Penerapan Keamanan Siber Masih Menjadi Tantangan
Ancaman keamanan siber masih menjadi hambatan utama dalam
upaya mengimplementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik. Padahal,
integrasi data server instansi pemerintah di pusat dan daerah, ditambah luruhnya
ancaman siber dapat membantu mempercepat transformasi ekosistem digital di
Indonesia. Di sela peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi
Digital Indonesia 2030, di Jakarta, Rabu (6/12), Menkominfo Budi Arie Setiadi
mengatakan, Indonesia punya 27.000 pusat data pemerintahan, dari tingkat pusat,
provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa. Dari 27.000 pusat data di tingkat
lembaga, baik pemerintah pusat maupun daerah, baru 3 % yang sudah memiliki
sertifikasi pusat data. Selain menyulitkan integrasi data, perbedaan standar
keamanan dari setiap server instansi pemerintahan juga membuka celah bagi
aktivitas kriminal siber yang berbahaya bagi keamanan nasional.
”Sebagian pengelola situs instansi pemerintah telah menerapkan
standar keamanan yang ketat, tetapi ada juga yang belum,” ujar Budi. Kondisi
ini sejalan dengan laporan Lanskap Ancaman Siber 2023 Edisi Ke-4, Ensign Info Security
membahas sejumlah ancaman keamanan siber di wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya,
termasuk di Indonesia. Area yang paling rentan serangan siber di Indonesia ialah
layanan publik pemerintah. Kompas mencatat, serangan server instansi
pemerintahan yang cukup meresahkan warga sempat terjadi pada tahun 2021, saat
maraknya dilakukan penjualan data masyarakat Indonesia di situs Raidforums.com
yang diklaim oleh penjualnya bersumber dari BPJS Kesehatan. ”Keamanan siber
memang menjadi isu penting dalam implementasi sistem pemerintahan berbasis
elektronik. Untuk meningkatkan keamanannya, semua akan disinergikan dalam pusat
data nasional (PDN),” kata Budi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023