Lingkungan Hidup
( 5820 )Potensi Besar Minyak Jelantah untuk Avtur
Menarik Minat Investor di Sektor Migas
Cita-cita pemerintah Indonesia untuk mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2030 semakin mendekati kenyataan. Dalam upaya mencapainya, otoritas hulu migas Indonesia, melalui SKK Migas, sangat agresif mencari investor kelas dunia dan membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan energi internasional. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya migas di dalam negeri, serta mendukung keberlanjutan ketersediaan energi yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah meluncurkan regulasi baru terkait kontrak bagi hasil, yang menjamin kepastian bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi kontraktor, yakni antara 75%-95%. Regulasi ini juga menyederhanakan parameter perhitungan bagi hasil untuk meningkatkan daya tarik industri migas dan memberikan insentif yang lebih jelas bagi investor asing untuk berinvestasi di sektor migas nasional.
Berdasarkan data SKK Migas, Indonesia masih memiliki potensi besar di sektor migas yang dapat dieksplorasi lebih lanjut, seperti potensi lapangan yang belum dimanfaatkan dan teknologi untuk meningkatkan produksi migas. Potensi ini, jika dikelola dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan produksi migas nasional dan mengamankan ketersediaan energi untuk kebutuhan domestik.
Langkah strategis pemerintah dalam menjalin kemitraan dengan investor asing di sektor migas diharapkan dapat mendongkrak pencapaian target produksi 1 juta barel per hari pada 2030. Dengan demikian, sektor migas tidak hanya akan mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui peningkatan pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja.
Percepatan Ekspansi Industri Nikel
Sejumlah emiten nikel di Indonesia sedang aktif mengembangkan bisnis penghiliran nikel untuk meningkatkan pendapatan jangka panjang sekaligus mendukung program penghiliran yang berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah. Beberapa proyek pengembangan smelter yang signifikan sedang berlangsung di antaranya oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT United Tractors Tbk. (UNTR), dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).
PT Aneka Tambang (ANTM) bersama Contemporary Amperex Technology Co. (CATL) merencanakan proyek smelter senilai US$5,8 miliar, yang mencakup pabrik pengolahan nikel dan baterai, serta fasilitas daur ulang baterai. Proyek ini diharapkan bisa dimulai pada awal 2025. Sementara itu, MDKA melalui anak usahanya Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) juga memperluas kapasitas produksi nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2025. United Tractors (UNTR), bagian dari Grup Astra, juga memulai konstruksi smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) pada Desember 2024, dengan kapasitas produksi mencapai 130.000-140.000 ton per tahun. Sementara itu, Vale Indonesia (INCO) menargetkan untuk meningkatkan produksi nikel hingga empat kali lipat dalam satu dekade mendatang dengan fokus pada operasi yang rendah karbon.
Meskipun prospek jangka panjang tampak cerah, harga komoditas nikel dalam jangka pendek mengalami tekanan akibat oversupply di pasar global. Analis pasar, seperti Rizal Nur Rafly dari Panin Sekuritas, mencatat bahwa meskipun ada tantangan terkait harga nikel, saham perusahaan-perusahaan nikel seperti MBMA dan NCKL masih menarik, dengan potensi peningkatan volume penjualan pada 2025. Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menyarankan investor untuk mempertimbangkan emiten nikel dengan diversifikasi bisnis yang solid, seperti ANTM dan Harum Energy Tbk. (HRUM), untuk menghadapi kemungkinan penurunan harga nikel di pasar pada tahun 2025.
Dengan adanya program penghiliran nikel yang semakin berkembang, sektor nikel Indonesia diharapkan dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar, memperkuat ketahanan industri, dan mendukung transisi energi hijau di Indonesia, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan daya saing global Indonesia dalam industri baterai dan kendaraan listrik.
Harga Stabil, Kinerja CPO Tetap Kinclong
3.115 Orang Korban Erupsi Gunung Lewotobi Hampir Kehabisan Makanan
Ribuan warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT, hampir kehabisan bahan makanan. Pemerintah diharapkan segera mengirim bantuan ke sana mengingat desa itu terisolasi akibat erupsi. Warga terdampak berada di Desa Lewotobi sebanyak 1.036 jiwa, Desa Lewoawang 1.376 jiwa, dan Desa Riangrita 703 jiwa. Ketiga desa itu berada di Kecamatan Ile Bura, salah satu kecamatan yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Nikolaus Nara, Sekdes Lewotobi, Kecamatan Ile Bura, sudah menyurati BPBD Flores Timur dua hari lalu, yakni 11 November 2024. Hingga Rabu (13/11) sore, surat belum direspons oleh pemda. Nikolaus mengatakan, akibat erupsi, warga Lewotobi tak bisa ke kebun dan ke pasar untuk membeli bahan makanan. Jika ke kebun, mereka terkena hujan abu vulkanik serta material.
Banyak tanaman, seperti umbi-umbian dan pisang, mati terpapar belerang serta panas terik selama 10 bulan terakhir. Jika hendak ke pasar, mereka melewati jalan yang dekat dengan aliran lava. Oleh Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, jalur itu masuk kategori zona merah sehingga tidak boleh dilewati untuk sementara waktu. Jubir tanggap darurat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Heri Lamawuran, mengatakan, informasi terkait kekurangan makanan itu segera diteruskan ke bagian terkait. ”Diteruskan ke posko” katanya. Heri menyatakan, hingga Rabu pagi, jumlah pengungsi yang terdampak erupsi sebanyak 13.166 orang, tersebar di 11 kecamatan di Flores Timur dan dua kecamatan di Sikka. Jumlah pengungsi yang sakit 1.317 orang dengan kasus ISPA 382 orang, disusul hipertensi 125 kasus. Kekurangan masker menjadi salah satu penyebab tingginya angka ISPA. (Yoga)
Pemerintah Meminta Dukungan DPR dalam Penegakan Hukum di Sektor Migas dan Pertambangan
Pemerintah meminta dukungan DPR dalam penegakan hukum di sektor migas dan pertambangan. Hal ini seiring dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Penegakan Hukum pada Kementeraian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Direktorat khusus ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 169 Tahun 2024 tentang Kementerian ESDM. Beleid yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 November 2024 itu juga menyebutkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM dipimpin oleh Direktorat Jenderal Penegakan HUKUM ESDM dipimpin oleh Direktur Jendral yang berasal daru unsur Kejaksaan, Kepolisian ataupun TNI.
"Saya minta tolong Bapak Ibu semua agar tolong dukung ini Dirjen Gakum, tolong dukung sekali karena pasti rayuannya, godaannya banyak ini dirjen. Ini saya jujur aja. Jadi saya juga minta, kalau mau commit, kita buat barang ini bagus," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadahlia. Bahlil mengatakan pihaknya sedang menyusun struktur organisasi Ditjen Gakum. Ia menegaskan dalam waktu dekat struktur tersebut rampung. Nantinya direktorat ini dipimpin oleh sosok bisa berasal dari kalangan Kejaksaan, Kepolisian ataupun TNI. Namun, Bahlil menegaskan Dirjen Gakum nanti merupakan sosok yang memiliki integritas. Lebih lanjut ia menyebut direksi teranyar ini akan menyasar kegiatan tambang ilegal dan pengeboran migas ilegal. (Yetede)
Upaya Pemerintah Kendalikan Distribusi Pupuk Demi Swasembada Pangan
Kementerian Pertanian (Kementan) akan memegang tanggung jawab penuh dalam penyaluran pupuk bersubsidi mulai tahun 2025 untuk mempercepat distribusi pupuk kepada petani. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa kebijakan ini akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang diperkirakan selesai tahun ini, dengan tujuan agar pada Januari 2025, distribusi pupuk tidak lagi menjadi masalah.
Kementan akan langsung mengatur penyaluran pupuk bersubsidi melalui PT Pupuk Indonesia (Persero), yang akan meneruskan distribusi ke gabungan kelompok tani (Gapoktan). Gapoktan bertanggung jawab untuk memastikan pupuk sampai ke petani yang berhak menerima. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, akan membayar pupuk subsidi kepada PT Pupuk Indonesia. Dengan pemangkasan prosedur distribusi ini, diharapkan proses penyaluran akan lebih cepat dan tepat sasaran.
Peraturan Menteri Pertanian No. 1/2024 menetapkan bahwa petani yang berhak menerima subsidi adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK). Pada tahun 2024, kuota pupuk subsidi meningkat dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton, dengan sekitar 52% dari total kuota sudah disalurkan per Juni 2024. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dan meningkatkan efisiensi distribusi di seluruh Indonesia.
Susu peternak sapi ditolak dan terpaksa dibuang
Pekan ini, dunia peternakan Tanah Air heboh seusai peternak di Pasuruan, Jatim, membuang susu yang tertolak masuk ke pabrik. Berikutnya, rentetan aksi protes serupa terjadi di Boyolali, Jateng. Aksi buang susu tidak sekali ini terjadi. Pernah karena penyakit mulut dan kuku atau karena kualitas produksi tak sesuai ketentuan. Namun, pembuangan karena ditolak oleh pabrik baru kali ini terjadi. Penolakan itu dikatakan karena kuota penerimaan dipotong atau dibatasi. Peternak yang susu produksinya tertolak pabrik berasal dari PT Nawasena Satya Perkasa (NSP) asal Purwodadi, Pasuruan. Disebutkan, 150 ton susu dibuang ke sungai sejak Sabtu (9/11). Kejadian bermula saat PT NSP menyetor susu ke pabrik di Jabar. Dikatakan bahwa kuota penerimaan pabrik dikurangi. PT NSP lalu memilih membuang susu karena sudah lewat masa aman konsumsi susu. ”Kalau (susu) diberikan kepada masyarakat, kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Kalau dibawa balik ke Pasuruan, rugi di ongkos angkutan dan kondisi susu semakin rusak,” kata Manajer PT NSP Abednego Wahyu Adi Permana, di Pasuruan, Senin (11/11). Selama ini mereka memasok 70 ton susu pada pabrik per hari. Namun, sejak akhir September 2024, penerimaan susu pabrik di Jabar menjadi 40 ton per hari. Dengan adanya pembatasan, ia membatasi penerimaan susu dari peternak dan pengepul. Pilihan lain adalah mengalihkan penjualan susu pada usaha yang membutuhkan susu, misal permen rasa susu, dengan harga rendah. Rendahnya harga jual bakal berdampak pada turunnya harga beli susu dari peternak. Harga beli susu ke peternak, Rp 7.000-Rp 7.800 per liter. Ada 2.000 peternak di Pasuruan yang menyetor susu ke PT NSP. Selain PT NSP, penolakan susu saat disetor dialami Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan, Nongkojajar, Pasuruan.
Biasanya mereka menyetor 100 ton susu segar per hari. Namun, sejak akhir September 2024, industri pengolahan susu membatasi pembelian. Per Minggu, jumlah susu belum disetor 80 ton. ”Kami memiliki sistem pendingin yang baik sehingga susu dari peternak bisa ditampung. Namun, tak bisa lama karena tiap hari datang susu baru. Butuh solusi bagi peternak sapi perah,” kata Sulistyanto, Ketua KPSP Setia Kawan. Dengan kebutuhan 17 kg per kapita, Indonesia masih mengimpor susu. Hingga 2022 sesuai data BPS, produksi susu segar dalam negeri 968.980 ton atau 20 % kebutuhan nasional 4,4 juta ton. Kementerian Koperasi menyebut, masuknya susu impor dipicu adanya negara pengekspor yang memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas yang menghapuskan bea masuk produk susu, sehingga produk mereka 5 % lebih rendah dari harga global. Kondisi ini diperparah ulah pelaku industri pengolahan susu yang mengimpor bukan dalam susu segar, melainkan skim atau susu bubuk. (Yoga)
Kemenperin Mengusulkan Pengenaan TKDN sebesar 40% pada Produk Susu
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan pengenaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40% pada produk susu. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, pihaknya sangat mendukung upaya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mewajibkan industri pengolahan susu (IPS) menyerap susu segar dalam negeri (SSDN) dari peternak dan pengepul susu sebagai bahan baku industri. Dia menjelaskan, jika TKDN 40% maka kementerian/lembaga/BUMN/Pemda wajib memeli produk susu yang sudah memenuhi syarat tersebut. Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) saat ini termasuk ke daftar rencana peningkatan TKDN demi mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Agus pun mendorong 1.000 persen upaya pemerintah untuk menyerap susu industri dari supply peternak dalam negeri. "Susu, kita dukung 1.000 persen upaya pemerintah untuk penyerapan susu industri dari suplai peternak dalam negeri kita. 1.000% kita dukung," ujar Menperin. Agus menjelaskan, produksi SSDN dalam negeri saat ini memenuhi kebutuhan industri pengolahan susu sebesar 20% atau sekitar 750 ribu ton, Dari jumlah tersebut, sekitar 530 ribu ton bahan baku susu segar dipasok oleh Gabungan Koperasi Susu Indonesia yang terdiri dari 59 koperasi dan 44.000 peternak dengan kualitas susu yang memenuhi standar. Sedangkan 80% kebutuhan bahan baku susu masih harus dipenuhi dari impor. (Yetede)
Ratusan Peternak Sapi di Boyolali Memprotes Pembatasan Kuota Penjualan Susu ke Pabrik
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









