;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Tantangan untuk Tanggap Bencana

28 Sep 2024
Bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, seperti badai, tornado, curah hujan ekstrem, banjir, dan suhu dingin di satu sisi, serta kekeringan dan suhu panas ekstrem di sisi lain, semakin menghadang. Sementara peperangan serta konflik memengaruhi geopolitik dan ekonomi global. Tantangan di dalam negeri juga tidak kecil. Potensi instabilitas ekonomi politik masa transisi kepemimpinan dan pilkada serentak sedang di depan mata. Korupsi masih merajalela, menyebabkan kesenjangan pendidikan dan kesejahteraan belum teratasi ketika bangsa lain sudah berlomba menaklukkan planet lain.

Ancaman bencana yang sedang disorot adalah potensi megathrust yang mengepung wilayah RI, bisa memicu gempa sampai magnitudo 9,2. Beberapa daerah terus dipantau BMKG karena berpotensi dilanda gempa berskala besar tersebut. Wilayah itu adalah zona Megathrust Mentawai-Siberut dan Megathrust Selat Sunda, terakhir mengalami gempa dahsyat ratusan tahun lalu Masih ada 11 zona megathrust yang juga berpotensi gempa sangat besar, seperti Mentawai-Pagai, Enggano, JawaBarat-JawaTengah, JawaTimur, Sumba,Aceh-Andaman, Nias-imeulue, Batu, Sulawesi Utara, Filipina, dan Papua, kebanyakan daerah pesisir selatan. Laman Earthquake.org menempatkan Indonesia sebagai negara dengan gempa tertinggi di dunia sepanjang 2023, ada 2.205 gempa.

Tak hanya gempa,tetapi longsor, anjir, dan kekeringan juga rutin mengancam sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa wilayah pesisir mengalami banjir permanen karena penurunan permukaan tanah sehingga masyarakat kian terancam mata pencarian, penyakit, dan air bersih. Baru-baru ini banyak media luar memberitakan, diperkirakan sebagian besar Jakarta akan tenggelam dalam dua atau tiga dekade lagi. Kolaborasi 3T Sebagian bencana karena ulah manusia: keserakahan dan ketidakpedulian. Untuk itu, meningkatkan kesadaran diri dan kesiapan menghadapi bencana adalah yang terutama. Mengubah persepsi dan sudut pandang kita menghadapi krisis dan bencana adalah menempatkannya sebagai peluang untuk berbuat maksimal dengan potensi dan kemampuan masing-masing untuk terlibat proaktif dalam menjaga Bumi sebagai milik bersama. (Yoga)

Mimpi Sejahtera Lumbung Pangan di Pundak Pemuda

28 Sep 2024
Di era serba digital, tak mudah membujuk pemuda turun ke sawah. Pekerjaan seperti membajak hingga menebar bibit padi dibawah terik matahari lebih sering dikerjakan generasi tua. Pada Jumat (27/9/2024), stigma itu coba dikikis. Ratusan mahasiswa dari Kampus Merdeka seluruh Indonesia diajak turun ke sawah-sawah di Kalimantan Tengah. Salah satu yang antusias turun ke sawah adalah Eka Siptian Anggara (21) asal Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Bengkulu. Menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng, ia bermimpi sukses menjadi petani. Di bawah sinar matahari menyengat, semangat itu diperlihatkan saat bersama dua kawannya berusaha mencari solusi membajak di tengah lumpur rawa.

Traktor tangan yang mereka gunakan selalu tenggelam di tengah lumpur rawa yang disulap jadi sawah dalam dua bulan terakhir. Lewat diskusi panjang, mereka sepakat dengan cara memasang drum di tengah roda traktor. Drum diikat dengan rantai di berbagai sisi. Usaha itu berhasil. Traktor pengganti sapi itu membajak sawah tanpa tenggelam dalam lumpur. Selama tiga bulan, Eka menjadi bagian dari 375 mahasiswa yang bakal merasakan menjadi petani di Kalteng. Berasal dari sejumlah kampus di Indonesia, mereka adalah mahasiswa Merdeka Belajar dari Kampus Merdeka Belajar dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain berjibaku di sawah-sawah, mereka bakal tinggal di Desa Bentuk Jaya dan desa sekitar di Kecamatan Dadahup.  Momen itu bukan pertama kalinya bagi Eka melihat sawah atau tinggal di perdesaan. Namun, dia baru pertama kali melihat kondisi geografis Dadahup yang sebagian besar berupa lahan gambut. ”Mungkin karena gambut jadi asam, makanya kami tebar kapur supaya bisa ditanami. Kalau di kampungku, tinggal tanam lalu tumbuh. Di sini banyak betul perlakuannya,” kata mahasiswa semester akhir itu. Tahu punya peran vital, Nurul (20), mahasiswa asal Universitas Sumatera Selatan di Palembang, fokus saat menebar bubuk kapur ke lahan sawah. Tugasnya sederhana, tetapi dia tahu tahapan itu penting jika ingin padi tumbuh di lahan gambut. ”Kalau masih rawa begini, kadar keasaman tanah harus dicek sehingga perlu hati-hati,” kata Nurul. (Yoga)

Tingkat Pengangguran April 2024, Menurut Dana Moneter Internasional, Sebesar 5,2 % dari Angkatan Kerja

28 Sep 2024
JIKA  benar penghiliran tambang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa Presiden Joko Widodo, seharusnya Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi yang melesat. Nyatanya, klaim pemerintah itu jauh panggang dari api: pertumbuhan ekonomi stagnan dan tingkat pengangguran makin tinggi. Pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan merupakan hasil akhir program pembangunan pemerintah di negara seperti Indonesia, yang pemerintahnya agresif mengatur hal ihwal. Rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya 4,73 persen dalam sepuluh tahun terakhir, jauh di bawah satu dekade pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebesar 6,22 persen.

Tingkat pengangguran hingga April 2024, menurut Dana Moneter Internasional, sebesar 5,2 persen dari angkatan kerja—tertinggi dibanding negara-negara ASEAN lain yang tak punya program "hilirisasi" tambang. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan di industri juga naik. Pasalnya, penghiliran tambang termasuk industri padat modal. Menurut data Kementerian Investasi, hingga semester pertama tahun ini, nilai investasi mencapai Rp 829,9 triliun atau naik 22,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi investasi paling besar datang dari sektor logam dasar dan pertambangan, dua industri yang tak punya dampak berantai ke industri lain.

Penyebab lain adalah tiadanya peta jalan pemanfaatan sumber daya alam berupa tambang dan mineral. Pemerintah Indonesia baru sebatas berbangga diri dengan nilai cadangan tambang dan produksi nomor satu di dunia. Misalnya nikel. Menurut US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia sebanyak 21 persen nikel global dengan produksi 48 persen dibanding produksi nikel global. Amerika Serikat dan Cina adalah dua negara yang menyerap nikel paling banyak dari Indonesia. (Yetede)

Perekonomian Diharapkan Terdongkrak oleh Industri Halal

27 Sep 2024
Pengenalan aneka produk halal sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mendongkrak potensi ekonomi industri halal domestik. Apalagi, pemerintah akan menerapkan wajib sertifikasi produk halal bagi para pelaku usaha secara bertahap. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto dalam pembukaan Halal Indonesia International Industry Expo 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/9/2024). Pameran diharapkan dapat dihadiri 15.000 pengunjung dari 35 negara sehingga dapat meningkatkan kerja sama dan investasi pada industri halal.

Acara yang berlangsung pada 26-29 September 2024 tersebut diikuti 200 tenant pelaku industri halal Indonesia. Mereka berasal dari industri mode dan apparels, kosmetik, makanan dan minuman, keramik dan tableware, farmasi, industri aneka, serta kawasan industri halal. Eko mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal. Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar Indonesia dapat menjadi pusat produksi halal dunia dan menjadi bagian dari rantai pasok produk halal global. Merujuk data State of the Global Islamic Economy Report, konsumsi masyarakat Muslim dunia terus meningkat, dari 1,62 triliun dollar AS menjadi 2,4 triliun dollar AS pada 2024. Hal ini terutama berasal dari produk makanan halal, obat-obatan, kosmetik, mode, perjalanan, dan media. 

”Kami berharap bahwa kegiatan ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya industri halal, dan juga meningkatkan kesadaran dari masyarakat terhadap aspek-aspek produk halal industri,” kata Eko. Dari sisi domestik, sektor unggulan rantai nilai halal (halal value chain) pada triwulan I-2024 tumbuh 1,94 persen secara tahunan. Capaian tersebut ditopang oleh sektor makanan dan minuman halal serta mode yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 5,87 persen secara tahunan dan 3,81 persen secara tahunan. Eko menyebut, terdapat aneka produk halal buatan industri lokal yang telah mengantongi sertifikasi halal. Namun, produk-produk tersebut belum dikenal masyarakat luas sehingga perlu ada upaya untuk memperkenalkannya, salah satunya melalui pameran. (Yoga)

Perusahaan Tingkatkan Kapasitas PLTP untuk Energi Baru Terbarukan

27 Sep 2024

Sejumlah perusahaan Indonesia sedang gencar mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sejalan dengan upaya pemerintah dalam transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Target dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN adalah mencapai 60% bauran EBT pada 2025-2035.

Beberapa perusahaan besar berkomitmen dalam investasi panas bumi, termasuk Star Energy Geothermal, bagian dari Grup Barito melalui PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), yang berencana meningkatkan kapasitas dari 886 MW menjadi 988,6 MW. PT Ormat Geothermal Indonesia dan PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga sedang mengejar izin panas bumi untuk proyek di Toka Tindung dengan kapasitas 40 MW.

Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), bersama dengan Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd., telah memulai eksplorasi panas bumi di wilayah Way Ratai, Lampung, dengan komitmen investasi sekitar Rp437,22 miliar. Menurut Direktur Utama PGEO Julfi Hadi, perusahaan ini berkomitmen mengejar target kapasitas 1 GW dalam dua tahun ke depan melalui berbagai proyek panas bumi, termasuk PLTP Lumut Balai Unit 2.

Sementara itu, PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas, menyiapkan investasi sebesar US$400 juta untuk pengembangan dua blok panas bumi di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. CEO Barito Renewables Hendra Tan menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pembangkit panas bumi guna memastikan masa depan energi bersih di Indonesia.

Kekacauan Reforma Agraria di Masa Pemerintahan Jokowi

26 Sep 2024
BERBEDA dengan tahun lalu, M. Jumain sengaja datang ke Jakarta untuk memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada Rabu, 24 September 2024. Ketua Umum Serikat Tani Independen (Sekti) Jember, Jawa Timur, ini punya alasan pribadi untuk datang ke Jakarta. Jumain pernah menjadi anggota tim sukses pasangan calon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam kontestasi pemilihan presiden 2019. Ia yakin program Nawacita—program kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin—kelima, yaitu reforma agraria, memberikan secercah harapan bagi penyelesaian konflik agraria, terutama di Jember. 

Namun harapan Jumain sirna. Selama 10 tahun memerintah, Jokowi dianggap tidak pernah serius menjalankan reforma agraria. “Dalam prosesnya, tidak ada program nyata penyelesaian konflik agraria,” ujar Jumain saat dihubungi, kemarin. Dia menuturkan sejumlah warga di 12 kecamatan di Jember disebut berkonflik dengan beberapa perusahaan di bawah badan usaha milik negara hingga swasta. Salah satunya di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Jember, yang merupakan lokasi kediaman Jumain. Di desa itu, 607 keluarga tengah berkonflik dengan perusahaan BUMN. Sebuah perusahaan BUMN ditengarai merebut tanah seluas 274 hektare milik warga. Tanah itu merupakan lahan milik warga secara turun-temurun dan sudah ditanami berbagai hasil perkebunan sejak 1965. (Yetede)


2025, Pemerintah Buka Peluang Perpanjangan Relaksasi Izin Ekspor Konsentrat Tembaga

26 Sep 2024
Pemerintah buka peluang perpanjangan relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga. Hal ini dengan memperhatikan tingkat kemampuan produksi smeleter tembaga. Adapun kelonggaran izin ekspor ini berlaku hingga akhir 2024. kelongggaran hingga akhir tahun ini lantaran smelter tembaga ditargetkan  beroperasi penuh pada Desember 2024. Tercatat ada dua smelter tembaga yang sudah mulai tahap produksi yakni milik PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Secara teknis produksi smelter harus dilakukan  secara bertahap menuju kapasitas penuh. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan  (PUSHEP) Bisman Bakhtiar    mengatakan relaksasi izin ekspor sudah berulang kali dilakukan pemerintah. Seharusnya izin ekspor konsetrat tembaga berakhir pada Juni 2023. Namun pemerintah memberikan rileksasi hingga Mei 2024 dengan mempertimbangkan penyelesaian pembangunan smelter. (Yetede)

Upaya Mengurangi Pemborosan Pangan

26 Sep 2024

Keterbuangan pangan, yang terdiri dari food loss dan food waste, merupakan masalah signifikan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Menurut data dari Badan Pangan Nasional, kerugian ekonomi akibat kedua bentuk keterbuangan pangan ini mencapai antara Rp213 triliun hingga Rp551 triliun per tahun, setara dengan 4%-5% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Petinggi Bapanas menekankan bahwa jika masalah ini dapat diatasi, Indonesia berpotensi tidak perlu melakukan impor pangan.

Food loss biasanya terjadi pada tahap awal rantai pasokan, disebabkan oleh masalah teknis dan infrastruktur yang tidak memadai, sedangkan food waste lebih berkaitan dengan perilaku manusia di tingkat konsumen, seperti pembelian berlebih dan penyimpanan yang salah. Data menunjukkan bahwa sisa makanan menyumbang 40,91% dari total sampah, melebihi sampah plastik yang hanya 19,18%.

Pemerintah Indonesia telah menargetkan pengurangan susut pangan sebesar 3% per tahun dan sisa pangan 3%-5% per tahun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, meskipun angka tersebut masih terbilang kecil. Oleh karena itu, dorongan untuk memperhatikan dan menangani masalah ini menjadi sangat penting. Diperlukan regulasi yang lebih ketat, peningkatan infrastruktur, serta edukasi bagi produsen dan konsumen untuk meminimalisir kerugian.

Dalam konteks ini, penekanan pada perbaikan komprehensif untuk mencapai ketahanan pangan dan swasembada pangan menjadi kunci.

Mengatasi Hambatan Investasi Migas melalui Tata Kelola SDA

26 Sep 2024

Tantangan dalam peningkatan investasi hulu minyak dan gas bumi di Indonesia sangat beragam, dipengaruhi oleh faktor global dan regulasi yang belum memadai. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, menyoroti pentingnya revisi Undang-Undang Migas yang terhambat sejak 2008, karena payung hukum yang jelas diperlukan untuk meningkatkan iklim investasi. Sora Lokita, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian untuk menyelesaikan 11 isu utama di sektor hulu migas, termasuk percepatan perizinan dan dukungan infrastruktur. Ariana Soemanto, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM, menyatakan optimisme dalam menarik investor dengan menerapkan kebijakan baru dan memberikan insentif yang menarik. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memperbaiki ketahanan energi nasional dan menurunkan ketergantungan terhadap impor migas, sehingga meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia.

La Nina Tantang Cuan Batu Bara: Dampak Cuaca pada Sektor Energi

25 Sep 2024

Perkembangan industri batu bara di Indonesia pada September 2024, yang dihadapkan pada kenaikan harga batu bara acuan (HBA) dan tantangan operasional akibat cuaca hujan yang dipicu oleh fenomena La Nina. Kementerian ESDM menetapkan HBA pada September 2024 sebesar US$125,15 per ton, sedangkan harga batu bara Newcastle di pasar global mencapai US$139,75 per ton. Kenaikan harga ini membawa dampak positif bagi emiten-emiten batu bara, seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).

Corporate Secretary Bukit Asam, Niko Chandra, menyatakan bahwa perusahaan optimistis dapat menjaga kinerja positif hingga akhir tahun, meskipun menghadapi curah hujan tinggi. PTBA telah menyiapkan strategi untuk mengatasi fenomena La Nina dengan perencanaan penambangan yang cermat dan stok batu bara yang cukup.

Corporate Secretary Golden Energy Mines, Sudin, menuturkan bahwa kenaikan HBA berdampak positif bagi kinerja GEMS, dengan harapan harga batu bara tetap stabil hingga akhir tahun. GEMS menargetkan produksi 50 juta ton batu bara pada 2024, naik dari 40 juta ton pada 2023.

Selain itu, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) juga telah menyiapkan strategi untuk menghadapi cuaca basah, dengan fokus menjaga margin yang sehat dan kontinuitas pasokan. Target volume penjualan ADRO pada 2024 adalah 65-67 juta ton.

Sara K. Loebis, Corporate Secretary PT United Tractors Tbk. (UNTR), menyatakan bahwa perusahaan memaksimalkan produksi selama musim kering untuk mengantisipasi musim hujan. Namun, musim hujan juga memberikan keuntungan dengan meningkatnya debit air sungai yang memudahkan pengangkutan batu bara.

Direktur PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), Dileep Srivastava, yakin bahwa fenomena La Nina tidak akan mengganggu target produksi batu bara BUMI sebesar 78-82 juta ton pada 2024.