;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Produksi Minyak Indonesia Terus Mengalami Penurunan

01 Oct 2024
Produk minyak Indonesia terus mengalami penurunan, sehingga upaya peningkatan produk minyak nasional menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia meminta ExxonMobil Cepu Ltd untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 150 ribu barel minyak per hari (BOPD) pada tahun 2026. "Saat ini, tingkat produksi minyak nasional sekitar 577 ribu BOPD. Dari jumlah tersebut, Blok Cepu masih memberikan kontribusi sekitar 144 ribu BOPD, menjadikannya salah satu yang terbesar secara nasional," ujar Bahlil. Bahlil menekankan pentingnya upaya peningkatan  produksi untuk menekan defisit minyak yang saat ini terjadi. Ia meminta Presiden Direktur ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Carole Gall yang hadir dalam pertemuan tersebut, untuk menaikkan target produksi dari 125 ribu BOPD pada tahun 2023 menjadi 150 BOPD. (Yetede)

FSPO Marlin Natuna: Penggerak Baru Industri Hulu Migas

01 Oct 2024

Proyek pembangunan unit penyimpanan dan pembongkaran migas terapung (FPSO) Marlin Natuna, yang dikembangkan sejak 2022, telah berhasil diselesaikan. Proyek ini bertujuan untuk mendukung produksi minyak dari proyek Forel di Laut Natuna, Kepulauan Riau. FPSO Marlin Natuna, dengan kapasitas 250.000 barel, akan menampung minyak dari proyek tersebut, yang diharapkan mulai onstream pada akhir 2024 dengan produksi sekitar 10.000 barel per hari.

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari Wilayah Kerja South Natuna Sea Block B, dengan total investasi mencapai US$236 juta (Rp3,5 triliun). Ia berharap proyek ini tidak hanya mendukung fasilitas produksi hulu migas tetapi juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa FPSO Marlin Natuna akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024, dan proyek ini merupakan bukti kemampuan Medco dalam menangani proyek kompleks serta komitmennya terhadap industri migas Indonesia. Muhammad Darwin, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau, juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan Medco E&P, serta menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam kemudahan perizinan.

Penyebaran Info Bencana Melalui Teknologi 4G

01 Oct 2024

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan memperluas penyebaran informasi peringatan bencana melalui jaringan seluler 3G dan 4G, yang sebelumnya hanya menggunakan SMS Blast di jaringan 2G. Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa persiapan untuk implementasi sistem ini sedang berlangsung dan diharapkan bisa dilaksanakan tahun depan. Saat ini, Kemenkominfo menunggu penandatanganan Peraturan Presiden tentang Sistem Komunikasi Nasional Pelindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Siskomnas PMPB) yang akan memungkinkan penggunaan Cell Broadcasting System (CBS) untuk penyebaran informasi bencana. Kemenkominfo juga bekerja sama dengan operator seluler dan menerima respons positif dari mereka terkait dukungan untuk sistem ini. Wayan juga menambahkan bahwa sistem peringatan dini (EWS) yang digunakan Indonesia merupakan bantuan aplikasi dari pemerintah Jepang, mengingat kesamaan kontur tanah antara kedua negara yang rawan bencana, khususnya gempa.

Peninjauan Ulang Skema Distribusi Subsidi Energi Pertalite & Solar

30 Sep 2024

Opsi penyaluran subsidi energi agar lebih tepat sasaran untuk memberi ruang anggaran yang lebih longgar bagi pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Salah satu opsi yang disoroti adalah pemberian subsidi energi dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang dianggap bisa menghemat hingga Rp200 triliun. Tim penasihat ekonomi Prabowo Subianto melihat subsidi energi yang saat ini berbasis komoditas rentan bocor dan kurang efisien.

Kementerian ESDM, melalui Agus Cahyono Adi, mengakui bahwa tujuan subsidi yang lebih tepat sasaran sejalan dengan arah kebijakan pemerintah saat ini. Meski belum ada pembicaraan resmi antara pemerintah saat ini dan tim Prabowo, Kementerian ESDM sedang mendalami skema yang tepat untuk menyalurkan subsidi agar lebih efektif.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa subsidi energi dalam APBN 2025 akan turun sebesar Rp1,1 triliun, dengan total anggaran subsidi energi sebesar Rp203,4 triliun. Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, juga mencuatkan wacana penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan distribusi subsidi BBM, khususnya Pertalite, lebih tepat sasaran.

Skema Subsidi Energi Berubah, Subsidi BLT Diusulkan

30 Sep 2024

Pemerintahan Prabowo Subianto berencana mengubah subsidi energi menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Kebijakan ini diklaim akan menghemat anggaran Rp 150 triliun hingga Rp 200 triliun lantaran pemberian subsidi energi selama ini dinilai tidak tepat sasaran. Wacana ini diungkapkan oleh Dewan Penasihat Presiden terpilih Prabowo Subianto, Burhanuddin Abdullah. Pada pekan lalu, dia mengungkapkan, subsidi di era Prabowo akan langsung menyasar target melalui bantuan tunai, sehingga tidak lagi berfokus pada komoditas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target pemerintahan saat ini dan pemerintahan berikutnya tetap sama, yakni menyalurkan subsidi energi tepat sasaran. Meski demikian, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama (KLIK) Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi mengatakan belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan tim transisi pemerintahan Prabowo terkait hal tersebut. Wakil Ketua Komisi VII DPR sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno mengatakan, Kementerian ESDM dan Komisi VII tengah menyusun formula kebijakan subsidi energi. Hanya saja, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan penerima subsidi, perlu disempurnakan. Rencananya, untuk subsidi elpiji tabung 3 kilogram (kg) akan ditransfer langsung ke rekening penerima sebesar Rp 100.000 per bulan. 

Kemudian untuk bahan bakar minyak (BBM), subsidi akan diberikan kepada pengguna yang memiliki QR Code. Vice President Corporate Communication PT Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, pihaknya sebagai badan usaha milik negara (BUMN) akan mengikuti kebijakan pemerintah. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai, pemberian subsidi secara langsung akan lebih tepat. "Subsidi energi langsung supaya lebih clear dalam mekanisme APBN-nya," kata dia, kemarin. Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky menilai, rencana perubahan mekanisme penyaluran subsidi energi belum tentu tepat sasaran. Pasalnya, selama ini penyaluran BLT masih ada salah sasaran yang signifikan. Dengan persoalan data yang belum akurat, ditambah fenomena penurunan jumlah kelas menengah, dia khawatir rencana kebijkan ini justru semakin memukul daya beli kelas menengah. Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira juga mengingatkan pemerintah agar perubahan mekanisme penyaluran subsidi ke BLT perlu menyasar masyarakat rentan miskin serta aspiring middle class..

Tantangan untuk Tanggap Bencana

28 Sep 2024
Bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, seperti badai, tornado, curah hujan ekstrem, banjir, dan suhu dingin di satu sisi, serta kekeringan dan suhu panas ekstrem di sisi lain, semakin menghadang. Sementara peperangan serta konflik memengaruhi geopolitik dan ekonomi global. Tantangan di dalam negeri juga tidak kecil. Potensi instabilitas ekonomi politik masa transisi kepemimpinan dan pilkada serentak sedang di depan mata. Korupsi masih merajalela, menyebabkan kesenjangan pendidikan dan kesejahteraan belum teratasi ketika bangsa lain sudah berlomba menaklukkan planet lain.

Ancaman bencana yang sedang disorot adalah potensi megathrust yang mengepung wilayah RI, bisa memicu gempa sampai magnitudo 9,2. Beberapa daerah terus dipantau BMKG karena berpotensi dilanda gempa berskala besar tersebut. Wilayah itu adalah zona Megathrust Mentawai-Siberut dan Megathrust Selat Sunda, terakhir mengalami gempa dahsyat ratusan tahun lalu Masih ada 11 zona megathrust yang juga berpotensi gempa sangat besar, seperti Mentawai-Pagai, Enggano, JawaBarat-JawaTengah, JawaTimur, Sumba,Aceh-Andaman, Nias-imeulue, Batu, Sulawesi Utara, Filipina, dan Papua, kebanyakan daerah pesisir selatan. Laman Earthquake.org menempatkan Indonesia sebagai negara dengan gempa tertinggi di dunia sepanjang 2023, ada 2.205 gempa.

Tak hanya gempa,tetapi longsor, anjir, dan kekeringan juga rutin mengancam sejumlah wilayah di Indonesia. Beberapa wilayah pesisir mengalami banjir permanen karena penurunan permukaan tanah sehingga masyarakat kian terancam mata pencarian, penyakit, dan air bersih. Baru-baru ini banyak media luar memberitakan, diperkirakan sebagian besar Jakarta akan tenggelam dalam dua atau tiga dekade lagi. Kolaborasi 3T Sebagian bencana karena ulah manusia: keserakahan dan ketidakpedulian. Untuk itu, meningkatkan kesadaran diri dan kesiapan menghadapi bencana adalah yang terutama. Mengubah persepsi dan sudut pandang kita menghadapi krisis dan bencana adalah menempatkannya sebagai peluang untuk berbuat maksimal dengan potensi dan kemampuan masing-masing untuk terlibat proaktif dalam menjaga Bumi sebagai milik bersama. (Yoga)

Mimpi Sejahtera Lumbung Pangan di Pundak Pemuda

28 Sep 2024
Di era serba digital, tak mudah membujuk pemuda turun ke sawah. Pekerjaan seperti membajak hingga menebar bibit padi dibawah terik matahari lebih sering dikerjakan generasi tua. Pada Jumat (27/9/2024), stigma itu coba dikikis. Ratusan mahasiswa dari Kampus Merdeka seluruh Indonesia diajak turun ke sawah-sawah di Kalimantan Tengah. Salah satu yang antusias turun ke sawah adalah Eka Siptian Anggara (21) asal Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Bengkulu. Menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng, ia bermimpi sukses menjadi petani. Di bawah sinar matahari menyengat, semangat itu diperlihatkan saat bersama dua kawannya berusaha mencari solusi membajak di tengah lumpur rawa.

Traktor tangan yang mereka gunakan selalu tenggelam di tengah lumpur rawa yang disulap jadi sawah dalam dua bulan terakhir. Lewat diskusi panjang, mereka sepakat dengan cara memasang drum di tengah roda traktor. Drum diikat dengan rantai di berbagai sisi. Usaha itu berhasil. Traktor pengganti sapi itu membajak sawah tanpa tenggelam dalam lumpur. Selama tiga bulan, Eka menjadi bagian dari 375 mahasiswa yang bakal merasakan menjadi petani di Kalteng. Berasal dari sejumlah kampus di Indonesia, mereka adalah mahasiswa Merdeka Belajar dari Kampus Merdeka Belajar dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain berjibaku di sawah-sawah, mereka bakal tinggal di Desa Bentuk Jaya dan desa sekitar di Kecamatan Dadahup.  Momen itu bukan pertama kalinya bagi Eka melihat sawah atau tinggal di perdesaan. Namun, dia baru pertama kali melihat kondisi geografis Dadahup yang sebagian besar berupa lahan gambut. ”Mungkin karena gambut jadi asam, makanya kami tebar kapur supaya bisa ditanami. Kalau di kampungku, tinggal tanam lalu tumbuh. Di sini banyak betul perlakuannya,” kata mahasiswa semester akhir itu. Tahu punya peran vital, Nurul (20), mahasiswa asal Universitas Sumatera Selatan di Palembang, fokus saat menebar bubuk kapur ke lahan sawah. Tugasnya sederhana, tetapi dia tahu tahapan itu penting jika ingin padi tumbuh di lahan gambut. ”Kalau masih rawa begini, kadar keasaman tanah harus dicek sehingga perlu hati-hati,” kata Nurul. (Yoga)

Tingkat Pengangguran April 2024, Menurut Dana Moneter Internasional, Sebesar 5,2 % dari Angkatan Kerja

28 Sep 2024
JIKA  benar penghiliran tambang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa Presiden Joko Widodo, seharusnya Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi yang melesat. Nyatanya, klaim pemerintah itu jauh panggang dari api: pertumbuhan ekonomi stagnan dan tingkat pengangguran makin tinggi. Pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan merupakan hasil akhir program pembangunan pemerintah di negara seperti Indonesia, yang pemerintahnya agresif mengatur hal ihwal. Rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya 4,73 persen dalam sepuluh tahun terakhir, jauh di bawah satu dekade pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebesar 6,22 persen.

Tingkat pengangguran hingga April 2024, menurut Dana Moneter Internasional, sebesar 5,2 persen dari angkatan kerja—tertinggi dibanding negara-negara ASEAN lain yang tak punya program "hilirisasi" tambang. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan di industri juga naik. Pasalnya, penghiliran tambang termasuk industri padat modal. Menurut data Kementerian Investasi, hingga semester pertama tahun ini, nilai investasi mencapai Rp 829,9 triliun atau naik 22,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi investasi paling besar datang dari sektor logam dasar dan pertambangan, dua industri yang tak punya dampak berantai ke industri lain.

Penyebab lain adalah tiadanya peta jalan pemanfaatan sumber daya alam berupa tambang dan mineral. Pemerintah Indonesia baru sebatas berbangga diri dengan nilai cadangan tambang dan produksi nomor satu di dunia. Misalnya nikel. Menurut US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia sebanyak 21 persen nikel global dengan produksi 48 persen dibanding produksi nikel global. Amerika Serikat dan Cina adalah dua negara yang menyerap nikel paling banyak dari Indonesia. (Yetede)

Perekonomian Diharapkan Terdongkrak oleh Industri Halal

27 Sep 2024
Pengenalan aneka produk halal sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mendongkrak potensi ekonomi industri halal domestik. Apalagi, pemerintah akan menerapkan wajib sertifikasi produk halal bagi para pelaku usaha secara bertahap. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto dalam pembukaan Halal Indonesia International Industry Expo 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/9/2024). Pameran diharapkan dapat dihadiri 15.000 pengunjung dari 35 negara sehingga dapat meningkatkan kerja sama dan investasi pada industri halal.

Acara yang berlangsung pada 26-29 September 2024 tersebut diikuti 200 tenant pelaku industri halal Indonesia. Mereka berasal dari industri mode dan apparels, kosmetik, makanan dan minuman, keramik dan tableware, farmasi, industri aneka, serta kawasan industri halal. Eko mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal. Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar Indonesia dapat menjadi pusat produksi halal dunia dan menjadi bagian dari rantai pasok produk halal global. Merujuk data State of the Global Islamic Economy Report, konsumsi masyarakat Muslim dunia terus meningkat, dari 1,62 triliun dollar AS menjadi 2,4 triliun dollar AS pada 2024. Hal ini terutama berasal dari produk makanan halal, obat-obatan, kosmetik, mode, perjalanan, dan media. 

”Kami berharap bahwa kegiatan ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya industri halal, dan juga meningkatkan kesadaran dari masyarakat terhadap aspek-aspek produk halal industri,” kata Eko. Dari sisi domestik, sektor unggulan rantai nilai halal (halal value chain) pada triwulan I-2024 tumbuh 1,94 persen secara tahunan. Capaian tersebut ditopang oleh sektor makanan dan minuman halal serta mode yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 5,87 persen secara tahunan dan 3,81 persen secara tahunan. Eko menyebut, terdapat aneka produk halal buatan industri lokal yang telah mengantongi sertifikasi halal. Namun, produk-produk tersebut belum dikenal masyarakat luas sehingga perlu ada upaya untuk memperkenalkannya, salah satunya melalui pameran. (Yoga)

Perusahaan Tingkatkan Kapasitas PLTP untuk Energi Baru Terbarukan

27 Sep 2024

Sejumlah perusahaan Indonesia sedang gencar mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sejalan dengan upaya pemerintah dalam transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Target dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN adalah mencapai 60% bauran EBT pada 2025-2035.

Beberapa perusahaan besar berkomitmen dalam investasi panas bumi, termasuk Star Energy Geothermal, bagian dari Grup Barito melalui PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), yang berencana meningkatkan kapasitas dari 886 MW menjadi 988,6 MW. PT Ormat Geothermal Indonesia dan PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga sedang mengejar izin panas bumi untuk proyek di Toka Tindung dengan kapasitas 40 MW.

Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), bersama dengan Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd., telah memulai eksplorasi panas bumi di wilayah Way Ratai, Lampung, dengan komitmen investasi sekitar Rp437,22 miliar. Menurut Direktur Utama PGEO Julfi Hadi, perusahaan ini berkomitmen mengejar target kapasitas 1 GW dalam dua tahun ke depan melalui berbagai proyek panas bumi, termasuk PLTP Lumut Balai Unit 2.

Sementara itu, PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas, menyiapkan investasi sebesar US$400 juta untuk pengembangan dua blok panas bumi di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. CEO Barito Renewables Hendra Tan menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pembangkit panas bumi guna memastikan masa depan energi bersih di Indonesia.