;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Kekacauan Reforma Agraria di Masa Pemerintahan Jokowi

26 Sep 2024
BERBEDA dengan tahun lalu, M. Jumain sengaja datang ke Jakarta untuk memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada Rabu, 24 September 2024. Ketua Umum Serikat Tani Independen (Sekti) Jember, Jawa Timur, ini punya alasan pribadi untuk datang ke Jakarta. Jumain pernah menjadi anggota tim sukses pasangan calon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam kontestasi pemilihan presiden 2019. Ia yakin program Nawacita—program kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin—kelima, yaitu reforma agraria, memberikan secercah harapan bagi penyelesaian konflik agraria, terutama di Jember. 

Namun harapan Jumain sirna. Selama 10 tahun memerintah, Jokowi dianggap tidak pernah serius menjalankan reforma agraria. “Dalam prosesnya, tidak ada program nyata penyelesaian konflik agraria,” ujar Jumain saat dihubungi, kemarin. Dia menuturkan sejumlah warga di 12 kecamatan di Jember disebut berkonflik dengan beberapa perusahaan di bawah badan usaha milik negara hingga swasta. Salah satunya di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Jember, yang merupakan lokasi kediaman Jumain. Di desa itu, 607 keluarga tengah berkonflik dengan perusahaan BUMN. Sebuah perusahaan BUMN ditengarai merebut tanah seluas 274 hektare milik warga. Tanah itu merupakan lahan milik warga secara turun-temurun dan sudah ditanami berbagai hasil perkebunan sejak 1965. (Yetede)


2025, Pemerintah Buka Peluang Perpanjangan Relaksasi Izin Ekspor Konsentrat Tembaga

26 Sep 2024
Pemerintah buka peluang perpanjangan relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga. Hal ini dengan memperhatikan tingkat kemampuan produksi smeleter tembaga. Adapun kelonggaran izin ekspor ini berlaku hingga akhir 2024. kelongggaran hingga akhir tahun ini lantaran smelter tembaga ditargetkan  beroperasi penuh pada Desember 2024. Tercatat ada dua smelter tembaga yang sudah mulai tahap produksi yakni milik PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Secara teknis produksi smelter harus dilakukan  secara bertahap menuju kapasitas penuh. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan  (PUSHEP) Bisman Bakhtiar    mengatakan relaksasi izin ekspor sudah berulang kali dilakukan pemerintah. Seharusnya izin ekspor konsetrat tembaga berakhir pada Juni 2023. Namun pemerintah memberikan rileksasi hingga Mei 2024 dengan mempertimbangkan penyelesaian pembangunan smelter. (Yetede)

Upaya Mengurangi Pemborosan Pangan

26 Sep 2024

Keterbuangan pangan, yang terdiri dari food loss dan food waste, merupakan masalah signifikan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Menurut data dari Badan Pangan Nasional, kerugian ekonomi akibat kedua bentuk keterbuangan pangan ini mencapai antara Rp213 triliun hingga Rp551 triliun per tahun, setara dengan 4%-5% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Petinggi Bapanas menekankan bahwa jika masalah ini dapat diatasi, Indonesia berpotensi tidak perlu melakukan impor pangan.

Food loss biasanya terjadi pada tahap awal rantai pasokan, disebabkan oleh masalah teknis dan infrastruktur yang tidak memadai, sedangkan food waste lebih berkaitan dengan perilaku manusia di tingkat konsumen, seperti pembelian berlebih dan penyimpanan yang salah. Data menunjukkan bahwa sisa makanan menyumbang 40,91% dari total sampah, melebihi sampah plastik yang hanya 19,18%.

Pemerintah Indonesia telah menargetkan pengurangan susut pangan sebesar 3% per tahun dan sisa pangan 3%-5% per tahun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, meskipun angka tersebut masih terbilang kecil. Oleh karena itu, dorongan untuk memperhatikan dan menangani masalah ini menjadi sangat penting. Diperlukan regulasi yang lebih ketat, peningkatan infrastruktur, serta edukasi bagi produsen dan konsumen untuk meminimalisir kerugian.

Dalam konteks ini, penekanan pada perbaikan komprehensif untuk mencapai ketahanan pangan dan swasembada pangan menjadi kunci.

Mengatasi Hambatan Investasi Migas melalui Tata Kelola SDA

26 Sep 2024

Tantangan dalam peningkatan investasi hulu minyak dan gas bumi di Indonesia sangat beragam, dipengaruhi oleh faktor global dan regulasi yang belum memadai. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, menyoroti pentingnya revisi Undang-Undang Migas yang terhambat sejak 2008, karena payung hukum yang jelas diperlukan untuk meningkatkan iklim investasi. Sora Lokita, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian untuk menyelesaikan 11 isu utama di sektor hulu migas, termasuk percepatan perizinan dan dukungan infrastruktur. Ariana Soemanto, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM, menyatakan optimisme dalam menarik investor dengan menerapkan kebijakan baru dan memberikan insentif yang menarik. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memperbaiki ketahanan energi nasional dan menurunkan ketergantungan terhadap impor migas, sehingga meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia.

La Nina Tantang Cuan Batu Bara: Dampak Cuaca pada Sektor Energi

25 Sep 2024

Perkembangan industri batu bara di Indonesia pada September 2024, yang dihadapkan pada kenaikan harga batu bara acuan (HBA) dan tantangan operasional akibat cuaca hujan yang dipicu oleh fenomena La Nina. Kementerian ESDM menetapkan HBA pada September 2024 sebesar US$125,15 per ton, sedangkan harga batu bara Newcastle di pasar global mencapai US$139,75 per ton. Kenaikan harga ini membawa dampak positif bagi emiten-emiten batu bara, seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).

Corporate Secretary Bukit Asam, Niko Chandra, menyatakan bahwa perusahaan optimistis dapat menjaga kinerja positif hingga akhir tahun, meskipun menghadapi curah hujan tinggi. PTBA telah menyiapkan strategi untuk mengatasi fenomena La Nina dengan perencanaan penambangan yang cermat dan stok batu bara yang cukup.

Corporate Secretary Golden Energy Mines, Sudin, menuturkan bahwa kenaikan HBA berdampak positif bagi kinerja GEMS, dengan harapan harga batu bara tetap stabil hingga akhir tahun. GEMS menargetkan produksi 50 juta ton batu bara pada 2024, naik dari 40 juta ton pada 2023.

Selain itu, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) juga telah menyiapkan strategi untuk menghadapi cuaca basah, dengan fokus menjaga margin yang sehat dan kontinuitas pasokan. Target volume penjualan ADRO pada 2024 adalah 65-67 juta ton.

Sara K. Loebis, Corporate Secretary PT United Tractors Tbk. (UNTR), menyatakan bahwa perusahaan memaksimalkan produksi selama musim kering untuk mengantisipasi musim hujan. Namun, musim hujan juga memberikan keuntungan dengan meningkatnya debit air sungai yang memudahkan pengangkutan batu bara.

Direktur PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), Dileep Srivastava, yakin bahwa fenomena La Nina tidak akan mengganggu target produksi batu bara BUMI sebesar 78-82 juta ton pada 2024.

Mempercepat RI Jadi Negara Industri dan Maju dengan Smelter

25 Sep 2024
Rampungnya pembangunan smelter-smelter untuk pemurnian sumber mineral diharapkan benar-benar mempercepat Indonesia menjadi negara industri dan negara maju. Presiden Joko Widodo menyambut gembira rampungnya pembangunan smelter grade alumina refinery (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (24/9/2024). Pembangunan smelter fase pertama ini berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Sehari sebelumnya pada Senin, Presiden Jokowi telah meresmikan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, serta smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Industri di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Presiden Jokowi menyebutkan, sejak zaman VOC, lebih dari 400 tahun lalu, Indonesia selalu mengekspor bahan mentah, baik rempah-rempah maupun beragam sumber mineral. Ini membuat Indonesia tidak bisa berkembang menjadi negara maju Negara-negara maju pun disebutnya kecanduan dengan impor bahan mentah dari Indonesia. Karena itu, ketika Indonesia menghentikan ekspor nikel mentah, gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dilayangkan. ”Untungnya, ada (kondisi) geopolitik global. Ada (pandemi) Covid-19, ada resesi ekonomi sehingga negara-negara maju sibuk dengan masalah-masalah yang mereka miliki, sibuk menyelesaikan problem-problem yang mereka miliki, dan melupakan kita,” tutur Presiden Jokowi tersenyum.

Untuk itu, ketika Indonesia menghentikan ekspor bauksit mentah dan tembaga mentah, tak ada yang menggugat. Negara-negara lain sibuk dengan masalah masing-masing. Rampungnya pembangunan smelter fase pertama PT Borneo Alumina Indonesia jadi momentum awal Indonesia untuk mengolah sumber daya alam sendiri. Ekspor bahan mentah pun bisa dihentikan. ”Pembangunan smelter ini merupakan usaha kita untuk menyongsong Indonesia menjadi negara industri,” ujar Presiden dalam sambutannya di SGAR PT Borneo Alumina Indonesia.  (Yoga)

Iklim Memberikan Dampak Buruk bagi Masyarakat Miskin

25 Sep 2024
Jakarta memiliki sejumlah masalah krusial terkait lingkungan yang mendesak untuk dibenahi. Mulai dari masalah air bersihhingga polusi udaramasih mengintai masyarakat perkotaan, terutama masyarakat miskin. Untuk itulah pemimpin Jakarta di masa depan diminta mengevaluasi kebijakan iklim Jakarta. Hal itu termuat dalam riset bertajuk ”Keadilan Iklim untuk Jakarta Berketahanan” yang dirilis Greenpeace Indonesia, Selasa (24/9/2024), di Jakarta. Hasil penelitian dibahas dalam diskusi yang dihadiri Juru Kampanye Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait, pengamat tata kota Nirwono Joga, dan Asmania, warga Pulau Pari.

Jeanny mengatakan, Greenpeace merekam sejumlah masalah krusial lingkungan hidup, seperti wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut, akses air bersih yang sulit, serta polusi udara memburuk. Akibatnya, kualitas hidup warga Jakarta semakin terpuruk. Dalam laporan penelitian setebal 56 halaman itu, Greenpeace Indonesia menyoroti situasi krisis iklim di Jakarta mulai dari proses pembuatan kebijakan sampai implementasinya.Bukan hanya soal lingkungan, laporan ini juga menyoroti keadilan di perkotaan (urban justice). ”Ancaman dan dampak krisis iklim menjadi permasalahan serius terhadap kesejahteraan masyarakat. Mereka yang hidup di kawasan pesisir, daerah padat penduduk, atau masyarakat dengan ekonomi menengah-bawah menanggung beban paling berat, dari risiko banjir yang lebih sering hingga akses minim terhadap air bersih dan ruang terbuk hijau,” kata Jeanny.

Hasil riset itu menunjukkan wilayah yang paling berat mengalami dampak krisis iklim di Jakarta justru wilayah yang ditinggali masyarakat miskin kota. Padahal, kata Jeanny, mereka paling sedikit menyumbangkan emisi gas rumah kaca, faktor utama penyebab krisis iklim. ”Hal ini membuktikan tanggung jawab krisis iklim tersebut ditanggung secara tidak adil oleh masyarat miskin di Jakarta sehingga menjadikan mereka kelompok paling rentan terhadap dampak krisis iklim,” tutur Jeanny. Di banyak tempat di Jakarta, kelompok rentan sering
kali tersingkir dari proses pe rumusan kebijakan. Kebutuhan mereka jarang diperhitungkan dalam kebijakan-kebijakan utama kota, termasuk di bidang infrastruktur, trans portasi, dan tata ruang. (Yoga)

Rumitnya Mata Rantai Pertanian dan Inflasi Pangan

24 Sep 2024
Selama 2023, inflasi nasional meningkat, bahkan mencapai hampir 5,5 persen pada Februari 2023. Inflasi bahan pangan menjadi momok yang menjadi penyebab peningkatan tersebut. Saat itu banyak negara yang merupakan penghasil pangan beras, seperti India, Thailand, dan Vietnam, mengalami penurunan produksi yang juga mengancam kecukupan pangan mereka. Akibatnya, mereka membatasi ekspor bahan pangan mereka. Di sisi lain, El Nino mengakibatkan sejumlah kekeringan di sejumlah daerah, termasuk penghasil pangan utama di Indonesia, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat.

Walaupun secara tahunan produksi pangan mencukupi, secara bulanan terjadi kekurangan pasokan disejumlah daerah. Hal ini memicu peningkatan harga beras yang berakibat pada peningkatan harga pangan dan inflasi secara keseluruhan. Jawa Tengah yang juga merupakan daerah penghasil beras mengalami inflasi yang cukup tinggi. Di dalam benak banyak orang, daerah penghasil, seperti Jawa Tengah, seharusnya tidak mengalami inflasi yang tinggi. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian beras yang dihasilkan Jawa Tengah berpindah dulu ke provinsi lain sebelum kembali lagi masuk ke Jawa Tengah. Mekanisme rantai perdagangan yang panjang mengakibatkan tak ada ruang cukup untuk menurunkan harga. Penelitian Bank Indonesia (2023) menunjukkan setidaknya ada tujuh mata rantai perdagangan beras dari petani sebelum sampai ke konsumen akhir.

Hal itu berarti ketika harga akan diturunkan, cuma dapat bersumber dari dua hal, yaitu biaya transportasi dan biaya di petani. Tanpa subsidi biaya angkut, petanilah yang menjadi penanggung penurunan harga beras. Peningkatan harga yang tinggi lebih banyak dinikmati oleh pedagang perantara. Hal ini ternyata tidak hanya beras, tetapi juga disejumlah bahan pangan lain, seperti aneka cabai dan bawang merah. Penguatan kelembagaan petani. Penguatan kelembagaan petani menjadi jembatan bagi peningkatan posisi tawar petani yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani. Petani harus dipandang sebagai bagian dari pengendalian inflasi pangan dari sisi suplai. Petani harus jadi mitra pemerintah dalam pengendalian inflasi. Hal itu berarti petani menjadi pahlawan inflasi. (Yoga)

Proyek Tebu Program Food Estate Seluas 2,29 Juta Hektare

24 Sep 2024

PERTENGAHAN Agustus 2024, Alex Mahuse bersama keluarganya, marga Mahuse, di Dusun Senayu, Kampung Soa, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, ketiban pulung. Tiba-tiba saja perusahaan perkebunan tebu bernama PT Global Papua Abadi memberikan uang tunai senilai Rp 3,8 miliar untuk mereka. “Itu uang tali asih atas pembukaan lahan di tanah ulayat kami,” kata Alex, yang merupakan Ketua Marga Mahuse, ketika ditemui pada Rabu, 4 September 2024. Bergepok-gepok uang tersebut dibagikan untuk empat marga di Dusun Senayu, meliputi marga Mahuse besar, Mahuse kecil, Gebze, dan Ndiken. Marga yang dipimpin Alex mendapat Rp 800 juta dan marga lain masing-masing Rp 1 miliar. Pemberian uang tunai itu dilakukan saat tanah ulayat sedang dibabat, diiringi prosesi upacara adat dengan memotong enam babi.

Alex menyebutkan uang tali asih itu sebatas santunan, bukan uang untuk pembelian tanah ulayat mereka. Perusahaan disebut telah berjanji kepada masyarakat bahwa akan ada uang ganti rugi atas tanah dan kayu-kayu raksasa yang dibabat dari tanah ulayat. Proses yang sama juga sedang berlangsung di banyak kampung di Distrik Tanah Miring, Jagebob, dan distrik lain di Merauke. Distrik Tanah Miring termasuk bagian dari kluster 3 yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai pusat pembangunan proyek swasembada gula dan bioetanol seluas 1,11 juta hektare di Merauke. 

Proyek ini diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke. Jokowi menunjuk Menteri Investasi—kala itu dijabat Bahlil Lahadalia—sebagai ketuanya. Proyek tebu merupakan bagian dari program food estate seluas 2,29 juta hektare yang sedang dibangun pemerintah di Bumi Anim Ha. Selain tebu, di sana muncul program cetak sawah seluas 1,18 juta hektare yang sedang dibangun Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Kementerian Pertanian. Dua megaproyek ini akan membentang di antara 19 distrik dari 22 distrik di Merauke. (Yetede)

Berharap Bisa Swasembada Gula

24 Sep 2024

PRESIDEN Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto menggeber proyek food estate di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Luasnya 2,29 juta hektare atau 70 kali luas Jakarta. Dibagi dalam lima kluster, pemerintah mengklaim proyek strategis nasional ini bakal mewujudkan swasembada beras pada 2027 serta memenuhi kebutuhan gula dan pabrik bioetanol setahun kemudian.

Untuk mewujudkan ambisinya, Jokowi meluncurkan program perkebunan tebu dan industri bioetanol seluas 1,11 juta hektare. Lewat Bahlil Lahadalia, ketika itu Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan untuk melaksanakan program ini.

Lokasi perkebunan tebu berada di Kluster 3, memanfaatkan sejumlah konsesi perusahaan yang akan terlibat dalam proyek ini. Salah satunya PT Global Papua Abadi. Perusahaan ini hanya satu di antara sepuluh perusahaan yang akan membangun kebun tebu. Mereka berkongsi berusaha mewujudkan mimpi Jokowi. (Yetede)