Teknologi
( 1193 )Trafik Data Saat Nataru Naik hingga 19%
Menggali Peluang di Bisnis Solusi TI
PT Mastersystem Infotama Tbk optimistis dengan persaingan usaha di sektor teknologi informasi (TI). Perkembangan zaman menuju era serba digital, menjadi peluang bisnis bagi emiten teknologi yang memiliki kode saham MSTI ini. MSTI menawarkan berbagai solusi Information and Communication Technology (ICT) secara komprehensif kepada pelanggan dengan mengintegrasikan berbagai komponen perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan komunikasi ke dalam sistem yang kohesif dan fungsional. Sehingga memungkinkan kolaborasi dan interaksi tanpa hambatan sistem teknologi yang beragam. VP Corporate Communication Mastersystem Infotama, Miranti mengatakan, MSTI yakin bahwa bisnis di industri teknologi memiliki pertumbuhan yang bagus di Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang pesat. Menurut Laporan Euromonitor, pasar solusi TI Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang kuat antara tahun 2023 hingga 2027 dengan CAGR sebesar 18,0%. Miranti meyakini, MSTI dapat terus bertumbuh dengan menggaet lebih banyak pelanggan dan memperluas kemitraan. "MSTI menargetkan pertumbuhan positif di tahun 2024, baik dari sisi penjualan maupun dari sisi laba, kata Miranti, belum lama ini. Emiten yang baru listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2023 MSTI meraup dana segar Rp 637,96 miliar melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dana IPO ini, untuk melunasi utang bank dan modal kerja. Pelanggan MSTI sebagian besar bergerak di industri jasa keuangan dan telekomunikasi. Kedua industri ini bergantung perkembangan teknologi dalam menjalankan aktivitas usaha. Sebagai contoh, industri jasa keuangan membutuhkan teknologi-teknologi terbaru untuk memperkuat keamanan (security) terhadap cyber attack dan industri telekomunikasi membutuhkan teknologi yang dapat memperkuat kecepatan akses internet. MSTI memberikan layanan menyeluruh untuk pelanggan dengan merencanakan, mendesain, mengimplementasi dan mengoptimasi infrastruktur ICT. Dalam menyediakan solusi cloud platform, MSTI memberikan jasa untuk membangun sendiri infrastruktur cloud berdasarkan spesifikasi pelanggan maupun bekerjasama dengan beberapa prinsipal, seperti Amazon, Google, VMWare, Cisco dan HP. Perusahaan ini menawarkan paket layanan purna jual berupa layanan pasca implementasi dan pemeliharaan infrastruktur TI. Kondisi pandemi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mempercepat transformasi digital. Preferensi dan gaya hidup konsumen beralih ke kanal online akibat pembatasan mobilitas, tercermin dari pertumbuhan kuat pada tren e-commerce dan pola kerja hybrid.
Manuver Raksasa Dikte E-Dagang Asia Tenggara
Manuver dan pertarungan antara para raksasa teknologi dari China dan
Singapura akan menentukan tren e-dagang Asia Tenggara pada 2024. Persaingan
ketat para raksasa teknologi itu dalam memperebutkan pasar e-dagang Asia
Tenggara yang besar akan membentuk lanskap dan dinamika e-dagang kawasan. Perusahaan
analisis mahadata pasar e-dagang Cube Asia, dalam Cube Pulse Report 2023, yang
dirilis akhir Desember 2023, menyebutkan, konvergensi layanan bermedia social dan
e-dagang dalam satu platform menjadi satu dari lima tren e-dagang yang
diprediksi semakin berkembang pada 2024 dan seterusnya di Asia Tenggara.
Dalam laporannya, Cube Asia menyebutkan, 25 % e-dagang di Asia Tenggara
sekarang dikaitkan dengan perdagangan sosial (social commerce). Pemain
lokapasar, seperti Shopee dan Lazada, mengintensifkan upaya streaming penjualan.
Kemunculan Tiktok Shop mendorong merek global membuat konten komersial untuk penjualan
langsung dan menjadikan perdagangan sosial sebagai aspek penting dalam menjaga
hubungan dengan konsumen pada 2024. Tiktok Shop berbasis di China. Tren lain
yang masih berkaitan adalah kelanjutan pengumuman penggabungan Tiktok Shop ke
Tokopedia. Jika sinergi keduanya berjalan lancar berarti akan terjadi sinergi
kekuatan konten Tiktok dan infrastruktur yang sudah Tokopedia miliki, seperti
pembayaran dan logistik. Keduanya layak dicemati karena akan membentuk lanskap
pasar e-dagang baru di Indonesia pada 2024.
Tren kedua adalah bagaimana Shopee, perusahaan yang berbasis di
Singapura, menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Setelah hampir
satu dekade merugi, tahun 2023 menandai tonggak penting bagi Shopee dan perusahaan
induknya, Sea Ltd, karena membukukan pendapatan bersih. Masing-masing membukukan
87 juta USD dan 331 juta USD selama dua triwulan berturut-turut. Akan tetapi,
mulai triwulan III-2023, Shopee diduga memilih mengorbankan profitabilitas
karena memprioritaskan tumbuh dan mengamankan pangsa pasarnya dari pesaing, seperti
Tiktok Shop. Akibatnya, Shopee merugi 144 juta USD pada triwulan III-2023. Cube
Asia memperkirakan lokapasar tersebut akan tetap berjuang menyeimbangkan cara
meraih untung dan pertumbuhan. (Yoga)
Nilai X Merosot 71 Persen sejak Dipegang Musk
Operator Telko Peroleh Insentif PNBP
Secure Connection Umumkan Ekspansi Produk IT ke Pasar Indonesia
5 Tren TI Dunia Tahun 2024
Indonesia Masih Jadi Konsumen Teknologi
ATURAN KECERDASAN BUATAN : REGULASI BERI RUANG INOVASI
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence tak bisa dihindari. Rencana pemerintah melakukan pengaturan, perlu dilakukan secara cermat. Regulasi terkait dengan artificial intelligence (AI) harus tetap memberi ruang bagi inovasi, selain melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi penyalahgunaan yang muncul. Masyarakat Telematika Indonesia mengusulkan pengaturan kecerdasan buatan menggunakan pendekatan regulatory sandbox yakni pendekatan penyusunan regulasi dengan cara menguji produk atau model bisnis digital di lingkungan terbatas di bawah pengawasan regulator. Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan bahwa pendekatan regulatory sandbox lebih cocok karena teknologi AI manfaatnya masih lebih besar daripada risikonya. Menurutnya, kehadiran AI khususnya di bidang telekomunikasi berdampak pada peningkatan efisiensi dan akurasi pekerjaan, mengurangi biaya operasional dan pelatihan. Menurutnya, sekarang pun sebagian kerja operasional telah tergantikan oleh sistem berbasis AI. Akan tetapi, Sigit menilai sudah waktunya pemerintah meregulasi kecerdasan buatan. Berkaca sejumlah negara yang sudah meregulasi AI, mereka cenderung memitigasi potensi buruk AI sambil menjaga peluang inovasinya. Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan pemerintah akn mengatur kecerdasan buatan di Indonesia secara bertahap. Nezar menyebutkan surat edaran yang sedang dalam tahap finalisasi hanyalah soft regulation dalam bentuk ethical guidelines. Namun, dia menyatakan nantinya akan ada yang bersifat regulasi.
Adapun regulasi AI tersebut, kata Nezar, akan dibuat dengan memperhatikan dinamika, perkembangan, ataupun percepatan yang terjadi di dunia AI global. “Kita terus memonitor dan kita juga coba mengidentifikasi risiko-risiko yang akan muncul dari tahap saat ini yang berkembang di Indonesia,” ujar Nezar. Dalam kesempatan lain, Ketua Pusat Studi Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef menyebut sejumlah pekerjaan di sektor teknologi sudah tergantikan dengan kecerdasan buatan, mulai dari customer service, engineer atau technical support analyst, dan pemasang submarine cable. Selain itu, sistem analisa yang dimiliki AI kerap kali menjadi salah satu penghasil keputusan yang mempengaruhi masa depan perusahaan. Namun, Ian mengatakan teknologi tersebut masih berpotensi menyebabkan banyak dampak buruk. Mulai dari analisa profil yang disalahgunakan hingga chatbot yang bisa membuat kabar bohong. Sebaliknya, pemerhati teknologi Khoirul Anwar mengatakan perlu ada sekitar 2 kali-3 kali pembuatan surat edaran baik soal etika ataupun aspek lainnya, sebelum akhirnya regulasi dibuat. “Memang secara umum sulit membuat aturan untuk teknologi yang masih berkembang. Karena bisa terlanjur dibuat tapi tidak pas,” ujar Khoirul. Setiap surat edaran diluncurkan, dia menyatakan akan diiringi pula dengan kajian terhadap penemuan AI terbaru, respons industri terkait, ataupun pengguna AI. Khoirul juga mengungkapkan tugas pemerintah masih panjang soal AI. Menurutnya, fungsi pemerintah tidak akan berhenti saat nantinya regulasi AI sudah selesai, tetapi juga monitoring penerapan regulasi.
Kisah Hidup ”Rungkad” Pejudi Daring
Bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah, judi bisa menjadi
pertaruhan hidup yang menghancurkan segalanya. Rungkad, tumbang, hancur lebur, dan
habis-habisan. Situasi ini memungkinkan karena uang deposit bertarif murah mampu
meraup pasar pejudi kalangan bawah. Seorang pejudi menceritakan kisahnya di
tepi Teluk Jakarta, Sabtu (11/11). Sambil mengisap rokok, Oni (28) mengingat
lagi momen krusial yang membuat hidupnya rusak akibat judi online (judol). Ia
mulai berjudi sejak 2021. Ketika itu, ia memasukkan uang deposit ke situs judi
slot Rp 50.000, lantas memutarnya di gim mahjong. Ia kalah. Penasaran, dia
deposit lagi Rp 100.000 dan meledak! Total kemenangannya malam itu Rp 15 juta.
Sejak itu, dia bermain judi slot setiap hari. ”Momen itu yang enggak bisa gue
lupa dan bikin gue hancur seperti sekarang,” ujarnya. Kian nekat, ia memasukkan
uang ke situs judi sebesar Rp 10 juta. Saat uang gajinya tak cukup meladeni
hasrat judinya, Oni mencari dana dari pinjaman online (pinjol). Ia pun memasuki
tahap ekstrem dan berbahaya, yakni terikat oleh duet maut judol dan pinjol.
Dengan pola ini, utang pinjol bukannya berkurang, malah
menjadi-jadi. Oni mulai kusut. Klimaks terjadi pada September 2021 ketika ayahnya
meninggal. Sehari setelah peristiwa itu, ia minta ibu dan adiknya mengabaikan
apabila ada yang menelepon dan menagih utang. Ibunya juga meminjamkan uang Rp
17 juta untuk menutup utang pinjol Oni. ”Kalau utang ditotal, ada Rp 120 juta.
Tapi ini agregat, ya. Kan, gue abis bayar langsung minjam lagi. Gue pinjam buat
main judi. Kalau menang, langsung bayar. Kalau kalah, pinjam di pinjol lain
lagi,” tuturnya. Lalu, Oni menjual sepeda motornya, juga koleksi compact disc
(CD) dan kaus band metal favoritnya yang sudah dikumpulkan sejak SMP. ”Sampai
di rumah, gue nangis,” kenangnya, setelah menjual 150 CD dan 40 kaus senilai Rp
10 jutaan. Hasil dari penjualan barang itu masih belum cukup untuk melunasi
utangnya. Keadaan diperparah karena dia masih main judi slot. ”Slot ini gila. Bahkan,
gue memandangnya lebih parah dari narkoba,” katanya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









