;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Beras Murah Tinggal Sejarah

11 Sep 2024
REZIM beras murah yang telah berjalan selama beberapa dekade berakhir saat pemerintah mengubah kebijakan beras untuk rakyat miskin dan rakyat sejahtera (raskin dan rastra) menjadi bantuan pangan non-tunai (BPNT). Gonjang-ganjing harga beras lantas bergulir dari musim ke musim. Selama hampir dua tahun terakhir, harga beras tetap stabil tinggi.  Tingginya harga beras terlihat di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia. Per Senin, 9 September 2024, PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp 12.450 per kilogram, kualitas medium I Rp 14.350 per kilogram, dan kualitas super I Rp 15.250 per kilogram.

Ada tiga fungsi utama yang melekat pada program beras raskin/rastra, yakni sebagai jaring pengaman sosial, instrumen stabilisasi harga, serta upaya pelindungan petani. Untuk fungsi jaringan pengaman sosial, setiap tahun pemerintah mengalokasikan sekitar 2,7 juta ton beras untuk 15 juta rumah tangga sasaran dengan harga tebus hanya Rp 1.600 per kilogram.

Ketika terjadi lonjakan harga beras saat paceklik, volume beras raskin/rastra ditambah sesuai dengan kebutuhan. Sebaliknya, saat panen raya, distribusi beras khusus ini dihentikan. Langkah itu sekaligus sebagai upaya pelindungan petani. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 memberikan jaminan kepada petani melalui mekanisme harga pembelian pemerintah (HPP). Kemudian, Perum Bulog ditugaskan membeli gabah/beras petani dengan prognosa 2,5-3 juta ton beras per tahun. Kanal penyalurannya, selain untuk beras raskin/rastra, untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) yang berfungsi sebagai buffer stock atau stok penyangga. (Yetede)

Naiknya Harga Minyak Goreng Curah

10 Sep 2024

Pemerintah tak lagi mengatur harga minyak goreng curah sehingga harganya naik terus. Begitu juga Minyakita. Harga minyak kemasan program Minyak Goreng Rakyat itu juga tak kunjung turun. Jika kondisi itu terus terjadi, tujuan pemerintah mengubah pola konsumsi minyak goreng dari curah ke kemasan sulit terealisasi. Untuk itu, Kemendag diminta mengatasi persoalan tersebut. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (9/9). Berdasar data Kemendag, per pekan I September 2024, harga rerata nasional minyak goreng curah Rp 16.317 per liter, naik 2,13 % secara bulanan. Harga Minyakita juga naik 1,84 % menjadi Rp 16.712 per liter. Sejak Permendag No 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat diundangkan 14 Agustus 2024 hingga 6 September 2024, harga Minyakita naik 1,8 %.

Harga itu di atas harga eceran tertinggi (HET) Minyakita yang ditetapkan Rp 15.700 per liter. Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan, Kemendag perlu mencermati harga minyak goreng curah yang naik terus. Kenaikan harga tersebut bisa dipahami lantaran minyak goreng curah tidak lagi masuk skema kewajiban memasok kebutuhan domestik (DMO) dan HET-nya tidak diatur pemerintah. Berbarengan dengan itu, harga Minyakita yang masih diatur pemerintah juga turut naik. Hal ini mungkin akibat ada kendala teknis, seperti pergantian kemasan berlabel HET lama ke baru atau belum optimalnya DMO Minyakita.  

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengakui harga minyak goreng curah dan Minyakita terus naik pasca Permendag No 18/2024 diterbitkan, lantaran transisi program Minyak Goreng Rakyat lama ke baru. Namun, kondisi itu juga akan menjadi perhatian Kemendag. Kemendag akan meminta produsen hingga jaringan distributor segera memasok Minyakita, terutama di daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga. ”Permendag No 18/2024 juga memberi kelonggaran. Minyakita dengan kemasan HET lama masih bisa didistribusikan dan diperdagangkan, 90 hari sejak regulasi itu diundangkan atau hingga 12 November 2024,” kata Bambang. Ia memastikan produksi dan stok Minyakita tidak bermasalah. (Yoga)


Stok Pangan Nasional: Antara Produksi Lokal dan Impor

10 Sep 2024

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok pangan nasional, termasuk beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging, gula, dan minyak goreng, masih aman hingga akhir 2024, meskipun beberapa harga komoditas naik. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa stok beras diproyeksikan mencapai 8,13 juta ton, didukung oleh impor yang telah mencapai 2,75 juta ton. Namun, BUMN Pangan masih kesulitan intervensi harga karena keterbatasan modal, sehingga Bapanas mengusulkan subsidi murah ke Kementerian Keuangan.

Di sisi lain, Deputi III Kantor Staf Presiden, Edy Priyono, menyoroti kenaikan harga minyak goreng kemasan MinyaKita yang seharusnya lebih terjangkau, tetapi justru ikut naik, bertentangan dengan harapan pemerintah. Pemerintah terus mendorong konsumsi minyak goreng kemasan, meskipun harga MinyaKita kini lebih tinggi daripada minyak goreng curah.

Naiknya Produksi Beras Dunia

09 Sep 2024

Deretan karung yang berisi berbagai jenis beras terlihat ditawarkan oleh salah satu toko di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (7/9/2024). Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) merevisi potensi produksi beras dunia pada 2024/2025 sebesar 536,9 juta ton. Volume produksi itu lebih tinggi 1,8 juta ton ketimbang proyeksi FAO pada 7 Juli 2024 yang sebanyak 535,1 juta ton, yang artinya terjadi kenaikan produksi beras dunia. (Yoga)

Kebijakan BBM Rendah Sulfur Mulai Bergulir

09 Sep 2024

Pemerintah berencana memberlakukan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi dan penggunaan BBM rendah sulfur untuk tujuan yang berbeda. Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi bertujuan memperbaiki kondisi fiskal dan memastikan subsidi lebih tepat sasaran, sementara penggunaan BBM rendah sulfur dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, terutama udara di kota-kota besar seperti Jakarta, yang kualitas udaranya termasuk yang terburuk di dunia.

Data dari International Energy Agency (IEA) menyebut emisi transportasi menyumbang sekitar 30% dari total emisi global, dengan 88% di antaranya berasal dari transportasi darat. Penggunaan BBM rendah sulfur diharapkan membantu mengurangi polusi ini. Pertamina, sebagai penyedia BBM, telah siap dengan produk seperti Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo 98 yang memiliki kandungan sulfur rendah, sesuai dengan standar Euro IV dan V yang ditetapkan oleh pemerintah.

Meskipun langkah ini dinilai positif dari sisi lingkungan dan keuangan negara, potensi risiko penurunan daya beli konsumen akibat harga BBM yang lebih tinggi perlu diantisipasi, mengingat struktur ekonomi Indonesia masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga.

Berburu Penjualan di Tengah Harga Kinclong

09 Sep 2024

Emiten pertambangan emas memoles prospek bisnisnya melalui ekspansi dan penambahan cadangan. Bersamaan, para emiten ingin mendongkrak penjualan di tengah momentum tren harga komoditas emas yang masih tinggi. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, tengah mengejar target penjualan 37 ton emas. Meningkat sekitar 30% dari realisasi tahun lalu. Hingga semester I-2024, ANTM mencetak penjualan produk emas sebesar 16 ton, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan volume terjadi ketika harga jual rata-rata di semester pertama menanjak 14% year on year (yoy). "Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan modal kerja, serta mengurangi risiko valuta asing," ujar Sekretaris Perusahaan ANTM Syarif Faisal Alkadrie, Jumat (6/9). 

PT United Tractors Tbk (UNTR) tak mau ketinggalan. UNTR membidik penjualan emas sekitar 235.000 ons pada tahun 2024. Sampai dengan Juli 2024, UNTR telah menjual 128.000 ons dari PT Agincourt Resources. Penjualan emas UNTR pada semester II-2024 bakal terdongkrak oleh kontribusi dari PT Sumbawa Jutaraya (SJR) dengan estimasi volume 15.000 ons. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis mengatakan, SJR akan mencatatkan penjualan emas pada kuartal ketiga ini. Head of Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tom Malik juga optimistis harga emas yang sudah menembus level US$ 2.500 per troi ons akan membawa dampak positif. 

Saat ini, MDKA sedang ekspansi pada pengembangan proyek emas Pani. Belum lama ini, MDKA telah menambah dana pembiayaan kepada perusahaan pengelola proyek emas Pani, PT Pani Bersama Jaya (PBJ) sampai dengan US$ 135 juta. Sehingga meningkat jadi US$ 260 juta dari sebelumnya US$ 125 juta, untuk pengembangan Fase 1. Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki mengatakan, posisi harga emas yang masih di level tinggi sekitar US$ 2.400 - US$ 2.500 per troi ons akan memperbaiki margin keuntungan emiten.

Harga Komoditas Menanti Pemulihan Ekonomi Global

09 Sep 2024

Harga komoditas energi seperti minyak bumi, batubara dan gas alam bergerak beragam sepanjang tahun ini. Melansir Bloomberg, harga minyak WTI berada di US$ 67,67 per barel pada Jumat (6/9), turun 4,66% secara year to date (ytd). Harga akhir pekan lalu menjadi yang terendah dalam setahun terakhir. Sementara harga batubara di US$ 141 per ton pada Jumat (6/9), naik 3,90% dari US$ 135,70 per ton di akhir 2023. Adapun harga gas alam di level US$ 2.275 per mmbtu per Jumat (6/9), turun 17,02% dari US$ 2.742 per mmbtu di akhir tahun lalu. Adapun komoditas perkebunan seperti crude palm oil (CPO) menguat ke MYR 3.898 per ton pada akhir pekan lalu dari US$ 3.572 per ton di akhir 2024. 

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan tekanan pada harga komoditas secara umum disebabkan penundaan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Awalnya pemotongan bunga acuan diperkirakan terjadi pada Maret namun terus mundur hingga kemungkinan pada September 2024. "Apabila stimulus ini terjadi, maka bisa mendukung kenaikan harga komoditas secara umum," kata Lukman kepada KONTAN, Minggu (8/9). Sementara itu dari sisi pasokan dan permintaan, komoditas seperti CPO, gas alam, batubara, dan minyak mentah masih cenderung mengalami kelebihan pasokan. 

Untuk CPO, tidak banyak perubahan yang diharapkan dalam hal pasokan dan permintaan, sehingga harga diperkirakan akan tetap stagnan di kisaran MYR 3.800–MYR 4.000 per ton. Lukman memberi catatan jika China mengumumkan stimulus ekonomi besar, maka harga CPO bisa menyentuh MYR 4.000 per ton. Pengamat komoditas dan Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga minyak melemah terseret perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global.

Subsidi Energi Yang Sesuai Mekanisme

07 Sep 2024

Pemerintah dan badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) berencana memenangkan anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025 sebesar Rp1,1 triliun, menjadi Rp203,4 triliun. Penyusuran subsidi energi tahun mendatang tersebut diyakini akan lebih tepat sasaran dan berkeadilan, dengan menggunakan mekanisme yang sesuai. Salah satu mekanisme yang tengah disiapkan untuk penyaluran BBM adalah melalui pembatasan yang hingga saat ini dalam proses penggodokan. Anggaran subsidi energi tersebut terdiri dari subsidi jenis bahan bakar tertentu sebesar Rp26,7 triliun atau tetap, subsidi LPG 3 kg Rp 87 triliun, turun dari Rp90,2 triliun. Namun, pemerintah menyatakan penurunan alokasi untuk subsidi BBM disebabkan oleh perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2025 dari Rp 16.100 ke Rp16 ribu per dolar AS. “Dari pada menaikkan harga, dampaknya akan lebih besar. Maka yang harus ditempuh adalah pembatasan, hingga subsidi benar-benar tepat sasaran. Yang behak mendapatkan subsidi akan tetap memperoleh subsidi,” kata Pengamat Ekonomi dari UGM. (Yetede)


Survei PPIM UIN Hanya 20,09% Muslim Yang Memahami Transisi Energi

07 Sep 2024

PEMERINTAH Indonesia menjadikan transisi energi terbarukan sebagai salah satu prioritas pembangunan hingga 2029. Dari sektor energi hingga transportasi akan mendapat percepatan. Terdengar menakjubkan. Tapi apakah hal tersebut realistis? Dalam beberapa catatan, upaya transisi energi ternyata masih menunjukkan pelbagai kendala. Selain masih banyak inkonsistensi dari pemerintah, masyarakat belum begitu memahami apa itu transisi energi.

Survei kami bersama tim Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memperlihatkan hanya 20,09 persen muslim Indonesia tahu tentang istilah tersebut. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, penting bagi pemerintah untuk mendudukkan segala kebijakan yang selaras dengan alam pikir masyarakat beragama, terutama kebijakan transisi energi yang membutuhkan pelibatan masyarakat. Keselarasan penting agar transisi energi Indonesia mendapat dukungan dan partisipasi yang masif dari masyarakat.

Kami mensurvei 3.045 responden muslim berusia 15 tahun ke atas dari semua provinsi di Indonesia seputar pemahaman mereka terhadap isu lingkungan dan perilaku ramah lingkungan, termasuk transisi energi. Survei ini memiliki margin kesalahan 2-4 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Melalui survei ini, kami menemukan bahwa pengetahuan masyarakat tentang transisi energi ternyata tidak menjamin pemahaman yang benar perihal konsep tersebut. Mereka yang menjawab, “Ya, tahu transisi energi”, ternyata tidak sepenuhnya memahami konsep transisi energi. (Yetede)

Permintaan Minyak Bumi Tinggi, Energi Hijau Ditumbuhkan

06 Sep 2024

Permintaan minyak bumi yang diproyeksi masih tinggi dalam 10 tahun ke depan membuat PT Pertamina Hulu Energi terus memperkuat sektor tersebut. Namun, lini energi baru dan terbarukan juga dikembangkan untuk mengantisipasi perkembangan tren konsumsi energi dunia. Hal itu diungkap Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Rachmat Hidajat saat menjadi pembicara dalam acara Pertamina Goes to Campus, yang dihadiri 800 mahasiswa di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (5/9). Rachmat menyampaikan, setidaknya dalam 10 tahun ke depan minyak bumi masih memegang peranan penting dalam sektor energi dunia. ”Konsumsi minyak dunia saat ini masih di atas 100 juta barel per hari. Itu angka yang luar biasa,” katanya.

Terkait harga, Rachmat menyebut, banyak ketidakpastian yang memengaruhinya sehingga berpotensi naik dan turun. Namun, proyeksi terbaiknya, harga akan tetap seperti sekarang di level 80 USD per barel. PHE sebagai produsen minyak dan gas bumi nasional berupaya terus meningkatkan kinerja produksi dan investasi. Hal ini juga bagian dari upaya memperkuat ke tahanan energi nasional. Meski masih berfokus di migas, lanjutnya, pihaknya juga membangun lini energi baru dan terbarukan (EBT) atau energi hijau, salah satunya bioethanol, untuk mengantisipasi perkembangan konsumsi energi masyarakat. ”Pertamina melakukan pertumbuhan ganda, yakni memaksimalkan bisnis yang ada dan membangun sektor rendah karbon,” katanya. (Yoga)