;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Indonesia Produsen Nikel Terbesar di Dunia

02 Sep 2024
Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia dinilai sudah saatnya memiliki bursa komoditas pertambangan untuk komoditas nikel. Karenanya Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia (APNI) berencana membentuk Indonesia Metal Exchange (IME) untuk komoditas nikel, yang konsepnya menyerupai London Metal Exchange (LME). Diharapkan bursa ini bisa dibentuk pada 2025, setelah mendapatkan persetujuan pemerintahan baru. Berdasarkan data Neraca Sumber Daya Cadangan Minerba Nasional tahun 2023 yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), tercatat total cadangan bijih nikel Indonesia mencapai 5.325.790.841 ton. Sementara produksi bijih nikel Indonesia di tahun 2023 sebesar 175 juta ton. Sementara itu, dari laporan realisasi investasi nasional 2023 tercatat sebanyak Rp 1.200 triliun dan dari jumlah itu, komoditas nikel tercatat menyumbang investasi sebesar Rp 523 triliun. (Yetede)

Presiden Raih Penghargaan di Bidang Ketahanan Pangan

31 Aug 2024

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan tertinggi di bidang pangan dan pertanian dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Penghargaan Agricola Medal itu diserahkan Dirjen FAO Qu Dongyu kepada Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8). ”Program ketahanan pangan memang menjadi salah satu prioritas pemerintah karena Indonesia menyadari betul pentingnya kemandirian dan kedaulatan pangan, apalagi di tengah berbagai ketidakpastian dunia,” ujar Presiden. Presiden Jokowi menyatakan, sektor pertanian Indonesia saat pandemi Covid-19 tetap tumbuh 1,7 %. Pada 2023, sektor pertanian memberikan kontribusi 12,5 % bagi PDB nasional.

Ini tak lepas dari peran serta seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian bangsa. ”Oleh sebab itu, penghargaan Agricola Medal ini kita persembahkan untuk seluruh petani, seluruh masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam sektor pertanian,” kata Presiden Jokowi. Qu Dongyu mengapresiasi Presiden Jokowi karena dinilai bisa menata sistem pertanian pangan Indonesia. Presiden Jokowi juga dinilai mampu memastikan ketahanan pangan dan memberi kehidupan yang lebih baik bagi setiap warga Indonesia. Penghargaan tersebut merupakan simbol kolaborasi yang kuat antara FAO dan Indonesia dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 dan Visi Indonesia 2045.

”Kepemimpinan Anda yang kuat juga telah terlihat oleh dunia melalui kepemimpinan Indonesia yang sukses di G20 yang melaluinya kita membangun kepemimpinan global kolektif yang lebih kuat dan koheren,” ucapnya. Penghargaan Agricola Medal merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh FAO kepada individu yang memiliki kontribusi luar biasa dalam bidang pangan dan pertanian. Agricola Medal tersebut disiapkan langsung oleh Kantor Pusat FAO di Roma yang menampilkan ukuran foto Presiden Jokowi dan slogan ”Stronger Together for Resilient and Sustainable Agrifood Systems”. (Yoga)


Emas ANTAM Tetap Memikat

30 Aug 2024

Sikap dovish bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve membuat harga emas spot menguat. Tapi, laju harga emas Antam tak sekencang emas spot, lantaran rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS. Kendati begitu, emas Antam masih bisa memberi cuan asal membeli di waktu yang tepat. Dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam pada Kamis (29/8) berada di Rp 1.412.000, turun Rp 21.000 atau 1,43% dari harga di awal bulan Agustus (1/8) Rp 1.433.000. Pengamat Komoditas dan Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah menjadi faktor yang membuat harga emas Antam tidak ikut melonjak. "Rupiah menguat hampir 1000 poin atau sekitar 6% sejak awal bulan, sedangkan emas dunia hanya naik kurang dari 3%. Jadi jika dirupiahkan, harga emas Antam turun sekitar 3%," katanya ke KONTAN, Kamis (29/8). Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo juga mengatakan, selain sentimen suku bunga, masih ada sejumlah katalis yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas. Founder Traderindo.com. Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga emas Antam masih bisa bullish sampai akhir tahun. Jika dolar AS menguat dan harga emas global melemah, emas Antam masih dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap dolar AS. 

Apalagi, rupiah sejatinya masih rentan melemah dalam jangka panjang dan menengah. Prediksi Wahyu, harga emas antam di Rp 1,5 juta–Rp 1,6 juta per gram. Sedangkan Sutopo memprediksi, harga logam mulia ini akan berada di kisaran Rp 1,5 juta per gram. Nah, bulan September adalah siklus tahunan penurunan harga emas.Sehingga, investor dapat membeli dan menyimpan setelah akhir September 2024. Jika penguatan rupiah terus berlanjut, harga emas Antam tidak akan jauh berubah. Menurutnya rupiah berpotensi menguat ke Rp 15.000 Dus, harga emas antam pada akhir tahun sejutar Rp 1.48 juta. Lukman melihat belum terlambat melakukan pembelian, terutama jika punya target investasi jangka panjang.

Food Estate Lumbung Duka

30 Aug 2024

LIMA ratus ribu hektare. Seluas itu sawah yang ingin dicetak Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kalimantan Tengah. "Syukur-syukur bisa 1 juta hektare," katanya setelah meninjau lahan di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Rabu, 28 Agustus 2024. Sawah tersebut nantinya menjadi salah satu lumbung pangan alias food estate Indonesia. Dia berencana membuka sawah baru di lahan rawa dan bekas pengembangan lahan gambut di tujuh wilayah di Kalimantan Tengah. Tujuh wilayah tersebut adalah Kabupaten Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kota Palangka Raya. Selain itu, masih ada 500 ribu hektare sawah baru yang akan dicetak di Kalimantan Selatan, 200 ribu hektare di Sumatera Selatan, dan 1 juta hektare di Papua Selatan.

Bagi Amran, penambahan luas area sawah ini penting untuk memenuhi permintaan beras nasional. Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras Indonesia sebesar 31,10 juta ton dari luas panen padi sekitar 10,21 juta hektare sepanjang 2023. Jumlah ini belum cukup lantaran Indonesia masih harus mengimpor beras hingga 3,06 juta ton pada periode tersebut. Volume itu paling tinggi dalam lima tahun terakhir lantaran impor beras sebelumnya hanya sekitar 400 ribu ton per tahun. Menurut Amran, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena Indonesia masih harus mengandalkan pasokan beras dari negara lain. "Kalau terjadi darurat pangan, negara tidak bisa berbuat banyak dan pemerintah bisa runtuh," 

Amran mengatakan program lumbung pangan merupakan cita-cita Presiden Joko Widodo. Proyek ini masuk daftar proyek strategis nasional selama 10 tahun ia menjabat. Meski hasilnya tak cemerlang, program serupa menjadi prioritas presiden terpilih Prabowo Subianto. Merujuk pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025, untuk tahun perdana, pemerintahan Prabowo berencana mencetak sawah 250 ribu hektare dan mengembangkan kawasan padi 485 ribu hektare. Dana untuk program ini masuk anggaran ketahanan pangan senilai Rp 124,4 triliun yang tersebar untuk beragam kementerian dan lembaga, seperti tertera dalam RAPBN 2025.(Yetede)

Peraturan BPH Migas Tentang Penerbitan Surat Rekomondasi untuk Pembelian JBT

29 Aug 2024

Kendaraan pertambangan rakyat diusulkan masuk dalam kriteria konsumen yang berhak membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Mekanisme pembelian BBM subsidi itu harus memiliki surat rekomondasi dari pemerintah provinsi setempat.  Adapun payung hukum ketentuan ini akan tertuang dalam perubahan  Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penerbitan Surat Rekomondasi untuk Pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan kendaraan pertambangan dan perkebunan sebenarnya sudah  dilarang dalam Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Menurutnya pemerintah harus konsisten dalam menentukan konsumen yang berhak membeli BBM bersubsidi. "Dalam konteks revisi maka pemerintah perlu konsisten. Idealnya untuk kegiatan usaha gunakan BM nonsubsidi," kata Komaidi(Yetede)

Harga Batubara Turun, ADRO Meredup

29 Aug 2024

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengejar target produksi dan penjualan batubara pada semester II-2024. ADRO menempuh strategi ini usai mengalami penurunan kinerja pada periode paruh pertama. Pendapatan usaha ADRO tergerus 14,40% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 3,47 miliar menjadi US$ 2,97 miliar. Sedangkan laba bersih ADRO menyusut 10,87% secara tahunan dari US$ 873,83 juta menjadi US$ 778,77 juta hingga Juni 2024. Presiden Direktur & Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi "Boy" Thohir mengklaim, kinerja ADRO menunjukkan daya tahan di tengah tantangan kondisi harga batubara termal maupun metalurgi. "Grup Adaro mampu menunjukkan resiliensi kinerja keuangan berkat keunggulan operasional dan efisiensi," katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (27/8). Pasar dalam negeri mendominasi penjualan ADRO dengan porsi 26%. Sedangkan pasar ekspor ke Asia Timur Laut (24%), Asia Tenggara (18%), China (18%), India (11%) dan lainnya (3%). Meski secara volume menanjak, namun terjadi koreksi pada harga jual rata-rata sekitar 19%. 

Head of Corporate Communication Adaro Energy Indonesia, Febriati Nadira optimistis, prospek pertumbuhan ADRO masih cerah di sisa tahun ini. Terutama didukung kenaikan permintaan di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia, serta Asia Selatan. "Sebagian pelanggan kami memiliki kontrak jangka panjang dan kami fokus untuk memenuhi permintaan pelanggan," kata Nadira, ke KONTAN, Rabu (28/8). Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani melihat, laba bersih ADRO melampaui ekspektasi. Sedangkan pendapatan sejalan dengan perkiraan. Hendriko mengamati, margin laba kotor lebih tinggi seiring penurunan biaya royalti, biaya pemrosesan batubara serta hilangnya biaya mining service. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menilai, prospek emiten batubara masih menarik di tengah fluktuasi harga komoditas. Secara valuasi, Hendra menilai, ADRO masih relatif murah. Dia merekomendasi trading buy ADRO di target harga di Rp 3.990 per saham. Sedangkan Founder WH Project, William Hartanto merekomendasi beli ADRO dengan target harga Rp 3.700–Rp 3.900 per saham.

Langkanya Beras di Jepang

28 Aug 2024

Jepang mengalami kelangkaan beras. Stok beras Jepang jatuh ke level terendah dalam 25 tahun terakhir. Namun, otoritas menegaskan, Jepang tidak menghadapi kekurangan beras. Pemerintah pun menjanjikan kelangkaan segera teratasi. Faktor penyebab penurunan pasokan beras di Jepang adalah cuaca panas ekstrem tahun 2023 yang membuat panen merosot, melonjaknya jumlah wisatawan mancanegara, hingga ketakutan warga terkait peringatan ancaman gempa di sepanjang Palung Nankai.

Media Jepang, Mainichi, Selasa (27/8/2024), melaporkan, rak-rak beras kosong terlihat di supermarket dan toko-toko di Jepang. Sementara permintaan terus meningkat, sejak awal Agustus 2024.”Beras adalah makanan pokok, tetapi semakin sulit dibeli. Ini menyusahkan,” kata seorang ibu rumah tangga (50). Dampak kelangkaan itu, harga beras di sejumlah kota di Jepang melambung ke harga tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Sejumlah supermarket kehabisan stok dan membatasi pembelian.

Karyawan gerai penjualan langsung JA Chikushi di Kasuga, Prefektur Fukuoka, harus menjelaskan ke pelanggan bahwa beras merah yang ingin dibeli habis terjual. ”Belum pernah, beras habis terjual sebelumnya,” katanya dikutip The Japan News. Menurut Pejabat Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Hiroshi Itakura.  stok beras sektor swasta Jepang turun jadi 1,56 juta ton pada Juni 2024, turun 20 % dari tahun sebelumnya dan terendah sejak 1999, dipicu penurunan panen akibat panas ekstrem pada 2023. Kelangkaan beras di Jepang diperkirakan berlanjut hingga September 2024. Kelangkaan akan teratasi saat pasokan dari panen beras tahun ini tersedia. (Yoga)


Sektor Pertanian Merosot

28 Aug 2024

Satu dekade kepemimpinan Presiden Jokowi, sektor pertanian justru tumbuh melambat. Subsektor tanaman pangan yang menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat performanya justru paling buruk. Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra PG Talattov, Selasa (27/8) mengatakan, capaian kinerja sektor pertanian dalam 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi belum sesuai harapan. Pertumbuhan tahunan sektor pertanian melambat, dari 4,24 % pada 2014 menjadi 1,3 % pada 2023.

”Bahkan, pada triwulan I-2024, sektor pertanian justru terkontraksi atau tumbuh minus  3,54 % secara tahunan,” ujarnya dalam diskusi publik bertajuk ”Evaluasi 10 Tahun Jokowi di Bidang Ekonomi” yang digelar Indef secara daring di Jakarta. Abra juga menuturkan, pertumbuhan sektor pertanian selalu di bawah pertumbuhan ekonomi nasional selama satu dekade terakhir. Kontribusi tahunan sektor tersebut terhadap PDB juga stagnan, yakni 13,34 % pada 2014 dan 12,53 % pada 2023. Bahkan, kinerja subsektor tanaman pangan justru merosot paling tajam dibanding subsector lain. Padahal, tanaman pangan merupakan subsektor paling strategis untuk menjaga kebutuhan pokok masyarakat, terutama beras.

”Tidak mengherankan jika Indonesia terus mengimpor beras lantaran produksi beras nasional berkurang,” katanya. BPS mencatat, subsektor tanaman pangan pada 2014 hanya tumbuh 0,06 % secara tahunan. Pada 2023, subsektor tersebut bahkan tumbuh -3,88 %. Pada triwulan I-2024, subsektor tanaman pangan terkontraksi cukup dalam, yakni tumbuh -24,73 %. Baru pada triwulan II-2024, subsektor ini tumbuh 12,5 % secara tahunan. Untuk itu, Abra berharap pemerintahan baru nanti benar-benar serius memperbaiki kinerja sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan. Perbaikan itu tidak hanya mencakup peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteran para produsen pangan di hulu. (Yoga)


Realisasi Rendah, Target ”Lifting” Minyak Tetap Naik

28 Aug 2024

Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR menyepakati produksi siap jual atau lifting minyak bumi pada asumsi dasar RAPBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari. Angka itu terbilang optimistis mengingat posisi lifting minyak saat ini 570.000 barel per hari. Angka itu disepakati dalam raker Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/8). Asumsi dasar lain yang disepakati ialah lifting gas bumi 1,005 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), biaya operasi yang dipulihkan (cost recovery) 8,5 miliar USD dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) 82 USD per barel.

Volume BBM bersubsidi jenis solar disepakati 18,89 juta kiloliter (kl) dan jenis minyak tanah 0,5 juta kl. Volume elpiji 3 kg sebesar 8,2 juta metrik ton, subsidi tetap minyak solar Rp 1.000 per liter dan subsidi listrik Rp 90,22 triliun (termasuk sisa kurang bayar tahun 2023). Angka-angka yang disepakati Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM dalam rapat tersebut relatif tidak jauh berbeda dengan apa yang tertuang dalam Nota Keuangan RAPBN 2025. Perubahan di antaranya pada lifting minyak bumi dari 600.000 barel per hari menjadi 605.000 barel per hari dan volume elpiji 3 kg dari sebelumnya 8,17 juta metrik ton menjadi 8,2 juta metrik ton.

Bahlil mengatakan, mencapai target lifting minyak pada 2025 menjadi tugas penting Kementerian ESDM. ”Kami akan berbicara dengan SKK Migas, Pertamina, dan beberapa KKKS (kontraktor kontrak kerja sama) yang memiliki peran penting untuk meningkatkan lifting minyak,” katanya. Target lifting minyak 605.000 barel per hari itu dikejar di tengah tantangan tren penurunan produksi minyak secara alamiah mengingat sebagian besar sumur minyak di Indonesia sudah tua (mature). Berdasarkan data SKK Migas, realisasi lifting minyak pada semester I-2024 ialah 576.000 barel per hari atau di bawah target APBN yang sebesar 635.000 barel per hari. (Yoga)


Pembatasan BBM Subsidi, Dahulukan Sosialisasi Sebelum Diberlakukan

28 Aug 2024

Pembatasan konsumsi bahan bakar (BBM) subsidi lebih baik dimulai pada awal Januari 2025. Sosialisasi pemberlakuan subsidi tepat sasaran dilakukan hingga akhir 2024 guna memberikan penjelasan yang lebih lengkap kepada masyarakat. Adapun payung hukum kebijakan ini dalam bentuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun belum jelas apakah beleid ini turunan dari revisi Peraturan Presiden 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan pemerintah harus menjelaskan terlebih dahulu target tahun ini, menurut Komaidi, berat diterapkan lantaran tidak ada ruang untuk melakukan sosialisasi. "Kalau targetnya APBN 2025 menjadi relevan. Tapi kalau targetnya tahun ini enggak ada ruang sosialisasi. Pembatasan kalau diterapkan 2025 relevan," kata Komaidi. (Yetede)