Iming-iming, Racunnya Judi
Judi bukan fenomena baru. Mahabharata mengisahkan Yudhistira
dan adik-adik Pandawanya dipancing berjudi oleh Kurawa sedemikian rupa sehingga
setelah kehilangan harta pun bukannya tersadar, malah menjadikan permaisuri Drupadi
sebagai taruhan. Mereka yakin di ronde berikutnya akan menang. Saat Pandawa
kalah dan harus menyerahkan Drupadi, untung Dewa Kresna membuat lilitan kain
Drupadi tak habis-habis diurai. Pesan moral tentang bahaya judi ada di cerita
rakyat sedunia. Dosa judi dirumuskan di kitab-kitab suci. Tapi judi berevolusi
seiring peradaban. Apabila dulu digelar di rumah-rumah judi yang bisa digerebek
polisi atau dilabrak istri, sekarang berjalan amat privat karena teknologi.
Beberapa bulan lalu Indonesia digegerkan wanita muda wakil rakyat yang
tertangkap berjudi melalui iPad saat sidang parlemen. Sang wakil rakyat
diberhentikan partainya, tapi kasus judi online makin menggelora. Video viral terbaru
menunjukkan tukang parkir yang berjongkok terbius alur slot di ponselnya tak sadar
direkam dari belakang.
Sebuah penelitian yang bisa diakses di National Library of Medicine,
situs resmi milik Pemerintah AS, mempublikasikan argument Patrick Anselme dan
Mike Robinson (2013) bahwa pelepasan dopamin, hormon yang menggenjot motivasi,
lebih kuat terhubung dengan ketidakpastian hasil judi ketimbang hasil judinya
itu sendiri. Dalam bahasa awam, reaksi kimiawi di kepala akan iming-iming
menang lebih memabukkan ketimbang saat benar menang. Tragisnya, probabilitas
kemenangan judi jauh lebih kecil karena bandar mengendalikan fasilitas dan
memastikan menjadi pemenang terbesar pada akhirnya. Genting, Makau, Monako,
Atlantic City, Las Vegas, dan pusat judi lain bisa bertahan karena pemasukan tak
henti dari penjudi yang kalah. Restoran, spa, butik, dan pertunjukan cuma
tambahan. Kasino bertahan apabila secara agregat neto menang dan berhasil menyedot
uang dari penjudi yang datang. Iming-iming, Racunnya Judi tapi itu bak sebutir
mutiara di antara jutaan pasir penjudi yang ditelan arus laut kasino setiap
hari. Apalagi dengan judi online, yang tanpa kerepotan operasional kasino bisa
bergantung pada teknologi untuk memastikan pemain tak pernah benar-benar
mengalahkan bandar. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023