LAYANAN INTERNET : WANTI-WANTI KEHADIRAN STARLINK
Operator telekomunikasi di dalam negeri mesti mewaspadai kehadiran satelit internet Starlink di Indonesia. Uji coba satelit milik Elon Musk itu diyakini bisa membuat industri telekomunikasi di Tanah Air mengalami remapping.n Sejumlah pengamat industri telekomunikasi menilai kehadiran Starlink di Indonesia bisa membuat bisnis operator terancam, bahkan mengalami gulung tikar. Hal itu disebabkan oleh kehadiran layanan internet berbasis satelit orbit rendah tersebut berpotensi memberikan pengaruh kuat terhadap industri telekomunikasi nasional dalam jangka menengah dan panjang. Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa kehadiran Starlink di Indonesia akan banyak memakan bisnis Internet Service Provider (ISP) dan operator telekomunikasi. Imbasnya, ISP dan operator telekomunikasi akan terkena dampak yang cukup signifikan. Bukan hanya ISP, Heru menyebut operator telekomunikasi juga akan tertekan, di mana Starlink akan mengambil pasar operator telekomunikasi di Indonesia. Hal itu memberikan ancaman tersendiri bagi operator telekomunikasi hingga 3—5 tahun ke depan.
“Karena Starlink merupakan trade off dengan rencana investasi Tesla di Indonesia, perlu ada batasan waktu bilamana hingga 6 bulan ke depan Tesla tidak jelas jadi atau tidaknya investasi di Indonesia,” ujarnya. Dia pun mengimbau agar pemerintah terus memantau dampak terhadap ISP dan operator seluler. Heru juga mewanti-wanti Starlink bisa mematok layanan internet yang harga lebih rendah dibandingkan dengan pemain lain. Senada, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa kehadiran Starlink akan berdampak pada penyelenggara telekomunikasi lokal. Dari sisi kecepatan internet, Ian menyampaikan bahwa saat ini di Indonesia berada pada kisaran 10 Mbps, dan diharapkan mencapai minimal 30—100 Mbps per pelanggan sharing. “Dengan Starlink, tentu akan ditawarkan model asimetrik download yang lebih besar dibandingkan dengan upload, download diharapkan berada pada level lebih besar atau sama dengan 30 Mbps, dan upload lebih besar atau sama dengan 5—10 Mbps,” tuturnya. Sementara itu, emiten telekomunikasi punya pandangan berbeda. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) optimistis Starlink bakal berdampak positif pada pertumbuhan pelanggan perusahaan. VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko mengatakan bahwa masuknya Starlink ke Indonesia bakal memicu peningkatan jumlah pelanggan Telkom Group. Pasalnya, TLKM melalui Telkomsat telah bekerja sama dengan Starlink yang bersifat business-to-business (B2B).
Terpisah, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) memandang kehadiran Starlink bisa memberikan pilihan ketersediaan teknologi yang dapat mendukung operator dalam menyediakan layanan Internet kecepatan tinggi khususnya di wilayah pelosok. Head of External Communication XL Axiata Henry Wijayanto mengatakan bahwa kehadiran Starlink di Indonesia menjadi salah satu solusi dalam memberikan layanan ke daerah rural. XL Axiata pun selalu terbuka untuk menjajaki peluang kerja sama dengan semua pihak untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik. SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menilai bahwa masuknya Starlink ke Indonesia akan meningkatkan ekosistem industri telekomunikasi. Pada perkembangan lainnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyampaikan bahwa satelit Starlink milik Elon Musk akan melakukan uji coba perdana di Indonesia, tepatnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Mei 2024. “Rencana uji coba Mei nanti. Kita tunggu saja, tanggalnya belum, tetapi kisarannya pada Mei,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Selasa (16/4).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023