Teknologi
( 1200 )97.465 Phishing Keuangan Sasaran Sektor Bisnis RI
Kapersky, perusahaan penyedia solusi dan
konsultasi security siber global asal Rusia, mendeteksi 97.465 tautan phishing
yang menyasar transaksi keuangan pada sektor perdagangan secara electronic (e-commerce),
perbankan dan sistem pembayaran di Indonesia pada 2023. Jumlahnya berkontribusi
21,38 % dari total 455.708 upaya serangan phishing yang menyasar keuangan pada
tiga sektor bisnis tersebut di kawasan Asia Tenggara.
Serangan phising ke sektor bisnis tanah air
tersebut menempati peringkat ketiga di kawasan Asia Tenggara. Phishing merupakan upya penjahat siber untuk
mencuri data pribadi dengan mengirimkan tautan atau identitas palsu, atau
menyamar sebagai institusi yang sah. Aksi mereka lakukan untuk mencuri data
terkait keuangan guna menangguk keuntungan, mulai dari kata sandi, nomorkartu
kredit, detail rekening bank dan informasi lain dari individe maupun
perusahaan. (Yetede)
Samsung Akan Dapat Dana CIp US$ 6 Miliar
Microsoft Dukung Transformasi Digital Pemerintah
Kemenkominfo baru saja menandatangani kerjasama
dengan PT Microsoft Indonesia untuk meningkatkan sinergi penguatan implementasi
teknologi informasi dan transformasi digital di sektor pemerintahan. Nota
kesepahaman Kemenkominfo dan Microsoft Indonesia mencakup pengembangan SDM
bidang digital, penguatan infrastruktur dan digitalisasi pemerintah, penguatan
tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab, penguatan
implementasi dan perlindungan data pribadi.
Menkominfo Budi Arie Setiadi menekankan arti
penting kolaborasi pemerintah dan sektor swasta, salah satunya dengan Microsoft
dalam upaya mewujudkan transformasi digital nasional, termasuk di sektor
pemerintahan. “Pmerintah Indonesia meyakini, kolaborasi multistakeholder sangat
dibutuhkan termasuk melalui kerja sama antara pemerintah dan sektor privat,”
ujar Budi Arie dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Kemenkominfo dengan
Microsoft Indonesia di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (15/3). (Yetede)
Ramadhan dan Momen ”Marketing”
Ramadhan menjadi momen marketing yang dinanti banyak
pengiklan. Ragam ide dan gagasan diramu demi menunjukkan kebaruan konten dari
waktu ke waktu. Tentu, punch line yang ”menggigit” bisa menancap pada alam bawah sadar konsumen. Ramadhan pun
kini tak melulu dikemas dengan nuansa kekeluargaan sembari berbuka puasa
bersama. Sirop Marjan, misalnya, kehadirannya dicari banyak orang, bahkan
sebelum Ramadhan tiba. Tiap tahun, jenama ini selalu menghadirkan kisah-kisah
bermakna dibalut cerita rakyat. Dalam beberapa tahun terakhir, Marjan makin
serius mengemas iklan dengan pencitraan hasil komputer atau computer generated
imagery (CGI).
Kehadiran Marjan tiap tahun dengan iklan yang berbeda-beda
turut memuaskan ”dahaga” masyarakat sebagai penonton. ”Dalam iklan, ada istilah
moment marketing di mana kami menggunakan sebuah momentum untuk jualan. Kalau dari
kategori produk, sirop, contohnya, itu memang kategori produk tinggi (konsumsi)
saat puasa,” ujar Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Devi
Attamimi saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (14/3). Wajar kala puncak konsumsi
masyarakat terhadap sirop diikuti optimalnya pengemasan iklan Marjan. Bentuk
promosinya tentu berbeda ketika konsumsi menurun sehingga iklan lebih fokus
pada penjualan (direct to sales) dan melalui beragam platform daring dan toko
luring.
”Sudah mendekati
Ramadhan jika melihat iklan Marjan,” celetuk warganet mengomentari unggahan
Marjan. Ini menunjukkan citra jenama itu yang erat dengan masa puasa.
Masyarakat sebagai konsumen mengasosiasikan produk Marjan dengan momen
tertentu. Dalam kacamata periklanan, Marjan berhasil memosisikan diri sebagai pariwara
Ramadhan. Walau memanfaatkan beragam CGI, Marjan tetap menyelipkan pesan-pesan
yang tak jauh dari kebersamaan dan kepedulian, senada dengan nilai-nilai
Ramadhan. Pariwara ini bahkan membagi satu kisah dalam beberapa episode sehingga
konsumen tergugah menanti kelanjutan cerita. (Yoga)
Operasi Tiktok di AS Terus Mendapat Ganjalan
DPR di AS, ketika berita ini ditulis, Rabu (13/3) tengah bersiap
menggelar pemungutan suara terkait masa depan media sosial Tiktok di AS. Diduga
kuat, DPR AS akan meloloskan ketentuan yang memaksa Bytedance, perusahaan induk
Tiktok di China, mendivestasikan aset mereka pada entitas di luar China. Waktu
yang diberikan hanya enam bulan. Apabila tidak mengindahkannya, Tiktok akan
dilarang digunakan di AS. Pemungutan suara akan dilakukan pukul 10.00 waktu
setempat. Untuk dapat disahkan, RUU itu membutuhkan dukungan dari dua pertiga
anggota DPR. Meskipun Tiktok gigih menggalang dukungan untuk menahan laju RUU
itu, para pihak, baik pendukung maupun penentang RUU itu, memprakirakan, ketentuan
itu bakal lolos di DPR. Komite Energi dan Perdagangan DPR pada pekan lalu
memberikan suara 50-0 untuk mendukung RUU tersebut.
RUU itu lahir dari kekhawatiran soal keamanan nasional AS
terhadap langkah asertif China, mulai dari isu mobil cerdas, kecerdasan buatan,
hingga media sosial. Selasa lalu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake
Sullivan mengatakan, tujuan dari lahirnya RUU itu adalah untuk mengakhiri
kepemilikan oleh perusahaan China, bukan semata-mata melarang Tiktok. ”Apakah
kita ingin Tiktok, sebagai sebuah platform, dimiliki oleh perusahaan AS atau
dimiliki oleh China? Apakah kita ingin data dari Tiktok, data anak-anak, data
orang dewasa, tetap ada di sini, di AS, atau pergi ke luar negeri? China?” kata
Sullivan.
Secara resmi, ketentuan itu dikenal sebagai ”UU Perlindungan
Orang AS dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing”. China mengancam sikap
dan langkah AS. Menurut China, pada akhirnya larangan itu justru akan berdampak
buruk dan merugikan AS. Kecaman keras China tersebut disampaikan oleh juru bicara
Kemenlu China, Wang Wenbin, Rabu (13/3) di Beijing, China. ”Meskipun AS tidak
pernah menemukan bukti bahwa Tiktok mengancam keamanan nasional AS, mereka
tidak berhenti menekan Tiktok,” kata Wang. Saat ini, aplikasi video pendek itu
digunakan 170 juta orang di AS. Ini menjadikan Tiktok salah satu media sosial dengan
jumlah pengguna terbanyak di negara itu. Namun, Fraksi Partai Republik dan
Partai Demokrat di DPR AS berpendapat, kepemilikan perusahaan itu dinilai
memiliki potensi atau menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional AS. (Yoga)
Teknologi Efisienkan Budidaya Perikanan di Maluku
Teknologi digital dinilai mampu mengefisienkan produksi
sektor perikanan budidaya. Pemilihan lokasi dan pemberian pakan berlebih
menjadi permasalahan utamanya. Namun, sektor ini berpotensi tumbuh dengan bantuan
teknologi digital. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Sarwono
menjelaskan, potensi perikanan budidaya di Maluku, khususnya Ambon, masih terbuka
lebar. Minat masyarakat mulai meningkat. Namun, mayoritas masyarakat masih
memilih bidang perikanan tangkap karena faktor kebiasaan dan teknik budidaya yang
dinilai sulit. Budidaya ikan yang dilakukan di Maluku pun masih didominasi di
air laut. Padahal, khusus di Ambon, potensi budidaya ikan air tawar relatif
besar. Total potensi lahan budidaya air tawar mencapai 17 hektar. Namun, luas
lahan yang dimanfaatkan kurang dari 10 %. Teknologi di sektor budidaya, sudah
berkembang sehingga budidaya ikan seharusnya menjadi lebih mudah.
Teknologi membantu digitalisasi rantai produksi, mulai dari
pemilihan lokasi budidaya menggunakan satelit, penghitungan benih yang ditebar,
serta pemberian pakan otomatis. Optimalisasi produksi penting agar ukuran ikan
seragam. Keseragaman hasil produksi membantu pembudidaya memasarkan produknya
di pasar. ”Kerja sama dengan pihak swasta pengembang teknologi budidaya perlu
ditingkatkan, sementara BPBL fokus mengembangkan benihnya. Rantai produksi yang
efisien membuat harga ikan juga bisa lebih optimal sehingga menguntungkan konsumen
dan produsen,” kata Sarwono di Ambon, Maluku, Selasa (12/3). Vice President
Public Affairs eFishery Muhammad Chairil mengatakan, teknologi di bidang
budidaya yang dimiliki perusahaannya mencoba menjawab permasalahan-permasalahan
tersebut. ”Pembudidaya di Ambon belum ada yang menggunakan teknologi ini. Kami
berharap digitalisasi ini bisa masuk dan membantu,” ujarnya. (Yoga)
Utilasi Proyek Palapa Ring Capai 60%
Kemenkominfo melalui Badan Layanan Umum Beban
Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) terus meningkatkan utilisasi
(penggunaan) jaringan palapa ring. Proyek palapa ring sendiri telah diresmikan
oleh Presiden Jokowi pada 2019 lalu. Saat ini tingkat utilisasi secara
nasional, yaitu palapa ring paket barat, tengah dan timur sudah mencapai 50 % -
60 %. Adapun hingga 2023, utilisasi paket barat mencapai 69 %, paket tengah 37.67
% dan paket timur 37,38 %.
Dirut BAKTI Fadhilah Mathar Mengatakan,
perkembangan tingkat Utilisasi palapa ring terus mengalami peningkatan. “Kita
targetkan selalu mengalami peninkatan. Memang tidak sama utilisasi di barat,
tengah maupun timur. Tetapi bukan berarti utilisasi ini rendah. Palapa ring ini
kan backbone. Jadi kita perlu menambahkan, menggelar kembali supaya bisa
dimanfaatkan sampai last mile atau akses yang sedang diupayakan dalam program
fiberisasi palapa ring integrase,” kata Fadhilah Mathar saat acara kopi bareng
media di Kantor Kemenkominfo, Jumat (8/3). (Yetede)
China Tengah Cari Dana US$ 27 Miliar
Utilisasi Jaringan Palapa Ring Dioptimalkan
Tingkat utilisasi rata-rata jaringan tulang punggung
telekomunikasi Palapa Ring saat ini masih sekitar 60 %. Untuk meningkatkan
utilisasi secara optimal, pemerintah berencana membangun jaringan lanjutan supaya terintegrasi
dan memikat minat operator telekomunikasi menggunakan infrastruktur tersebut. Proyek
jaringan tulang punggung telekomunikasi Palapa Ring digagas tahun 2016. Proyek
pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional ini
ditujukan untuk pemerataan akses pita lebar (broadband) di Indonesia. Proyek
Palapa Ring terdiri dari Palapa Ring Barat (selesai dibangun 2018), Palapa Ring
Tengah (selesai awal 2019), dan Palapa Ring Timur (selesai dibangun Agustus
2019). Total nilai tiga proyek ini Rp 7,63 triliun.
Presiden Jokowi meresmikan pengoperasiannya pada Oktober
2019. Setelah beroperasi, jaringan tulang punggung Palapa Ring dapat disewa
oleh operator telekomunikasi. Proyek itu menghubungkan sekitar 90
kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan menggunakan kabel serat optic darat
dan laut sepanjang 12.148 kilometer dan jaringan radio microwave 55 hop. Skema
pembangunan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo
Fadhilah Mathar saat sesi Ngopi Bareng Kominfo, Jumat (8/3/2024), di Jakarta,
menyebutkan, per Desember 2023, tingkat utilisasi Palapa Ring Barat mencapai 69
%, Palapa Ring Tengah 37,67 %, dan Palapa Ring Timur 37,38 %.
Tingkat utilisasi rata-rata dari ketiga proyek itu berkisar
50-60 %. ”Tingkat utilisasi jaringan memang tidak sama antara Palapa Ring
Barat, Tengah, dan Timur. Kami berusaha menggenjot utilisasi dengan menawarkan
aneka model bisnis yang memikat bagi operator telekomunikasi,” ujarnya. Fadhilah
mengatakan, supaya tingkat utilisasi Palapa Ring semakin optimal alias bisa dimanfaatkan
untuk sambungan jaringan sampai ke level last mile (jaringan akhir dekat dengan
konsumen), Bakti Kemenkominfo akan mengupayakan melalui pembangunan proyek Palapa
Ring Integrasi. Proyek ini, menurut rencana, akan menggunakan skema KPBU dengan
nilai proyek Rp 23 triliun. (Yoga)
Hasil Audit Proyek Menara BTS Dikondisikan
Anggota BPK nonaktif, Achsanul Qosasi, didakwa memintaRp 40
miliar ke Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau Bakti
Kemenkominfo Anang Achmad Latif, untuk pengondisian hasil audit BPK atas proyek
pembangunan menara BTS (base transceiver station) 4G. Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan
Agung, Imron Mashadi, mengungkapkan, Achsanul menyalahgunakan kekuasaannya
untuk memperoleh uang 2,64 juta USD atau Rp 40 miliar. Uang itu diterima Achsanul
dari Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama dengan sumber
uang dari Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan atas perintah
Dirut Bakti Anang Achmad Latif.
”Dengan maksud supaya terdakwa Achsanul Qosasi membantu mengkondisikan hasil audit pekerjaan BTS 4G 2021 yang dilaksanakan Bakti Kemenkominfo supaya
mendapatkan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan tidak menemukan kerugian
negara dalam pelaksanaan proyek BTS 4G 2021,” kata jaksa penuntut umum Imron di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/3). Imron mengungkapkan,
hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) 2021 BPK menemukan, proses
perencanaan, pemilihan jenis kontrak, dan pelaksanaan kontrak proyek penyediaan
BTS 4G serta infrastruktur pendukungnya belum sepenuhnya sesuai ketentuan.
Selain itu, nilai antara kontrak pembelian juga berbeda dengan kontrak payung pembangunan
BTS 4G tahun 2021 untuk Paket 1-3.
Hasil pemeriksaan itu juga menemukan potensi pemborosan atas
komponen biaya dalam daftar kuantitas kontrak payung sebesar Rp 1,5 triliun. Lokasi
lahan pembangunan BTS juga belum seluruhnya memperoleh IMB dan didukung surat perjanjian
pinjam pakai lahan. Hal lainnya, ada potensi keterlambatan penyelesaian pekerjaan
proyek BTS 4G dan potensi pengenaan denda keterlambatan pada Paket 1Tahap 1A
dan Paket 2 Tahap 1A. Jaksa mengatakan, Anang memberikan uang tersebut karena
ketakutan BPK akan memberikan penilaian yang merugikan proyek BTS 4G, seperti
kemahalan harga, kelebihan spesifikasi, dan inefisien apabila permintaan
tersebut tidak dipenuhi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









