Mimpi Sejahtera Lumbung Pangan di Pundak Pemuda
Di era serba digital, tak mudah membujuk pemuda turun ke sawah. Pekerjaan seperti membajak hingga menebar bibit padi dibawah terik matahari lebih sering dikerjakan generasi tua. Pada Jumat (27/9/2024), stigma itu coba dikikis. Ratusan mahasiswa dari Kampus Merdeka seluruh Indonesia diajak turun ke sawah-sawah di Kalimantan Tengah. Salah satu yang antusias turun ke sawah adalah Eka Siptian Anggara (21) asal Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Bengkulu. Menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng, ia bermimpi sukses menjadi petani. Di bawah sinar matahari menyengat, semangat itu diperlihatkan saat bersama dua kawannya berusaha mencari solusi membajak di tengah lumpur rawa.
Traktor tangan yang mereka gunakan selalu tenggelam di tengah lumpur rawa yang disulap jadi sawah dalam dua bulan terakhir. Lewat diskusi panjang, mereka sepakat dengan cara memasang drum di tengah roda traktor. Drum diikat dengan rantai di berbagai sisi. Usaha itu berhasil. Traktor pengganti sapi itu membajak sawah tanpa tenggelam dalam lumpur. Selama tiga bulan, Eka menjadi bagian dari 375 mahasiswa yang bakal merasakan menjadi petani di Kalteng. Berasal dari sejumlah kampus di Indonesia, mereka adalah mahasiswa Merdeka Belajar dari Kampus Merdeka Belajar dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain berjibaku di sawah-sawah, mereka bakal tinggal di Desa Bentuk Jaya dan desa sekitar di Kecamatan Dadahup. Momen itu bukan pertama kalinya bagi Eka melihat sawah atau tinggal di perdesaan. Namun, dia baru pertama kali melihat kondisi geografis Dadahup yang sebagian besar berupa lahan gambut. ”Mungkin karena gambut jadi asam, makanya kami tebar kapur supaya bisa ditanami. Kalau di kampungku, tinggal tanam lalu tumbuh. Di sini banyak betul perlakuannya,” kata mahasiswa semester akhir itu. Tahu punya peran vital, Nurul (20), mahasiswa asal Universitas Sumatera Selatan di Palembang, fokus saat menebar bubuk kapur ke lahan sawah. Tugasnya sederhana, tetapi dia tahu tahapan itu penting jika ingin padi tumbuh di lahan gambut. ”Kalau masih rawa begini, kadar keasaman tanah harus dicek sehingga perlu hati-hati,” kata Nurul. (Yoga)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023