;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Mencari Mitra Strategis Bukit Asam Melakukan Penjajakan Ulang

28 Aug 2024

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus melakukan penjajakan untuk menentukan calon mitra strategis yang tepat dalam proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Muara Enim, Sumatera Selatan. Hal ini menyusul mundurnya perusahaan Amerika Serikat (AS), Air Products and Chemical Inc sebagai mitra strategis Bukit Asam dalam proyek hilirisasi batu bara bernilai investasi US$ 2,1 miliar atau setara dengan Rp32 triliun tersebut. Dalam mencari mitra baru di proyek DME, Bukit Asam mengakui cukup selektif. Senior Vice President Project Management Office PTBA Setiadi Wicaksono mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan banyak aspek untuk menentukan mitra strategis yang akan ditarik dalam proyek berjangka dalam waktu 20 tahun tersebut. "Saat ini kami sedang melakukan penjajakan  ke beberapa calon mitra strategis menyusul mundurnya Air Product. Sedang kami assess dari sisi pendanaan dan kelayakan teknologi, serta kepemilikan pasarnya," kata Setiadi. (Yetede)

Peluang Hemat Anggaran Subsidi Energi

28 Aug 2024

Pemerintah berpeluang menghemat anggaran subsidi energi berikut kompensasinya pada tahun ini. Penghematan ini datang dari pelemahan harga minyak mentah sekaligus rupiah. Pada Selasa (27/8), harga minyak dunia melemah, setelah melonjak lebih dari 7% selama tiga hari terakhir. Pemicunya, kekhawatiran pasokan akibat konflik meluas di Timur Tengah dan kemungkinan penutupan sebagian besar ladang minyak di Libya. Kontrak berjangka Brent turun menjadi US$ 79,66 per barel pada Selasa (27/8) pukul 20.00 GMT. Sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun menjadi US$ 76,22 per barel pada pukul 20.00 GMT. Sementara kurs rupiah spot kemarin ditutup pada level Rp 15.459 per dolar Amerika Serikat (AS), juga di bawah outlook tahun ini, Rp 16.000 per dolar AS. 

Sedang nilai tukar rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) di level Rp 15.509 per dolar AS. Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemkeu) Wahyu Utomo menyatakan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) dipengaruhi ICP, kurs, dan volume. Saat ini , ICP dalam tren menurun, tapi masih bergerak volatil. Direktur Celios Bhima Yudhistira Adhinegara melihat, harga minyak lebih rendah dari target APBN 2024, membuka peluang penghematan subsidi energi juga kompensasi di tahun ini. Maka, masih ada ruang baik. Tak hanya harga rendah dan rupiah menguat, ada juga faktor permintaan dari kelas menengah yang sedikit melambat. Meski demikian, lifting minyak masih perlu dicermati lantaran konsisten mengalami penurunan. Hal ini membuat impor BBM mengalami kenaikan dan menjadi beban bagi Pertamina dalam pengelolaan untuk penyaluran BBM. Dalam RAPBN 2025, subsidi energi tercatat Rp 204,5 triliun. Angka ini, terdiri atas subsidi jenis BBM tertentu dan LPG 3 kg sebesar Rp 114,3 triliun serta subsidi listrik Rp 90,2 triliun.

Emiten Batubara Berupaya Tetap Bercahaya

28 Aug 2024

Prospek emiten batubara belum lepas dari tekanan. Dikutip dari Reuters, China dikabarkan memangkas jumlah izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru hampir 80% pada semester I-2024. China merupakan pembangun PLTU terbesar. Langkah ini bisa menekan permintaan batubara dalam jangka panjang. SVP Project Management Office PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Setiadi Wicaksono menyoroti pembatasan batubara di negara maju. Namun situasi ini tak lantas membuat prospek batubara langsung redup. Setiadi meyakini outlook permintaan batubara masih menarik, setidaknya dalam jangka menengah hingga lima tahun ke depan. Kondisi ini akan merangsang perusahaan batubara menyasar pasar ekspor yang lebih beragam. PTBA sudah mencium peluang dari negara berkembang di Asia Tenggara dan Asia Selatan. 

Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), Febriati Nadira optimistis, prospek batubara masih kokoh. Penopangnya aktivitas pembangunan yang masih ramai di negara Asia. Produsen batubara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), punya strategi serupa. Direktur & Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava mengatakan, BUMI juga melakukan diversifikasi pasar dan mengakselerasi pendapatan dari segmen non-batubara. "Kami percaya adopsi strategi dengan lanskap pasar yang terus berkembang akan meningkatkan ketahanan," ujar Dileep. Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengamati transisi dunia beralih ke energi terbarukan masih perlu waktu. Analis Stocknow.id, Dinda Resty Angira mengingatkan potensi koreksi harga batubara masih terbuka, seiring ketidakpastian global.

Harapan Terus Terang pada Harga Emas

28 Aug 2024

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperkirakan melanjutkan laju pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun ini. Harga emas dunia yang menanjak mendorong prospek perseroan ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji mengatakan, harga emas di pasar dunia yang menguat mendorong kinerja perseroan ini sepanjang semester I-2024. Hal ini berkaca dari rata-rata harga jual (ASP) semester I-2024 yang naik 15% year-on-year ( yoy ) menjadi US$ 2.209 per ons troi. Sepanjang semester I-2024, emiten Grup Bakrie tersebut mencatatkan pendapatan sebesar US$ 15,8 juta atau melesat 287% yoy. Sementara laba bersih tumbuh 67% yoy menjadi Rp 9,4 juta. Permintaan akan emas juga diproyeksi meningkat, terlebih dengan status emas sebagai safe haven . Menurut Nafan, ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah akan turut mendorong permintaan akan emas. Sebagai pengingat, opex BRMS melonjak 437,3% yoy menjadi US$ 10,5 juta di kuartal II-2024. Peningkatan opex terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya gaji, upah, dan tunjangan lainnya karena pemanfaatan optimal dari Kilang 2 dan persiapan Kilang 3. Kemudian peningkatan pajak dan biaya perizinan, iuran tetap (PNBP), serta pajak bumi dan bangunan. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menyebutkan, jika menilik capaian di semester I-2024, kenaikan kinerja BRMS didorong oleh kenaikan produksi emas dan kenaikan rata-rata harga jual emas. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty melanjutkan, secara jangka panjang potensi komoditas emas masih cukup baik. Selain itu, kondisi ketidakstabilan perekonomian dan geopolitik yang masih berlanjut, maka pelaku pasar cenderung lebih memilih aset yang bersifat safe haven seperti emas. Di sisi lain, dengan potensi pemangkasan suku bunga maka dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi turun. Arinda berpandangan bahwa penurunan dolar AS akan berpengaruh pada laba BRMS, mengingat emiten ini juga melakukan ekspor. Arinda memperkirakan BRMS mampu mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 20% pada akhir tahun nanti. Dengan demikian, ia merekomendasikan buy BRMS dengan target harga Rp 230 per saham.

Masa Keemasan Emiten Emas

27 Aug 2024

Harga emas yang mencapai rekor tertinggi membuka peluang besar bagi produsen dan penjual logam mulia untuk meraih margin yang tinggi. Pada 26 Agustus 2024, harga emas spot mencapai US$2.524,50 per troy ounce, meningkat 22,37% sepanjang tahun ini.

Menanggapi lonjakan harga tersebut, Tom Malik dari PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menyatakan bahwa tren kenaikan harga emas akan berdampak positif pada kinerja perusahaan. “Target produksi Tambang Emas Tujuh Bukit 100.000 sampai 200.000 ounces, dengan harga emas yang saat ini sudah menembus US$2.500 dan diprediksi masih akan naik,” ujarnya.

Sementara itu, Herwin Hidayat dari PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mengungkapkan bahwa produksi mereka pada paruh pertama 2024 telah melampaui produksi tahun 2023. "Volume produksi yang tinggi dibarengi dengan reli harga emas bakal memompa tren kinerja perseroan tahun ini," katanya. BRMS berfokus pada penyelesaian pembangunan pabrik pengolahan bijih emas dan akses pendukung tambang.

Syarif Faisal Alkadrie dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menambahkan bahwa saat ini emas merupakan instrumen investasi yang menjanjikan. ANTM melanjutkan strategi penjualan domestik dan penambahan jaringan pasar. Thendra Crisnanda dari PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) juga melaporkan bahwa reli harga emas global meningkatkan harga jual produk mereka dan mereka konsisten membangun jaringan toko ritel.

Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas Indonesia memprediksi harga emas akan bertahan di kisaran US$2.500 dalam waktu dekat, didukung oleh pemangkasan suku bunga The Fed dan ketegangan di Timur Tengah. Hendriko Gani dari Stockbit Sekuritas menilai bahwa peningkatan harga emas dapat meningkatkan average selling price (ASP) emiten produsen, dengan BRMS sebagai salah satu saham pilihan utama.

Mayang Anggita dari DataIndonesia.id mencatat bahwa harga emas saat ini berada dalam tren bullish dan menghadapi uji resistan level US$2.536,05. Jika level ini ditembus, ada peluang untuk melanjutkan penguatan menuju US$2.576 hingga US$2.583. Goldman Sachs dan Citigroup memprediksi harga emas akan terus meningkat, dengan estimasi mencapai US$2.700 hingga US$3.000 pada pertengahan 2025.

Gagal Panen Hantui Produksi Beras

27 Aug 2024

Produksi padi pada Agustus, September dan Oktober 2024 berpotensi meningkat dibanding realisasi produksi padi periode sama tahun lalu. Perluasan areal tanam padi dan pompanisasi menjadi pemicu. Namun, potensi peningkatan produksi padi itu dihantui gagal panen di sejumlah daerah. Berdasarkan hasil kerangka sampel area padi pada Juli 2024 yang dilaksanakan BPS, luas tanam padi Agustus, September, dan Oktober 2024 masing-masing 1,01 juta hektar (ha), 0,97 juta ha, dan 0,85 juta ha. Potensi luas tanam itu di atas realisasi tanam padi pada Agustus, September, dan Oktober 2023 yang masing-masing 0,86 juta ha, 0,84 juta ha, dan 0,7 juta ha. Potensi produksi beras pada Agustus, September, dan Oktober 2024 masing-masing 2,85 juta ton, 2,87 juta ton, dan 2,59 juta ton.

Potensi produksi beras itu lebih tinggi dibanding Agustus, September, dan Oktober 2023 yang masing-masing 2,35 juta ton, 2,5 juta ton, dan 2,38 juta ton. Mentan Andi Amran Sulaiman, Senin (26/8) mengatakan, potensi produksi beras selama musim kemarau tahun ini lebih tinggi dibanding beberapa tahun sebelumnya. Potensi produksi beras pada Agustus dan September 2024 lebih tinggi dibanding realisasi produksi Agustus dan September dalam tiga tahun terakhir. Potensi produksi beras pada Oktober 2024 juga lebih banyak ketimbang realisasi produksi pada bulan yang sama dalam lima tahun terakhir. Capaian itu turut menopang surplus neraca konsumsi-produksi beras nasional pada Januari-Oktober 2024 yang diperkirakan 1,19 juta ton.

”Ini merupakan anomali produksi beras di musim kemarau. Hal itu berkat refocusing anggaran Kementan Rp 5 triliun untuk program perluasan areal tanam dan pompanisasi,” ujar Amran dalam Raker Kementan dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Jakarta. Di Cirebon, Jabar, Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung mengklaim, pasokan air dari Waduk Jatigede ke lahan pertanian di Cirebon dan Indramayu masih cukup. Namun, ratusan hektar sawah tetap dilanda kekeringan. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Kementerian PUPR Dwi Agus Kuncoro mengatakan, ketinggian air di Waduk Jatigede, Sumedang, Jabar, saat ini 251,32 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Itu di bawah kondisi normal, 260 meter di atas permukaan laut. ”(Pasokan air dari Waduk Jatigede) cukup 23 hari ke depan kalau tak ada hujan. Jadi, tak ada defisit air,” ucap Agus di Cirebon, Senin (26/8). Akibat pembagian air yang tidak merata di Cirebon, sekitar 200 hektar sawah di Desa Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, dan desa tetangga tidak kebagian air selama dua pekan terakhir. Bahkan, menurut Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Suranenggala Astika, 3 hektar sawah di antaranya sudah gagal panen. Padahal, usia padi di area itu rata-rata 1,5 bulan dan telah mendapat pemupukan. (Yoga)


Perpindahan dari Energi Batu Bara Ke Energi Hijau Menjadi Tantangan Besar

27 Aug 2024

Program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) bukan perkara mudah. Sejumlah aspek diperhitungkan mulai dari kriteria PLTU hingga ketersediaan pembangkit pengganti, yang berasal dari energi hijau, menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Sejumlah pembangkit berbahan bakar batu bara telah diidentifikasikan pemerintah masuk dalam program penghentian operasi. Kementerian ESDM kini sedang menyiapkan kriteria teknis yang menjadi acuan dalam menentukan PLTU dan urutan pensiun. Pengamat Ekonomi Energi dari Unversitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan program pensiun dini pembangkit harus disiapkan secara matang. Menurutnya pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor ketika PLTU berhenti operasi. "Tentu yang pertama dari segi ekonomis pembangkit yang dihitung. Kedua, harus ada penggantinya dari energi terbarukan. Kalau itu kontiunitas suplai listrik belum disiapkan maka akan dikhawatirkan akan ada pemadaman," kata Fahmy. (Yetede)

Produksi Susu Dalam Negeri Belum Mencukupi Kebutuhan

27 Aug 2024

BADAN Gizi Nasional menargetkan program makan bergizi gratis milik presiden terpilih Prabowo Subianto bakal berjalan mulai 2 Januari 2025. Anak sekolah nantinya bisa menikmati makan dengan menu beragam. Tapi ada dua jenis pangan yang pasti diterima para pelajar: nasi dan susu. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memastikan susu buat program makan bergizi gratis bakal berasal dari peternakan lokal. Namun Kementerian Perindustrian menyatakan produksi susu dalam negeri masih minim, salah satunya karena populasi sapi perah yang rendah. Pada 2023, jumlah produksi susu domestik hanya bisa memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,6 juta ton. Sisanya disuplai dari impor. Berkaca dari data tersebut, tambahan kebutuhan susu dari program makan bergizi gratis ini akan meningkatkan impor susu. Sejumlah ekonom meminta pemerintah mengantisipasinya dengan mendorong kenaikan populasi sapi perah di dalam negeri. Dengan begitu, manfaat program ini bisa dirasakan peternak dalam negeri alih-alih menguntungkan peternak sapi perah di negara lain. (Yetede)

Produksi Padi Terancam Turun

23 Aug 2024

Ratusan hektar sawah di Kabupaten Indramayu, Jabar, terdampak kekeringan pada musim tanam kedua. Jumlah itu diprediksi bertambah karena keke ringan masih bisa berlanjut. Produksi padi di lumbung pangan itu terancam menurun. Di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, kekeringan tampak dari tanah yang retak-retak. ”Rata-rata usia tanaman padi yang kekeringan ini 1,5 bulan. Itu lagi butuh banyak air,” ucap H Fahrurozi, Ketua Kelompok Tani Sriwijaya IV, Kamis (22/8). Kekeringan terjadi karena minimnya pasokan air saluran irigasi dari Bendungan Rentang di Majalengka dan Bendungan Cipanas.

Terakhir, sawahnya mendapat air pekan lalu, dengan debit yang sedikit karena harus berbagi dengan desa dan kecamatan lainnya. ”(Petani) di sini sudah sebulan enggak maksimal kebagian air,” ucapnya. Padahal, ia memperkirakan, di Desa Karanganyar sekitar 350 hektar terdampak kekeringan. Bahkan, sejumlah petani menggelar balap lari dan motor di sawah yang mengering, Selasa (20/8). ”Petani spontan saja (balap lari dan motor). Kami bikin ini biar kekeringan dipikirkan,” ungkap Fahrurozi yang turut serta dalam kegiatan itu. Setelah video balap lari dan motor di lahan kering itu tersebar di media, sejumlah lembaga pemerintah terkait datang ke daerah tersebut.

Ia berharap, pemerintah segera menangani dampak kekeringan itu agar petani tidak merugi. Sejauh ini ia menghabiskan 14 juta untuk biaya tanam dan pemupukan sawah seluas 2 hektar. Tanpa pasokan air, sawahnya terancam puso. ”Produksi padi juga berpotensi berkurang karena tanah tidak subur lagi. Tanahnya kering, retak-retak,” ucapnya. Namun, ia belum bisa memprediksi berapa penurunan produksi padi di lahannya. Dalam kondisi normal, ia bisa memanen 5 ton gabah kering panen (GKP). Kondisi serupa juga terjadi di desa lainnya di Kandanghaur. Dari 13 desa, hanya dua desa yang bisa terselamatkan jika pasokan air irigasi belum normal. Fahrurozi menyebut, hampir 80 % sawah di Kandanghaur kekeringan. Luas area tanamnya mencapai 4.000 hektar. (Yoga)


Meletakkan Fondasi Awal Bagi Program Transisi Energi

23 Aug 2024
MENJELANG ujung masa kekuasaannya, pemerintahan Presiden Joko Widodo telah meletakkan fondasi awal bagi program transisi energi dengan target netral karbon atau net zero emission (NZE) yang harus dipenuhi Indonesia pada 2060 mendatang. Program ini akan diwariskan kepada pemerintahan presiden terpilih berikutnya, bersama dengan segala permasalahan yang melekat di dalamnya. Jokowi memulai program transisi energi dan target NZE dengan mengumumkannya dalam konferensi tingkat tinggi G20 di Bali pada 2022. Pengumuman ini ditindaklanjuti dengan inaugurasi kerja sama Just Energy Transition Partnership (JETP) dalam acara yang sama. JETP merupakan urunan ide beberapa negara maju untuk peta jalan transisi energi di Indonesia.

Awalnya JETP diharapkan tidak sekadar menjadi wahana urun ide, tapi juga urun biaya dan risiko. Tapi apa daya, ternyata niat menyelamatkan bumi tidak semudah yang dibayangkan. Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan negara maju lain nyatanya tidak siap urun biaya dan risiko untuk mensukseskan transisi energi di Indonesia ini. Mereka hanya bisa menawarkan hibah berskala mungil dan pinjaman dengan bunga komersial, yang tentu saja tak menarik bagi Indonesia. Minimnya dukungan pembiayaan itu membuat Jokowi berpikir ulang untuk mempensiunkan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara yang memicu polusi udara. Dalam dokumen Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) yang dipublikasikan oleh Sekretariat JETP, dibutuhkan setidaknya US$ 25 miliar untuk mengganti semua pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan pembangkit listrik energi bersih. (Yetede)