Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah
Di Bandung, Jabar, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah makan hingga rumah tinggal untuk dijadikan bahan bakar pesawat terbang. Penyetornya mendapat insentif uang hingga layanan kesehatan. Rabu (23/10) Revi Rivaldi (23) dan Fakri Arsyad (27) sudah memanaskan mobil dan menyiapkan puluhan jeriken di halaman kantor Noovoleum di Jalan Raden Patah, Kota Bandung. Mereka bersiap keliling Kota Bandung mengumpulkan minyak goreng bekas. Noovoleum adalah perusahaan rintisan yang memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan pengumpulan minyak goreng bekas dari rumah tangga dan produsen kecil. Minyak jelantah atau disebut used cooking oil (UCO) adalah sisa menggoreng aneka bahan makanan. Minyak goreng yang dikumpulkan ditukar dengan sejumlah insentif. Selanjutnya, Noovoleum akan menyalurkan minyak jelantah ini untuk dijadikan produk ramah lingkungan.
Mereka akan mendatangi sejumlah rumah makan, tempat katering, dan kafe di Kota Bandung. Tempat pertama adalah restoran di Jalan Gempol Wetan, Kelurahan Citarum. Aji Bimo (29), pengelola restoran, menyetor satu jeriken berisi minyak jelantah. Setelah dipindah ke wadah khusus, minyak ditimbang. Dengan konversi 1 kg setara 1,072 liter, jelantah milik Aji tercatat 10 liter. Tiap liter dihargai Rp 6.005. Hasil penjualan dikirim ke aplikasi UCOllect yang digagas Noovoleum. Setiap klien atau warga yang menyetor minyak telah memiliki akun di aplikasi tersebut. Mereka dapat mencairkan uang dari aplikasi itu via rekening bank atau aplikasi e-wallet atau dompet digital.
Tak hanya mendukung lingkungan dan mendapat insentif, penyetor berhak atas layanan kesehatan. Noovoleum berkolaborasi dengan Klinik Inggit Garnasih yang dibangun Pemprov Jabar dan Badan Amil Zakat Nasional di Bandung. Semua penyetor minyak jelantah ke penampungan di Klinik Inggit Garnasih akan mendapatkan diskon 25 % untuk layanan fisioterapi atau hidroterapi. Media Relation Noovoleum Andini Zalfa memaparkan, upaya itu mendapat respons positif. Noovoleum mengirim jelantah ke tiga perusahaan di Jakarta setidaknya sebulan sekali sebanyak 10-15 ton. Perusahaan-perusahaan itu mengolah minyak jelantah jadi salah satu bahan pembuatan avtur. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023