;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Kesenjangan Talenta Digital Jadi Tantangan Nasional

05 Dec 2023

Kontribusi sektor ekonomi digital terhadap perekonomian Indonesia tidak akan maksimal selama masih ada kesenjangan antara jumlah kebutuhan talenta digital dengan ketersediaan di pasar tenaga kerja. Padahal, jika tergarap maksimal, potensi pasar ekonomi digital bisa menopang melesatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, 77 % dari populasi 277 juta jiwa penduduk Indonesia telah terpapar internet atau teknologi digital. Dengan potensi itu, pada 2030, PDB Indonesia diprediksi mencapai Rp 24.000 triliun dengan 18 % di antaranya atau Rp 4.500 triliun disumbang oleh ekonomi digital. Sebagai catatan, PDB Indonesia pada 2022 sebesar Rp 19.588,4 triliun. Untuk mencapai lompatan PDB dengan penopang ekonomi digital pada 2030, Indonesia memerlukan tambahan 9 juta talenta digital terhitung sejak 2015 hingga 2030.

”Kalau dihitung secara kasar, setiap tahun Indonesia memerlukan tambahan sekitar 600.000 talenta digital baru,” kata Rudy dalam  pemaparan media bertema ”Peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital” di Jakarta, Senin (4/12). Rudy memaparkan, dari kebutuhan 600.000 talenta digital baru per tahun tersebut, saat ini kebutuhan SDM ditargetkan untuk yang ahli dalam bidang digital, seperti pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan. Sayangnya, berdasarkan catatan Kemenkominfo, kemampuan Indonesia menghasilkan talenta digital baru saat ini jauh dari kondisi ideal, yakni 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun. Menurut Rudy, diperlukan perubahan kurikulum yang lebih menekankan pada aspek analitik; kuantitatif; dan sains, teknologi, teknik, matematika (science, technology, engineering, math/STEM) guna mengejar cepatnya perkembangan teknologi. (Yoga)

Celah Mafia Tanah Ditutup

05 Dec 2023

Pemerintah meluncurkan sertifikat tanah elektronik yang diklaim lebih aman dari manipulasi, tumpang tindih, atau pencaplokan tanah oleh mafia tanah. Peluncuran tersebut dilakukan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12). Hadir dalam acara ini, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menkominfo Budi Arie Setiadi, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ”Saya rasa (sertifikat tanah elektronik) ini penting untuk mengurangi risiko kehilangan akibat pencurian, kerusakan dari bencana, kebakaran, dan bencana lainnya serta meningkatkan kerahasiaan data,” kata Presiden.

Presiden pun meminta Kementerian ATR/BPN dan jajarannya menyosialisasikan layanan sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di perdesaan. Dengan demikian, harapannya masyarakat tidak bingung dengan kebijakan baru itu. Sertifikat tanah elektronik ini kelanjutan dari implementasi konsep Digital Melayani yang dicanangkan Presiden Jokowi tahun 2019. Karena itu, sebelum ini, Kementerian ATR/BPN telah melaksanakan empat pelayanan perta ahan secara digital, yakni hak tanggungan elektronik, pengecekan sertifikat elektronik, zona nilai tanah elektronik, dan surat keterangan pendaftaran tanah (SKPT) elektronik. Dengan adanya sertifikat tanah elektronik, masyarakat yang sudah memiliki sertifikat fisik konvensional akan mengalami alih media. Ini akan dikerjakan pihak ketiga dan sertifikat masyarakat otomatis diubah secara bertahap ke sertifikat elektronik. (Yoga)

Mencari Keseimbangan Pengaturan Pinjaman ”Online”

05 Dec 2023

Pada awal November 2023, OJK meluncurkan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi 2023-2028. Langkah ini sebagai upaya pengembangan dan penguatan industri layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau lebih umum dikenal sebagai fintech pinjaman online. Peta jalan itu merupakan kolaborasi dari OJK, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), serta kalangan akademisi dan pengamat ekonomi Indonesia. Kualitas penyaluran pinjaman teknologi finansial (tekfin) membaik seiring dengan pemulihan ekonomi dan meningkatnya kolaborasi dengan perbankan sebagai pemberi pinjaman. Berdasarkan laporan OJK, saldo pinjaman online periode September 2023 tercatat Rp 55,7 triliun atau naik 14,28 % secara tahunan (yoy) dengan tingkat wanprestasi (TWP 90) 2,82 %. Secara kumulatif, tekfin pinjaman telah menyalurkan Rp 677,51 triliun dari 1,13 juta pemberi pinjaman kepada 119,7 juta penerima pinjaman.

Tekfin pinjaman online menggunakan inovasi digital untuk meningkatkan skalabilitas, mengubah model bisnis, dan memperbaiki manajemen risiko. Jika dimanfaatkan dengan baik, mendukung pertumbuhan dan inklusi keuangan nasional. Beberapa aspek dapat dijadikan pertimbangan OJK mengatur pinjaman online : Aspek pertama adalah keseimbangan literasi dengan inklusi keuangan masyarakat. Survei Nasional Literasi dan Inklusi keuangan oleh OJK pada 2022 menunjukkan, Indeks Literasi Keuangan kita 48,68 %, sementara Indeks Inklusi Keuangan jauh lebih tinggi di level 85,1 %. Kesenjangan indeks literasi dan inklusi harus menjadi pertimbangan OJK dalam mengatur seberapa ketat industri pinjaman online. Aspek kedua adalah keseimbangan peran tekfin pinjaman online terhadap perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya. Aspek ketiga adalah keseimbangan kemampuan manajemen dan pertumbuhan industri. Kebanyakan tekfin pinjaman online mulai dari level perusahaan rintisan alias start up dengan manajemen relatif muda yang belum semapan perbankan. Aspek keempat adalah keseimbangan kepentingan bersama dan kepentingan individual pelaku industri. Pengaturan OJK hendaknya mendorong kolaborasi yang efektif untuk menekan biaya kredit, operasional, dan dana. (Yoga)

Kemenkominfo Berkomitmen Lanjutkan Pembangunan BTS 4G

04 Dec 2023
JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melanjutkan kontrak layanan Based Tranciever Station (BTS) 4G untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kemenkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat menyerahan DIPA Kementerian Tahun Anggaran 2024, agar pemanfatan alokasi anggaran pemerintah harus fokus pada hasil. Budi Arie menjelaskan, kontrak Operation & Maintence  yang ditandatangani merupakan kontrak untuk melanjutkan pengoperasian  BTS 4G yang telah dibangun dan menjadi aset  Badan Aksebilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemenkominfo. "Sehingga layanan sinyal dari site BTS yang telah tercatat menjadi aset BTS yang telah tercatat menjadi aset BAKTI Kominfo dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara optimal," ujar Budi Arie. (Yetede)

Bisnis Menara Mitratel Diperluas ke Luar Jawa

02 Dec 2023
Perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, berencana untuk terus memperluas pangsa pasar dari menara telekomunikasi di luar Jawa. Ekspansi ini sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan internet di Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko, Kamis (30/11/2023), di Jakarta. (Yoga)

Telkom Cari Mitra Janjikan 20% Saham Data Center Co

01 Dec 2023
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah mencari mitra strategis untuk mendukung ekspansi unit usahanya. Data Center Co, dengan peluang  kepemilikan saham hingga 20%. Kemitraan strategis  tersebut diharapkan dapat mengembangkan bisnis pusat data (data center) Group Telkom, baik didalam maupun  di luar negeri. Direktur Startegic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, permintaan data center di Indonesia pada 2031 diperkirakan mencapai lebih dari 1.256 MW dengan CAGR sebesar 33%. Prediksi itu naik signifikan dibanding permintaan data center ini yang masih di bawah 100 MW. "Untuk itu, kami terus berusaha mengembangkan  kapasitas data center, baik yang ada didalam maupun luar negeri, dan daerah-daerah yang kami harapkan  akan menuju kapasitas sebesar 400 MW pada 2030," jelas Budi dalam paparan publik di Jakarta Kamis (30/11/2023). (Yetede)

Mitratel Akuisisi 803 Menara Senilai Rp1,75 Triliun

01 Dec 2023
JAKARTA,ID-PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel telah mengakuisisi sebanyak 803 menara telekomunikasi milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp1,75 triliun. Dengan akuisisi ini, jumlah tenant MTEL bertambah 1.327 penyewa. Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Mitratel Hendra Purnama menyampaikan, akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mencetak pertumbuhan hingga 2025. "Strategi yang pertama adalah organik, dan kedua inorganik. Dua-duanya masih berjalan. Termasuk pembangunan BTS dan pembelian menara, fiber optik, atau bisnis lain didalam ekosistem menara," kata Hendra kepada Investor Daily, Kamis (30/11/2023). Hendra melanjutkan, akuisisi yang dilakukan Mitratel atas 803 menara ini menggunakan dana yang bersumber dari hasil IPO. Pararel dengan pengambilalihan menara tersebut, maka semua dana segar yang diperoleh Mitratel dari IPO sudah terutalisasi. (Yetede)

Jaringan Internet untuk Masyarakat Pelosok Desa

01 Dec 2023
Saneh tersenyum bahagia. Senyumnya itu dia lontarkan kepada Rafka, cucunya yang terlihat di layar ponsel. Sambil memandang cucu kesayangannya, dia pun pelan-pelan mengajarkan Rafka urutan abjad. “Aa… Bb…,” ucap Saneh berharap sang cucu mengikuti ucapannya.   Kebahagiaan Saneh, diakui suaminya, Rusdi, dikarenakan istrinya itu dapat menyapa sang cucu yang tinggal di Desa Pandan Indah, Praya Barat, Lombok Tengah. Sementara mereka, sang kakek dan nenek, tinggal di Desa Pandan Tinggang, Kecamatan Prabarda, Lombok Tengah. 

Lokasi rumah Rusdi yang tepat di belakang kantor Desa Pandan Tinggang membuatnya dengan leluasa dapat menelpon cucunya dengan jaringan internet secara gratis. Internet itu didapat dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Bakti Akses Internet (Aksi). Berupa penyediaan akses internet melalui VSAT, radio link, dan fiber optik.

Selain Bakti Aksi, Bakti Kominfo memang memiki sejumlah program untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informasi (WPUTI) di antaranya dengan menyediakan Palapa Ring, Satria-1, Bakti Sinyal (BTS), serta Program Ekosistem Digital.  “Saya menggunakan ponsel untuk telpon anak dan teman, serta baca-baca berita,” kata Rusdi. Kebetulan, lanjut dia, dia bekerja sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa. (Yetede)

Pengembangan Kecerdasan Buatan Terhalang Dana dan Data

30 Nov 2023

Upaya industri asuransi jiwa mengembangkan kecerdasan buatan tertahan biaya dan kapasitas data. Pengembangan ini mempertimbangkan perubahan perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi yang tampak pada penurunan produk bancassurance. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan kesadaran asuransi kepada generasi muda melalui platform digital. Sebab, generasi muda saat ini cenderung lebih menggandrungi teknologi berbasis digital.

”Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memiliki peluang yang sangat besar. Tapi, belum banyak perusahaan asuransi jiwa yang menerapkan itu karena tentunya butuh biaya yang besar. Apalagi, saat ini terdapat wacana dari regulator untuk meningkatkan kapasitas modal minimum perusahaan asuransi,” katanya saat ditemui di Rumah AAJI, di Jakarta, Rabu (29/11). Selain itu, pengembangan kecerdasan buatan dalam produk-produk asuransi juga membutuhkan ketersediaan sumber daya yang mendukung dan basis data yang kuat. Saat ini pendataan dalam industri asuransi jiwa belum terintegrasi dan masih terbatas. (Yoga)

Nexa Wahadi Pelaku Bisnis Manfaatkan AI

29 Nov 2023
JAKARTA,ID-PT Internet Mulia Untuk Negeri (Nexa) baru saja menggelar acara bertema Next Level AI Conference: Unlocking Business Opportunies and Efficiency with Artificial Intelegence dengan mengundang para pelaku bisnis. Acara ini merupakan hasil kerja sama Nexa dengan InfoKomputer dan Kitatama yang di gelar di PO Hotel Semarang Jawa Tengah, baru-baru ini. Tren pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) di dunia bisnis sekarang semakin menunjukkan peningkatan dan manfaat yang signifikan. Hal ini pun membawa dampak positif dalam berbagai sektor kehidupan, terutama dalam segi bisnis. Pada acara tersebut, fokus pembahasan dipusatkan pada potensi pemanfataan taknologi AI di lingkungan bisnis, mulai dari meningkatkan efisiensi, menciptakan peluang bisnis baru, sampai meningkatkan ketahanan/keamanan siber (cyber security) organisasi. (Yetede)