Food Estate Lumbung Duka
LIMA ratus ribu hektare. Seluas itu sawah yang ingin dicetak Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kalimantan Tengah. "Syukur-syukur bisa 1 juta hektare," katanya setelah meninjau lahan di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Rabu, 28 Agustus 2024. Sawah tersebut nantinya menjadi salah satu lumbung pangan alias food estate Indonesia. Dia berencana membuka sawah baru di lahan rawa dan bekas pengembangan lahan gambut di tujuh wilayah di Kalimantan Tengah. Tujuh wilayah tersebut adalah Kabupaten Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kota Palangka Raya. Selain itu, masih ada 500 ribu hektare sawah baru yang akan dicetak di Kalimantan Selatan, 200 ribu hektare di Sumatera Selatan, dan 1 juta hektare di Papua Selatan.
Bagi Amran, penambahan luas area sawah ini penting untuk memenuhi permintaan beras nasional. Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras Indonesia sebesar 31,10 juta ton dari luas panen padi sekitar 10,21 juta hektare sepanjang 2023. Jumlah ini belum cukup lantaran Indonesia masih harus mengimpor beras hingga 3,06 juta ton pada periode tersebut. Volume itu paling tinggi dalam lima tahun terakhir lantaran impor beras sebelumnya hanya sekitar 400 ribu ton per tahun. Menurut Amran, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena Indonesia masih harus mengandalkan pasokan beras dari negara lain. "Kalau terjadi darurat pangan, negara tidak bisa berbuat banyak dan pemerintah bisa runtuh,"
Amran mengatakan program lumbung pangan merupakan cita-cita Presiden Joko Widodo. Proyek ini masuk daftar proyek strategis nasional selama 10 tahun ia menjabat. Meski hasilnya tak cemerlang, program serupa menjadi prioritas presiden terpilih Prabowo Subianto. Merujuk pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025, untuk tahun perdana, pemerintahan Prabowo berencana mencetak sawah 250 ribu hektare dan mengembangkan kawasan padi 485 ribu hektare. Dana untuk program ini masuk anggaran ketahanan pangan senilai Rp 124,4 triliun yang tersebar untuk beragam kementerian dan lembaga, seperti tertera dalam RAPBN 2025.(Yetede)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023