;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Telekomunikasi : Tiga Langkah untuk Sehatkan Industri

15 Mar 2019
Pemerintah berupaya menyehatkan industri telekomunikasi melalui konsolidasi, mengatur formula tarif dan mengawasi pelaksanaan wajib registrasi nomor prabayar. Dengan tiga langkah itu, industri telekomunikasi diharapkan semakin sehat dan efisien. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, mengatakan bahwa pemerintah tengah merancang aturan pelaksanaan konsolidasi antar pelaku industri

Rusia Larang Warganya Menghina Pemerintah & Menyiapkan Great Firewall

11 Mar 2019
DPR Rusia mengesahkan undang-undang yang melarang penghinaan terhadap pejabat negara tersebut. Jurnalis di Rusia khawatir, beleid itu menyebabkan media takut menulis berita. Di sisi lain, Rusia juga akan mengontrol internet dan akan menyiapkan semacam Great Firewall di China. Jadi internet tetap ada, tapi tampilan berbeda lantaran mendapat sensor dari pemerintah.

MUFG Bikin Platform Berbasis Blockchain

14 Feb 2019
Ketika di Indonesia masih berkutat di seputar QR Code, pemilik Bank Danamon, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan Akamai Technologies, Inc. berkolaborasi lewat pendirian perusahaan patungan bernama Global Open Network, Inc. (Go-Net). Perusahaan patungan ini akan menawarkan jaringan pembayaran online berbasis blockchain baru yang memungkinkan keamanan, skala, dan responsivitas transaksi generasi berikutnya.
Platform blockchain dari Akamai dapat menangani pemrosesan lebih dari satu juta transaksi per detik dalam latensi dua detik per transaksi. Di samping itu, transaksi yang dijalankan di platform akan diamankan dan dipercepat dengan keamanan cloud serta platform transaksi realtime dalam skala yang luas. Jaringan pembayaran baru ini diharapkan dapat menawarkan layanan terdiferensiasi ke pasar untuk pemrosesan transaksi pembayaran generasi berikutnya.

Perusahaan Rintisan : <em>Agritech</em> dan <em>Healthtech</em> Bermunculan

04 Feb 2019
Tren pembentukan perusahaan rintisan di Indonesia mulai mengalami pergereseran ke sektor teknologi pertanian (agritech) dan kesehatan healthtech. Stefanus Suharjono, Operation Manager Plug and Play Indonesia menyatakan bahwa banyaknya perusahaan teknologi dibidang dagang-el yang telah memiliki ekosistem besar membuat para pengusaha perusahaan rintisan mulai melirik peluang dibidang baru seperti kesehatan dan logistik. Ada (perusahaan rintisan) yang sudah mulai meneliti psikologi secara online supaya orang yang takut buat ke psikolog karena stigma,bisa dilayani.
Stefanus menambahkan, pada tahun ini pihaknya juga menyelenggarakan program akselerator batch 4 yang menyeleksi 21 perusahaan rintisan yang terdiri dari 14 perusahaan lokal dan 7 perusahaan internasional yang berasal dari Singapura, India, Amerika Serikat dan Filipina. Beberapa perusahaan yang akan masuk dalam binaan Plug and Play antara lain : CoinHako, Magpie.IM Inc, Vymo, Pal Network, Intello Labs, Intelitaap, dan aquifi Inc. Kebanyakan perusahaan tersebut bergerak dibidang teknologi asuransi, pertanian,kesehatan dan IoT (internet of things).Perusahaan teknologi asal Indonesia yang masuk ke batch 4 ini termasuk InstaMoney,Emvazo, PayOK, Bizhare, BFarm.id, Bandingin, ATMSehat, RaRa Delivery, Lacak.io,LogicNesia,Piniship, Madhag dan Redkendi.
Stefanus juga menyebut bahwa saat ini perusahaan logistik yang ada di Indonesia kebanyakan bersifat tradisional dan jasa pengiriman dalam waktu 2 hingga 3 hari. Sementara itu, pengiriman dari jasa on demand seperti Go-Send dan Grab-express menawarkan harga yang cukup mahal berdasarkan jarak. Menurutnya, perusahaanya berada di tengah-tengah mode tradisional dan on demand. Plug and Play Indonesia menawarkan pelayanan cash collection dengan menggunakan teknologi optimasi real time. Sejauh ini dia mengaku telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari angel investor. Setelah mengikuti program akselerator, pihaknya berharap dapat menggalang pendanaan berupa seed funding dengan kebutuhan mencapai uS$ 500.000.

Grab Raih 3 Miliar Perjalanan di Asia Tenggara

30 Jan 2019
Grab, platform ride-hailing secara online terbesar di Asia Tenggara mengumumkan pencapaian perjalanan yang telah mencapai 3 miliar perjalanan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2012. Pencapaian 3 miliar perjalanan itu terjadi tepat pukul 20:34:32 (WIB) pada Minggu, 20 Januari 2019.

Ledakan Era Digital Tak Menolong Bisnis Operator

29 Jan 2019
Di balik booming ekonomi digital, laju bisnis telekomunikasi Indonesia justru tersendat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pendapatan perusahaan telekomunikasi tahun lalu menyusut 6% y.o.y. Segmen bisnis yang menurun paling tajam adalah layanan suara (voice) dan pesan singkat (SMS) yang merosot 30% y.o.y. Bukan hanya itu, segmen layanan data yang digadang-gadang sebagai bisnis masa depan telekomunikasi nyatanya juga belum banyak bisa diharapkan. Pada 2018, pendapatan per megabita menurun 17% (y.o.y), akibat perang tarif layanan data. Kebijakan registrasi kartu turut menyumbang penurunan jumlah pelanggan.

[Opini] Mewaspadai Inovasi Teknologi

24 Jan 2019
Inovasi teknologi yang berlangsung belakangan ini diibaratkan air yang tenang dan terlihat terkendali, namun sesungguhnya menyimpan cekungan dan pusaran kuat yang mematikan. Setidaknya ada dua pengaruh yang patut diwaspadai. Pertama, teknologi memungkinkan proses mekanisasi yang dapat menggantikan jenis pekerjaan dengan tingkat keterampilan rendah (low-skill jobs). Kedua, inovasi teknologi yang ada saat ini sebenarnya hanyalah pijakan bagi akselerasi inovasi teknologi yang lebih canggih. Akibatnya, gab antara inovasi teknologi dan ketidaksetaraan sosial (inequality) akan selalu ada.
Tentu saja, tidak semua jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin dan teknologi. Inovasi teknologi telah berhasil mengatasi masalah kelangkaan (scarcity). Namun demikian, eksternalitas jejaring yang dibawa oleh produk teknologi justru menimbulkan masalah baru: "kelebihan" (excess), seperti kemacetan, sampah, polusi udara, hoax, hingga obesitas.
Dalam konsep zero-sum-game, kelebihan satu sisi dapat menjadi kekurangan sisi lain. Dus, intervensi kita mutlak diperlukan agar arah pengembangan inovasi teknologi tidak semata didorong oleh motif mencari laba.

Platform Pemesanan Tiket : Travelstop Garap Pasar Korporasi

24 Jan 2019
Potensi pasar perjalanan bisnis di Indonesia yang makin besar membuat Travelstop, perusahaan rintisan Singapura yang mengkhususkan diri dibidang manajemen perjalanan bisnis, melebarkan sayapnya ke Tanah Air. Perusahaan yang telah mendapatkan pendanaan tahap awal senilai US$ 1,2 juta dari Seedplus, Expedia dan Yahoo itu pertama kali meluncurkan layananya pada Agustus 2018. Travelstop telah hadir di tujuh wilayah Asia yaitu: Indonesia, Thailand, Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Vietnam.

Core Tax System Berefek Tahun 2021

23 Jan 2019
Pengadaan sistem teknologi informasi baru DJP berdasarkan Perpres nomor 40/2018. Namun, sistem core system baru akan beroperasi mulai 2021, dan efektif sepenuhnya pada 2023. Pada saat ini, pengadaan masih memasuki tahapan procurement atau bidding agen pengadaan. Agen akan bertugas melaksanakan lelang, sekaligus menentukan pemenangnya. Selanjutnya, pada tahun depan, memasuki tahap deployment alias pendefinisian semua proses bisnis oleh Ditjen Pajak.

Bappenas Proyeksi 6 Teknologi Bakal Berkembang di Indonesia

22 Jan 2019
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan, ada enam teknologi yang bakal diadopsi secara masif di Indonesia. Namun, di saat yang sama, ada hal-hal yang perlu diantisipasi. Yang pertama adalah teknologi digital, seperti komputasi awan (cloud computing), mobile internet, dan automation. Kedua, teknologi yang mengurangi jarak dan tenaga seperti Internet of Things (IoT), 3D Printing; dan Nano Technology. Ketiga, terkait energi seperti sinar matahari, angin, nuklir, bio, atau geothermal. Keempat, teknologi di bidang kesehatan. "Kami harus memaksimalkan peluang yang didapat dari teknologi, seperti meningkatkan produktivitas," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di dalam acara GovPay GovNext di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (22/1). (Baca: Bappenas Ajak Swasta Tingkatkan Anggaran Riset hingga 2% dari PDB) Kelima, blockchain yang mengombinasikan kecerdasan buatan dan big data. Keenam, program algoritma genetika. "Kami sudah coba untuk menggunakan data statistik dan big data untuk mengoptimalkan manfaatnya," ujar dia. Hanya, ia menyadari bahwa teknlologi juga bisa memberi dampak negatif. Terhadap pekerjaan misalnya, yang bersifat rutin manual, dan kognitif akan tergantikan oleh teknologi. Jika itu terjadi, pemerintah harus mengantisipasi dampaknya terhadap kesenjangan pendapatan dan stabilitas ekonomi.