;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Lambatnya Transisi Energi

18 Oct 2024
Indonesia telah berkomitmen mengatasi perubahan iklim dengan berbagai upaya, salah satunya melalui akselerasi transisi energi kotor ke energi yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini diperlukan karena sebagai negara yang tengah gencar melakukan pembangunan, sektor energi berkontribusi besar terhadap pelepasan emisi gas rumah kaca nasional. Upaya setiap negara dalam melakukan transisi energi akan mencakup dua aspek. Di satu sisi, negara tersebut harus menghentikan penggunaan energi kotor, seperti batubara. Kemudian, di sisi lain, diperlukan juga upaya akselerasi penggunaan energi baru terbarukan. Direktur Eksekutif Sustain (Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia) Tata Mustasya menilai, transisi energi yang dilakukan Indonesia selama satu dekade terakhir cenderung masih lambat dan tertinggal.

Bahkan, komitmen transisi energi ini juga patut dipertanyakan karena Indonesia masih terus meningkatkan produksi batubara sebagai energi kotor. ”Target energi terbarukan Indonesia yakni 23 persen dari total bauran energi pada tahun 2025 dan ini hampir tidak mungkin tercapai. Oleh karena itu, pemerintah mau merevisi target energi terbarukan satu tahun sebelum deadline. Masih banyak kontradiksi lain di sektor energi yang menjadi salah satu sektor terpenting,” ujarnya, Rabu (16/10/2024). Berdasarkan data Ember Climate 2023, pembangkitan listrik Indonesia dari bahan bakar fosil meningkat 50 persen dalam satu dekade terakhir dari 190 terawatt (TWh) pada tahun 2013 menjadi 285 TWh pada tahun 2023. Selama periode yang sama, pembangkitan listrik dari energi terbarukan hanya meningkat dari 36 TWh menjadi 65 TWh. Analisis Ember Climate juga menyebut, secara umum negara-negara G20 sudah mengalami pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara yang negatif.

Namun, kapasitas PLTU di Indonesia masih tumbuh positif. Bahkan, pertumbuhan kapasitas PLTU di Indonesia tertinggi dibandingkan negara G20 lainnya. Kemudian, data International Renewable Energy Agency (Irena) tahun 2022 juga menyebut, Indonesia kembali menjadi negara yang paling tertinggal dalam akselerasi energi dari semua negara G20. Padahal, mayoritas negara G20 lainnya telah mengalami peningkatan rasio kapasitas energi terbarukan yang signifikan dibandingkan dengan total kapasitas energi. Menurut Tata, selama sepuluh tahun terakhir, dan juga janji kampanye presiden terpilih Prabowo Subianto, fokus masih pada pengembangan sumber energi alternatif yang memiliki dampak lingkungan besar, seperti deforestasi. Salah satu program pengembangan bioenergi adalah co-firing atau pembakaran bersama biomassa pelet kayu dan batubara. Potensi deforestasi dari pengembangan bioenergi ini juga telah ditunjukkan melalui hasil kajian Trend Asia tentang co-firing biomassa khusus dari kayu terhadap 52 PLTU yang ada selama 2021-Mei 2022. (Yoga)

Ketahanan Pangan Terancan Krisis Iklim

18 Oct 2024
Krisis iklim mengancam ketahanan pangan dan sistem pertanian global. Cuaca dan iklim ekstrem mengakibatkan produktivitas tanaman menurun. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyebutkan, 733 juta orang di dunia mengalami kelaparan, sementara 55 persen produksi pangan dunia berada di daerah yang dilanda kekeringan. Laporan Krisis Pangan Global 2024 yang diterbitkan World Food Programme menunjukkan 282 juta orang di 59 negara pada 2023 memerlukan tindakan segera demi mengatasi kesenjangan konsumsi pangan. Selain itu, ada 36 juta orang berada dalam kondisi darurat rawan pangan. Penurunan produksi sektor pertanian dan perikanan sebagai akibat krisis iklim turut memengaruhi krisis pangan di sejumlah negara. Sektor pertanian menjadi korban iklim, tetapi juga kontributor emisi gas rumah kaca antara lain karena alih fungsi lahan serta pemakaian pupuk kimia.

Di Indonesia, berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), perubahan iklim berpotensi menurunkan produksi padi 1,13 juta-1,89 juta ton. Lahan pertanian seluas 2.256 hektar pun terancam kekeringan. Dari hasil kerangka sampel area padi, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan total produksi beras nasional Januari-Desember 2024 sebesar 30,34 juta ton, turun 760.000 ton atau 2,43 persen dibandingkan tahun lalu. Potensi penurunan produksi beras tertinggi terutama terjadi di sentra pertanian nasional, yakni Jawa Barat yang turun 361.140 ton, Jawa Timur turun 279.660 ton, dan Jawa Tengah berkurang 146.040 ton (Kompas.id, 15/10/2024). Penurunan produksi beras ini terjadi akibat mundurnya musim tanam yang dipicu fenomena El Nino. Pengaruh perubahan iklim pada sektor pertanian bersifat multidimensi, mulai dari sumber daya, infrastruktur pertanian, sistem produksi, hingga ketahanan pangan.

Karena itu, Hari Pangan Sedunia 2024, yang diperingati pada 16 Oktober, mengambil tema ”Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan Lebih Baik”. Selaras dengan tema ini, menurut FAO, pangan harus beragam, bernutrisi, terjangkau, mudah diakses, dan aman. Indonesia telah merancang strategi jangka panjang untukketahanan iklim dan rendah karbon 2050. Di sektor pertanian, strategi yang diterapkan meliputi pengembangan irigasi, adopsi teknologi pertanian cerdas iklim, dan praktik pertanian berkelanjutan. Strategi ini tak menekankan mencetak sawah baru sebagai solusi atas krisis iklim. Program cetak sawah baru berpotensi menambah emisi gas rumah kaca akibat perubahan tata guna lahan. Proses ini juga kerap terkait deforestasi yang memperburuk krisis iklim. Maka, sistem pangan Nusantara perlu dibangun berdasarkan keberagaman sumber dan budaya pangan lokal. Penerapan strategi ini menjadi kunci guna mewujudkan ketahanan pangan yang bergizi dan mudah diakses warga. (Yoga)

Pornografi Anak Berkedok Lowongan Kerja

18 Oct 2024
Polisi mengungkap praktik pembuatan konten pornografi berkedok lowongan kerja via media sosial di Kota Cirebon, Jawa Barat. Sembilan orang,termasuk dua anak, Memangnya menjadi korbannya. Polisi masih mendalami dugaan adanya sindikat pada kasus ini. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Cirebon Kota Ajun Komisaris Anggi Eko Prasetyo, Kamis (17/10/2024), mengatakan, kasus ini bermula dari laporan warga tentang pembuatan konten pornografi pada Juni 2024. Lokasinya di salah satu tempat indekos di Kesenden, Kota Cirebon. Pihaknya lalu menyelidiki kasus itu dan mendatangi tempat kejadian. Di lokasi, polisi menemukan tiga kamar indekos yang berisi sembilan korban tengah melakukan siaran langsung via salah satu plat dia sosial. Tujuh korban perempuan, sisanya laki-laki. ”Dua (korban perempuan) di antaranya di bawah umur,” ujarnya.

Tujuh korban lain berumur 19-23 tahun. Tujuh korban berasal dari Kabupaten Cirebon, sedangkan dua korban merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya, Jabar. Di lokasi, polisi juga menangkap dua tersangka, yakni BM (26) dan MF (25). BM merupakan warga Ternate, Maluku Utara, sedangkan MF dari Payakumbuh, Sumatera Barat.  BM berperan mencari tempat indekos dan merekrut korban. Adapun MF merekrut serta mengurus administrasi tempat itu, polisi menyita 4 gawai, 2 tripod, 3 alat pencahayaan, alat pengisi daya telepon genggam, serta minyak pelumas. Berbagai peralatan itu digunakan korban untuk siaran langsung saat membuat konten pornografi. Tersangka menjebak korban melalui iklan lowongan kerja di Facebook. Lewat akun Zhenthia, tersangka mencari karyawan baru berusia 17-27 tahun di toko busana dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

Namun, ketika dicek di media sosial (medsos), Kamis, akun itu sudah hilang. ”Setelah di-chat (hubungi), disampaikan lowongan itu sudah penuh dan ditawarkan apakah mau masuk tim pembuatan konten dewasa dengan menggunakan platform medsos," ungkap Anggi. Tersangka mengiming-imingi korban dengan uang jutaan rupiah. Faktor ekonomi jadi penyebab korban terjebak membuat konten itu. ”Mereka tergiur iming-iming pendapatan Rp 5 juta,” ucapnya. Pihaknya pun tidak menutup kemungkinan adanya  korban lain. Apalagi, menurut tersangka, sejumlah korban membuat konten serupa, tetapi kemudian berhenti. (Yoga)

Kemilau Emas Terus Bersinar Sebagai Pilihan Investasi yang Relatif Aman dan Stabil

18 Oct 2024
Ditengah ketidakpastian ekonomi dan volatilitas global, kemilau emas terus bersinar sebagai pilihan investasi yang relatif aman  dan stabil bagi para investor. Menyadari daya tarik logam mulia ini bagi masyarakat, perbankan syariah pun makin serius menggarap bisnis emas. Emas telah lama dianggap sebagai aset safe-haven, menawarkan perlindungan terhadap inflasi dan fluktuasi nilai mata uang. Terlebih harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam pada Kamis (17/10/2024) sempat bertengger di level Rp1.496.000 per gram. Ini mengukit rekor tertinggi harga emas Antam. Melihat tren kenaikan harga emas, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatatkan  kinerja yang positif, dimana bisnis emas bank syariah terbesar di Indonesia per Agustus 2024 melesat 54% dengan total pertumbuhan  Rp3,6 triliun. Dari nilai tersebut, didominasi oleh produk cicil emas yang naik Rp2,56 triliun atau melesat 130,38% (year on year/yoy), sedangkan untuk gadai emas meningkat Rp1,02 triliun atau 21,88% (yoy). (Yetede)

Kerja Sama ESDM dan Eramet untuk Kaji Mineral Penting

18 Oct 2024

Kolaborasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan PT Eramet Indonesia Mining untuk melakukan studi dan eksplorasi mineral penting di Indonesia. Agung Pribadi, Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP), menyatakan bahwa pemerintah aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan asing untuk mengoptimalkan potensi mineral, terutama nikel, kobalt, dan litium, yang kini sangat dibutuhkan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik.

Kerja sama ini mencakup studi penyelidikan wilayah prospek mineral, karakterisasi bijih, serta eksplorasi litium dari geothermal brine. Agenda mendatang termasuk penyelidikan litium di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan metode geofisika dan geokimia. Kegiatan ini diharapkan dapat mengidentifikasi cadangan mineral baru yang bernilai ekonomis tinggi, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dalam bidang eksplorasi dan publikasi ilmiah antara kedua belah pihak.



Bumi Siak Pusako Rayakan Optimisme di HUT ke-23

18 Oct 2024

Perkembangan signifikan yang dicapai PT Bumi Siak Pusako (BSP) di bawah kepemimpinan Direktur Iskandar. Sejak sepenuhnya mengelola Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) dari Pertamina pada 2022, BSP berkomitmen untuk mengelola sumber daya secara efisien dan profesional, dengan target produksi minyak mencapai 8.500 barel per hari hingga akhir tahun. Iskandar menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah dan stakeholder untuk mengatasi tantangan, termasuk proses perizinan yang panjang.

BSP juga menunjukkan dedikasi dalam tanggung jawab sosial melalui program CSR di bidang pendidikan, sambil tetap fokus pada eksplorasi dan peningkatan produksi. Dengan pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, BSP optimis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan di Riau.


Tulang Punggung Ketahanan Pangan adalah Peladang Tradisional

17 Oct 2024
Program lumbung pangan pemerintah dinilai bukan jawaban atas keresahan ketahanan pangan Indonesia. Di Kalimantan Tengah, salah satu daerah yang diproyeksikan menjadi lumbung pangan, masyarakat masih begitu bergantung dengan metode ladang tradisional. RK Maladi (47),warga Desa Kubung, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, baru saja menanam padi lokal dengan cara tradisional di atas lahan seluas 1 hektar. Dia bisa mendapat 3 ton saat panen setahun sekali.Maladi yakin proses yang dalam bahasa Dayak disebut menugal, itu bisa memenuhi kebutuhan keluarganya hingga setahun ke depan. Menugal dilakukan setelah berbagai proses persiapan lahan dilakukan, yang diakhiri dengan membakar sisa tebasan tanaman. ”Semua warga di sini mata pencarian utamanya, ya, berladang ini, bahkan anak-anak kami bisa kuliah, ya, dari ladang seperti ini,” ungkap Maladi, Rabu (16/10/2024).

Maladi menyadari, di beberapa daerah ada kebijakan larangan membakar. Namun, kebijakan itu tidak memengaruh aktivitas mereka di ladang. ”Terus, (bila dilarang), kami mau makan apa? Bagaimana kami sekolahkan anak kalau enggak boleh berladang?” ungkapnya. Maladi hanya satu dari belasan ribu peladang tradisional di KalimantanTengah yang masih menjalankan tradisi berladang dari nenek moyang mereka. Selain menugal, ada juga warga yang masih menjalankan pola ladang berpindah atau gilir balik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng pada 2014 menyebut ada 12.905 rumah tangga di sekitar kawasan hutan menerapkan pola ladang berpindah. Namun, dalam Sensus Pertanian 2023, data peladang tradisional tidak ada lagi. Sebagai gantinya adalah petani milenial sebanyak 21.300 rumah tangga. BPS juga menghapus indikator produktivitas padi ladang sejak 2015. Tahun itu, pemerintah mengeluarkan larangan membakar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng Sunarti mengungkapkan, lumbung pangan merupakan tawaran pemerintah menghadapi larangan membakar lahan. Program itu sebelumnya bernama food estate lalu kini menjadi optimasi lahan dan cetak sawah. Sunarti mengungkapkan, banyak kendala di lapangan, terutama soal penggarap lahan. Kalteng memiliki potensi lahan yang besar tetapi penggarap masih minim. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi soal Lumbung Pangan di Kalteng bersama Save Our Borneo (SOB). Direktur SOB Muhammad Habibi mengungkapkan, terkait proyek yang sudah berjalan perlu evaluasi, khususnya soal kondisi aktual di lapangan dan kesesuaian lahan. ”Saat ini luas lahan pangan kita terus menurun, lalu produksi padi petani terus turun. Bagaimana kondisi petani kita hari ini? Seberapa besar dukungan pemerintah kepada mereka, baik dukungan kebijakan, modal, sarana produksi, maupun akses ke pasar yang lebih baik,” kata Habibi. (Yoga)

Penurunan Produksi Beras Dipicu Oleh Kekeringan

17 Oct 2024
Jawa Tengah disebut Badan Pusat Statistik menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami penurunan produksi beras paling besar ketiga secara nasional sepanjang 2024. Petani menilai merosotnya produksi beras di Jateng terjadi karena kekeringan yang melanda daerah tersebut. Mengacu pada Kerangka Sampel Area (KSA) Padi, BPS memperkirakan total produksi beras nasional pada Januari-Desember 2024 sebesar 30,34 juta ton. Volume produksi beras itu turun 760.000 ton atau sekitar 2,43 persen dibandingkan dengan realisasi produksi beras tahun lalu yang sebesar 31,1 juta ton (Kompas.id, 15/11/2024). Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, daerah dengan potensi penurunan produksi beras tertinggi adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, masing-masing 361.140 ton, 279.660 ton, dan 146.040 ton.

Selain itu, ada Banten dan Sumatera Barat yang turun masing-masing 92.340 ton dan 75.520 ton. Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Jateng Hardiono mengatakan, penurunan produksi beras di wilayahnya terjadi akibat kekeringan yang melanda lahan-lahan pertanian. Kekeringan karena dampak kemarau itu bahkan disebut memicu gagal panen padi. ”Penurunan hasil panen padi karena kemarau ini rata-rata mencapai 50 persen. Bahkan, di beberapa wilayah sampai menyebabkan gagal panen,” kata Hardiono saat dihubungi Hardiono menyebut, normalnya, pada musim tanam pertama atau Oktober-Maret, rata-rata hasil panen padi mencapai 8-9 ton per hektar. Pada musim tanam kedua Maret-Agustus, hasil panen mencapai 6-7 ton per hektar.

Penurunan hasil produksi padi yang terjadi tahun ini, khususnya pada musim tanam kedua, menurut dia, merupakan yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun-tahun sebelumnya, penurunan produksi akibat kekeringan maksimal 30 persen dari hasil panen normal. Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk membantu petani dalam menghadapi dampak kemarau. Di Jateng, misalnya, Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan 5.134 unit pompa air ke tiap-tiap kabupaten/kota. Namun, bantuan itu dinilai Hardiono tidak efektif. ”Yang dibutuhkan bukan pompa, melainkan air. Teman-teman kelompok tani itu sudah punya banyak pompa tetapi airnya yang tidak ada,” ujarnya. Hardiono menilai solusi yang tepat untuk mengatasi penurunan produksi beras akibat kemarau adalah dengan membuat sumur dalam. Cara itu efektif untuk mengatasi kekeringan di Sragen. (Yoga)

Prabowo Memberi Arahan Kepada Calon Menteri Mengenai Ketahanan Pangan

17 Oct 2024
Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan arahan kepada calon menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2024), diantaranya mengenai kemandirian dan ketahanan pangan. "Hal yang juga terkesan adalah pengarahan dari Presiden Terpilih menyangkut soal bagaimana kemudian kita melaksanakan kegiatan dalam rangka mendukung kemandirian atau ketahanan pangan," ungkap Supratman Andi Agtas, kader Partai Gerindra yang merupakan salah satu calon menteri dan saat ini menjabat menteri Hukum dan HAM. Selain itu, kata dia, Prabowo memberikan pembekalan tugas pada para calon menteri mengenai cara mengelola energi dan  air. "Karena itu, presiden terpilih menanyakan apapun yang terjadi, beliau meminta kepada kami semua  untuk tidak mencoba memanfaatkan APBN untuk kepentingan diri sendiri," kata Supratman. Para calon menteri juga diminta menggunakan  APBN agar tepat sasaran ketika telah ditetapkan sebagai menteri. Meski begitu, hingga akhir acara pembekalan, Prabowo belum menentukan setiap tokoh yang hadir bakal menempati posisi manteri yang mana saja. (Yetede)

Efek Program Prabowo: Peluang di Emiten Unggas

17 Oct 2024

Saham emiten unggas mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir, dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 10,62% menjadi Rp1.615, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 4,12% menjadi Rp5.050, dan PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) naik 7,89% menjadi Rp820. Menurut analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, kenaikan ini didorong oleh prospek program makan bergizi gratis yang diusulkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang diperkirakan akan meningkatkan konsumsi unggas.

Meskipun ada tantangan, seperti kenaikan harga jagung akibat musim hujan, prospek positif untuk sektor ini tetap ada. Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas K. Saragih, dan Christine Natasya dari Bahana Sekuritas juga menyampaikan optimisme tentang kinerja emiten unggas. Mereka merekomendasikan saham JPFA dan CPIN untuk dibeli, dengan target harga masing-masing Rp1.740 dan Rp5.900. Secara keseluruhan, konsensus dari 16 sekuritas menunjukkan rekomendasi beli untuk JPFA, menegaskan potensi pertumbuhan di sektor unggas menjelang pelaksanaan program pemerintah yang mendukung peningkatan konsumsi.