Realisasi Rendah, Target ”Lifting” Minyak Tetap Naik
Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR menyepakati produksi siap jual atau lifting minyak bumi pada asumsi dasar RAPBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari. Angka itu terbilang optimistis mengingat posisi lifting minyak saat ini 570.000 barel per hari. Angka itu disepakati dalam raker Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/8). Asumsi dasar lain yang disepakati ialah lifting gas bumi 1,005 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), biaya operasi yang dipulihkan (cost recovery) 8,5 miliar USD dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) 82 USD per barel.
Volume BBM bersubsidi jenis solar disepakati 18,89 juta kiloliter (kl) dan jenis minyak tanah 0,5 juta kl. Volume elpiji 3 kg sebesar 8,2 juta metrik ton, subsidi tetap minyak solar Rp 1.000 per liter dan subsidi listrik Rp 90,22 triliun (termasuk sisa kurang bayar tahun 2023). Angka-angka yang disepakati Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM dalam rapat tersebut relatif tidak jauh berbeda dengan apa yang tertuang dalam Nota Keuangan RAPBN 2025. Perubahan di antaranya pada lifting minyak bumi dari 600.000 barel per hari menjadi 605.000 barel per hari dan volume elpiji 3 kg dari sebelumnya 8,17 juta metrik ton menjadi 8,2 juta metrik ton.
Bahlil mengatakan, mencapai target lifting minyak pada 2025 menjadi tugas penting Kementerian ESDM. ”Kami akan berbicara dengan SKK Migas, Pertamina, dan beberapa KKKS (kontraktor kontrak kerja sama) yang memiliki peran penting untuk meningkatkan lifting minyak,” katanya. Target lifting minyak 605.000 barel per hari itu dikejar di tengah tantangan tren penurunan produksi minyak secara alamiah mengingat sebagian besar sumur minyak di Indonesia sudah tua (mature). Berdasarkan data SKK Migas, realisasi lifting minyak pada semester I-2024 ialah 576.000 barel per hari atau di bawah target APBN yang sebesar 635.000 barel per hari. (Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Titik Balik Lifting Minyak Bumi
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023