;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Forum Bisnis Indonesia: Dampak Positif Hilirisasi

07 Nov 2024

Dampak positif dari penghiliran nikel terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua. Direktorat Regional III Kementerian PPN/Bappenas, yang dipimpin oleh Ika Retna Wulandary, mencatat bahwa pengolahan nikel menjadi salah satu faktor utama yang mengakselerasi ekonomi wilayah ini, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penghiliran nikel telah mendorong perkembangan sektor industri pengolahan, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah seperti Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Selatan.

Maluku dan Papua, sebagai wilayah yang sebelumnya memiliki ketergantungan pada sektor pertanian, kini mulai bertransformasi dengan adanya industri pengolahan nikel, yang mengubah struktur perekonomian mereka. Kawasan industri di Pulau Obi, Maluku Utara, misalnya, telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, dengan desa sekitar seperti Kawasi mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, termasuk dalam sektor non-tambang seperti perdagangan dan restoran.

Namun, meski ada pertumbuhan yang luar biasa, tantangan tetap ada, terutama dalam hal penyediaan fasilitas publik dan pengurangan kemiskinan. Ika Retna Wulandary mengingatkan bahwa meskipun sektor industri memberikan dampak positif bagi ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan dan pemerataan pembangunan tetap perlu diperhatikan.

Sementara itu, pengembangan penghiliran nikel juga menghadapi dilema terkait penggunaan energi. Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, menyoroti ketergantungan industri smelter pada batu bara sebagai sumber energi yang murah, meskipun hal ini bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi. Tantangan lain di sisi hulu adalah peningkatan tata kelola sumber daya mineral dan eksplorasi nikel yang lebih baik.

Secara keseluruhan, meskipun penghiliran nikel memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah, pemerintah, melalui Kementerian PPN/Bappenas dan pemangku kepentingan lainnya, perlu mengatasi tantangan terkait sosial, energi, dan tata kelola agar potensi penghiliran nikel dapat dimanfaatkan secara maksimal, berkelanjutan, dan inklusif.


Investasi Pipa Baja Seamless Dukung Infrastruktur Gas Nasional

07 Nov 2024

Pembangunan pabrik pipa baja seamless yang dilakukan oleh PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global International di Cilegon, Banten, dengan investasi sebesar Rp2,5 triliun. Pabrik ini diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur pipa gas di dalam negeri, khususnya di Jawa, yang sedang menjadi fokus pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan bahwa pembangunan jaringan gas di Indonesia dapat menjadi peluang besar bagi perusahaan pipa baja, dan dengan adanya pabrik ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor pipa baja yang selama ini menghabiskan anggaran hingga Rp15 triliun per tahun.

Keberadaan pabrik pipa baja seamless ini juga diharapkan dapat mengurangi subsidi liquefied petroleum gas (LPG), karena penggunaan pipa baja untuk jaringan gas akan mengurangi kebutuhan impor LPG yang lebih mahal. CEO Artas Energi Petrogas, Jose Antonio Reyes, menjelaskan bahwa pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 200.000 ton per tahun untuk hot roll mill dan 100.000 ton per tahun untuk heat treatment, yang nantinya akan memenuhi kebutuhan domestik, terutama untuk sektor migas. Namun, pipa baja ini juga dapat digunakan untuk sektor industri lain, termasuk sektor pertahanan.

Kesimpulannya, pabrik pipa baja seamless yang dibangun oleh PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global International ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional, khususnya jaringan gas. Selain itu, pabrik ini juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada impor pipa baja, mengurangi subsidi LPG, dan memperkuat sektor industri dalam negeri, dengan prospek jangka panjang untuk ekspansi ke sektor lain.


GERAKAN SOSIAL Warga Nusantara untuk Larantuka

06 Nov 2024

Tak butuh waktu lama bagi puluhan pemuda yang bergabung dalam SimpaSio Institute, lembaga non pemerintah di Larantuka, untuk datang ke lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Hanya berjarak 52 kilometer dari episentrum bencana, mereka memberikan apa saja yang dipunya. ”Dana hingga tenaga kami bawa ke sana,” kata Ketua SimpaSio Institute Magdalena Oa Eda Tukan, Selasa (5/11). Magdalena berharap dia dan kawan-kawannya bisa ikut meringankan beban mereka yang terdampak bencana. Data BNPB menyebutkan sembilan orang tewas dan satu kritis terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Selain itu, ada 10.295 warga terdampak.

Sebanyak 2.472 orang di antaranya terpaksa mengungsi meninggalkan zona bahaya, 7 km dari puncak gunung. Tak hanya terancam bom batu pijar, pengungsi rawan terdampak banjir lahar hujan yang bisa luruh kapan saja. Anggota SimpaSio Institute yang sudah tiba di lokasi bencana membangun posko selama masa tanggap darurat, sekitar 58 hari setelah erupsi. ”Kami akan ikut ambil bagian dalam distribusi donasi, menyalurkan bantuan, hingga menggelar kegiatan psikologi-sosial untuk anak,” kata Magdalena. Berjarak hampir 2.000 km dari Larantuka, anggota Komunitas Flores, Sumba, Timor, dan Alor (Flobamora) Kalteng ikut sigap merespons bencana Larantuka. Banyak anggota komunitas itu buruh sawit perantauan asal NTT. Kesedihan sesama warga ikut mereka rasakan dari kebun sawit yang panas dan lembab di tanah seberang.

Don (27), buruh sawit di Kotawaringin Timur, bersama teman-temannya menyisihkan sebagian uang untuk korban erupsi Lewotobi Laki-laki. Meski berasal dari Manggarai dan tidak punya keluarga di Larantuka, ia tahu sesame warga NTT harus saling bantu. Don menyebut donasi itu diberikan ke gereja di Kotawaringin Timur dan Palangka Raya untuk kemudian diberikan kepada para penyintas. Di Kalbar, Ketua Komisi Pengembangan Sosial dan Ekonomi dan Caritas Keuskupan Ketapang RD Mardianus Indra mengatakan, donasi telah dibuka sejak tanggap darurat erupsi ditetapkan. Batas waktu pengumpulan tidak ditentukan. Bantuan itu nantinya pasti diperlukan, baik saat ini maupun pemulihan pascaerupsi. ”Ini atas nama kemanusiaan. Semua bisa ter- dampak bencana,” katanya. Bencana dan duka bisa kapan saja, demikian pula cinta kasih sesama meresponsnya. (Yoga)


BLT BBM Hadapi Hambatan Distribusi

06 Nov 2024

Pemerintah perlu melakukan kalkulasi yang cermat terkait penerima bantuan langsung tunai (BLT) subsidi BBM. Pengalihan subsidi BBM menjadi BLT bertujuan untuk memangkas anggaran subsidi dan mendorong penggunaan transportasi umum yang lebih murah. Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa BLT tidak hanya diberikan kepada masyarakat miskin, tetapi juga kepada kelompok rentan miskin dan aspiring middle class (calon kelas menengah) yang jumlahnya mencapai hampir separuh populasi Indonesia.

Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengingatkan bahwa kelompok-kelompok ini juga sangat bergantung pada subsidi BBM dan berpotensi jatuh miskin jika subsidi dihapus tanpa bantuan yang memadai. Selain itu, langkah ini perlu diperhitungkan dengan hati-hati karena bisa menyebabkan inflasi dan meningkatkan beban operasional UMKM. Untuk itu, pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sedang mengkaji dengan teliti dampak ekonomi dari perubahan skema ini dan akan melakukan uji coba untuk mengukur efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi, daya beli masyarakat, dan tingkat kemiskinan.

Dalam hal besaran BLT, analis Ronny P. Sasmita mengusulkan agar BLT subsidi BBM bisa mencapai minimal Rp180.000 per bulan per kepala keluarga, namun angka ini bisa lebih tinggi tergantung kalkulasi pemerintah mengenai beban ekonomi yang ditanggung masyarakat pasca-kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, penentuan mekanisme dan besaran BLT harus dilakukan dengan hati-hati, agar tepat sasaran dan menjaga keberlanjutan APBN serta stabilitas ekonomi.


1,8 Miliar Barel Minyak Masih Terbengkalai di Hulu Migas

06 Nov 2024

Potensi besar dalam sektor migas Indonesia yang belum dimanfaatkan, dan SKK Migas mengingatkan kontraktor kontrak kerja sama untuk fokus pada pengembangan potensi tersebut. Kepala SKK Migas, Dwi Soejtipto, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 1,8 miliar barel minyak yang belum tergarap di dalam negeri, dengan rincian potensi yang meliputi lapangan migas yang belum diproduksikan, plan of development (PoD) yang belum dilanjutkan, dan hasil eksplorasi yang tidak ditindaklanjuti. SKK Migas telah memetakan beberapa potensi penting untuk dimanfaatkan, termasuk 301 struktur dengan potensi 1,8 miliar barel minyak dan 13,4 triliun kaki kubik gas, serta potensi peningkatan produksi melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan waterflood.

Selain itu, ada kategori stranded PoD yang mencakup 74 lapangan dengan potensi 153 juta barel minyak dan 5,3 triliun kaki kubik gas yang belum dimanfaatkan, serta 203 lapangan atau sumur idle yang masih memiliki potensi untuk diaktifkan kembali. Untuk mempercepat produksi, SKK Migas bersama dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) juga diberikan kewenangan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 110/2024 untuk melakukan inventarisasi wilayah kerja yang belum dimanfaatkan, dengan tujuan meningkatkan produksi migas nasional. Dengan demikian, SKK Migas berupaya mendorong pengoptimalan sumber daya migas yang masih belum tergarap untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.


Stok Cadangan Beras Terjaga Sebanyak 2 Ton

05 Nov 2024

Para pekerja terlihat sedang mengemas beras premium di Sentra Pengolahan Beras Jakarta, kompleks pergudangan Bulog, Sunter Timur, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/11/2024). Tempat tersebut memiliki kapasitas pengemasan 6 ton per jam. Pemerintah optimistis dengan cadangan beras minimal 2 juta ton hingga akhir tahun 2024 dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia. (Yoga)

Perombakan jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina

05 Nov 2024

Kementerian BUMN mengubah susunan direksi dan komisaris PT Pertamina (Persero) pada Senin (4/11). Simon Aloysius Mantiri, yang sebelumnya Komisaris Utama, menjadi Dirut menggantikan Nicke Widyawati. Sementara Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Mochamad Iriawan atau Iwan Bule menjadi Komisaris Utama Pertamina. Pergantian dihasilkan melalui RUPS dengan SK-258/MBU/11/2024 dan SK-259/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan (Persero) PT Pertamina. Diputuskan Wamen BUMN, Dony Oskaria sebagai Wakil Komut dan Raden Adjeng Sondaryani sebagai Komisaris Independen. Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pengangkatan serta pemberhentian direksi dan komisaris BUMN, termasuk Pertamina, adalah kewenangan pemerintah sebagai pemegang saham, diwakili Menteri BUMN.

”Pergantian kepemimpinan perusahaan merupakan proses normal dan wajar sebagaimana ketentuan yang  ada,” kata Fadjar melalui siaran pers, Senin (4/11). Fadjar menambahkan, kehadiran pemimpin baru akan menjadi energi baru untuk memastikan keberlanjutan Pertamina di masa mendatang. Kepemimpinan sebelumnya menjadi landasan untuk mencapai kemajuan perusahaan serta mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Tim Prabowo-Gibran Pada Pilpres 2024, Simon Aloysius menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Berdasar Keputusan Menkumham No M.HH-23.AH.11.01TAHUN 2020 tentang Pengesahan Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Simon Aloysius tercatat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra. Simon diangkat menjadi Komisaris Utama Pertamina pada Juni 2024. (Yoga)


Pemerintah Mempertahankan Skema Subsidi Elpiji

05 Nov 2024

Pemerintah memutuskan hanya akan mengatur ulang penyaluran subsidi BBM dan listrik dalam rangka reformasi subsidi energi dengan formula yang digodok sepekan ke depan. Sementara penyaluran elpiji bersubsidi masih akan menerapkan program yang sedang berjalan. Pada Senin (4/11) di Kementerian ESDM, Jakarta, dilakukan rakor perdana subsidi tepat sasaran. Rapat belum menghasilkan keputusan menyeluruh. ”Yang jelas, kami sudah memutuskan, untuk elpiji, kami akan mengusulkan ke Presiden untuk tidak dilakukan koreksi. Masih berlaku seperti yang sekarang karena terkait dengan UMKM, ibu rumah tangga, dan konsumsi rumah tangga,” ujar Bahlil.

Sejak awal tahun, pemerintah dan Pertamina menjalankan pengaturan elpiji bersubsidi atau elpiji 3 kg menjadi tepat sasaran. Warga yang hendak membeli elpiji 3 kg di pangkalan harus memiliki NIK yang terdata. Namun, sejauh ini belum ada pembatasan. Apabila belum terdaftar, warga bisamendaftarkan NIK/KTP-nya. Terkait reformasi subsidi pada BBM dan listrik, pemerintah masih mengkaji formula yang tepat untuk diimplementasikan. Dari sejumlah opsi yang ada, Bahlil menuturkan, setidaknya sudah mengerucut ke model BLT. Akan tetapi, rekomendasi yang hendak disampaikan kepada Presiden Prabowo   akan disusun dengan hati-hati. (Yoga)


Pimpinan Pertamina, Simon Aloysius Diminta Tingkatkan Lifting Migas

05 Nov 2024
Peningkatan litfting minyak bumi menjadi pekerjaan rumah Simon Aloysius Mantiri yang ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menggantikan Nicke Widyawati. Simon menggantikan Nicke yang sudah menjabat sebagai Dirut Pertamina sejak 2018 berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Senin (4/11/2024). Keputusan ini tertuang dalam  SK258/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Seperti diketahui tingkat lifting  terus menurun hingga level 600 ribu barel per hari (bph). Sementara konsumsi minyak nasional mencapai 1,6 juta bph. Artinya Indonesia mengimpor 1 juta bph dalam memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Sementara mayoritas lapangan migas nasional dikelola oleh perusahaan energi plat merah yang dipimpin Simon. "Saya berkepentingan sekali sama Pertamina, karena 65% lifting kita itu dikuasai oleh Pertamina, dan secara teknis  Pertamina nantikan koneksinya dengan kementerian ESDM. Baik kita akan melakukan eksplorasi, meningkatkan lifting, sumur-sumur idle," kata Menteri ASDM Bahlil Lahadahlia. (Yetede)

Lesunya Harga Komoditas Menekan Laba Perusahaan

05 Nov 2024
Mayoritas emiten tambang anggota holding industri pertambangan BUMN, Mind ID, menghadapi tantangan penurunan harga komoditas sepanjang Januari-September 2024, meskipun beberapa di antaranya mencatatkan pertumbuhan pendapatan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), misalnya, membukukan pendapatan Rp 30,65 triliun, naik 10,53% secara tahunan. Namun, laba bersihnya menurun 14,32% menjadi Rp 3,23 triliun akibat koreksi harga batu bara sekitar 28%. Niko Chandra, Sekretaris Perusahaan PTBA, menjelaskan bahwa meskipun volume penjualan batu bara meningkat 16%, fluktuasi pasar tetap menjadi tantangan utama.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam mencatat lonjakan pendapatan sebesar 39,85% yoy menjadi Rp 43,20 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,53% menjadi Rp 2,20 triliun, yang menurut Direktur Utama Antam, Nico Kanter, disebabkan oleh kendala operasional terkait perizinan di awal tahun.

Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih akibat penurunan rata-rata harga jual nikel (ASP) serta pembengkakan biaya bahan bakar. Sebaliknya, PT Timah Tbk (TINS) justru mencatat kinerja yang solid dalam periode yang sama.

Menurut Rizal Nur Rafly, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, tren penurunan ASP membuat kinerja PTBA, ANTM, dan INCO berada di bawah ekspektasi, dengan proyeksi penurunan laba bersih masing-masing hingga 2024. Namun, ia melihat prospek pemulihan kinerja ANTM mulai 2025 seiring perkiraan harga emas yang tetap tinggi.

Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimis bahwa peluang kenaikan harga komoditas dapat memperbaiki kinerja anggota Mind ID di sisa tahun ini. Ia merekomendasikan wait and see untuk saham ANTM, INCO, dan PTBA, serta trading buy untuk TINS dengan target harga Rp 1.410 per saham. Rizal merekomendasikan hold untuk saham INCO, PTBA, dan ANTM dengan target harga masing-masing Rp 4.000, Rp 2.900, dan Rp 1.700.