;

Penerapan Keamanan Siber Masih Menjadi Tantangan

Teknologi Yoga 07 Dec 2023 Kompas
Penerapan Keamanan Siber Masih Menjadi Tantangan

Ancaman keamanan siber masih menjadi hambatan utama dalam upaya mengimplementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik. Padahal, integrasi data server instansi pemerintah di pusat dan daerah, ditambah luruhnya ancaman siber dapat membantu mempercepat transformasi ekosistem digital di Indonesia. Di sela peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030, di Jakarta, Rabu (6/12), Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, Indonesia punya 27.000 pusat data pemerintahan, dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa. Dari 27.000 pusat data di tingkat lembaga, baik pemerintah pusat maupun daerah, baru 3 % yang sudah memiliki sertifikasi pusat data. Selain menyulitkan integrasi data, perbedaan standar keamanan dari setiap server instansi pemerintahan juga membuka celah bagi aktivitas kriminal siber yang berbahaya bagi keamanan nasional.

”Sebagian pengelola situs instansi pemerintah telah menerapkan standar keamanan yang ketat, tetapi ada juga yang belum,” ujar Budi. Kondisi ini sejalan dengan laporan Lanskap Ancaman Siber 2023 Edisi Ke-4, Ensign Info Security membahas sejumlah ancaman keamanan siber di wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya, termasuk di Indonesia. Area yang paling rentan serangan siber di Indonesia ialah layanan publik pemerintah. Kompas mencatat, serangan server instansi pemerintahan yang cukup meresahkan warga sempat terjadi pada tahun 2021, saat maraknya dilakukan penjualan data masyarakat Indonesia di situs Raidforums.com yang diklaim oleh penjualnya bersumber dari BPJS Kesehatan. ”Keamanan siber memang menjadi isu penting dalam implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik. Untuk meningkatkan keamanannya, semua akan disinergikan dalam pusat data nasional (PDN),” kata Budi. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :