;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Permian-Trias "lima besar" Kepunahan Massal dalam Sejarah Bumi

10 Oct 2024
SEKITAR 252 juta tahun lalu, dunia tiba-tiba memanas. Selama periode geologis yang singkat, yaitu puluhan ribu tahun, 90 persen spesies punah. Bahkan serangga, yang jarang terkena dampak oleh peristiwa semacam itu, mengalami kehancuran besar. Kepunahan massal Permian-Trias, seperti yang diketahui, adalah yang terbesar dari "lima besar" kepunahan massal dalam sejarah bumi. Para ilmuwan pada umumnya menyalahkan kepunahan massal itu pada gas rumah kaca yang dilepaskan dari jaringan gunung berapi yang luas yang menutupi sebagian besar Siberia modern dengan lava. Namun penjelasan vulkanis tersebut tidak lengkap. Dalam studi baru kami, yang terbit dalam jurnal Science edisi 12 September 2024, kami menunjukkan bahwa pola cuaca El Niño yang sangat besar di lautan utama dunia menambah kekacauan iklim dan menyebabkan penyebaran kepunahan ke seluruh dunia.

Sangat mudah untuk memahami mengapa gunung berapi disalahkan. Permulaan kepunahan hampir sempurna bertepatan dengan dimulainya fase kedua vulkanisme di wilayah yang dikenal sebagai Perangkap Siberia. Hal ini menyebabkan hujan asam, lautan kehilangan oksigennya, dan yang paling penting, suhu mencapai batas toleransi hampir semua organisme. Itu merupakan episode pemanasan global terbesar dalam 500 juta tahun terakhir. Namun ada pertanyaan yang belum terjawab bagi para pendukung skenario kepunahan yang tampaknya sederhana ini: ketika daerah tropis menjadi terlalu panas, mengapa spesies tidak bermigrasi ke daerah lintang yang lebih dingin dan lebih tinggi (seperti yang terjadi saat ini)? Jika pemanasan terjadi secara tiba-tiba dan cepat, mengapa spesies di daratan punah puluhan ribu tahun sebelum spesies yang ada di laut? (Yetede)

Pemerintahan Jokowi Mendorong Prabowo Lanjutkan Bantuan Pangan

10 Oct 2024
PRESIDEN Joko Widodo mendorong presiden terpilih Prabowo Subianto melanjutkan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram. Kementerian Pertanian memastikan pasokan beras tersedia jika pemerintahan baru melanjutkan tongkat estafet. Program bantuan beras bergulir sejak 2023 dengan tujuan menekan harga. Nilai komoditas ini pernah melambung karena stoknya menipis. Banyak petani gagal panen dan harus menunda masa tanam karena kekeringan berkepanjangan pengaruh El Nino. Program ini kemudian berlanjut pada 2024. Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Batara Siagian, kebutuhan beras untuk bantuan pangan ini bisa dipenuhi dengan mudah.

Dengan catatan, tak ada anomali yang mengganggu produksi pada tahun depan. Batara memprediksi produksi gabah kering giling pada tahun depan bisa mencapai 56,05 juta ton atau setara dengan 32,29 juta ton beras. Angka itu lebih tinggi dibanding kebutuhan beras pada 2024 yang sebesar 31,2 juta ton. "Ini sudah menghitung kebutuhan beras untuk program bantuan pangan," tuturnya kepada Tempo, Rabu, 9 Oktober 2024
Program bantuan tersebut menyasar 22 juta keluarga penerima manfaat, yaitu mereka yang masuk kategori kelompok desil 1-3 dalam daftar Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Artinya, butuh 220 ribu ton beras untuk program tersebut setiap bulan atau setara dengan 1,9 juta ton hingga program ini berakhir. (Yetede)

Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut

10 Oct 2024
Harga komoditas global diprediksi masih akan berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Harga minyak, batubara, CPO, dan emas baru-baru ini mengalami penurunan. Menurut Lukman Leong, pengamat komoditas, reli harga komoditas sebelumnya bukanlah sesuatu yang permanen, dan masih dapat berubah tergantung pada data ekonomi ke depan serta kebijakan stimulus dari pemerintah China. Faktor lain, seperti potensi gangguan produksi dan kondisi iklim yang ekstrem, juga mempengaruhi harga.

Lukman menilai bahwa harga minyak sangat bergantung pada eskalasi konflik Timur Tengah, yang dapat mendorongnya naik ke US$ 100 per barel jika ada gangguan pada fasilitas minyak. Untuk harga CPO, prospek penguatan masih terbuka menuju MYR 4.600 per ton, tetapi persaingan antara Indonesia dan Malaysia bisa menahan lonjakan harga. Sementara itu, batubara diprediksi akan stabil di kisaran US$ 150 per ton dengan adanya risiko cuaca La Nina di Australia, dan harga emas berpotensi mencapai US$ 2.800 per ons troi jika situasi geopolitik memanas.

Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, menambahkan bahwa prospek komoditas minyak dan gas masih positif, didukung oleh musim dingin dan ketegangan geopolitik. Namun, untuk emas, minat pasar bisa menurun karena tingginya biaya margin. Sutopo memperkirakan harga akhir tahun untuk minyak di US$ 75, batubara di US$ 153, CPO di MYR 4.500, dan emas di US$ 2.700 per ons troi.

Indonesia Mendorong Anggota Asean Mempercepat Transformasi Energi yang Ramah Lingkungan

10 Oct 2024

Indonesia mendorong agar negara-negara anggota Asean mempercepat transformasi energi yang ramah lingkungan, karena pesatnya investasi hijau dalam satu tahun terakhir.  Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menghadiri Forum Khusus ASEAN-Indo Pasifik 2024 (AIPF) di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024), Wapres menyampaikan pentingnya  mempercepat peralihan menuju  ekonomi ramah lingkungan di kawasan, terlebih saat ini terdapat berbagai  tantangan seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

"Asean perlu mengintegrasikan inovasi lingkungan dengan transformasi digital untuk mendukung investasi dan sektor keuangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan transisi energi melalui teknologi bersih dan energi terbarukan," kata Ma'ruf Amin. Menurut Wapres, penanaman modal pada sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan mengalami peningkatan  satu tahun belakangan. Investasi hijau di Asean tercatat mencapai US$ 6,3 miliar, atau meningkat 20% pada 2023. Untuk itu, Wapres menilai kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah strategi bagi ekonomi global, mencakup negara-negara besar termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Kawasan ini memberikan kontribusi  lebih dari 60% terhadap PDB dunia yang menjadi pusat perdagangan hampir setengah abad dari total perdagangan internasional. (Yetede)

Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam dan Plapis Dinding Konstruksi Jalan di China dan Indonesia

09 Oct 2024
Pada 13 Desember 2023, Xinhua, salah satu kantor berita di China, mengupas upaya Pemerintah China memulihkan vegetasi areal pertambangan dan padang rumput di Desa Gaerma, Kota Tangke, Ruoergai, Provinsi
Sichuan. Area perbukitan berpasir dan berbatu itu disulap menjadi padang rumput dengan selimut atau jaring sabut kelapa. Dalam waktu sekitar 6 bulan, 8 Maret-23 Agustus 2023, areal tersebut sudah ditumbuhi rumput. Proses perubahan kawasan pasir berbatu itu menjadi padang rumput itu terbingkai dalam foto cerita. Hal itu mulai dari kawasan yang gersang, pemasangan selimut sabut kelapa dan tunas rumput, hingga terciptanya
kembali vegetasi rumput. 

Xinhua menyebutkan, selimut berbahan sabut kelapa memiliki struktur kompak dan ketahanan korosi yang kuat. Selimut itu secara efektif dapat menghambat erosi tanah sekaligus memiliki efek perlindungan lereng yang sangat baik. Selain itu, selimut sabut kelapa juga dapat terurai secara hayati menjadi pupuk organik setelah ”menyelesaikan misinya”. Upaya itu merupakan salah satu perwujudan program Perlindungan dan Restorasi Padang Rumput yang digulirkan Pemerintah China pada 30 Maret 2021. Melalui program itu, China ingin mewujudkan peradaban ekologis Tiga Sungai dalam rangka penyelamatan vegetasi padang rumput
di dataran tinggi hulu Sungai Kuning, Lancang, dan Yangtze. Padang rumput merupakan bagian penting dari ekosistem, pengisian ulang air tanah, serta sumber hidup para peternak dan penggembala.

Oleh karena itu, program Perlindungan dan Restorasi Padang Rumput itu bakal digulirkan hingga tahun 2035
dengan target tutupan vegetasi padang rumput minimal 60 persen. Serupa tetapi tak sama, Indonesia pernah mencoba memanfaatkan selimut sabut kelapa untuk mencegah erosi dan tanah longsor, serta membuat tanggul pantai. Pada 2015, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap memasang jaring pengaman longsor berbahan baku sabut kelapa di Desa Pengadegan, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.
Pada 2017, sejumlah dosen Program Studi Oseanografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung merintis pembuatan tembok laut berbahan sabut kelapa di pesisir Desa Karang jaladri, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Proyek percontohan tanggul laut berbahan itu direalisasikan pada
2018. Tanggul laut sepanjang 20 meter dipadukan dengan material ramah lingkungan lain, seperti karung goni dan jaring bekas nelayan. (Yoga)

Tren Penurunan Bisnis Batu Bara di Tengah Perubahan Pasar

09 Oct 2024
Sejumlah perusahaan tambang batu bara Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara dengan melakukan diversifikasi ke sektor berkelanjutan. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melepas dua aset PLTU sebagai bagian dari target mencapai netralitas karbon pada 2030, ungkap Direktur TOBA, Juli Oktarina. PT Indika Energy Tbk (INDY) juga aktif menjual beberapa anak usahanya terkait energi, seperti PT Mitra Energi Agung dan PT Trisetia Citagraha, untuk memperkuat keuangan dan mengalihkan investasi ke sektor energi terbarukan, kata Head of Corporate Communications Ricky Fernando.

PT United Tractors Tbk (UNTR) juga berencana memperbesar kontribusi bisnis non-batubara pada 2030, sementara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) bersiap untuk melepas salah satu pilar bisnis batu baranya demi mencapai 50% pendapatan dari sektor non-batu bara. Hendra Wardana dari Stocknow.id menilai langkah ini sebagai respons terhadap kebutuhan pasar global akan keberlanjutan. Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, mengingatkan bahwa transisi ini memerlukan waktu, terutama karena kontribusi bisnis batu bara masih dominan di perusahaan-perusahaan ini. 

Di pasar saham, William Hartanto dan Yaki merekomendasikan saham emiten seperti INDY, ADRO, TOBA, dan UNTR, yang diperkirakan memiliki potensi harga jangka pendek hingga menengah.

Skema MIP Tingkatkan Kinerja PTBA

09 Oct 2024
Kinerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diprediksi membaik di semester kedua 2024, ditopang oleh potensi kenaikan harga batu bara dan penerapan skema Mitra Instansi Pengelola (MIP). Analis KB Valbury Sekuritas, Benyamin Mikael, mencatat peningkatan laba bersih PTBA pada kuartal kedua sebesar 57% secara kuartalan, meskipun ada penurunan sebesar 26,8% dalam laba bersih secara tahunan pada periode Januari-Juni 2024. Benyamin optimis laba PTBA dapat mencapai Rp 4,3 triliun, didorong oleh peningkatan volume penjualan ekspor dan penurunan biaya tunai.

Arinda Izzaty Hafiya, Junior Equity Analyst dari Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut ada tiga faktor yang mengerek harga batu bara: stimulus ekonomi China, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah, dan peningkatan permintaan menjelang musim dingin. Dia memperkirakan harga batu bara bisa mencapai US$ 160 per ton pada akhir 2024. 

Skema MIP, yang disiapkan pemerintah untuk mengatasi perbedaan harga batu bara di pasar domestik dan ekspor, juga diprediksi menguntungkan PTBA yang memiliki porsi besar dalam penjualan domestik. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Hasan Barakwan, memproyeksikan kenaikan laba PTBA hingga 70% jika skema MIP diterapkan. Hasan dan Arinda merekomendasikan pembelian saham PTBA dengan target harga Rp 3.500 per saham, namun harga ini bisa mencapai Rp 4.300 jika skema MIP berhasil meningkatkan laba perusahaan.

KA Mengalami Sembilan Kecelakaan dalam Sebulan

08 Oct 2024
Dalam satu bulan terakhir, setidaknya sembilan kecelakaanyang melibatkan kereta api dan kendaraan terjadi di pelintasan sebidang. Peristiwa terjadi akibat pengguna jalan menerobos pelintasan itu yang melibatkan mobil hingga truk tanpa izin kelaikan kendaraan. Penutupan pelintasan sebidang bisa menjadi salah satu solusi. Dalam 35 hari ini,terhitung sejak 1 September 2024, setidaknya sembilan kecelakaan kereta api terjadi di Jawa dan Sumatera. Kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi di pelintasan sebidang antara kereta api dan kendaraan lain, yakni mobil, minibus, dan truk.

Berkaca pada kecelakaan terakhir, KA ArgoBromo Anggrek jurusan Gambir-Surabaya Pasarturi yang melibatkan truk, Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang mengemukakan, musibah semacam ini selalu berhubungan dengan kendaraan yang izin kelaikan uji kendaraan (kir)-nya telah mati. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ”Izin kelaikan kendaraan banyak yang sudah mati. Uji kir sudah nol rupiah, tetapi tidak dilakukan perpanjangan oleh pemilik kendaraan. Surat tanda nomor kendaraan/pelat nomor kendaraan bahkan sudah mati, surat izin mengemudi mati yang tidak di perpanjang, membuktikan kurangnya pengawasan dan penegakan hukum," tutur Deddy di jakarta, Senin (7/10/2024).

PT KAI akan bekerja sama dengan kepolisian untuk melanjutkan proses hukum atas kecelakaan ini. Pihaknya mengalami kerugian yang sedang dalam penghitungan, seperti dikutip dari siaran pers terbarunya. Kejadian yang terus berulang ini mendorong PT KAI menutup sejumlah pelintasan sebidang. Sejak Januari hingga September 2024, KAI telah menutup 130 pelintasan sebidang. Dalam periode 2020-2024 (per September), total 1.298 pelintasan telah ditutup. Penutupan didasari pelintasan yang bernomor jalur pelintasan langsung (JPL), tak dijaga, dan/atau tak berpintu dengan lebar kurang dari 2 meter. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri PerhubunganNomor 94Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. VPPublicRelationsPT KAI Anne Purba mengatakan, sebagian pelintasan sebidang melewati permukiman warga dan daerah industri sehingga berisiko terjadinya tabrakan. (Yoga)

Bulog Akan Kembali Menyalurkan Beras Lebih Berkesinambungan

08 Oct 2024
Perum Bulog bakal menggelontorkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan lebih masif untuk mengantisipasi kenaikan harga beras akhir tahun. Perusahaan milik pemerintah itu juga bakal mendistribusikan Minyakita yang harganya masih tinggi. Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari, Senin (7/10/2024), mengatakan, distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berlangsung pada Oktober-Desember 2024. Dengan memperhatikan pola harga yang terjadi diakhir tahun, jumlah beras SPHP yang bakal didistribusikan akan lebih besar. 

”Pada Oktober 110.00 ton, November 124. 000 ton. dan  Sasarannya adalah daerah-daerah yang harga berasnya tinggi dengan porsi pendistribusian terbesar kepada pengecer,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara hibrida di Jakarta. Di samping itu, lanjut Epi, Bulog akan melanjutkan penyaluranbantuanberas bagi 22 juta keluarga berpenghasilan rendah per dua bulan sekali. Pada Oktober dan Desember 2024, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) bakal menerima 10 kilogram beras. ”Dari hasil survei kami, 10 kg beras dapat memenuhi kebutuhan KPM sekitar 7-10 hari. 

Dengan demikian, frekuensi mereka membeli beras di pasar akan berkurang. Ini akan permintaan beras di pasar dan menekan inflasi,” katanya. Berdasarkan data Bulog, per 6 Oktober 2024,total stok beras di seluruh gudang Bulog 1,56 juta ton. Dari jumlah itu, 1,33 juta ton berupa cadangan beras pemerintah dan 231.148 ton stok komersial. Bulog juga terus memperkuat pengadaan stok beras melalui penyerapan di dalam negeri dan impor. Pengadaan beras dalam negeri telah terealisasi 978.322 ton. Adapun realisasi impor beras mencapai 2,76 juta ton dari total kontrak 3,56 juta ton yang berasal dari Thailand, Vietnam, Pakistan, Myanmar, dan Kamboja. Pada Oktober 2024-Maret 2025, Indonesia bakal memasuki fase krusial beras. (Yoga)

Berubah Menjadi Industri Kematian

08 Oct 2024
SEPANJANG dua tahun terakhir, kawasan industri milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi langganan dirundung kecelakaan kerja. Kasus teranyar adalah kematian buruh bernama Andri yang bekerja di smelter nikel, divisi rotary kiln conveyor, PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (PT WNII) pada Sabtu, 28 September 2024.  Andri meninggal setelah terjatuh dari ketinggian lebih dari 20 meter dari atas mesin ban berjalan. “Sebelum terjatuh, dia diduga tergiling mesin konveyor lebih dulu,” kata anggota staf kampanye Yayasan Tanah Merdeka, Mohammad Azis, dalam keterangannya pada Jumat, 4 Oktober 2024. 

Menurut Azis, sedikitnya terjadi 17 kecelakaan kerja sepanjang 2024. Persoalannya, perusahaan disebut tidak membenahi prosedur keselamatan dan kesehatan kerja bagi pegawai sehingga kecelakaan terus berulang. Tahun lalu, kata Azis, ada 21 pekerja yang tewas dalam kecelakaan kerja di kawasan industri nikel tersebut. IMIP merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2015 sebagai kawasan penghiliran nikel. Di dalamnya terdapat 41 perusahaan, salah satunya PT WNII yang memproduksi nickel pig iron (NPI)—bahan baku utama untuk produksi baja tahan karat. Di sana juga ada korporasi yang memproduksi campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt atau mixed hydroxide precipitate, besi, aluminium, kokas, benzena, hingga bahan baku baterai mobil listrik.

Saban tahun, kawasan industri ini mampu menghasilkan 150 juta ton hasil produksi yang diekspor ke Cina dan negara-negara lain. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, IMIP dibekali pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dengan daya 5.319 megawatt dan 1.520 megawatt. Perusahaan ini juga mengklaim mampu menyerap tenaga kerja hingga 80.259 orang. Proyek ini dirancang sebagai upaya transisi energi bersih dengan menciptakan ekosistem industri baterai kendaraan listrik. (Yetede)