;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Mitratel Akuisisi Emiten Tower Grup Sinar Mas di Semester I-2024

19 Jan 2024
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengatakan akan mengakuisi saham  emiten penyewaan menara telekomunikasi (tower Grup Sinar Mas, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) pada semester I-2024. Akuisisi IBST akan menjadi transaksi  terbesar perseroan pada tahun ini. IBST merupakan perusahaan yang bergerak di industri jasa telekomunikasi nirkabel yang hampir memiliki 16.642 km serat optik di fiber to the building  (FTTB) fiber to the home (FTTH), fiber to the tower (FTTT), bersama dengan 3.383 menara telekomunikasi. Saat ini, sebanyak 79,88% saham dimiliki PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (Grup Sinar Mas), dan 11,62% saham dimiliki publik. Direktur investasi sekaligus  Sekretaris Perusahaan Mitratel menyampaikan bahwa rencana transaksi tersebut sampai saat ini masih dalam proses, sehingga perseroan belum dapat mengumumkan besaran nilai transaksinya. (Yetede)

Telkom Garap Infrastruktur Telekomunikasi di IKN

16 Jan 2024
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi terpilih sebagai penyedia infrastruktur bersama untuk telekomunikasi (shared infrastructur of telecommunication) di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama PT Indonesia Comnets Plus (PLN Icon Plus). Keduanya akan menjadi penyedia jaringan fiber optic (FO) dan menara based transciever station (BTS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A IKN. Telkom telah menyiapkan dana awal sebesar Rp 280 miliar untuk menggarap proyek tersebut. VP Data Protection PT Telkom Indonesia Tbk Rizal Akbar menjelaskan bahwa angka Rp 280 miliar tersebut merupakan investasi  perseroan pada tahap awal  dengan menyesuaikan trafik di KIPP 1A. Otorita IKN (OIKN) mengestimasi penduduk KIPP 1A pada tahun awal sebanyak 400 ribu orang, dan bakal terus bertambah dalam tiga tahun kedepan. (Yetede)

Pemerintah Janjikan Insentif Biaya Frekuensi

15 Jan 2024
Pemerintah akan memberikan insentif untuk membantu penyehatan industri telekomunikasi seluler. Insentif tersebut menyasar ke biaya hak penggunaan spektrum frekuensi yang wajib dibayar operator. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail di sela-sela acara Ngopi Bareng Kominfo, akhir pekan lalu, di Jakarta. (Yoga)

Internet Kabel RI Tak Banyak Berubah pada 2023

13 Jan 2024
Kecepatan internet berbasis jaringan kabel serta optik (fixed broadbrand) di Indonesia (RI) tak banyak berubah karena  masuk dalam katagori lambat pada posisi ke-8 dari 11 negara yang diukur dikawasan Asia Tenggara pada akhir 2023. Kecepatan internet kabel untuk unduh (download) di tanah Air hanya sedikit  membaik dalam skala mega byte per second (Mbps) dan hanya menang dibandingkan tiga negara di kawasan, yakni Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste. Menurut data Speedtest Global Indeks by Ookla, kecepatan internet kabel Indonesia sedikit membaik menjadi 28,34 Mbps pada November 2023 dari periode Desember 2022 sebelumnya 25,45 Mbps. Namun peringkatnya justru  memburuk pada posisi ke-124 dari setahun yang lalu masih diurutan 119 global dari 181 negara yang diukur. (Yetede)

Sumber Bisnis Baru di Fiber Optik

11 Jan 2024
Performa PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TOWR) kembali pulih di kuartal ketiga 2023. Kinerja emiten yang dikendalikan Saratoga (SRTG) ini diharapkan semakin membaik di 2024, sejalan dengan digitalisasi di Indonesia. Selama periode Januari hingga September 2023, TBIG mencetak pendapatan senilai Rp 4,95 triliun. Pendapatan TBIG hanya naik tipis 0,63% secara tahunan alias year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,92 triliun. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penurunan kinerja TBIG karena membengkaknya biaya operasional selama sembilan bulan pertama di 2023. Namun, Sukarno mengamati sudah mulai ada perbaikan yang dialami TBIG. "Prospek kinerja emiten menara telekomunikasi seperti TBIG di tahun 2024 masih akan positif, seiring dengan ekspansi jaringan 5G di Indonesia," jelas Sukarno, Rabu (10/1). Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menjangkau 90% dari populasi Indonesia dengan jaringan 5G pada 2024. Untuk mencapai target tersebut, operator telekomunikasi perlu melakukan ekspansi jaringan 5G yang dapat membawa katalis positif untuk perusahaan menara telekomunikasi seperti TBIG. Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis melihat, pendapatan dari segmen fiber to the tower (FTTT) meningkat 20,6% secara kuartalan dan melesat 338,3% secara tahunan, serta berkontribusi 6% terhadap total pendapatan di kuartal III 2023. Menurut Niko, TBIG mempunyai kemampuan membangun aliran pendapatan baru dari fiber optik, sehingga menjaga perolehan arus kas. "TBIG juga berada pada posisi yang baik untuk pertumbuhan masa depan di wilayah luar Jawa," tutur Niko. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli dan Jonghoon Won mengamati pertumbuhan penyewa baru terpantau melambat, dengan penambahan 137 penyewa pada kuartal ketiga 2023. Sehingga ini menyebabkan sedikit penurunan pada rasio penyewaan menjadi 1,87 kali pada kuartal ketiga 2023 daripada 1,88 kali pada kuartal sebelumnya. Namun, tarif sewa menara tetap stabil di Rp 13,5 juta per bulan, dan TBIG mengelola 22.175 lokasi menara dengan 41.455 penyewa pada akhir September 2023. Christopher menilai, prospek emiten menara ini tetap positif karena hubungan yang erat dengan operator telekomunikasi besar. Basis pelanggan utama TBIG terdiri dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, terutama Telkomsel, IOH, dan XL Axiata. Christopher mempertahankan rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.270 per saham. Ada risiko tingkat sewa yang rendah, pertumbuhan serat optik yang lebih lambat, serta EPS yang rendah karena tingginya biaya utang.

Pengelolaan Bisnis Pusat Data Dioptimalkan

10 Jan 2024

Operator telekomunikasi seluler ramai-ramai melepas aset fasilitas pusat data. Aksi korporasi ini tidak membuat industri pusat data meredup, tetapi justru bisa lebih optimal. Operator telekomunikasi seluler yang memutuskan melepas aset fasilitas pusat data yaitu PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) dan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren). Pada Desember 2023, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indosat Ooredoo Hutchison melepas sisa aset fasilitas pusat data pada PT Starone Mitra Telekomunikasi atauBDx Indonesia. Total nilai transaksi yang diperoleh oleh Indosat Rp 2,625 triliun. BDx Indonesia yang bergerak di pusat data adalah perusahaan joint venture antara PT Aplikanusa Lintasarta, anak usaha Indosat Ooredoo Hutchison, dan BDx Asia Data Center Holdings Pte Ltd. Keputusan manajemen Indosat Ooredoo Hutchison melepas sisa aset pusat data mempertimbangkan agar BDx Indo-nesia dapat lebih optimal mengembangkan bisnis pusat data di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (Idpro) Hendra Suryakusuma, saat dihubungi terpisah, berpendapat, rata-rata operator telekomunikasi seluler tengah fokus ke bisnis solusi teknologi. Jika bisnis ini mau dikuatkan agar mampu melayani konsumen, bisnis hulu berupa infrastruktur dilepas ke pihak lain. ”Mengembangkan bisnis pusat data perlu keahlian yang berbeda dengan bisnis telekomunikasi,” ujarnya. Menurut Hendra, bisnis pusat data di Indonesia tetap akan kemilau. Sebab, penetrasi peng-guna internet di Indonesia sudah menyentuh 70 % dari total populasi penduduk. Pada akhir Desember 2023, kapasitas pusat data di antara perusahaan pusat data anggota Idpro sudah mencapai 300 MW.

Kapasitas ini diyakini lebih tinggi karena ada perusahaan teknologi bangun sendiri, seperti AWS dan Microsoft. Pada 2024, di antara perusahaan anggota Idpro masih akan menambah 300 MW lagi. Hendra memperkirakan tahun 2030 kapasitas pusat data di Indonesia bisa menyentuh di atas 2 gigawatt (GW). ”Keputusan Pemerintah Singapura untuk melarang pembangunan fasilitas pusat data berkapasitas besar di negaranya akan mendorong investasi di negara-negara sekitar. Tantangan Indonesia cuma perizinan yang masih dianggap investor kalah mudah dengan negara ASEAN lainnya,” ucapnya. Menurut laporan ”2023 Global Data Center Market Comparison” yang dirilis oleh Cushman and Wakefield, pasar pusat data di kawasan Asia Pasifik meningkat, seperti di Bangkok, Johor, Ho Chi Minh, dan Manila. (Yoga)

Kemenkominfo Minta X Turunkan 107 Akun Iklan Judi Daring

10 Jan 2024
Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta perusahaan platform X (dulu Twitter) menurunkan 107 akun di X yang ketahuan digunakan untuk iklan judi daring yang dapat merusak ekonomi masyarakat.  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, Selasa (9/1/2024), di Jakarta, mengatakan, langkah tersebut diambil dalam rangka mengupayakan ruang digital yang bersih sesuai dengan amanat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Surat teguran bernomor R-09/M.KOMINFO/AI.05.02/01/2024 itu dikeluarkan Selasa. Sebelumnya, teguran yang sama juga disampaikan pada Meta. (Yoga)

TRANSFORMASI BISNIS, Tanggap dan Jeli Merespons Perubahan

09 Jan 2024

Jeli melihat perubahan zaman dan tren konsumsi masyarakat menjadi salah satu kunci perusahaan agar bisa bertahan dan tumbuh berkelanjutan. Menjawab kebutuhan masyarakat dan menggali potensi pasar juga menjadi bagian integralnya. Demikian, pesan yang dibagikan Dirut PLN Icon Plus Ari Rahmat Indra Cahyadi dan Wakil Presiden Direktur Asia Pulp Paper (APP) Suhendra Wiriadinata pada acara CEO Talks Kompas100 CEO Forum 2023 Powered by PLN. Masing-masing membagikan pengalamannya pada 1 Desember 2023 dan 17 November 2023. Ari menjelaskan, PT PLN Icon Plus adalah anak usaha PT PLN yang bergerak di bidang penyedia jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi digital bagi pelanggan. ”Jadi, kami punya major concern jadi value leverage ke publik dari layanan digitalisasi kelistrikan,” ujar Ari. PLN Icon Plus sudah memiliki 45 juta dari 85 juta pelanggan listrik yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk menikmati layanan ini. Digitalisasi, menurut Ari, sudah menjadi tren global.

Namun, isu pemerataan akses internet masih belum dirasakan di sejumlah daerah di Tanah Air. Berbekal infrastruktur kelistrikan dari PLN, PLN Icon Plus hadir menyambung koneksi digital di daerah-daerah itu. ”Kami menjangkau masyarakat suburban dan rural,” ujar Ari. Selain memperluas akses internet ke daerah-daerah, pihaknya menggali potensi bisnis dengan mengakomodasi perubahan tren konsumsi masyarakat akan internet yang tak sekadar konten atau bermain gim, tetapi bagaimana masyarakat melihat seberapa jauh konsumsi listrik dari solar panelnya atau CCTV-nya melalui jaringan internet. Pihaknya juga bekerja sama dengan banyak perusahaan rintisan teknologi untuk menciptakan permintaan akan layanan internet.

Suhendra menyatakan, perkembangan zaman, teknologi, dan tren gaya hidup digital makin mengurangi penggunaan kertas. Ini adalah keniscayaan. ”Kita tidak bisa lari dari era digitalisasi, otomasi, dan sebagainya. Maka, kami harus merespons segala perubahan itu,” ujar Suhendra. APP memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menggunakan otomasi mesin dari industri hulu hingga hilir. Ini meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Digitalisasi menciptakan peluang baru yang dimanfaatkan perusahaan. Misalnya, seiring maraknya perdagangan digital, meningkat pula kebutuhan kertas kemasan untuk membungkus barang e-dagang. Pihaknya juga terus berinovasi menciptakan produk yang dibutuhkan masyarakat, misalnya, tisu untuk lap tangan, yang juga untuk tisu dapur dengan spesifikasi ramah lingkungan. (Yoga)

JASA KEUANGAN, Risiko Kejahatan Siber 2024 Dinilai Masih Tinggi

09 Jan 2024

Potensi risiko kejahatan siber masih menjadi ancaman yang mengintai sektor jasa keuangan Tanah Air pada 2024. Berkaca dari tahun sebelumnya, kapasitas sumber daya internal perusahaan dinilai perlu diperhatikan guna mengantisipasi atau meminimalkan risiko terkait ancaman kejahatan siber. Indonesian Financial Group (IFG) Progress, dalam Economic Bulletin Issue 43 bertajuk ”Potret Risiko pada Sektor Jasa Keuangan dan Sektor Riil Tahun 2023” yang dirilis akhir tahun 2023, menemukan, aspek keamanan data dan informasi atau kejahatan siber menjadi risiko tertinggi pada  sektor jasa keuangan, baik dilihat dari potensi maupun dampaknya terhadap bisnis. Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman menyampaikan, survei tersebut dilakukan jauh sebelum terjadi gejolak global, seperti konflik di Timur Tengah dan gejolak menjelang tahun politik. Namun, berbagai risiko selama tahun 2023 juga berpotensi terjadi pada 2024 dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi.

”Secara struktural, risiko 2024 dimungkinkan akan sama dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan kompleksitas yang lebih tajam, baik dari aspek internal maupun eksternal. Risiko tersebut diharapkan dapat termoderasi dengan adanya regulasi terkait keamanan siber, seperti implementasi UU PDP (UU Pelindungan Data Pribadi),” tuturnya saat dihubungi dari Jakarta, Senin (8/1/2024). Berdasarkan National Cybersecurity Index (NCSI) 2023, Indonesia berada pada peringkat ke-49 di dunia dengan indeks 63,64 atau terpaut 31,17 basis poin dari Belgia yang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat keamanan siber terbaik. Terkait dengan keamanan siber sektor jasa keuangan, kajian IFG Progress juga menemukan, keterbatasan kompetensi menjadi tantangan terbesar dalam meningkatkan kapasitas internal.

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC) Pratama Persadha menyebutkan, sektor jasa keuangan menjadi salah satu target utama para aktivis sekaligus peretas (hacktivist) untuk mendapatkan akses pribadi, keuntungan finansial, prestise, tujuan politis, dan spionase. Ancaman tersebut akan menimbulkan kegaduhan dan menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi serta keuangan global mengingat sektor jasa keuangan tergolong dalam Infrastruktur Informasi Vital (IIV). ”Selain kerugian finansial, serangan siber memengaruhi kepercayaan public terhadap sektor jasa keuangan dan ekonomi secara keseluruhan. Hilangnya kepercayaan masyarakat dapat mengganggu stabilitas ekonomi, sosial, dan politik,” lanjutnya. (Yoga)

Menggenggam Pasir, Menaklukkan Dunia

08 Jan 2024

Hidup manusia modern kian bergantung pada cip. Berkat cip, ponsel di tangan kita dapat memperlihatkan rute mencapai alamat tujuan dengan presisi tinggi melalui aplikasi penunjuk arah. Berkat cip pula, ilmuwan dapat memetakan gen secara cepat, tak perlu memakan waktu bertahun-tahun seperti beberapa dekade lalu. The Economist (23 Januari 2021) menyebutkan, tiap tahun dunia menghasilkan 1 triliun cip. Setiap orang kini dikelilingi oleh banyak cip. Ponsel memiliki cip, televise cerdas (smart television) memiliki cip, laptop mengandung cip, mobil memiliki cip, dan sebagainya. Mobil listrik mengandung 3.000 cip.

Materi utama cip ialah silikon (Si), unsur yang ditemukan di pasir. Wujud pasir silikon di alam selalu terpadu dengan oksigen, berupa silikon dioksida (SiO2). Cip merupakan bagian dari perkembangan teknologi transistor, komponen elektronik yang berperan seperti sakelar: bersifat mengantarkan listrik atau tidak berdasarkan sinyal listrik yang diberikan padanya. Cip memungkinkan teknologi kecerdasan buatan berkembang luas. Industri komputasi awan (cloud computing) global yang bernilai ratusan miliar USD per tahun bergantung pada cip. Berkat komputasi awan, berbagai perusahaan tak perlu membangun server pengolah data dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan sendiri, tetapi cukup menyewa dari penyedia komputasi awan.

Hadirnya kecerdasan buatan generatif (AI generative) membuat kebutuhan cip meningkat karena pemakaian teknologi AI meluas. Dalam riset penggunaan kecerdasan buatan generatif di puluhan fungsi pekerjaan di berbagai bidang (perbankan hingga farmasi), AI generatif memberikan tambahan nilai ekonomi 2,6 triliun USD-4,4 triliun USD per tahun. Berkat kecerdasan buatan generatif, dampak teknologi kecerdasan meningkat 15-40 % (McKinsey & Company, Juni 2023). Cip yang unsur utamanya adalah pasir silika telah mejadi senjata penting dalam persaingan geopolitik. Kuasailah pasir, dan dunia pun akan takluk. (Yoga)