;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

China Tengah Cari Dana US$ 27 Miliar

09 Mar 2024
China tengah bersiap mengumpulkan dana lebih dari US$ 27 miliar untuk pengembangan teknologi semikonduktor. Ini sebagai bentuk perlawanan atas upaya Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan teknologi cip paling mutakhir. China membuat fund bernama Dana Investasi Industri Sirkuit Terpadu Nasional yang akan mengumpulkan modal dari pemerintah daerah dan perusahaan negara untuk kendaraan ketiganya. 

Menurut sumber Bloomberg, dana tersebut diperkirakan bisa mengumpulkan lebih dari CNY 200 miliar. Pembentukan dana ketiga ini akan diawasi langsung oleh Kementerian Teknologi China. Keberadaan fund ini menandakan China kembali serius dalam memanfaatkan pasar semikonduktor yang cukup terbesar di dunia. Terlebih, Huawei Teknologi Co. dan mitranya Semiconductor Manufacturing International Corp diketahui masih menggunakan teknologi asal Amerika Serikat untuk membangun prosesor canggih. 

Sumber menyebut, pemerintah Shanghai dan kota-kota lain, China Chengtong Holdings Group dan State Development dan perusahaan investasi termasuk investor telah siap memberikan miliaran yuan. Dana tersebut akan membantu membiayai tiga hingga empat kumpulan fund. Penggalangan dana tersebut kemudian akan kembali ke perusahaan lokal. "Negosiasi mengenai penggalangan dana masih berlangsung dan mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan," imbuh sumber. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, pemerintah Shanghai, Chengtong dan SDIC tidak memberikan tanggapan. Big Fund ini bersifat rahasia.

Utilisasi Jaringan Palapa Ring Dioptimalkan

09 Mar 2024

Tingkat utilisasi rata-rata jaringan tulang punggung telekomunikasi Palapa Ring saat ini masih sekitar 60 %. Untuk meningkatkan utilisasi secara optimal, pemerintah berencana membangun jaringan lanjutan supaya terintegrasi dan memikat minat operator telekomunikasi menggunakan infrastruktur tersebut. Proyek jaringan tulang punggung telekomunikasi Palapa Ring digagas tahun 2016. Proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional ini ditujukan untuk pemerataan akses pita lebar (broadband) di Indonesia. Proyek Palapa Ring terdiri dari Palapa Ring Barat (selesai dibangun 2018), Palapa Ring Tengah (selesai awal 2019), dan Palapa Ring Timur (selesai dibangun Agustus 2019). Total nilai tiga proyek ini Rp 7,63 triliun.

Presiden Jokowi meresmikan pengoperasiannya pada Oktober 2019. Setelah beroperasi, jaringan tulang punggung Palapa Ring dapat disewa oleh operator telekomunikasi. Proyek itu menghubungkan sekitar 90 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan menggunakan kabel serat optic darat dan laut sepanjang 12.148 kilometer dan jaringan radio microwave 55 hop. Skema pembangunan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo Fadhilah Mathar saat sesi Ngopi Bareng Kominfo, Jumat (8/3/2024), di Jakarta, menyebutkan, per Desember 2023, tingkat utilisasi Palapa Ring Barat mencapai 69 %, Palapa Ring Tengah 37,67 %, dan Palapa Ring Timur 37,38 %.

Tingkat utilisasi rata-rata dari ketiga proyek itu berkisar 50-60 %. ”Tingkat utilisasi jaringan memang tidak sama antara Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Kami berusaha menggenjot utilisasi dengan menawarkan aneka model bisnis yang memikat bagi operator telekomunikasi,” ujarnya. Fadhilah mengatakan, supaya tingkat utilisasi Palapa Ring semakin optimal alias bisa dimanfaatkan untuk sambungan jaringan sampai ke level last mile (jaringan akhir dekat dengan konsumen), Bakti Kemenkominfo akan mengupayakan melalui pembangunan proyek Palapa Ring Integrasi. Proyek ini, menurut rencana, akan menggunakan skema KPBU dengan nilai proyek Rp 23 triliun. (Yoga)

Hasil Audit Proyek Menara BTS Dikondisikan

08 Mar 2024

Anggota BPK nonaktif, Achsanul Qosasi, didakwa memintaRp 40 miliar ke Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau Bakti Kemenkominfo Anang Achmad Latif, untuk pengondisian hasil audit BPK atas proyek pembangunan menara BTS (base transceiver station) 4G. Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Agung, Imron Mashadi, mengungkapkan, Achsanul menyalahgunakan kekuasaannya untuk memperoleh uang 2,64 juta USD atau Rp 40 miliar. Uang itu diterima Achsanul dari Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama dengan sumber uang dari Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan atas perintah Dirut Bakti Anang Achmad Latif.

”Dengan maksud supaya terdakwa Achsanul Qosasi membantu mengkondisikan hasil audit pekerjaan BTS 4G 2021 yang dilaksanakan Bakti Kemenkominfo supaya mendapatkan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan tidak menemukan kerugian negara dalam pelaksanaan proyek BTS 4G 2021,” kata jaksa penuntut umum Imron di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/3). Imron mengungkapkan, hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) 2021 BPK menemukan, proses perencanaan, pemilihan jenis kontrak, dan pelaksanaan kontrak proyek penyediaan BTS 4G serta infrastruktur pendukungnya belum sepenuhnya sesuai ketentuan. Selain itu, nilai antara kontrak pembelian juga berbeda dengan kontrak payung pembangunan BTS 4G tahun 2021 untuk Paket 1-3.

Hasil pemeriksaan itu juga menemukan potensi pemborosan atas komponen biaya dalam daftar kuantitas kontrak payung sebesar Rp 1,5 triliun. Lokasi lahan pembangunan BTS juga belum seluruhnya memperoleh IMB dan didukung surat perjanjian pinjam pakai lahan. Hal lainnya, ada potensi keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek BTS 4G dan potensi pengenaan denda keterlambatan pada Paket 1Tahap 1A dan Paket 2 Tahap 1A. Jaksa mengatakan, Anang memberikan uang tersebut karena ketakutan BPK akan memberikan penilaian yang merugikan proyek BTS 4G, seperti kemahalan harga, kelebihan spesifikasi, dan inefisien apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi. (Yoga)

Duel Sengit AS Versus China dalam Teknologi

08 Mar 2024

Perang teknologi antara AS dan China memanas, terutama di ranah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kedua negara itu berusaha saling memblokir dengan alasan keamanan. Kasus di perusahaan teknologi AS, Google, menjadi contoh terkini. Departemen Kehakiman AS resmi menggugat Ding Linwei (38), warga China dan mantan insinyur di Google, atas tuduhan mata-mata dan pencurian teknologi. Ia dituduh mencuri 500 berkas rahasia mengenai komputasi super dan pengembangan teknologi AI di perusahaan itu. Ia ditangkap di California, AS, Kamis (7/3) pagi waktu Indonesia.

”Kami dengan keras melindungi teknologi sensitif yang dikembangkan di AS agar tak jatuh ke tangan yang tidak berhak,” ujar Jaksa Agung AS Merrick Garland. Direktur FBI Christopher Wray menyatakan, penangkapan Ding membuktikan perusahaan yang berbasis di China menghalalkan segala cara untuk memperoleh informasi inovasi teknologi AS. ”Pencurian teknologi inovatif dan rahasia-rahasia perdagangan dari perusahaan-perusahaan AS bisa berdampak pada hilangnya lapangan pekerjaan serta berdampak besar pada ekonomi dan keamanan nasional,” ujar Wray.

Ding bekerja di Google sejak tahun 2019. Melalui posisinya sebagai insinyur teknologi informasi, ia memiliki akses terhadap berbagai berkas sensitif dan rahasia Google. Pada 26 Desember 2023, ia mengundurkan diri. Tiga hari kemudian, Ding telah diangkat menjadi salah satu direktur di sebuah perusahaan teknologi di China yang focus mengembangkan AI. Google pun menyelidiki Ding. Mereka menemukan bukti Ding mengunggah berbagai berkas rahasia mengenai AI ke akun komputasi awan sejak tahun 2022. ”Kami segera melapor ke aparat penegak hokum bahwa terjadi pencurian rahasia perusahaan dan teknologi yang sensitif,” kata juru bicara Google, Jose Castaneda.

Berdasarkan dakwaan, pada Juni 2022, Ding didekati CEO Beijing Rongshu Lianzhi Technology Co, perusahaan rintisan teknologi China. Ia ditawari jabatan pemimpin bagian teknologi (chief technology officer) dengan gaji 14.800 USD atau Rp 231,5 juta per bulan. Menjelang Mei 2023, Ding mendirikan perusahaan sendiri di China, Shanghai Zhisuan Technology Co. Ia menetapkan diri sebagai CEO. Dakwaan Departemen Kehakiman AS menyebutkan, Ding tidak pernah memberi tahu Google soal afiliasinya dengan Rongshu atau Zhisuan. Jika terbukti bersalah di pengadilan, Ding dapat diganjar hukuman penjara maksimum 10 tahun dan denda hingga 250.000 USD (Rp 4 miliar) per dakwaan. (Yoga)

Memetik Buah Manis Hasil AKuisisi

07 Mar 2024
KInerja PT Dayamita Telekomunikasi Tbk (MTEL) diprediksi tumbuh positif tahun ini. Hal ini seiring aksi dari emiten menara telekomunikasi ini. Analis MNC Sekuritas, Vera menyampaikan, MTEL sudah melakukan akuisisi di November 2023. Emiten ini mengakuisisi 803 unit menara milik PT  Gametraco Tunggal senilai Rp 1,75 triliun. Hampir 70% menara berada di luar Jawa. Alhasil, MTEL mendapat tambahan 1.327 penyewa. "Kami memperkirakan, rasio kolokasi secara keseluruhan MTEL akan meningkat menjadi 1,51 kali di tahun 2023 dan 1,55 kali tahun ini. Lantas portofolio menara MTEL ada 15.746 menara (41,55%) di Jawa dan 22.148 menara (58,45%)  di luar Jawa," kata Vera dalam risetnya tanggal 16 Februari 2024. Kepemilikan menara telekomunikasi di luar Jawa, menurut Vera, menjadi salah satu katalis positif. Ini bisa menjadi pusat pertumbuhan pelanggan menara baru MTEL. Dengan aksi itu, Vera meramal pendapatan MTEL akan tumbuh 11,4% secara year on year (yoy) di akhir tahun ini. Sedangkan di periode 2023, pertumbuhan pendapatan emiten ini, sesuai proyeksi manajemen MTEL adalah 9,9% secara tahunan. Adapun segmen penyewaan menara masih memberi kontribusi utama. Yakni bisa berkontribusi 84% dari total pendapatan MTEL. 

Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memprediksi, prospek kinerja MTEL cukup bagus ke depan. Ini ditunjang pertumbuhan pengguna internet dan 5G di Indonesia. Namun, dia nilai masih terdapat sejumlah tantangan pada bisnis MTEL. Yakni persaingan yang ketat dan ketergantungan pemain menara kepada operator telekomunikasi. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus juga memprediksi, kinerja MTEL bertumbuh positif di tahun ini. Proyeksi ini seiring dengan penambahan secara organik portofolio menara dan serat optik di akhir November 2023. Selain itu, adanya peningkatan portofolio menara MTEL, sebut Nico, juga semakin memperkuat posisi MTEL sebagai pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara dan di Indonesia. Hitungannya MTEL total mempunyai 37.894 menara hingga akhir tahun 2023. Di sisi lain, NIco mengatakan, pendapatan terbesar MTEL didominasi perusahaan afiliasi. Dus secara kinerja MTEL akan lebih terkendali dibandingkan kompetitornya.

Empat Operator Seluler Kompak Stop Perang Harga

06 Mar 2024

Operator telekomunikasi seluler di Indonesia menyatakan sudah tidak ada lagi perang harga murah untuk layanan seluler. Ini bertujuan untuk membuat bisnis setiap operator dan industri telekomunikasi tumbuh berkelanjutan. Pernyataan itu mengemuka dalam diskusi Tech and Telco Summit 2024, Selasa (5/4), di Jakarta. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi yang digelar CNBC itu, Presdir dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, Direktur Sales Telkomsel Adiwinahyu B Sigit, dan Presdir Smartfren Merza Fachys.

”Beberapa tahun lalu, kami jorjoran (saling bersaing) menawarkan harga layanan data internet yang murah. Ayolah dinetralkan. Kami berharap, hal ini akan membuat bisnis kami para operator telekomunikasi seluler tumbuh lebih sehat dan infrastruktur jaringan telekomunikasi lebih berkualitas,” ujar Merza yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Dia menambahkan, jika bisnis operator telekomunikasi seluler tumbuh lebih sehat dan infrastruktur jaringan lebih berkualitas, seluruh bisnis ekonomi digital yang menggunakan jaringan telekomunikasi seluler menjadi sehat. (Yoga)

Pengembangan AI Angkat Saham Telekomunikasi

05 Mar 2024

Kinerja saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi dalam negeri naik sepekan terakhir bersamaan penandatanganan sejumlah kerja sama pengembangan layanan. Aksi perusahaan dalam peningkatan layanan berbasis kecerdasan buatan atau AI membawa prospek cerah dalam jangka panjang. Harga saham beberapa perusahaan operator telekomunikasi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dan PT XLAxiata Tbk (EXCL) melejit beberapa pekan terakhir. Saham ISAT pada Senin (4/3) ditutup di harga Rp 11.500 per lembar. Secara historis, harga naik 5 % dalam sepekan dan 20 % dalam sebulan. Sementara saham EXCL ditutup di angka Rp 2.490 per lembar, naik 7 % sepekan terakhir dan 10 % dalam sebulan terakhir.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jesse Jonghoon Won, menilai tren positif pada harga saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi tersebut dipengaruhi berbagai aksi penandatanganan kemitraan  dengan perusahaan global, termasuk terkait pengembangan layanan berbasis AI. ”Saya memandang positif bahwa perusahaan telekomunikasi Indonesia sedang mempertimbangkan dan memulai bisnis terkait AI meskipun bisnis terkait ini diperkirakan memerlukan waktu untuk menghasilkan pendapatan,” ujarnya saat dihubungi, Senin (4/3), di Jakarta. Baru-baru ini, Indosat Ooredoo Hutchison Group berkolaborasi dengan beberapa perusahaan global untuk membentuk lanskap teknologi.

Hal itu turut mendorong Indonesia ikut memimpin revolusi AI dalam penyediaan infrastruktur komputasi awan (cloud) hingga pengembangan kompetensi talenta berkelas global. Kerja sama itu salah satunya dengan NVIDIA, perusahaan teknologi multinasional AS, yang kapitalisasi pasarnya telah menyaingi perusahaan teknologi Amazon di bursa AS. Adapun XL Axiata menggandeng Huawei untuk mempercepat operasional bisnis digital berbasis AI, mendorong keunggulan operasional, serta mengoptimalkan sistem cloud dan penggunaan perangkat lunak yang lebih efektif. ”Kemitraan dengan Huawei ini akan memungkinkan XL Axiata mempercepat proses transformasi digital dan peningkatan layanan kepada pelanggan,” kata Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini. XL Axiata berharap mereka mampu menghasilkan personalisasi layanan yang lebih baik dan melahirkan inovasiinovasi terbaru untuk kebutuhan lebih dari 57 juta pelanggan mereka. (Yoga)

Biaya Perekrutan Baru ”Start Up” di ASEAN Dikurangi

05 Mar 2024

Sebanyak 41 % perusahaan rintisan bidang teknologi digital atau start up di Asia Tenggara menurunkan anggaran perekrutan karyawan baru sepanjang 2023, karena akses terhadap pendanaan ke investor yang kian berkurang. Situasi itu terungkap dalam laporan riset ”Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024”. Laporan riset yang juga laporan tahunan Glints dan Monk’s Hill Ventures edisi tahun 2024 ini dirilis resmi pekan lalu. Meski anggaran perekrutan baru menurun, 78 % start up di Asia Tenggara masih berupaya merekrut tenaga profesional yang mampu mendukung perusahaan berekspansi dan berinovasi. Hanya 19 % start up menyatakan tidak ada perekrutan baru dan 3 % yang menyatakan tidak yakin akan membuka lowongan pekerjaan baru.

Laporan riset Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024 menganalisis lebih dari 10.000 data lowongan pekerjaan start up di Singapura, Indonesia, dan Vietnam, serta wawancara kepada lebih dari 70 start up di wilayah tersebut. Menurut laporan itu, gaji pekerja start up di Asia Tenggara yang bekerja di bidang pengembangan bisnis dan penjualan telah meningkat 20 %. Ini mencerminkan kebutuhan mendesak start up untuk menghasilkan uang di tengah kondisi pendanaan yang semakin sulit. Sementara bidang pekerjaan teknisi pada start up di Asia Tenggara mengalami penurunan gaji terbesar yang dipengaruhi PHK dan pemotongan biaya. Situasi ini menyebabkan meningkatnya pasokan talenta teknologi di pasar sehingga memberikan tekanan pada gaji. Gaji untuk insinyur turun 2 % pada 2023 dan posisi insinyur yunior turun paling tajam, yakni 6 %. (Yoga)

AI, Antara Keamanan dan Ketergesaan

01 Mar 2024
Artificial Intelegence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi pembahasan utama  dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2024 di Barcelona, Spanyol. Pemerintah maupun perusahaan  telekomunikasi di Indonesia siap menerapkan teknologi AI di Indonesia. Namun, sisi keamanan dan etik juga harus diperhatikan agar pengunaan AI bisa memberi manfaat lebih kepada masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi disela-sela  menghadiri MWC 2024 ini mengatakan 90% yang dia perhatikan selama pameran dari 26-29 Fenruari 2024 ini semua mengarah kepada teknologi AI. "Artinya teknologi AI menjadi isu penting di dunia tadi saya juga lihat gelombang teknologi AI akan diadaptasi di Indonesia," kata Budi Arie. (Yetede)

GoTo Andalkan Layanan ”On-Demand” dan Tekfin

29 Feb 2024

Lini bisnis layanan on-demand dan teknologi finansial menjadi andalan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dalam memperluas jangkauan dan monetisasi pasar selama 2024. Kedua lini bisnis ini juga dianggap bisa membantu perseroan mengejar laba. Direktur/Presiden Teknologi Finansial GoTo Hans Patuwo saat sesi paparan publik, Rabu (28/2) di Jakarta, mengatakan, laporan riset E-Conomy SEA2023 yang dirilis Google,Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, layanan on-demand, seperti transportasi dan pengantaran makanan, di Indonesia diprediksi akan tumbuh sekitar 20 miliar USD pada 2030. Industri layanan pembayaran digital diperkirakan tumbuh 760 miliar USD dan pembukuan pinjaman digital tumbuh 40 miliar USD pada 2030. ”Riset itu menggambarkan potensi bisnis yang besar bagi segmen on-demand dan teknologi finansial,” ujarnya.

Menurut Hans, pada triwulan IV-2023, adjusted EBITDA, atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan, pada GoTo positif. Nilai adjusted EBITDA GoTo terus membaik dalam tujuh triwulan terakhir. Untuk memperkuat kinerja, GoTo menyusun strategi guna mencapai adjusted EBITDA grup positif tahun 2024. Pilar pertamanya adalah meningkatkan frekuensi pelanggan lamaserta terus memperluas jangkauan pasar, melalui produk-produk yang menjangkau konsumen dengan karakteristik suka memprioritaskan harga, seperti GoCar hemat, GoFood hemat, dan aplikasi GoPay. Pilar keduanya, meningkatkan monetisasi melalui produk teknologi finansial yang mampu menghasilkan take rate atau komisi lebih tinggi, seperti GoPayLater, GoPay Pinjam, dan GoPay Tabungan yang bekerja sama dengan Bank Jago. Di luar kedua pilar itu, perseroan juga berkomitmen disiplin mengelola beban usaha yang mencakup beban infrastruktur dan pengembangan teknologi informasi, beban operasional tetap, serta insentif dan promosi. (Yoga)