Teknologi
( 1193 )Putar Otak Setelah Tiktok Shop Tutup
Topik yang sedang ramai saat ini adalah penutupan Tiktok
Shop, fitur belanja yang diperuntukkan bagi pengguna Tiktok untuk berbelanja
langsung di aplikasi media sosial tersebut. Fitur ini menjadi populer di
kalangan masyarakat lantaran banyak penjual yang menjajakan barang dengan harga
murah. Karena Tiktok tidak memiliki izin berdagang sebagai platform e-dagang sesuai
regulasi di Indonesia, Tiktok Shop tutup sejak 4 Oktober 2023. Berat bagi Aldo
Permana Dewantara (20) untuk menerima kenyataan tersebut. Mahasiswa Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, asal Batu
Ampar, Kepri, ini sudah nyaman menggunakan fitur Tiktok Shop. ”Kita berada di
zaman teknologi. Pedagang-pedagang seharusnya lebih kreatif memanfaatkan teknnologi.
Dengan penutupan ini sebenarnya saya tidak setuju,” kata Aldo dari Yogyakarta,
Kamis (12/10).
Aldo sering memanfaatkan Tiktok Shop untuk memenuhi kebutuhan
harian karena harganya pasti, ulasan dari pembeli ada, dan lokasi penjual
tertera jelas. Terlebih lagi, pelanggan di Tiktok Shop mudah berinteraksi
dengan penjual terkait produk dengan potongan harga menarik. Namun tak semua
keberatan. Nathania Aline Inditha (20) tak masalah jika Tiktok Shop tutup. ”Menurut
aku, Tiktok itu untuk media sosial hiburan, bukan jualan. Aku lihat penuh
dengan orang bikin konten sekalian jualan, banyak iklan produk dalam konten
yang mengganggu,” kata mahasiswa asal Jakarta di Fakultas Ilmu Budaya di
Universitas Udayana ini. Aline sebetulnya biasa berbelanja di Tiktok Shop. Dia
kerap membeli produk skincare dan bahan baku usaha yang ia rintis bersama
teman-teman kontrakannya. Mereka menjual roti selai secara luring. Alasan Aline
berbelanja daring sederhana. Dia malas keluar. (Yoga)
Iming-iming, Racunnya Judi
Judi bukan fenomena baru. Mahabharata mengisahkan Yudhistira
dan adik-adik Pandawanya dipancing berjudi oleh Kurawa sedemikian rupa sehingga
setelah kehilangan harta pun bukannya tersadar, malah menjadikan permaisuri Drupadi
sebagai taruhan. Mereka yakin di ronde berikutnya akan menang. Saat Pandawa
kalah dan harus menyerahkan Drupadi, untung Dewa Kresna membuat lilitan kain
Drupadi tak habis-habis diurai. Pesan moral tentang bahaya judi ada di cerita
rakyat sedunia. Dosa judi dirumuskan di kitab-kitab suci. Tapi judi berevolusi
seiring peradaban. Apabila dulu digelar di rumah-rumah judi yang bisa digerebek
polisi atau dilabrak istri, sekarang berjalan amat privat karena teknologi.
Beberapa bulan lalu Indonesia digegerkan wanita muda wakil rakyat yang
tertangkap berjudi melalui iPad saat sidang parlemen. Sang wakil rakyat
diberhentikan partainya, tapi kasus judi online makin menggelora. Video viral terbaru
menunjukkan tukang parkir yang berjongkok terbius alur slot di ponselnya tak sadar
direkam dari belakang.
Sebuah penelitian yang bisa diakses di National Library of Medicine,
situs resmi milik Pemerintah AS, mempublikasikan argument Patrick Anselme dan
Mike Robinson (2013) bahwa pelepasan dopamin, hormon yang menggenjot motivasi,
lebih kuat terhubung dengan ketidakpastian hasil judi ketimbang hasil judinya
itu sendiri. Dalam bahasa awam, reaksi kimiawi di kepala akan iming-iming
menang lebih memabukkan ketimbang saat benar menang. Tragisnya, probabilitas
kemenangan judi jauh lebih kecil karena bandar mengendalikan fasilitas dan
memastikan menjadi pemenang terbesar pada akhirnya. Genting, Makau, Monako,
Atlantic City, Las Vegas, dan pusat judi lain bisa bertahan karena pemasukan tak
henti dari penjudi yang kalah. Restoran, spa, butik, dan pertunjukan cuma
tambahan. Kasino bertahan apabila secara agregat neto menang dan berhasil menyedot
uang dari penjudi yang datang. Iming-iming, Racunnya Judi tapi itu bak sebutir
mutiara di antara jutaan pasir penjudi yang ditelan arus laut kasino setiap
hari. Apalagi dengan judi online, yang tanpa kerepotan operasional kasino bisa
bergantung pada teknologi untuk memastikan pemain tak pernah benar-benar
mengalahkan bandar. (Yoga)
Pelaku Usaha Harus Adaptif pada Teknologi
Wapres Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa disrupsi dan kemajuan
teknologi digital perlu segera disikapi dunia usaha. Pelaku UMKM serta ekonomi
keuangan syariah harus mengikuti perkembangan dan menyesuaikan diri. Dalam
pembukaan Ijtima Sanawi (Pertemuan Tahunan) Dewan Pengawas Syariah XIX 2023, di
Jakarta, Jumat (13/10) Wapres Amin mengingatkan, pasar konvensional seperti Pasar
Tanah Abang akhirnya tergerus oleh pasar digital. Padahal, hampir semua pelaku
di pasar konvensional di Indonesia adalah pelaku UMKM.
”Oleh karenanya, mesti segera dilakukan langkah penyadaran
kepada para pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menyiapkan diri dan terus
adaptif dengan dinamika zaman, termasuk menghadapi tantangan disrupsi,” ujar
Wapres. Dalam kesempatan itu, Wapres mengatakan, pelaku ekonomi dan keuangan
syariah juga harus memitigasi tantangan disrupsi ini. Apalagi, perkembangan ini
menuntut tersedianya ragam produk keuangan syariah sesuai kebutuhan masyarakat yang
semakin familiar dengan dunia digital. Oleh karena itu, Wapres Amin meminta
para regulator, pelaku industri, Dewan Syariah Nasional(DSN), MUI, dan Dewan
Pengawas Syariah (DPS) untuk merespons perubahan ini. (Yoga)
Satgas Percepatan Penyelesaian Infrastruktur Hanya Bekerja Satu Tahun
Satgas Percepatan Penyelesaian dan Optimalisasi Program Penyediaan
Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar atau
3T resmi terbentuk sesuai SK Menkominfo No 472 Tahun 2023. Satgas bekerja mulai
12 Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Dalam keterangan resmi Kemenkominfo, Jumat
(13/10) di Jakarta, terpilih sebagai Ketua Satgas adalah Sarwoto Atmosutarno yang
saat ini adalah Staf Khusus Menkominfo dan pernah menjabat Dirut Telkomsel
2009-2012. Sarwoto juga tergabung dalam Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Sementara
jabatan wakil ketua diisi Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan
Informasi (Bakti) Kemenkominfo Fadhilah Mathar.
Satgas memiliki tiga tugas, pertama memastikan percepatan
pembangunan penyediaan akses internet di daerah 3T dilaksanakan Bakti. Kedua,
menyelesaikan secara cepat masalah di bidang hukum dan keuangan. Ketiga,
memberikan arahan kebijakan penyelesaian kepada Bakti. Ada tiga proyek infrastruktur telekomunikasi yang harus diselesaikan
pembangunannya oleh Bakti sejak satgas dibentuk, yaitu menara pemancar 4G,
jaringan serat optik Palapa Ring, dan hot backup satellite. Pengoperasian
Satelit Republik Indonesia (Satria) 1 juga diminta tepat waktu. Ketua Umum
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) M Arif Angga saat
dihubungi, Jumat, mengatakan, asosiasi berharap satgas bisa membantu
menyelesaikan pembangunan menara pemancar 4G yang tertunda karena kasus
korupsi. Dengan durasi kerja hanya setahun, dia menyarankan agar satgas membuat
terobosan cara kerja. (Yoga)
Penetrasi 5G Butuh Frekuensi dan Insentif
Sejak jaringan 5G pertama kali digelar pada Mei 2021,
penetrasi ponsel pintar 5G masih 5 %. Tingkat adopsi baru tumbuh di atas 30 % pada 2027. Pelaku industri telekomunikasi mendorong
pemerintah mendukung segera terbentuknya ekosistem layanan berteknologi akses
seluler 5G, termasuk ketersediaan lebar pita spektrum frekuensi yang memadai
beserta insentif pemakaiannya. Presdir & CEO PT XL Axiata Tbk Dian
Siswarini, Senin (9/10) di Jakarta, menyampaikan realitas itu. Menurut dia,
minimal lebar pita spektrum frekuensi yang membuat layanan berteknologi
akses seluler 5G berjalan optimal adalah 100 megahertz (MHz). Jumlah minimal
lebar pita semestinya dimiliki oleh setiap operator telekomunikasi seluler di
Indonesia dan tidak dicampur untuk pemakaian 4G ataupun teknologi di bawahnya. Oleh
karena itu, pemerintah disarankan segera melepas lelang spektrum frekuensi
baru. Saat ini kalangan operator telekomunikasi seluler gencar mengembuskan
saran agar pemerintah juga memberikan insentif untuk pemakaian spektrum
frekuensi.
Dian menyebut, harga spektrum frekuensi di Indonesia tergolong
tinggi dibandingkan negara tetangga. Tingginya harga itu akan membuat bisnis
layanan telekomunikasi yang memakai teknologi akses seluler baru tidak akan berkelanjutan.
Investasi penggelaran layanan telekomunikasi berteknologi 5G butuh biaya besar.
Sebab, penggelaran infrastruktur mensyaratkan kabel fiber. Jarak menara
pemancar satu dengan lainnya juga harus dekat sehingga akan butuh banyak menara.
”Tender terakhir adalah spektrum frekuensi 2,1 gigahertz (GHz) dengan lebar
pita 5 MHz. Harganya di atas Rp 600 miliar. Jika mengacu harga itu dan
pemerintah mempertahankan formula lama bayar biaya hak penggunaan (BHP)
frekuensi, lalu pemerintah menawarkan lebar 50 MHz untuk kebutuhan 5G, operator
berarti harus bayar mahal sekali,” ujar Dian yang juga anggota Dewan Pengawas
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) itu. Dian
mengusulkan adanya mekanisme cicil bayar BHP spectrum frekuensi. (Yoga)
EKONOMI DIGITAL, Ramai di Perdagangan, Sepi di Produksi
Pemerintah menekankan bahwa transformasi digital jangan
hanya dimaknai sebatas digitalisasi cara berjualan produk dan jasa, tetapi juga
cara produksi. Selama ini, transformasi digital dari sisi produksi belum maksimal
diterapkan, terutama di kalangan pebisnis kecil dan menengah. ”Transformasi
digital di Indonesia, menurut saya, terlalu maju di hilir (cara pemasaran, berjualan,
dan distribusi). Sementara transformasi digital di sisi hulu (produksi) masih
relatif lemah. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” ujar Menteri Koperasi
dan UKM Teten Masduki saat menghadiri Indonesia Digital MeetUp 2023 dengan tema
”Festival Wirausaha Mudah”, Kamis (5/10) di Jakarta.
Dia mengakui sempat mendapat protes dari warganet yang menduga
pemerintah tidak memahami afiliator pasca-Tiktok mengumumkan penutupan layanan
transaksi jual-beli dalam Tiktok Shop Indonesia. Dia menyayangkan, pembicaraan
yang berkembang masih berkutat pada hal itu. Para afiliator hingga penjual,
baik retailer maupun produsen yang sekaligus jadi penjual, biasanya memiliki
berbagai saluran pemasaran dan penjualan daring dan luring. ”Justru, isu
besarnya dan harus dilindungi, yaitu produksi barang dalam negeri supaya tidak
mati dan tidak bisa bersaing. Jika aktivitas produksi barang menjadi lesu yang
salah satunya ditengarai oleh serbuan barang impor murah, mereka (pelaku UMKM)
tidak bisa menyerap banyak tenaga kerja,” katanya. (Yoga)
Layanan Ritel Starlink Ancam Bisnis Operator Telko Eksisting
Penguatan Teknologi Digital Syarat RI Menuju Negara Maju
Penguatan Teknologi Digital Syarat RI Menuju Negara Maju
Kemenkominfo Dorong Hanya Ada 3 Operator Seluler
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









