;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Bumi Siak Pusako Rayakan Optimisme di HUT ke-23

18 Oct 2024

Perkembangan signifikan yang dicapai PT Bumi Siak Pusako (BSP) di bawah kepemimpinan Direktur Iskandar. Sejak sepenuhnya mengelola Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) dari Pertamina pada 2022, BSP berkomitmen untuk mengelola sumber daya secara efisien dan profesional, dengan target produksi minyak mencapai 8.500 barel per hari hingga akhir tahun. Iskandar menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah dan stakeholder untuk mengatasi tantangan, termasuk proses perizinan yang panjang.

BSP juga menunjukkan dedikasi dalam tanggung jawab sosial melalui program CSR di bidang pendidikan, sambil tetap fokus pada eksplorasi dan peningkatan produksi. Dengan pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, BSP optimis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan di Riau.


Tulang Punggung Ketahanan Pangan adalah Peladang Tradisional

17 Oct 2024
Program lumbung pangan pemerintah dinilai bukan jawaban atas keresahan ketahanan pangan Indonesia. Di Kalimantan Tengah, salah satu daerah yang diproyeksikan menjadi lumbung pangan, masyarakat masih begitu bergantung dengan metode ladang tradisional. RK Maladi (47),warga Desa Kubung, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, baru saja menanam padi lokal dengan cara tradisional di atas lahan seluas 1 hektar. Dia bisa mendapat 3 ton saat panen setahun sekali.Maladi yakin proses yang dalam bahasa Dayak disebut menugal, itu bisa memenuhi kebutuhan keluarganya hingga setahun ke depan. Menugal dilakukan setelah berbagai proses persiapan lahan dilakukan, yang diakhiri dengan membakar sisa tebasan tanaman. ”Semua warga di sini mata pencarian utamanya, ya, berladang ini, bahkan anak-anak kami bisa kuliah, ya, dari ladang seperti ini,” ungkap Maladi, Rabu (16/10/2024).

Maladi menyadari, di beberapa daerah ada kebijakan larangan membakar. Namun, kebijakan itu tidak memengaruh aktivitas mereka di ladang. ”Terus, (bila dilarang), kami mau makan apa? Bagaimana kami sekolahkan anak kalau enggak boleh berladang?” ungkapnya. Maladi hanya satu dari belasan ribu peladang tradisional di KalimantanTengah yang masih menjalankan tradisi berladang dari nenek moyang mereka. Selain menugal, ada juga warga yang masih menjalankan pola ladang berpindah atau gilir balik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng pada 2014 menyebut ada 12.905 rumah tangga di sekitar kawasan hutan menerapkan pola ladang berpindah. Namun, dalam Sensus Pertanian 2023, data peladang tradisional tidak ada lagi. Sebagai gantinya adalah petani milenial sebanyak 21.300 rumah tangga. BPS juga menghapus indikator produktivitas padi ladang sejak 2015. Tahun itu, pemerintah mengeluarkan larangan membakar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng Sunarti mengungkapkan, lumbung pangan merupakan tawaran pemerintah menghadapi larangan membakar lahan. Program itu sebelumnya bernama food estate lalu kini menjadi optimasi lahan dan cetak sawah. Sunarti mengungkapkan, banyak kendala di lapangan, terutama soal penggarap lahan. Kalteng memiliki potensi lahan yang besar tetapi penggarap masih minim. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi soal Lumbung Pangan di Kalteng bersama Save Our Borneo (SOB). Direktur SOB Muhammad Habibi mengungkapkan, terkait proyek yang sudah berjalan perlu evaluasi, khususnya soal kondisi aktual di lapangan dan kesesuaian lahan. ”Saat ini luas lahan pangan kita terus menurun, lalu produksi padi petani terus turun. Bagaimana kondisi petani kita hari ini? Seberapa besar dukungan pemerintah kepada mereka, baik dukungan kebijakan, modal, sarana produksi, maupun akses ke pasar yang lebih baik,” kata Habibi. (Yoga)

Penurunan Produksi Beras Dipicu Oleh Kekeringan

17 Oct 2024
Jawa Tengah disebut Badan Pusat Statistik menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami penurunan produksi beras paling besar ketiga secara nasional sepanjang 2024. Petani menilai merosotnya produksi beras di Jateng terjadi karena kekeringan yang melanda daerah tersebut. Mengacu pada Kerangka Sampel Area (KSA) Padi, BPS memperkirakan total produksi beras nasional pada Januari-Desember 2024 sebesar 30,34 juta ton. Volume produksi beras itu turun 760.000 ton atau sekitar 2,43 persen dibandingkan dengan realisasi produksi beras tahun lalu yang sebesar 31,1 juta ton (Kompas.id, 15/11/2024). Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, daerah dengan potensi penurunan produksi beras tertinggi adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, masing-masing 361.140 ton, 279.660 ton, dan 146.040 ton.

Selain itu, ada Banten dan Sumatera Barat yang turun masing-masing 92.340 ton dan 75.520 ton. Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Jateng Hardiono mengatakan, penurunan produksi beras di wilayahnya terjadi akibat kekeringan yang melanda lahan-lahan pertanian. Kekeringan karena dampak kemarau itu bahkan disebut memicu gagal panen padi. ”Penurunan hasil panen padi karena kemarau ini rata-rata mencapai 50 persen. Bahkan, di beberapa wilayah sampai menyebabkan gagal panen,” kata Hardiono saat dihubungi Hardiono menyebut, normalnya, pada musim tanam pertama atau Oktober-Maret, rata-rata hasil panen padi mencapai 8-9 ton per hektar. Pada musim tanam kedua Maret-Agustus, hasil panen mencapai 6-7 ton per hektar.

Penurunan hasil produksi padi yang terjadi tahun ini, khususnya pada musim tanam kedua, menurut dia, merupakan yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun-tahun sebelumnya, penurunan produksi akibat kekeringan maksimal 30 persen dari hasil panen normal. Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk membantu petani dalam menghadapi dampak kemarau. Di Jateng, misalnya, Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan 5.134 unit pompa air ke tiap-tiap kabupaten/kota. Namun, bantuan itu dinilai Hardiono tidak efektif. ”Yang dibutuhkan bukan pompa, melainkan air. Teman-teman kelompok tani itu sudah punya banyak pompa tetapi airnya yang tidak ada,” ujarnya. Hardiono menilai solusi yang tepat untuk mengatasi penurunan produksi beras akibat kemarau adalah dengan membuat sumur dalam. Cara itu efektif untuk mengatasi kekeringan di Sragen. (Yoga)

Prabowo Memberi Arahan Kepada Calon Menteri Mengenai Ketahanan Pangan

17 Oct 2024
Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan arahan kepada calon menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2024), diantaranya mengenai kemandirian dan ketahanan pangan. "Hal yang juga terkesan adalah pengarahan dari Presiden Terpilih menyangkut soal bagaimana kemudian kita melaksanakan kegiatan dalam rangka mendukung kemandirian atau ketahanan pangan," ungkap Supratman Andi Agtas, kader Partai Gerindra yang merupakan salah satu calon menteri dan saat ini menjabat menteri Hukum dan HAM. Selain itu, kata dia, Prabowo memberikan pembekalan tugas pada para calon menteri mengenai cara mengelola energi dan  air. "Karena itu, presiden terpilih menanyakan apapun yang terjadi, beliau meminta kepada kami semua  untuk tidak mencoba memanfaatkan APBN untuk kepentingan diri sendiri," kata Supratman. Para calon menteri juga diminta menggunakan  APBN agar tepat sasaran ketika telah ditetapkan sebagai menteri. Meski begitu, hingga akhir acara pembekalan, Prabowo belum menentukan setiap tokoh yang hadir bakal menempati posisi manteri yang mana saja. (Yetede)

Efek Program Prabowo: Peluang di Emiten Unggas

17 Oct 2024

Saham emiten unggas mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir, dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 10,62% menjadi Rp1.615, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 4,12% menjadi Rp5.050, dan PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) naik 7,89% menjadi Rp820. Menurut analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, kenaikan ini didorong oleh prospek program makan bergizi gratis yang diusulkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang diperkirakan akan meningkatkan konsumsi unggas.

Meskipun ada tantangan, seperti kenaikan harga jagung akibat musim hujan, prospek positif untuk sektor ini tetap ada. Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas K. Saragih, dan Christine Natasya dari Bahana Sekuritas juga menyampaikan optimisme tentang kinerja emiten unggas. Mereka merekomendasikan saham JPFA dan CPIN untuk dibeli, dengan target harga masing-masing Rp1.740 dan Rp5.900. Secara keseluruhan, konsensus dari 16 sekuritas menunjukkan rekomendasi beli untuk JPFA, menegaskan potensi pertumbuhan di sektor unggas menjelang pelaksanaan program pemerintah yang mendukung peningkatan konsumsi.



Proyek Kilang Tuban Masih Menemui Tantangan

17 Oct 2024

PT Kilang Pertamina Internasional masih berupaya menyelesaikan megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, yang menghadapi tantangan akibat sanksi yang dikenakan pada mitra Rusia, Rosneft. Proyek senilai US$13,5 miliar ini masih dalam tahap pengambilan keputusan akhir investasi (FID), dan Pertamina berusaha melakukan kegiatan engineering, procurement, and construction (EPC) secara bersamaan dengan penyelesaian FID.

Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional, Hermansyah Y. Nasroen, menyatakan bahwa hingga kini belum ada kepastian mengenai target penyelesaian FID, meskipun sebelumnya diharapkan selesai pada kuartal pertama tahun ini. Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Wahyu Utomo, mengungkapkan bahwa pemerintah mendukung Pertamina dalam mencari mitra strategis untuk teknologi dan pembiayaan proyek tersebut.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional, Taufik Aditiyawarman, menambahkan bahwa penambahan mitra baru diperlukan untuk mengimbangi dampak sanksi yang diterima Rosneft. Meskipun Kementerian ESDM telah memberikan tambahan waktu hingga 2024 untuk kepastian investasi, proses penyelesaian FID masih mengalami kemunduran. Pertamina juga mengharapkan dukungan infrastruktur dan insentif fiskal untuk meningkatkan keberlanjutan proyek GRR Tuban.



Optimisme Investasi Tambang Migas

17 Oct 2024

Peningkatan investasi dalam kegiatan eksplorasi sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia diyakini akan berdampak positif terhadap penambahan cadangan energi fosil domestik. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat bahwa investasi eksplorasi meningkat dari US$600 juta pada 2021 menjadi US$900 juta pada 2023, dengan harapan mencapai US$1,8 miliar tahun ini.

Tenaga Ahli Komisi Pengawas Menteri ESDM, Shinta Damayanti, menjelaskan bahwa keberhasilan eksplorasi saat ini adalah hasil dari upaya yang dilakukan sejak enam tahun lalu, dan saat ini Indonesia telah mendapatkan banyak temuan cadangan migas baru. Para kontraktor, seperti Ahmad Najihal Amal dari Pertamina Hulu Energi, menunjukkan komitmen yang kuat dalam melakukan eksplorasi masif dengan strategi yang berfokus pada proyek offshore dan kemitraan strategis. Hendraman dari EMP juga menekankan pentingnya akuisisi aset dan pemboran eksplorasi dalam meningkatkan penemuan migas di masa depan.



Prospek Cerah Energi Baru Terbarukan

17 Oct 2024
Prospek penawaran umum perdana saham (IPO) di sektor energi baru terbarukan (EBT) diprediksi akan tetap cerah pada tahun depan, didorong oleh minat tinggi investor di pasar modal Indonesia. Reuben Tirtawidjaja dari Ernst and Young (EY) mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, IPO emiten EBT menunjukkan kinerja positif, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengalami lonjakan harga saham 781,41% sejak IPO. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas juga menyoroti bahwa keberhasilan IPO di sektor ini menciptakan peluang besar untuk perusahaan baru. Dukungan dari kebijakan pemerintah dalam transisi energi dan kesadaran masyarakat akan energi bersih semakin memperkuat prospek ini. Namun, Miftahul mengingatkan investor untuk lebih berhati-hati karena kenaikan saham EBT mungkin tidak secepat tahun lalu, dengan saham seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pilihan menarik untuk trading.

Stimulus Tiongkok Memperkuat Prospek Timah

17 Oct 2024
Prospek kinerja PT Timah Tbk (TINS) diperkirakan cemerlang seiring dengan ketatnya pasokan global dan peningkatan permintaan komoditas logam dasar, khususnya timah, akibat stimulus yang diberikan oleh China. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya, menyebut bahwa pengetatan pasokan dari berkurangnya ekspor bijih timah dari Myanmar akan mendorong harga timah. Meskipun harga rata-rata timah di pasar internasional turun 1,9% pada kuartal ketiga 2024, penjualan TINS diperkirakan meningkat sekitar 5% menjadi 5.000 ton, didorong oleh peningkatan produksi dan profitabilitas yang lebih kuat.

Thomas Radityo dari Ciptadana Sekuritas Asia juga sepakat bahwa permintaan timah akan meningkat, terutama setelah stimulus dari China, yang mendorong sektor perumahan dengan penurunan suku bunga hipotek. Dia memprediksi defisit di pasar timah untuk tahun 2024-2025 akibat penurunan produksi global. Dengan proyeksi laba yang meningkat untuk TINS, Thomas merevisi target harga saham TINS menjadi Rp 1.600 per saham.

Kiswoyo Adi Joe dari Nawasena Abhipraya Investama merekomendasikan beli saham TINS dengan target harga Rp 1.750, menilai prospek harga timah yang lebih baik. Secara keseluruhan, baik Timothy maupun Thomas menyarankan untuk membeli saham TINS, menunjukkan optimisme terhadap potensi kinerja perusahaan di tengah kondisi pasar yang menguntungkan.

Industri Sambal Tanah Air Tumbuh Berkat Peran Wirausaha Lokal yang Gigih dan Inovatif

16 Oct 2024
Dengan kreativitas dan keberanian, Lanny, Susilaningsih, dan Mujiati berhasil mengubah sambal tradisional menjadi komoditas bernilai tinggi yang mampu menembus pasar internasional. Selain menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga mendukung petani lokal dengan meningkatkan permintaan cabai dan bawang. Dengan kualitas, cita rasa otentik, dan inovasi, sejumlah produk sambal asal Indonesia telah membuktikan diri sebagai produk unggulan yang bisa bersaing di kancah global. Berkat ketekunan dan kreativitas mereka, merek sambal seperti Bu Rudy, DD1 Dede Satoe, dan CUK! kini tersedia di sejumlah negara, mulai dari Asia hingga Amerika. Ketiga perempuan pengusaha itu seolah ”menunggangi” gelombang permintaan global akan cabai serta bumbu dan saus yang tumbuh beberapa tahun terakhir.

Perusahaan riset pasar IMARC Group menyebutkan, pasar cabai global mencapai 1,42 miliar dollarAS pada 2023. Pada 2032, angkanya diperkirakan naik menjadi 2,34 miliar dollar AS dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai 5,7 persen selama 2023-2032. Peningkatan permintaan itu dinilai turut didorong oleh tren orang-orang yang makin menyukai masakan pedas. Cabai banyak digunakan untuk memenuhi permintaan rasa pedas dalam berbagai masakan. Selain itu, peningkatan juga terjadi karena sifat cabai yang serbaguna, yang membuatnya cocok untuk saus, salsa, bumbu dapur, dan bumbu rendaman. Para koki dan produsen makanan terus berinovasi dengan produk berbasis cabai untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen. Data dari perusahaan data dan analitik Global Data menunjukkan tren serupa.

Dalam laporan ”Indonesia Seasonings, Dressing, and Sauce-Market Assessment and Forecasts to 2024”, Global Data menyebut, sektor bumbu, saus, dan dressing di Indonesia diperkirakan tumbuh dari Rp 48,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 70,5 triliun pada 2024. CAGR mencapai 7,9 persen. Menurut laporan ”Food Out look” dari FAO, permintaan cabai global terus meningkat seiring dengan berkembangnya tren konsumsi makanan pedas di sejumlah negara. Selain kebutuhan konsumen rumah tangga, permintaan ini juga didorong oleh sektor makanan dan minuman serta industri farmasi dan kosmetik. Pertumbuhan permintaan tidak hanya terjadi di negara-negara pengonsumsi cabai tradisional, seperti India dan Thailand, tetapi juga di Amerika Utara dan Eropa, tempat makanan pedas semakin populer. (Yoga)