;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Pasar Cloud Publik Indonesia Berpotensi Tembus USD 2 Miliar

20 Apr 2024
Nilai pasar bisnis komputasi awal publik (public cloud) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 2,14 miliar pada 2024 ini, naik signifikan US$ 0,38 miliar (21,59%) dibandingkan tahun 2023 sebesar US$ 1,76 miliar. Pertumbuhan ditopang oleh perkembangan ekonomi digital dan perusahaan yang membutuhkan  lokasi penyimpanan virtual yang aman di era yang serba terdigitalisasi. Namun jika dibandingkan dengan global, total nilai pasar cloud publik di Indonesia pada 2024 tersebut masih sangat kecil, hanya berkontribusi 0,31% dari total nilai yang mencapai  US$ 690,30 miliar. Sebagian besar pendapatan global dihasilkan di Amerika Serikat senilai US$ 330,50 miliar. Statista, lembaga pemeringkat dan konsultan berbagai sektor  bisnis, menyebutkan bahwa cloud publik mengacu pada perputaran total nilai bisnis/omzet dari transaksi/pendapatan perusahaan yang menyediakan sumber daya dan layanan  komputasi awan kepada individu, bisnis, dan organisasi/perusahaan (Yetede)

Kebutuhan Ahli Keamanan Siber Terus Melonjak

19 Apr 2024

Seiring perkembangan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan ahli keamanan siber juga meningkat. Tanpa pembangunan SDM, pasokan dan kebutuhan yang saat ini sudah senjang akan semakin senjang. Situasi ini menjadi tantangan menuju Indonesia maju sekaligus peluang lowongan kerja bagi generasi muda Tanah Air. Sejumlah kolaborasi di antara pemangku kepentingan mulai muncul. ”Keamanan siber dimulai dengan pengembangan kapasitas SDM. Jika tidak memiliki ahli keamanan siber, akan sangat sulit menjalankan ekonomi digital dalam skala besar,” kata CEO Mastercard, Michael Miebach, dalam wawancara khusus dengan Kompas di Jakarta, Kamis (18/4).

Keamanan siber menjadi salah satu tema yang Michael bicarakan dalam pertemuannya secara terpisah dengan empat menteri Kabinet Indonesia Maju, 17-18 April, yaitu Menteri BUMN ErickThohir, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menkominfo Budi Arie Setiadi. Salah satu tujuan pertemuan Michael dengan para menteri itu adalah menjajaki kemitraan strategis. Pengembangan aspek keamanan siber adalah salah satunya. ”Sebagai bentuk keterlibatan dalam sebuah pasar dan sebagai perusahaan global, kami harus memahami, mendatangi, serta menemui pemerintah untuk mengetahui apa misinya.

Dari pertemuan dengan sejumlah kementerian, visi besar yang hendak dicapai ialah 2045, Indonesia Emas,” katanya.  Ia berpendapat, butuh sebuah pendekatan keamanan siber kuat guna mendapatkan keuntungan dari perkembangan ekonomi digital. ”Pendekatan kami di sini (dengan Indosat) terkait dengan pengembangan kapasitas dan kemitraan dengan universitas, mulai dari membuat kurikulum, pelatihan, hingga akhirnya diharapkan dapat menciptakan efek berganda,” ujar Michael. Kebutuhan ahli keamanan siber dalam jumlah besar vital mengingat ancaman keamanan siber di dunia terus meningkat.

Ancaman keamanan siber diperkirakan dapat menyebabkan kerugian hingga 14 triliun USD pada 2028. Sebuah survei global terbaru menunjukkan, 72 % serangan siber di Asia disebabkan oleh kurangnya tenaga ahli di bidang siber. Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison telah menandatangani nota kesepahaman sekaligus meresmikan kerja sama dalam bentuk Indosat-Mastercard Cybersecurity Center of Excellence (CoE). Kerja sama ini juga melibatkan ITB. Fokus Indosat-Mastercard CoE adalah edukasi, inovasi, serta kolaborasi dengan industri guna meningkatkan kapasitas tenaga ahli bidang siber. (Yoga)

Pekerja Berkeahlian AI di Indonesia Digaji Rp 62 Juta

19 Apr 2024
Para pekerja pada perusahaan startup berkeahlian kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) makin dihargai dan mendapatkan gaji pokok bulanan yang lumayan tinggi di Asia tenggara. Pekerja dengan keahlian tersebut di Indonesia dibayar pada rentang US$ 700 atau Rp 10,96 juta hingga US$ 4.000 atau Rp 62,65 juta per bulan berbasis data akhir tahun 2023 tergantung posisi pekerjaan dan masa kerjanya, dengan asumsi kurs US$ 1 sama dengan sekitar Rp15.662,15. Gaji pokok di Tanah Air tersebut pun sebenarnya masih kalah dibandingkan Vietnam yang pada rentang US$ 900 atau sekitar Rp 14,09 juta hingga US$ 7.100 atau sekitar Rp. 111,20 juta per bulan dengan asumsi kurs yang sama. Perbedaan gaji terjadi antara lain dipengaruhi oleh pasar dan kelangkaan pekerja AI di dua negara. (Yetede)

Apple Tertarik Investasi Smartfren City di IKN

19 Apr 2024

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi  Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Apple, raksasa produsen teknologi informasi dan komunikasi (TIK) asal Amerika Serikat, sangat antusias merespons ajakan  untuk berinvestasi pada  pengembangan kota pintar (Smart City) di kawasan Ibu Kota Nusantara IKN, Kalimantan Timur. Tanggapan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Apple Inc Tim Cook ketika berkunjung dan bertemu dengan Presiden  ( Jokowi ) di Istana Kepresidenan. Menurut Budi Arie, pertemuan itu, Presiden menawarkan peluang investasi pengembangan smart city di IKN, selain dorongan untuk membangun pabrik produk perangkat telekomunikasi, salah satunya smartphone iPhone di Indonesia. "Presiden menyampaikan kepada Apple bagaimana bisa  berpatisipasi dalam pengembangan smart city di IKN," kata Budia Arie. (Yetede)

LAYANAN INTERNET : RT/RW Net Ilegal Ditertibkan

19 Apr 2024

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menertibkan praktik jual kembali layanan internet tanpa izin atau yang biasa disebut RT/RW Net ilegal. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi tengah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada praktik RT/RW Net ilegal di masyarakat. “Kami tertibkan, kami atur [RT/RW Net ilegal]. Tim lagi bekerja untuk mengidentifikasi masalah itu dan melakukan tindakan, termasuk juga dengan koordinasi dengan APJII [Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia],” kata Budi saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/4). 

Sebelumnya, Kemenkominfo melarang penyelenggara jasa akses internet (ISP) untuk memfasilitasi praktik menjual kembali layanan internet kepada pelanggan secara ilegal atau RT/RW Net. Jika melanggar, sanksi yang akan diterima penyelenggara jasa internet adalah ancaman pidana maksimal 10 tahun atau denda Rp1,5 miliar. Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menemukan perjanjian kerja sama (PKS) bodong antara reseller dengan penyedia jasa internet (ISP) yang membuat praktik RT/RW Net ilegal langgeng. RT/RW Net merupakan jaringan internet yang dibangun di lingkungan perumahan, kompleks, atau kawasan permukiman padat penduduk. Sekretaris Umum APJII Zulfadly Syam mengatakan bahwa RT/RW Net legal yang sudah mengantongi izin perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) sebagai penyelanggara jasa layanan jual kembali.

LAYANAN INTERNET : WANTI-WANTI KEHADIRAN STARLINK

17 Apr 2024

Operator telekomunikasi di dalam negeri mesti mewaspadai kehadiran satelit internet Starlink di Indonesia. Uji coba satelit milik Elon Musk itu diyakini bisa membuat industri telekomunikasi di Tanah Air mengalami remapping.n Sejumlah pengamat industri telekomunikasi menilai kehadiran Starlink di Indonesia bisa membuat bisnis operator terancam, bahkan mengalami gulung tikar. Hal itu disebabkan oleh kehadiran layanan internet berbasis satelit orbit rendah tersebut berpotensi memberikan pengaruh kuat terhadap industri telekomunikasi nasional dalam jangka menengah dan panjang. Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa kehadiran Starlink di Indonesia akan banyak memakan bisnis Internet Service Provider (ISP) dan operator telekomunikasi. Imbasnya, ISP dan operator telekomunikasi akan terkena dampak yang cukup signifikan. Bukan hanya ISP, Heru menyebut operator telekomunikasi juga akan tertekan, di mana Starlink akan mengambil pasar operator telekomunikasi di Indonesia. Hal itu memberikan ancaman tersendiri bagi operator telekomunikasi hingga 3—5 tahun ke depan.

“Karena Starlink merupakan trade off dengan rencana investasi Tesla di Indonesia, perlu ada batasan waktu bilamana hingga 6 bulan ke depan Tesla tidak jelas jadi atau tidaknya investasi di Indonesia,” ujarnya. Dia pun mengimbau agar pemerintah terus memantau dampak terhadap ISP dan operator seluler. Heru juga mewanti-wanti Starlink bisa mematok layanan internet yang harga lebih rendah dibandingkan dengan pemain lain. Senada, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa kehadiran Starlink akan berdampak pada penyelenggara telekomunikasi lokal. Dari sisi kecepatan internet, Ian menyampaikan bahwa saat ini di Indonesia berada pada kisaran 10 Mbps, dan diharapkan mencapai minimal 30—100 Mbps per pelanggan sharing. “Dengan Starlink, tentu akan ditawarkan model asimetrik download yang lebih besar dibandingkan dengan upload, download diharapkan berada pada level lebih besar atau sama dengan 30 Mbps, dan upload lebih besar atau sama dengan 5—10 Mbps,” tuturnya. Sementara itu, emiten telekomunikasi punya pandangan berbeda. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) optimistis Starlink bakal berdampak positif pada pertumbuhan pelanggan perusahaan. VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko mengatakan bahwa masuknya Starlink ke Indonesia bakal memicu peningkatan jumlah pelanggan Telkom Group. Pasalnya, TLKM melalui Telkomsat telah bekerja sama dengan Starlink yang bersifat business-to-business (B2B).

Terpisah, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) memandang kehadiran Starlink bisa memberikan pilihan ketersediaan teknologi yang dapat mendukung operator dalam menyediakan layanan Internet kecepatan tinggi khususnya di wilayah pelosok. Head of External Communication XL Axiata Henry Wijayanto mengatakan bahwa kehadiran Starlink di Indonesia menjadi salah satu solusi dalam memberikan layanan ke daerah rural. XL Axiata pun selalu terbuka untuk menjajaki peluang kerja sama dengan semua pihak untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik. SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menilai bahwa masuknya Starlink ke Indonesia akan meningkatkan ekosistem industri telekomunikasi. Pada perkembangan lainnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyampaikan bahwa satelit Starlink milik Elon Musk akan melakukan uji coba perdana di Indonesia, tepatnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Mei 2024. “Rencana uji coba Mei nanti. Kita tunggu saja, tanggalnya belum, tetapi kisarannya pada Mei,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Selasa (16/4).

AS-China dan ”Techno-nationalism”

08 Apr 2024

Teknologi ikut menentukan kemenangan dalam persaingan geopolitik. Pihak yang menguasai sarana penting dalam pengembangan kecerdasan buatan akan unggul. Rivalitas AS dan China dapat dilihat di berbagai bidang, antara lain teknologi. AS mengeluhkan China bisa mencapai kemajuan teknologi seperti sekarang, mampu membuat cip dan produk berbasis kecerdasan buatan, seperti ponsel dan drone, berkat ”bantuan” dari AS, berupa produk cip yang dihasilkan perusahaan AS atau layanan pendidikan tinggi bidang teknologi yang dinikmati mahasiswa China. Maka, dalam upaya menghambat China menguasai teknologi pembuatan cip, pejabat Kementerian Perdagangan AS untuk Urusan Industri dan Keamanan, Alan Estevez, dijadwalkan bertemu pejabat Belanda pekan ini.

Dilaporkan Kompas.id edisi 5 April 2024, pertemuan mereka akan dihadiri pemimpin  perusahaan penghasil mesin pencetak layout sirkuit cip asal Belanda, ASML. Intinya, AS hendak meminta ASML berhenti merawat mesin pencetak layout sirkuit cip yang dimiliki China. Sebelumnya, AS meminta penjualan mesin ASML ke China dihentikan. AS beralasan, jika China mampu memproduksi cip yang kian canggih, keamanan nasional AS terancam. China akan bisa membuat senjata pintar yang menyaingi AS. Pada 2022, AS juga menerapkan US CHIPS and Science Act yang melegalkan pemberian subsidi bagi perusahaan AS yang bergerak di sektor pembuatan cip.

Syaratnya, penerima subsidi tidak boleh memiliki kaitan apa pun dengan China. Semua itu bagian fenomena techno-nationalism, yakni upaya menghambat pertukaran dan penyebaran teknologi atas dasar nasionalisme, juga melarang ekspor dan menghambat alih teknologi, serta menyeleksi super ketat pertukaran ilmuwan/mahasiswa asing. Kondisi ini menyebabkan ketidakmenentuan bagi perusahaan di dunia. Tukar-menukar teknologi dan perdagangan tak bisa lagi dilakukan hanya berdasarkan alasan ekonomi. Dunia telah memasuki era techno-geopolitical uncertainty atau ketidakpastian geopolitik teknologi (Luo and Assche). (Yoga)

Berapa Besar Peluang Sukses Starlink di Indonesia

08 Apr 2024
STARLINK akan menghadirkan layanan untuk masyarakat Indonesia. Paket Internet unlimited seharga Rp 750 ribu per bulan serta perangkat keras senilai Rp 7,8 juta sudah bisa dipesan di situs web mereka. "Kuota tanpa batas," begitu tertulis di halaman web anak usaha Space Exploration Technologies Corp atau SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, tersebut. Starlink menawarkan janji Internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah dengan biaya sebesar itu. Perusahaan menyebutkan paket ini cocok untuk keluarga. 

Namun, dibanding layanan Internet domestik, menurut pakar telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung, Ian Joseph Matheus Edward, tawaran Starlink itu masih terhitung mahal. Dia memperkirakan bisnis Elon Musk sulit bersaing di perkotaan dengan harga tersebut. "Mereka harus bersaing dengan serat optik yang kualitasnya lebih bagus," ujar Ian saat dihubungi, Ahad, 7 April 2024. 

Namun lain cerita jika Starlink menyasar layanan di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar alias 3T. Ongkos pengadaan Internet Starlink merupakan opsi yang murah. Perusahaan tidak perlu membangun infrastruktur seperti serat optik atau menara pemancar alias BTS untuk melayani kawasan tersebut. Bisnis penyedia satelit pun terancam lantaran kapasitasnya tak secanggih Starlink. (Yetede)

Mengapa Operator Telekomunikasi Perlu Merger

08 Apr 2024
PENGGUNAAN teknologi komunikasi nirkabel di Indonesia terus berkembang mengikuti evolusi jaringan seluler. Kemunculan jaringan seluler di Indonesia dimulai dengan teknologi 1G, disusul 2G, hingga akhirnya jaringan 5G diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Mei 2021.

Di tengah perkembangan tersebut, saat ini tersisa empat penyelenggara layanan telekomunikasi besar di Tanah Air. Empat perusahaan itu adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT XL Axiata Tbk, PT Indosat Tbk, serta PT Smartfren Telecom Tbk. Perusahaan operator telekomunikasi tersebut sudah beroperasi di Indonesia sejak beberapa dekade lalu.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah operator seluler terus menyusut. Pada 2015, masih terdapat tujuh perusahaan seluler, yakni PT Hutchison 3 Indonesia atau Tri, XL Axiata, Indosat, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia atau Ceria, PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, Smartfren, dan PT Bakrie Telecom Tbk.
Jumlah itu kemudian berkurang akibat bangkrut atau melakukan merger dan akuisisi. XL Axiata, contohnya. Pada 2014, perusahaan tersebut mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Hal serupa terjadi pada 2022, Tri menggabungkan diri dengan Indosat. (Yetede)

Satelit Starlink Milik Elon Musk Segera Masuk Segmen Ritel Indonesia

05 Apr 2024

Kemenkominfo memastikan layanan telekomunikasi berbasis satelit orbit rendah milik miliarder Elon Musk, Starlink, akan segera hadir secara ritel di Indonesia. Pendirian badan hukum Indonesia telah selesai dilakukan. Sementara pengurusan izin penyelenggara jasa internet dan izin prinsip penyelenggara jaringan tetap tertutup berbasis satelit/VSAT masih berproses menuju final. Dirjen Pos dan Informatika Kemenkominfo Wayan Toni Supriyanto mengatakan, saat ini sudah berdiri PT Starlink Services Indonesia, badan hukum milik Starlink di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan bisnis layanan telekomunikasi berbasis satelit dari daftar negatif investasi (DNI).

Artinya, investor asing bisa menanamkan modalnya di sektor ini di Tanah Air. Bahkan, kepemilikan saham di sektor ini bisa 100 % oleh investor asing. Izin VSAT yang diajukan PT Starlink Services Indonesia, menurut Wayan, sudah lengkap. Adapun izin ISP masih ada yang kurang karena perusahaan itu masih harus menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan perusahaan network access provider (NAP). ”Standardisasi perangkat yang dipakai satelit Starlink sudah diurus Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo,” ujar Wayan, yang ditemui seusai buka puasa bersama Kominfo dengan media, Rabu (3/4) malam, di Jakarta. (Yoga)