Pemerintahan Jokowi Mendorong Prabowo Lanjutkan Bantuan Pangan
PRESIDEN Joko Widodo mendorong presiden terpilih Prabowo Subianto melanjutkan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram. Kementerian Pertanian memastikan pasokan beras tersedia jika pemerintahan baru melanjutkan tongkat estafet. Program bantuan beras bergulir sejak 2023 dengan tujuan menekan harga. Nilai komoditas ini pernah melambung karena stoknya menipis. Banyak petani gagal panen dan harus menunda masa tanam karena kekeringan berkepanjangan pengaruh El Nino. Program ini kemudian berlanjut pada 2024. Menurut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Batara Siagian, kebutuhan beras untuk bantuan pangan ini bisa dipenuhi dengan mudah.
Dengan catatan, tak ada anomali yang mengganggu produksi pada tahun depan. Batara memprediksi produksi gabah kering giling pada tahun depan bisa mencapai 56,05 juta ton atau setara dengan 32,29 juta ton beras. Angka itu lebih tinggi dibanding kebutuhan beras pada 2024 yang sebesar 31,2 juta ton. "Ini sudah menghitung kebutuhan beras untuk program bantuan pangan," tuturnya kepada Tempo, Rabu, 9 Oktober 2024
Program bantuan tersebut menyasar 22 juta keluarga penerima manfaat, yaitu mereka yang masuk kategori kelompok desil 1-3 dalam daftar Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Artinya, butuh 220 ribu ton beras untuk program tersebut setiap bulan atau setara dengan 1,9 juta ton hingga program ini berakhir. (Yetede)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
26 Jun 2025
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023