;
Kategori

Teknologi

( 1200 )

Kemenkominfo Berkomitmen Lanjutkan Pembangunan BTS 4G

04 Dec 2023
JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melanjutkan kontrak layanan Based Tranciever Station (BTS) 4G untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kemenkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat menyerahan DIPA Kementerian Tahun Anggaran 2024, agar pemanfatan alokasi anggaran pemerintah harus fokus pada hasil. Budi Arie menjelaskan, kontrak Operation & Maintence  yang ditandatangani merupakan kontrak untuk melanjutkan pengoperasian  BTS 4G yang telah dibangun dan menjadi aset  Badan Aksebilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemenkominfo. "Sehingga layanan sinyal dari site BTS yang telah tercatat menjadi aset BTS yang telah tercatat menjadi aset BAKTI Kominfo dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara optimal," ujar Budi Arie. (Yetede)

Bisnis Menara Mitratel Diperluas ke Luar Jawa

02 Dec 2023
Perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, berencana untuk terus memperluas pangsa pasar dari menara telekomunikasi di luar Jawa. Ekspansi ini sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan internet di Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko, Kamis (30/11/2023), di Jakarta. (Yoga)

Telkom Cari Mitra Janjikan 20% Saham Data Center Co

01 Dec 2023
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah mencari mitra strategis untuk mendukung ekspansi unit usahanya. Data Center Co, dengan peluang  kepemilikan saham hingga 20%. Kemitraan strategis  tersebut diharapkan dapat mengembangkan bisnis pusat data (data center) Group Telkom, baik didalam maupun  di luar negeri. Direktur Startegic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, permintaan data center di Indonesia pada 2031 diperkirakan mencapai lebih dari 1.256 MW dengan CAGR sebesar 33%. Prediksi itu naik signifikan dibanding permintaan data center ini yang masih di bawah 100 MW. "Untuk itu, kami terus berusaha mengembangkan  kapasitas data center, baik yang ada didalam maupun luar negeri, dan daerah-daerah yang kami harapkan  akan menuju kapasitas sebesar 400 MW pada 2030," jelas Budi dalam paparan publik di Jakarta Kamis (30/11/2023). (Yetede)

Mitratel Akuisisi 803 Menara Senilai Rp1,75 Triliun

01 Dec 2023
JAKARTA,ID-PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel telah mengakuisisi sebanyak 803 menara telekomunikasi milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp1,75 triliun. Dengan akuisisi ini, jumlah tenant MTEL bertambah 1.327 penyewa. Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Mitratel Hendra Purnama menyampaikan, akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mencetak pertumbuhan hingga 2025. "Strategi yang pertama adalah organik, dan kedua inorganik. Dua-duanya masih berjalan. Termasuk pembangunan BTS dan pembelian menara, fiber optik, atau bisnis lain didalam ekosistem menara," kata Hendra kepada Investor Daily, Kamis (30/11/2023). Hendra melanjutkan, akuisisi yang dilakukan Mitratel atas 803 menara ini menggunakan dana yang bersumber dari hasil IPO. Pararel dengan pengambilalihan menara tersebut, maka semua dana segar yang diperoleh Mitratel dari IPO sudah terutalisasi. (Yetede)

Jaringan Internet untuk Masyarakat Pelosok Desa

01 Dec 2023
Saneh tersenyum bahagia. Senyumnya itu dia lontarkan kepada Rafka, cucunya yang terlihat di layar ponsel. Sambil memandang cucu kesayangannya, dia pun pelan-pelan mengajarkan Rafka urutan abjad. “Aa… Bb…,” ucap Saneh berharap sang cucu mengikuti ucapannya.   Kebahagiaan Saneh, diakui suaminya, Rusdi, dikarenakan istrinya itu dapat menyapa sang cucu yang tinggal di Desa Pandan Indah, Praya Barat, Lombok Tengah. Sementara mereka, sang kakek dan nenek, tinggal di Desa Pandan Tinggang, Kecamatan Prabarda, Lombok Tengah. 

Lokasi rumah Rusdi yang tepat di belakang kantor Desa Pandan Tinggang membuatnya dengan leluasa dapat menelpon cucunya dengan jaringan internet secara gratis. Internet itu didapat dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Bakti Akses Internet (Aksi). Berupa penyediaan akses internet melalui VSAT, radio link, dan fiber optik.

Selain Bakti Aksi, Bakti Kominfo memang memiki sejumlah program untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informasi (WPUTI) di antaranya dengan menyediakan Palapa Ring, Satria-1, Bakti Sinyal (BTS), serta Program Ekosistem Digital.  “Saya menggunakan ponsel untuk telpon anak dan teman, serta baca-baca berita,” kata Rusdi. Kebetulan, lanjut dia, dia bekerja sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa. (Yetede)

Pengembangan Kecerdasan Buatan Terhalang Dana dan Data

30 Nov 2023

Upaya industri asuransi jiwa mengembangkan kecerdasan buatan tertahan biaya dan kapasitas data. Pengembangan ini mempertimbangkan perubahan perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi yang tampak pada penurunan produk bancassurance. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan kesadaran asuransi kepada generasi muda melalui platform digital. Sebab, generasi muda saat ini cenderung lebih menggandrungi teknologi berbasis digital.

”Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memiliki peluang yang sangat besar. Tapi, belum banyak perusahaan asuransi jiwa yang menerapkan itu karena tentunya butuh biaya yang besar. Apalagi, saat ini terdapat wacana dari regulator untuk meningkatkan kapasitas modal minimum perusahaan asuransi,” katanya saat ditemui di Rumah AAJI, di Jakarta, Rabu (29/11). Selain itu, pengembangan kecerdasan buatan dalam produk-produk asuransi juga membutuhkan ketersediaan sumber daya yang mendukung dan basis data yang kuat. Saat ini pendataan dalam industri asuransi jiwa belum terintegrasi dan masih terbatas. (Yoga)

Nexa Wahadi Pelaku Bisnis Manfaatkan AI

29 Nov 2023
JAKARTA,ID-PT Internet Mulia Untuk Negeri (Nexa) baru saja menggelar acara bertema Next Level AI Conference: Unlocking Business Opportunies and Efficiency with Artificial Intelegence dengan mengundang para pelaku bisnis. Acara ini merupakan hasil kerja sama Nexa dengan InfoKomputer dan Kitatama yang di gelar di PO Hotel Semarang Jawa Tengah, baru-baru ini. Tren pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) di dunia bisnis sekarang semakin menunjukkan peningkatan dan manfaat yang signifikan. Hal ini pun membawa dampak positif dalam berbagai sektor kehidupan, terutama dalam segi bisnis. Pada acara tersebut, fokus pembahasan dipusatkan pada potensi pemanfataan taknologi AI di lingkungan bisnis, mulai dari meningkatkan efisiensi, menciptakan peluang bisnis baru, sampai meningkatkan ketahanan/keamanan siber (cyber security) organisasi. (Yetede)

Industri Rokok Sasar Generasi Muda melalui Pemasaran Digital

28 Nov 2023

Laporan terbaru Vital Strategies menemukan, industri rokok berusaha melawan kemerosotan tingkat konsumsi rokok secara global dengan berinvestasi dalam berbagai perangkat pemasaran digital tercanggih, seperti metaverse, siniar, dan karya seni nonfungible token atau NFT. Berbagai media baru tersebut sejauh ini belum teregulasi dan didominasi oleh audiens muda. Laporan Vital Strategies itu merupakan bagian dari inisiatif sistem pemantauan pemasaran rokok di media digital Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM). Laporan tersebut memaparkan bukti bagaimana perusahaan rokok mengeksploitasi berbagai platform digital. Bukti yang dilaporkan ini berdasarkan tinjauan dari media social dan situs digital lain di India, Indonesia, dan Meksiko.

”Konsumsi rokok secara global terus merosot dan industri rokok berusaha mati-matian untuk menjaring konsumen generasi berikutnya demi mempertahankan keuntungan mereka seiring dengan menurunnya  jumlah perokok,” sebut Nandita Murukutla, Vice President Global Policy and Research Vital Strategies, dalam keterangan tertulis, Senin (27/11). Dalam laporannya, Vital Strategies memaparkan bagaimana industri rokok menempuh segala cara untuk mendapatkan konsumen baru. Mereka memanfaatkan anggaran pemasaran yang sangat besar untuk memasang iklan di seluruh penjuru internet, yang regulasinya masih sangat lemah. ”Termasuk yang sangat meresahkan adalah menyasar ruang-ruang yang justru adalah sarana media yang ramai digunakan oleh anak muda,” kata Murukutla. Contohnya, seorang pemengaruh Indonesia dengan 42.000 lebih pengikut memajang produk rokok elektronik. Taktik pemasaran ini dinilai efektif karena dapat diakses di mana saja, interaktif, dan sering kali disesuaikan dengan selera personal, terutama anak-anak muda. Saat ini, terdapat 5,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia. (Yoga)

Potensi Bisnis Pusat Data Indonesia US$ 47 Miliar

27 Nov 2023
JAKARTA,ID-Potensi bisnis pusat data (data center) di Tanah Air sangat besar dan nilainya diproyeksikan bisa mencapai 47 miliar. Mordor Inteligence, lembaga riset dan konsultan industri asal India, memproyeksikan industri pusat data Indonesia punya tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) 14% dari US$ 2,06 miliar tahun 2023 naik menjadi US$ 3,98 miliar pada 2028. Sementara itu, pada 2022, bisnis data center senilai US$ 1,67 miliar. Pertumbuhan pesatnya terjadi seiring peningkatan ekonomi internet/digital Indonesia yang diprediksi tembus US$ 210-360 miliar pada 2030 dan keperluan penyimpanan data dalam jumlah besar. "Potensi pusat data di Indonesia saat ini sangat besar, nilainya diperkirakan sekitar US$ 47 miliar. Saya harap pengelola data center bisa melayani masyarakat, khususnya dalam ekosistem digital supaya menumbuhkan dan memberikan sumbangsih bagi tranformasi digital di Indonesia," kata Budi Arie. (Yetede)

Standardisasi Produk Impor Perlu Diperkuat

25 Nov 2023

Pemerintah perlu memperkuat pengawasan pemberlakuan ketentuan standardisasi produk impor yang akan dijual di dalam negeri, menyusul penetapan harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di platform e-dagang. Dalam jangka panjang, pemerintah juga perlu memiliki peta jalan pengembangan industri  dalam negeri agar produk lokal bisa bersaing dengan produk impor. Menurut Dewan Pembina Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa, Jumat (24/11) di Jakarta, kebijakan harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di platform e-dagang sebenarnya bertujuan melindungi konsumen. Lantaran tujuannya positif, pemerintah semestinya menguatkan pemberlakuan ketentuan standardisasi produk, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ketentuan yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, lanjut dia, pemerintah sebaiknya mulai menyusun peta jalan memajukan industri dalam negeri untuk mengembangkan produk-produk impor yang laku keras diperjualbelikan di platform e-dagang.

Pengembangan itu mulai dari proses manufaktur, desain produk, hingga pelibatan UMKM atau dengan industri kecil menengah (IKM). ”Para pengelola platform e-dagang, seperti lokapasar, biasanya memiliki data produk apa saja yang paling banyak laku dibeli konsumen. Pemerintah semestinya bisa menggandeng mereka untuk menyusun peta jalan tersebut,” ujar Daniel. Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. Menurut dia, pemerintah sebaiknya sibuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, seperti memfasilitasi produk-produk yang diproduksi industri besar ataupun UMKM/IKM bisa mendapatkan sertifikasi nasional dan internasional. Ia meyakini bahwa belum banyak perusahaan dalam negeri mengantongi sertifikasi produk bertaraf internasional. (Yoga)