Kekacauan Reforma Agraria di Masa Pemerintahan Jokowi
BERBEDA dengan tahun lalu, M. Jumain sengaja datang ke Jakarta untuk memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada Rabu, 24 September 2024. Ketua Umum Serikat Tani Independen (Sekti) Jember, Jawa Timur, ini punya alasan pribadi untuk datang ke Jakarta. Jumain pernah menjadi anggota tim sukses pasangan calon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam kontestasi pemilihan presiden 2019. Ia yakin program Nawacita—program kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin—kelima, yaitu reforma agraria, memberikan secercah harapan bagi penyelesaian konflik agraria, terutama di Jember.
Namun harapan Jumain sirna. Selama 10 tahun memerintah, Jokowi dianggap tidak pernah serius menjalankan reforma agraria. “Dalam prosesnya, tidak ada program nyata penyelesaian konflik agraria,” ujar Jumain saat dihubungi, kemarin. Dia menuturkan sejumlah warga di 12 kecamatan di Jember disebut berkonflik dengan beberapa perusahaan di bawah badan usaha milik negara hingga swasta. Salah satunya di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Jember, yang merupakan lokasi kediaman Jumain. Di desa itu, 607 keluarga tengah berkonflik dengan perusahaan BUMN. Sebuah perusahaan BUMN ditengarai merebut tanah seluas 274 hektare milik warga. Tanah itu merupakan lahan milik warga secara turun-temurun dan sudah ditanami berbagai hasil perkebunan sejak 1965. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023