Kategori
Teknologi
( 1193 )Perusahaan Rintisan : <em>Agritech</em> dan <em>Healthtech</em> Bermunculan
04 Feb 2019
Tren pembentukan perusahaan rintisan di Indonesia mulai mengalami pergereseran ke sektor teknologi pertanian (agritech) dan kesehatan healthtech. Stefanus Suharjono, Operation Manager Plug and Play Indonesia menyatakan bahwa banyaknya perusahaan teknologi dibidang dagang-el yang telah memiliki ekosistem besar membuat para pengusaha perusahaan rintisan mulai melirik peluang dibidang baru seperti kesehatan dan logistik. Ada (perusahaan rintisan) yang sudah mulai meneliti psikologi secara online supaya orang yang takut buat ke psikolog karena stigma,bisa dilayani.
Stefanus menambahkan, pada tahun ini pihaknya juga menyelenggarakan program akselerator batch 4 yang menyeleksi 21 perusahaan rintisan yang terdiri dari 14 perusahaan lokal dan 7 perusahaan internasional yang berasal dari Singapura, India, Amerika Serikat dan Filipina. Beberapa perusahaan yang akan masuk dalam binaan Plug and Play antara lain : CoinHako, Magpie.IM Inc, Vymo, Pal Network, Intello Labs, Intelitaap, dan aquifi Inc. Kebanyakan perusahaan tersebut bergerak dibidang teknologi asuransi, pertanian,kesehatan dan IoT (internet of things).Perusahaan teknologi asal Indonesia yang masuk ke batch 4 ini termasuk InstaMoney,Emvazo, PayOK, Bizhare, BFarm.id, Bandingin, ATMSehat, RaRa Delivery, Lacak.io,LogicNesia,Piniship, Madhag dan Redkendi.
Stefanus juga menyebut bahwa saat ini perusahaan logistik yang ada di Indonesia kebanyakan bersifat tradisional dan jasa pengiriman dalam waktu 2 hingga 3 hari. Sementara itu, pengiriman dari jasa on demand seperti Go-Send dan Grab-express menawarkan harga yang cukup mahal berdasarkan jarak. Menurutnya, perusahaanya berada di tengah-tengah mode tradisional dan on demand. Plug and Play Indonesia menawarkan pelayanan cash collection dengan menggunakan teknologi optimasi real time. Sejauh ini dia mengaku telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari angel investor. Setelah mengikuti program akselerator, pihaknya berharap dapat menggalang pendanaan berupa seed funding dengan kebutuhan mencapai uS$ 500.000.
Stefanus menambahkan, pada tahun ini pihaknya juga menyelenggarakan program akselerator batch 4 yang menyeleksi 21 perusahaan rintisan yang terdiri dari 14 perusahaan lokal dan 7 perusahaan internasional yang berasal dari Singapura, India, Amerika Serikat dan Filipina. Beberapa perusahaan yang akan masuk dalam binaan Plug and Play antara lain : CoinHako, Magpie.IM Inc, Vymo, Pal Network, Intello Labs, Intelitaap, dan aquifi Inc. Kebanyakan perusahaan tersebut bergerak dibidang teknologi asuransi, pertanian,kesehatan dan IoT (internet of things).Perusahaan teknologi asal Indonesia yang masuk ke batch 4 ini termasuk InstaMoney,Emvazo, PayOK, Bizhare, BFarm.id, Bandingin, ATMSehat, RaRa Delivery, Lacak.io,LogicNesia,Piniship, Madhag dan Redkendi.
Stefanus juga menyebut bahwa saat ini perusahaan logistik yang ada di Indonesia kebanyakan bersifat tradisional dan jasa pengiriman dalam waktu 2 hingga 3 hari. Sementara itu, pengiriman dari jasa on demand seperti Go-Send dan Grab-express menawarkan harga yang cukup mahal berdasarkan jarak. Menurutnya, perusahaanya berada di tengah-tengah mode tradisional dan on demand. Plug and Play Indonesia menawarkan pelayanan cash collection dengan menggunakan teknologi optimasi real time. Sejauh ini dia mengaku telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari angel investor. Setelah mengikuti program akselerator, pihaknya berharap dapat menggalang pendanaan berupa seed funding dengan kebutuhan mencapai uS$ 500.000.
Grab Raih 3 Miliar Perjalanan di Asia Tenggara
30 Jan 2019
Grab, platform ride-hailing secara online terbesar di Asia Tenggara mengumumkan pencapaian perjalanan yang telah mencapai 3 miliar perjalanan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2012. Pencapaian 3 miliar perjalanan itu terjadi tepat pukul 20:34:32 (WIB) pada Minggu, 20 Januari 2019.
Ledakan Era Digital Tak Menolong Bisnis Operator
29 Jan 2019
Di balik booming ekonomi digital, laju bisnis telekomunikasi Indonesia justru tersendat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pendapatan perusahaan telekomunikasi tahun lalu menyusut 6% y.o.y. Segmen bisnis yang menurun paling tajam adalah layanan suara (voice) dan pesan singkat (SMS) yang merosot 30% y.o.y. Bukan hanya itu, segmen layanan data yang digadang-gadang sebagai bisnis masa depan telekomunikasi nyatanya juga belum banyak bisa diharapkan. Pada 2018, pendapatan per megabita menurun 17% (y.o.y), akibat perang tarif layanan data. Kebijakan registrasi kartu turut menyumbang penurunan jumlah pelanggan.
[Opini] Mewaspadai Inovasi Teknologi
24 Jan 2019
Inovasi teknologi yang berlangsung belakangan ini diibaratkan air yang tenang dan terlihat terkendali, namun sesungguhnya menyimpan cekungan dan pusaran kuat yang mematikan. Setidaknya ada dua pengaruh yang patut diwaspadai. Pertama, teknologi memungkinkan proses mekanisasi yang dapat menggantikan jenis pekerjaan dengan tingkat keterampilan rendah (low-skill jobs). Kedua, inovasi teknologi yang ada saat ini sebenarnya hanyalah pijakan bagi akselerasi inovasi teknologi yang lebih canggih. Akibatnya, gab antara inovasi teknologi dan ketidaksetaraan sosial (inequality) akan selalu ada.
Tentu saja, tidak semua jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin dan teknologi. Inovasi teknologi telah berhasil mengatasi masalah kelangkaan (scarcity). Namun demikian, eksternalitas jejaring yang dibawa oleh produk teknologi justru menimbulkan masalah baru: "kelebihan" (excess), seperti kemacetan, sampah, polusi udara, hoax, hingga obesitas.
Dalam konsep zero-sum-game, kelebihan satu sisi dapat menjadi kekurangan sisi lain. Dus, intervensi kita mutlak diperlukan agar arah pengembangan inovasi teknologi tidak semata didorong oleh motif mencari laba.
Tentu saja, tidak semua jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin dan teknologi. Inovasi teknologi telah berhasil mengatasi masalah kelangkaan (scarcity). Namun demikian, eksternalitas jejaring yang dibawa oleh produk teknologi justru menimbulkan masalah baru: "kelebihan" (excess), seperti kemacetan, sampah, polusi udara, hoax, hingga obesitas.
Dalam konsep zero-sum-game, kelebihan satu sisi dapat menjadi kekurangan sisi lain. Dus, intervensi kita mutlak diperlukan agar arah pengembangan inovasi teknologi tidak semata didorong oleh motif mencari laba.
Platform Pemesanan Tiket : Travelstop Garap Pasar Korporasi
24 Jan 2019
Potensi pasar perjalanan bisnis di Indonesia yang makin besar membuat Travelstop, perusahaan rintisan Singapura yang mengkhususkan diri dibidang manajemen perjalanan bisnis, melebarkan sayapnya ke Tanah Air. Perusahaan yang telah mendapatkan pendanaan tahap awal senilai US$ 1,2 juta dari Seedplus, Expedia dan Yahoo itu pertama kali meluncurkan layananya pada Agustus 2018. Travelstop telah hadir di tujuh wilayah Asia yaitu: Indonesia, Thailand, Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Vietnam.
Core Tax System Berefek Tahun 2021
23 Jan 2019
Pengadaan sistem teknologi informasi baru DJP berdasarkan Perpres nomor 40/2018. Namun, sistem core system baru akan beroperasi mulai 2021, dan efektif sepenuhnya pada 2023. Pada saat ini, pengadaan masih memasuki tahapan procurement atau bidding agen pengadaan. Agen akan bertugas melaksanakan lelang, sekaligus menentukan pemenangnya. Selanjutnya, pada tahun depan, memasuki tahap deployment alias pendefinisian semua proses bisnis oleh Ditjen Pajak.
Bappenas Proyeksi 6 Teknologi Bakal Berkembang di Indonesia
22 Jan 2019
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan, ada enam teknologi yang bakal diadopsi secara masif di Indonesia. Namun, di saat yang sama, ada hal-hal yang perlu diantisipasi.
Yang pertama adalah teknologi digital, seperti komputasi awan (cloud computing), mobile internet, dan automation. Kedua, teknologi yang mengurangi jarak dan tenaga seperti Internet of Things (IoT), 3D Printing; dan Nano Technology.
Ketiga, terkait energi seperti sinar matahari, angin, nuklir, bio, atau geothermal. Keempat, teknologi di bidang kesehatan. "Kami harus memaksimalkan peluang yang didapat dari teknologi, seperti meningkatkan produktivitas," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di dalam acara GovPay GovNext di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (22/1).
(Baca: Bappenas Ajak Swasta Tingkatkan Anggaran Riset hingga 2% dari PDB)
Kelima, blockchain yang mengombinasikan kecerdasan buatan dan big data. Keenam, program algoritma genetika. "Kami sudah coba untuk menggunakan data statistik dan big data untuk mengoptimalkan manfaatnya," ujar dia.
Hanya, ia menyadari bahwa teknlologi juga bisa memberi dampak negatif. Terhadap pekerjaan misalnya, yang bersifat rutin manual, dan kognitif akan tergantikan oleh teknologi. Jika itu terjadi, pemerintah harus mengantisipasi dampaknya terhadap kesenjangan pendapatan dan stabilitas ekonomi.
Eropa Menekan Pajak Perusahaan Teknologi
21 Jan 2019
Eropa sepakat pungut pajak lebih tinggi bagi Google, Facebook dan sebagainya. Aturan ini mencegah raksasa digital menghindar dari pajak di Eropa.
[Kripto] Melaju Tinggi saat yang Lain Melesu
21 Jan 2019
Diam-diam, harga Tron (TRX) terus melesat. Harganya sempat mencapai level tertinggi di US$ 0,034225. Sementara itu, kripto lain seperti Bitcoin (BTC), Ripple (XRP), dan Ethereum (ETH) nilainya anjlok cukup tajam.
TRX diciptakan untuk memecahkan masalah kontrol konten oleh perusahaan raksasa seperti Google, Toutube, Apple, Spotify, dan lainnya. Jika Anda seorang pencipta konten yang ingin menghasilkan uang melalui internet, Anda harus melalui 'perantara' yang dilakoni oleh perusahaan raksasa tersebut. Pihak 'perantara' tadi sekaligus mengambil sebagian keuntungan yang diperoleh berdasarkan jumlah klik, banyaknya like, menonton atau mendengar. Platform tersebut memiliki kontrol penuh atas berapa banyak bayaran yang diterima pembuat konten. Mereka juga wewenang untuk menyensor apa yang diciptakan pembuat konten.
Nah, Tron berupaya menghilangkan 'perantara' dan mengembalikan semua potensi penghasilan ke pencipta konten. Ini berarti ketika pengguna protokol Tron membuat konten, misalnya video, mereka dapat mengunggahnya langsung ke blockchain Tron dan mendapatkan bayaran berdasarkan seberapa viral video tersebut. Pemilik konten menerima kompensasi berdasarkan view, like, dan tepuk tangan tanpa terkena potongan dari perusahaan besar seperti Youtube.
TRX diciptakan untuk memecahkan masalah kontrol konten oleh perusahaan raksasa seperti Google, Toutube, Apple, Spotify, dan lainnya. Jika Anda seorang pencipta konten yang ingin menghasilkan uang melalui internet, Anda harus melalui 'perantara' yang dilakoni oleh perusahaan raksasa tersebut. Pihak 'perantara' tadi sekaligus mengambil sebagian keuntungan yang diperoleh berdasarkan jumlah klik, banyaknya like, menonton atau mendengar. Platform tersebut memiliki kontrol penuh atas berapa banyak bayaran yang diterima pembuat konten. Mereka juga wewenang untuk menyensor apa yang diciptakan pembuat konten.
Nah, Tron berupaya menghilangkan 'perantara' dan mengembalikan semua potensi penghasilan ke pencipta konten. Ini berarti ketika pengguna protokol Tron membuat konten, misalnya video, mereka dapat mengunggahnya langsung ke blockchain Tron dan mendapatkan bayaran berdasarkan seberapa viral video tersebut. Pemilik konten menerima kompensasi berdasarkan view, like, dan tepuk tangan tanpa terkena potongan dari perusahaan besar seperti Youtube.
Bank Syariah Kian Agresif Gaet Tekfin
21 Jan 2019
Sejumlah bank syariah semakin agresif menjajaki peluang kerjasama dengan pelaku bisnis teknologi finansial untuk meningkatkan ekspansi pembiayaan serta memperluas basis nasabah. OJK tengah merancang dua skema kerja sama bank syariah dengan perusahaan tekfin untuk meningkatkan daya saing bank syariah. Pertama, kerja sama dengan skema shadow investor (investor bayangan). Dalam skema tersebut, bank syariah dengan perusahaan tekfin kepada investor. Namun, dalam penawaran tersebut tidak diberitahukan kepada investor bahwa proyek pembiayaan tersebut dimotori oleh bank syariah. Kedua, OJK membuat skema outsourcing platform yang merupakan kerjasama antara bank syariah dengan perusahaan tekfin. Hampir mirip dengan skema pertama, perbedaanya hanya terletak pada informasi yang lebih terbuka kepada investor mengenai bank syariah sebagai promotor pembiayaan. Pola kerja sama antara bank syariah dengan perusahaan tekfin terus berkembang dan menjangkau berbagai lini bisnis.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023







