Lingkungan Hidup
( 5781 )Permian-Trias "lima besar" Kepunahan Massal dalam Sejarah Bumi
Pemerintahan Jokowi Mendorong Prabowo Lanjutkan Bantuan Pangan
Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut
Indonesia Mendorong Anggota Asean Mempercepat Transformasi Energi yang Ramah Lingkungan
Indonesia mendorong agar negara-negara anggota Asean mempercepat transformasi energi yang ramah lingkungan, karena pesatnya investasi hijau dalam satu tahun terakhir. Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menghadiri Forum Khusus ASEAN-Indo Pasifik 2024 (AIPF) di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024), Wapres menyampaikan pentingnya mempercepat peralihan menuju ekonomi ramah lingkungan di kawasan, terlebih saat ini terdapat berbagai tantangan seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.
"Asean perlu mengintegrasikan inovasi lingkungan dengan transformasi digital untuk mendukung investasi dan sektor keuangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan transisi energi melalui teknologi bersih dan energi terbarukan," kata Ma'ruf Amin. Menurut Wapres, penanaman modal pada sektor yang mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan mengalami peningkatan satu tahun belakangan. Investasi hijau di Asean tercatat mencapai US$ 6,3 miliar, atau meningkat 20% pada 2023. Untuk itu, Wapres menilai kawasan Indo-Pasifik adalah wilayah strategi bagi ekonomi global, mencakup negara-negara besar termasuk negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Kawasan ini memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB dunia yang menjadi pusat perdagangan hampir setengah abad dari total perdagangan internasional. (Yetede)
Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam dan Plapis Dinding Konstruksi Jalan di China dan Indonesia
Tren Penurunan Bisnis Batu Bara di Tengah Perubahan Pasar
Skema MIP Tingkatkan Kinerja PTBA
KA Mengalami Sembilan Kecelakaan dalam Sebulan
Bulog Akan Kembali Menyalurkan Beras Lebih Berkesinambungan
”Pada Oktober 110.00 ton, November 124. 000 ton. dan Sasarannya adalah daerah-daerah yang harga berasnya tinggi dengan porsi pendistribusian terbesar kepada pengecer,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara hibrida di Jakarta. Di samping itu, lanjut Epi, Bulog akan melanjutkan penyaluranbantuanberas bagi 22 juta keluarga berpenghasilan rendah per dua bulan sekali. Pada Oktober dan Desember 2024, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) bakal menerima 10 kilogram beras. ”Dari hasil survei kami, 10 kg beras dapat memenuhi kebutuhan KPM sekitar 7-10 hari.
Dengan demikian, frekuensi mereka membeli beras di pasar akan berkurang. Ini akan permintaan beras di pasar dan menekan inflasi,” katanya. Berdasarkan data Bulog, per 6 Oktober 2024,total stok beras di seluruh gudang Bulog 1,56 juta ton. Dari jumlah itu, 1,33 juta ton berupa cadangan beras pemerintah dan 231.148 ton stok komersial. Bulog juga terus memperkuat pengadaan stok beras melalui penyerapan di dalam negeri dan impor. Pengadaan beras dalam negeri telah terealisasi 978.322 ton. Adapun realisasi impor beras mencapai 2,76 juta ton dari total kontrak 3,56 juta ton yang berasal dari Thailand, Vietnam, Pakistan, Myanmar, dan Kamboja. Pada Oktober 2024-Maret 2025, Indonesia bakal memasuki fase krusial beras. (Yoga)
Berubah Menjadi Industri Kematian
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









