Penguasa Beribu-ribu Triliun Rupiah
Setelah internet kian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari
manusia, muncul bisnis superraksasa yang pada 20 tahun lalu hampir tak dikenal.
Bisnis itu adalah bisnis cloud. Sungguh, semua yang terjadi dalam kehidupan kita,
bekerja, bercinta, bermain, hingga bermimpi, bisa terwujud berkat cloud. Pekan
lalu, perhelat-an besar berlangsung di Las Vegas, AS. Mulai dari Senin (27/11)
sampai Jumat (1/12), puluhan ribu orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul
untuk menghadiri pertemuan membahas perkembangan layanan cloud yang diberikan
Amazon Web Service (AWS). Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri CEO AWS
Adam Selipsky, Chief Technology Officer Werner Vogels, ViP AWS Data & AI
(Artificial Intelligence) Swami Sivasubramanian, serta VP AWS AI Matt Wood yang
meraih doktor di bidang machine learning.
Berkat cloud, AWS pada tahun lalu memiliki pendapatan (revenue)
80 miliar USD, setara Rp 1.200 triliun. Sebagai perbandingan, dalam RAPBN 2023,
pendapatan Indonesia ditargetkan Rp 2.463 triliun. Artinya, pendapatan AWS
tahun lalu separuh target pendapatan Indonesia tahun 2023. Selain AWS,
korporasi raksasa penyedia layanan cloud ialah Microsoft Azure serta Google
Cloud. Ada pula Alibaba Cloud dan IBM Cloud. ”Penyewaan” Cloud, diterjemahkan
sebagai awan, merujuk pada layanan penyediaan server dan jasa pengolahan data.
Karena itu, layanan ini biasanya juga disebut cloud computing atau komputasi
awan. Sederhananya, layanan cloud menyediakan server (tempat penyimpanan
raksasa) bagi perusahaan-perusahaan penyewa
jasa tersebut dengan membayar uang sewa kepada penyedia jasa cloud, sebuah
perusahaan dapat memiliki pengolahan data serta server yang sangat memadai.
Perusahaan rintisan penyedia aplikasi kencan, misalnya, cukup
menyewa kantor fisik di sebuah ruko lalu menyewa server dan layanan pengolahan
data dan meminta perusahaan cloud membuat program tertentu sehingga terjadi
pencocokan antar pengguna aplikasi. Pria dengan profil tertentu mencari istri
dengan tipe A akan dipertemukan dengan perempuan pemilik profil yang sesuai,
lalu dihubungkan dilanjutkan dengan janji temu darat. Perusahaan rintisan penyedia
aplikasi kencan itu menerima uang dari iuran anggota. Belum lagi jika ada iklan
retoran, hotel, dan mobil. Perusahaan ini tak perlu memiliki banyak programmer.
Jumlahnya secukupnya saja dengan tugas memastikan layanan dari penyedia cloud
sesuai dengan permintaan. Perusahaan penyedia film pasti menggunakan jasa cloud
computing. Media daring, mobile banking, jasa perbankan sistem tilang di banyak
negara juga sudah menggunakan jasa cloud (public cloud). Lewat AI generatif,
perusahaan cloud seperti AWS berupaya memikat banyak pelanggan raksasa dan
terus menambah penghasilan hingga beribu-ribu triliun rupiah. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023