Lingkungan Hidup
( 5781 )Keroyokan Menggarap Swasembada Pangan
Kementan optimistis swasembada pangan, terutama beras, dapat tercapai 4-5 tahun ke depan. Program andalan pemerintahan Prabowo tersebut bakal digarap keroyokan sejumlah kementerian dan lembaga. Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, Presiden telah menugaskan Kementan dan sejumlah kementerian/lembaga terkait untuk mewujudkan swasembada pangan. Kementerian PU akan menyiapkan dan membenahi irigasi dan BUMN akan menyiapkan benih dan pupuk. ”Saya sudah bertemu Menteri PU . Dia akan menyiapkan irigasinya dalam kurun dua tahun. Saya yakin swasembada pangan bakal terwujud dalam kurun empat tahun,” ujarnya di kantor Kementan, Jakarta, Senin (28/10) pagi.
Pekan lalu, Amran bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan sejumlah jajaran direksi BUMN kluster pangan. Dalam kesempatan itu, BUMN berkomitmen untuk menyediakan benih unggul melalui PT Sang Hyang Seri. BUMN melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) juga akan menjaga stok dan kelancaran distribusi pupuk, termasuk pupuk subsidi. Amran menjelaskan, swasembada pangan itu akan dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi bakal ditempuh dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan tanaman pangan yang sudah melalui pompanisasi. Beberapa daerah yang disasar adalah lahan-lahan di sekitar Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, Cimanuk, dan Brantas.
Selain itu, Kementan juga akan mengoptimalisasi lahan rawa seluas 360.000 hektar. Ekstensifikasi lahan akan dilakukan dengan mencetak sawah baru seluas 3 juta hektar di beberapa daerah di luar Jawa. Di Merauke, Kementan menargetkan mencetak 1 juta hektar (ha) sawah. Target di Kalteng seluas 500.000 ha dan di Kalsel seluas 300.000 ha. Target di Sumsel, Kalrim, Kalbar, Sumut dan Aceh seluas 200.000 ha. ”Para petani penggarapnya akan mendapat pasokan benih dan pupuk dari pemerintah. Mereka yang mengelola lahan non irigasi akan mendapat bantuan pompa,” katanya. (Yoga)
Agar Petani Untung Karena Swasembada
Menyingkronkan sumber saya alam (SDA), teknologi dan petani-terutama generasi milenial- melalui tranformasi dari pertanian tradisional ke modern, diyakini bisa mengantarkan Indonesia untuk menggapai status swasembada pangan, bahkan menjadi lumbung pangan dunia, seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Presiden ingin, status ini terwujud paling lambat dalam 4-5 tahun, sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ingin lebih cepat, yakni dalam tiga tahun. Melalui transformasi ke pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi tinggi, sektor pertanian yang menguntungkan karena lebih efisien. Dengan itu, sektor pertanian akan makin diminati, termasuk kalangan milenial, sehingga produksi pangan, tak terkecuali beras, akan meningkat. Dengan produksi yang meningkat. Jalan menuju swasembada pangan pun menjadi kian lapang. "Petani itu sederhana, buat dia untung, maka dia berproduksi sehingga swasembada tercapai. Tapi, manakala petani jalan sendiri, swasembada bisa gagal," ujar Amran kepada Pemimpin Redaksi Investor Daily (B-Universe) Djaka Susila. (Yetede)
Grup Bakrie Akuisisi Blok Gas Strategis
Kinerja PT Energi Persada Tbk (ENRG) diproyeksikan kian cemerlang ke depannya, seiring rampungnya akuisisi 100% Blok Gas Sangkang, Sulawesi Selatan. Emiten migas Grup Bakrie ini diyakini bakal menikmati manisnya dampak keuangan dari akuisisi blok gas startegis itu. Prospek cerah tersebut, diikuti pergerakan sahamnya yang masih berpotensi melesat hingga menyentuh Rp 720. Pada 25 Oktober 2024, anak usaha perseroan yakni PT EMP Energy jaya (EEJ) telah menyelesaikan transaksi pemberlian 51% kepemilikan di blok KKS Sengkang di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, perseroan melalui anak perushaannya yakni PT Energi Maju Abadi (EMA) sudah memiliki 49% saham di Sengkang.
Setelah menyelesaian transaksi pembelian tersebut, 100% dari kinerja produksi keuangan Sengkang dapat dikonsolidasikan oleh perseroan melalui beberapa anak perusahaannya. "Dampak dari aksi ini akan positif bagi kinerja perusahaan, terutama dengan adanya peningkatan produksi harian dan peluang pertumbuhan dari sisi pendapatan (topline)," kata Head of Equity Research Kiwooon Sekuritas Sukarno Alatas kepada Investor Daily. Sejalan dengan kinerja keuangan yang bakal moncer, Sukarno menilai, prospek sahan ENRG juga masih menarik meskipun berada di tengah ketidakpastian global. Dari sisi valuasi, harga saham ENRG saat ini tergolong undervalue, dengan rasio P/E estimasi 6,24x dan PBV 0,61x. (Yetede)
Harga Minyak yang Berfluktuasi wajib diwaspadai
Serangan udara Israel terhadap Iran, Sabtu (26/10) diperkirakan tidak menaikkan harga minyak mentah. Selain tak menyasar fasilitas minyak, pasar bisa tenang karena Iran tak menganggapnya sebagai serangan berarti. Namun, bagi Indonesia, risiko fluktuasi harga minyak yang rentan terhadap faktor geopolitik, wajib diwaspadai. Mengutip laporan Reuters, Minggu (27/10), kondisi itu diyakini bakal membuat harga minyak mentah turun, berbeda dengan dampak serangan Iran ke Israel pada 1 Oktober 2024, yang membuat harga minyak mentah jenis Brent naik dari 73 USD per barel ke 80 USD per barel. Namun, setelah itu, harganya kembali turun. Pada Jumat (25/10), perdagangan minyak mentah ditutup pada 76 USD per barel.
”Israel tak menyerang infrastruktur minyak. Laporan bahwa Iran tidak akan menanggapi serangan tersebut menghilangkan unsur ketidakpastian,” ujar Tony Sycamore, analis market IG di Sydney, Australia, seperti dilaporkan Reuters. Kondisi itu, kata Sycamore, kemungkinan bakal memunculkan reaksi bertipe buy the rumour, sell the fact (membeli berdasarkan informasi dan menjual setelah berita/faktanya terbit). Ia juga memprediksi harga minyak mentah jenis WTI, yang pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu pada 71 USD per barel, akan turun menjadi 70 USD per barel. Sementara harga minyak Brent diperkirakan turun menjadi 74-75 USD per barel.
Bagi Indonesia, serangan Israel terhadap Iran yang cenderung terkendali dan tak membuat harga minyak mentah melonjak bisa menjadi kabar yang melegakan, setidaknya untuk jangka pendek. Namun, fluktuasi harga minyak akibat konflik di Timur Tengah tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Sebab, Indonesia negara importir minyak dengan tren penurunan produksi siap jual (lifting) minyak di dalam negeri. Tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir membuat lifting minyak bumi anjlok menjadi sekitar 577.000 barel per hari. Padahal, kebutuhan nasional sekitar 1,6 juta barel per hari. (Yoga)
Swasembada Pangan Bukan Hal yang Sulit
Komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berswasembada pangan telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak masa kampanye pemilihan presiden 2024. Itu kemudian kembali ia tegaskan pada pidato pertamanya pada usai pengucapan sumpah sebabai Presiden Republik Indonesia di gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). Pada kesempatan yang terakhir itu, Presiden meyakini, paling lambat empat sampai lima tahun ke depan Indonesia akan berswasembada pangan. Bahkan, Indonesiapun siap menjadi lumbung pangan dunia. "Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung dari sumber makanan dari luar," tegas Presiden. Untuk mengetahui lebih jauh upaya pemerintah dalam merealisasikan target swasmebada itu, B-Universe berkesempatan mewawancarai Andi Amran Sulaiman yang kembali terpilih menjadi menteri pertanian di kantornya, Rabu (23/10/2024). Salah satu pengemban tugas utama untuk mewujudkan gagasan besar presiden tersebut menyebut bahwa visi presiden itu sudah tepat karena ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. (Yetede)
Upaya Dekarbonisasi Dioptimalkan Satgas Transisi Energi Nasional
Sejak dibentuk pada 2023, Satgas Transisi Energi Nasional terus berupaya melakukan dekarbonisasi ketenagalistrikan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Upaya yang telah dilakukan, antara lain, meningkatkan pendanaan untuk transisi energi berkeadilan dan pensiun dini penggunaan energi fosil. Hal tersebut mengemuka dalam acara Konferensi Bangun Bangsa 2024 bertajuk ”Keberlanjutan dalam Aksi: Mempercepat Perjalanan Dekarbonisasi di Asia Pasifik” yang diselenggarakan BAT Indonesia atau Bentoel Group dan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) di Jakarta, Jumat (25/10). Konferensi Bangun Bangsa 2024 diselenggarakan untuk mendorong kolaborasi dan solusi atas hambatan dalam dekarbonisasi di semua tingkat industri.
Konferensi ini mempertemukan para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, industri, lembaga keuangan dan investor, pembuat kebijakan, LSM, hingga kelompok masyarakat. Andi Yulianti Ramli dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyampaikan, pada pemerintahan sebelumnya, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi telah membentuk Satgas Transisi Energi Nasional (Satgas TEN). Satgas TEN yang dibentuk pada 2023 memiliki tugas mengawal proses transisi energi Indonesia untuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Adapun transisi ini tidak hanya bertujuan untuk memitigasi perubahan iklim, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Salah satu capaian Satgas TEN ialah terkait perkembangan pendanaan program kemitraan transisi energi berkeadilan (JETP). Hingga September 2024, tercatat sudah ada persetujuan jaminan hingga 2 miliar USD serta 32 program hibah dan asisten teknis senilai 202,7 juta USD. Dari aspek regulasi, Satgas TEN yang didukung kementerian/lembaga lain telah menyelaraskan regulasi yang membuka peluang pendanaan hingga 2,8 miliar USD. Regulasi ini juga telah dituangkan menjadi peraturan menteri di bidang energi dan sumber daya mineral serta bidang perindustrian. Satgas TEN juga terus berupaya memensiunkan dini PLTU Cirebon-1, dengan memberi penawaran pendanaan dari Bank Pembangunan Asia sebesar 430 juta USD un tuk biaya tambahan kelistrikan Perusahaan Listrik Negara (PLN). (Yoga)
Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah
Di Bandung, Jabar, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah makan hingga rumah tinggal untuk dijadikan bahan bakar pesawat terbang. Penyetornya mendapat insentif uang hingga layanan kesehatan. Rabu (23/10) Revi Rivaldi (23) dan Fakri Arsyad (27) sudah memanaskan mobil dan menyiapkan puluhan jeriken di halaman kantor Noovoleum di Jalan Raden Patah, Kota Bandung. Mereka bersiap keliling Kota Bandung mengumpulkan minyak goreng bekas. Noovoleum adalah perusahaan rintisan yang memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan pengumpulan minyak goreng bekas dari rumah tangga dan produsen kecil. Minyak jelantah atau disebut used cooking oil (UCO) adalah sisa menggoreng aneka bahan makanan. Minyak goreng yang dikumpulkan ditukar dengan sejumlah insentif. Selanjutnya, Noovoleum akan menyalurkan minyak jelantah ini untuk dijadikan produk ramah lingkungan.
Mereka akan mendatangi sejumlah rumah makan, tempat katering, dan kafe di Kota Bandung. Tempat pertama adalah restoran di Jalan Gempol Wetan, Kelurahan Citarum. Aji Bimo (29), pengelola restoran, menyetor satu jeriken berisi minyak jelantah. Setelah dipindah ke wadah khusus, minyak ditimbang. Dengan konversi 1 kg setara 1,072 liter, jelantah milik Aji tercatat 10 liter. Tiap liter dihargai Rp 6.005. Hasil penjualan dikirim ke aplikasi UCOllect yang digagas Noovoleum. Setiap klien atau warga yang menyetor minyak telah memiliki akun di aplikasi tersebut. Mereka dapat mencairkan uang dari aplikasi itu via rekening bank atau aplikasi e-wallet atau dompet digital.
Tak hanya mendukung lingkungan dan mendapat insentif, penyetor berhak atas layanan kesehatan. Noovoleum berkolaborasi dengan Klinik Inggit Garnasih yang dibangun Pemprov Jabar dan Badan Amil Zakat Nasional di Bandung. Semua penyetor minyak jelantah ke penampungan di Klinik Inggit Garnasih akan mendapatkan diskon 25 % untuk layanan fisioterapi atau hidroterapi. Media Relation Noovoleum Andini Zalfa memaparkan, upaya itu mendapat respons positif. Noovoleum mengirim jelantah ke tiga perusahaan di Jakarta setidaknya sebulan sekali sebanyak 10-15 ton. Perusahaan-perusahaan itu mengolah minyak jelantah jadi salah satu bahan pembuatan avtur. (Yoga)
Isu Eksplotasi Pekerja di Industri Nikel Mulai Terendus
Uang PLN Berisiko Mengalir ke Batu Bara
Hulu dan Hilir dalam Satu Komando
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









