat operasional bisnis digital berbasis AI, mendorong keunggulan
operasional, serta mengoptimalkan sistem cloud dan penggunaan perangkat lunak
yang lebih efektif. ”Kemitraan dengan Huawei ini akan memungkinkan XL Axiata
mempercepat proses transformasi digital dan peningkatan layanan kepada
pelanggan,” kata Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini. XL Axiata
berharap mereka mampu menghasilkan personalisasi layanan yang lebih baik dan
melahirkan inovasiinovasi terbaru untuk kebutuhan lebih dari 57 juta pelanggan
mereka. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









