;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Laporan dari Azerbaijan: Indonesia Berkomitmen Turunkan Emisi Karbon

12 Nov 2024

Hashim Sujono Djojohadikusumo, Presidential Special Envoy for Energy and Environment, mengumumkan komitmennya untuk mengembangkan 100 gigawatt (GW) energi baru terbarukan (EBT) dalam 15 tahun ke depan. Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor dan lembaga pembiayaan, untuk merealisasikan proyek besar ini, mengingat terbatasnya anggaran negara. Selain itu, Indonesia juga menawarkan kapasitas penyimpanan karbon sebesar 500 gigaton, yang menarik perhatian perusahaan global seperti ExxonMobil dan BP untuk berinvestasi dalam teknologi carbon capture and storage (CCS).

Dalam rangka mendukung upaya pengurangan emisi karbon, pemerintah Indonesia juga merencanakan reboisasi pada 12,7 juta hektare hutan yang rusak dan mengundang berbagai ahli internasional untuk berkontribusi dalam program ini. Hashim mengajak seluruh pemangku kepentingan global untuk berpartisipasi dalam upaya mengatasi pemanasan global melalui berbagai inisiatif yang akan dilaksanakan di Indonesia.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero), yang diwakili oleh Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication, juga mengungkapkan komitmennya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam aksi global terhadap perubahan iklim. Pertamina berfokus pada pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), pengurangan emisi metana melalui inisiatif Zero Routine Flaring (ZRF), dan inovasi-inovasi lain yang mendukung transisi energi bersih dan keberlanjutan. Pertamina juga berkolaborasi dengan berbagai pihak internasional untuk mendukung pengurangan emisi dan mencapai target keberlanjutan energi nasional.

Keseluruhan upaya ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat internasional, dengan tujuan mewujudkan ekonomi hijau yang berkelanjutan dan memastikan ketahanan energi di masa depan.


Teknologi Terbaru di Blok Rokan untuk Pertahankan Produksi

12 Nov 2024

Pemanfaatan teknologi canggih oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas), terutama di Wilayah Kerja Rokan, yang merupakan penyumbang utama produksi minyak terbesar di Indonesia. Perusahaan telah mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kinerja pompa di sumur minyak, yang memungkinkan deteksi dini terhadap penurunan kinerja pompa hingga 20 hari lebih cepat. Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan perbaikan lebih cepat, mengurangi risiko penurunan produksi, dan meningkatkan efisiensi.

Triatmojo Rosewanto, Vice President Information Technology Pertamina Hulu Rokan, menjelaskan bahwa teknologi ini membantu mempertahankan tingkat produksi minyak, bahkan memungkinkan peningkatannya. Produksi minyak di wilayah kerja ini meningkat dari 159.000 barel per hari (bph) pada 2021 menjadi 161.000 bph pada 2023, berkat penerapan teknologi seperti well monitoring systems dan rod pump controller yang memungkinkan pengumpulan data real-time serta perawatan preventif untuk menjaga kinerja sumur tetap optimal.

Selain AI, PHR juga memanfaatkan robotic process automation (RPA) untuk mengotomatiskan lebih dari 60 proses operasional, menghemat hampir 49.000 jam kerja, serta meningkatkan efisiensi laporan teknis. Penggunaan mixed reality (MR) melalui perangkat HoloLens juga memungkinkan inspeksi teknis secara virtual, mengurangi kebutuhan mobilisasi tim lapangan dan meningkatkan keselamatan.

Selain itu, PHR juga berhasil menemukan sumber migas baru di Sumur Eksplorasi Astrea-1 yang memiliki potensi produksi hingga 3.000 bph, sebuah pencapaian penting di tengah tantangan penurunan produksi alamiah di Blok Rokan. Andre Wijanarko, EVP Upstream Business PHR WK Rokan, menambahkan bahwa upaya eksplorasi dan penggunaan teknologi canggih merupakan kunci untuk memastikan kelangsungan produksi minyak di masa depan.

Namun, tantangan tetap ada, sebagaimana diungkapkan oleh Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, yang menyoroti penurunan alami produksi di Rokan dan Cepu. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, juga mengingatkan bahwa target lifting migas nasional akan sulit tercapai hanya dengan mengandalkan Blok Rokan dan Cepu, sehingga diperlukan eksplorasi lebih lanjut untuk menemukan cadangan baru.

Secara keseluruhan, meskipun menghadapi tantangan dalam meningkatkan produksi migas dari lapangan yang sudah tua, adopsi teknologi seperti AI, RPA, dan MR oleh Pertamina Hulu Rokan dapat membantu meningkatkan efisiensi dan stabilitas produksi, yang sangat penting untuk mendukung produksi migas nasional.



Harga Sejumlah Komoditas Pangan Dunia Naik Lagi

11 Nov 2024

Harga sejumlah komoditas pangan dunia naik lagi. Namun, hal ini kurang menguntungkan Indonesia yang merupakan pengekspor minyak sawit terbesar dunia. Kenaikan harga pangan dunia itu justru merugikan Indonesia yang juga pengimpor sejumlah bahan baku pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat rata-rata indeks harga pangan dunia pada Oktober 2024 sebesar 127,4. Angka indikator harga berbagai komoditas pangan pokok dunia itu naik 2 % secara bulanan. ”Kenaikan harga minyak nabati dan gula yang cukup signifikan menjadi pendorong utama terkereknya rerata indeks harga pangan,” sebut FAO dalam laporan terbarunya yang dirilis di Roma, Italia, Jumat (8/11) waktu setempat.

Indeks harga minyak nabati pada Oktober 2024 sebesar 152,7. Indeks ini melonjak 7,3 % secara bulanan dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir, lantaran kenaikan harga CPO, kedelai, bunga matahari, dan rapeseed. Harga CPO internasional meningkat selama lima bulan berturut-turut sejak Juni 2024. Kenaikan harga komoditas itu dipicu kekhawatiran pasar atas penurunan produksi musiman di negara-negara produsen utama di Asia Tenggara. Demikian juga dengan minyak bunga matahari, lobak, dan kedelai, harganya juga terus meningkat akibat kekhawatiran terhadap penurunan produksi. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai, dalam kondisi normal, kondisi itu akan menguntungkan Indonesia.

Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan semakin kompetitifnya harga berbagai minyak nabati dunia, kondisi itu justru kurang menguntungkan Indonesia. ”Pasar masih relatif lesu. Sejumlah negara, seperti India dan China, juga memiliki alternatif impor minyak nabati selain CPO. Keduanya bahkan telah memiliki cadangan beberapa jenis minyak nabati yang cukup besar,” kata Ketua Umum Gapki Eddy Martono, Minggu (10/11). Pada saat harga CPO naik, nilai dan volume ekspor Indonesia justru turun. Pada September 2024, BPS menyebutkan, nilai ekspor CPO dan produk turunannya 1,38 miliar USD, turun 21,64 % secara bulanan dan 24,75 % secara tahunan. Adapun volume ekspor 1,49 juta ton, turun signifikan dari September 2023 dan Agustus 2024 yang masing-masing 2,15 juta ton dan 1,97 juta ton. (Yoga)


Aliran Minyak Ilegal dari Hutan Harapan diselidiki Polda Jambi

11 Nov 2024

Ditreskrimsus Polda Jambi menyelidiki aliran minyak bumi yang ditambang ilegal dari kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan di perbatasan Jambi dan Sumsel. ”Kami lakukan penyidikan untuk mengungkap aktor yang memodali dan menampung minyak ilegal ini,” ujar Kasubdit Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Reza Khomeini, Minggu (10/11). Tim Ditreskrimsus Polda Jambi bersama tim Perlindungan Hutan Harapan mendatangi lokasi tambang dan jalur pengangkutannya pada Sabtu (9/11). Operasi itu tindak lanjut atas pemberitaan harian Kompas/Kompas.id yang berjudul ”Penjarahan Minyak Bumi Kian Parah Merambah Hutan Harapan”. Tim mendapati tambang ilegal minyak bumi berada di wilayah Sumsel, di Desa Sako Suban, Musi Banyuasin, yang berjarak 5 km dari batas wilayah Jambi.

Di lokasi tambang, aparat menyetop aktivitas liar itu dengan merobohkan tiang-tiang bor minyak agar tidak dapat lagi dioperasikan para pekerja tambang. Total ada sekitar 20 sumur dirusak. Sebagian pekerja tambang tampak cuek menonton dari kejauhan aparat yang tengah melakukan tindakan itu. Bahkan, sejumlah pekerja dengan leluasa hilir mudik melintasi aparat kepolisian dengan kendaraan roda dua. Setelah merobohkan tiang-tiang bor di salah satu lokasi, aparat lalu menuju jalur penampungan sementara minyak bumi yang masuk wilayah Jambi. Setibanya di sana, tampak seorang pelansir tengah memuat hasil minyak ke dalam bak penampungan.

Di lokasi itu terdapat 25 bak berkapasitas 1.000 liter dan sebuah bak besar berkapasitas 5.000 liter. Pekerja lansir tampak cepat-cepat meninggalkan lokasi sewaktu mengetahui aparat datang. Di tempat tersebut aparat sempat meminta keterangan pekerja di pos penampungan minyak. Pekerja bernama Bayu itu menyebut tempat penampungan minyak tersebut milik warga Sungai Bahar, Muaro Jambi. Warga menampung dan membeli seluruh hasil minyak bumi curian dari petambang yang datang. ”Kemarin 320 jeriken minyak yang masuk,” ujarnya. Petambang mendapatkan Rp 120.000 per jeriken isi 40 liter. Bayu menambahkan, jika hasil tambang cukup banyak, minyak yang dimuat bisa mencapai 500 jeriken. Dari tempat penampungan itu, aliran uang pembelian minyak bumi ilegal itu hingga Rp 50 juta per hari. (Yoga)


Penerbangan di Labuan Bajo Lumpuh akibat Erupsi Gunung Lewatobi Laki-laki

11 Nov 2024

Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan penerbangan dari dan ke semua bandar udara di Pulau Flores, NTT, untuk sementara dihentikan. PT Pelni, perusahaan pelayaran pemerintah, membantu evakuasi wisatawan yang batal terbang. KM Egon yang sedianya berlayar dari Pelabuhan Waingapu, Pulau Sumba, NTT, menuju Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, NTB, dideviasikan ke Labuan Bajo pada Minggu (10/11) sore. Para wisatawan itu sedianya menggunakan pesawat udara dari Waingapu ke Labuan Bajo. Bandara Labuan Bajo yang terletak di bagian barat Pulau Flores ikut terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di bagian timur Flores.

Semburan abu vulkanik gunung mengarah ke barat dan mencapai Labuan Bajo yang berbahaya bagi penerbangan. Sekretaris Perusahaan Pelni Evan Eryanto mengatakan, untuk membantu wisatawan, pihaknya menyesuaikan rute kapal. ”Segera kami berkoordinasi dengan Kemenhub untuk izin penyesuaian rute,” katanya. KM Egon tiba di Labuan Bajo pada Minggu pukul 16.00 Wita dan diberangkatkan pukul 19.00 Wita. Dari Labuan Bajo, KM Egon akan berlayar menuju Pelabuhan Lembar dan dijadwalkan tiba pada Senin (11/11) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. KM Egon bertipe ro-ro dengan kapasitas angkut 500 orang dan 85 kendaraan roda empat.

Adapun rute reguler KM Egon adalah Surabaya-Batulicin-Parepare-Bontang-Parepare-Batulicin-Surabaya-Lembar-Waingapu pergi pulang. ”Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada calon penumpang yang terganggu akibat penyesuaian rute ini dikarenakan adanya kondisi darurat,” kata Evan. Dampak erupsi menyebabkan penerbangan dari dan menuju Pulau Flores ditutup sementara. Di Flores terdapat enam bandara komersial, yakni Larantuka, Maumere, Ende, Bajawa, Ruteng, dan Labuan Bajo. Setiap hari sedianya ada aktivitas penerbangan di sana. (Yoga)


Menjaga Arus Hulu Migas Tetap Lancar

09 Nov 2024

Pemerintah Indonesia berusaha keras untuk meningkatkan produksi energi fosil dalam rangka mencapai swasembada energi, tantangan besar masih membayangi industri hulu migas, terutama dalam pencapaian target lifting minyak. Hingga November 2024, produksi minyak Indonesia masih jauh dari target yang ditetapkan, yakni 635.000 barel per hari, dengan capaian hanya 603.152 barel per hari. Sebaliknya, produksi gas sedikit melebihi target, namun capaian keseluruhan tetap belum optimal untuk memenuhi ambisi pemerintah pada 2030 yang menargetkan 1 juta barel minyak dan 12 miliar kaki kubik gas per hari.

Para pelaku industri, seperti Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Migas Moshe Rizal, menyarankan perlunya kebijakan yang lebih menarik dan kompetitif agar Indonesia dapat bersaing dengan negara penghasil migas lainnya. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas, terus berupaya mempercepat monetisasi cadangan migas dan menyederhanakan birokrasi yang menghambat produksi. Pergantian Kepala SKK Migas diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat realisasi target lifting migas.

Dalam upaya meningkatkan produksi, PT Pertamina, yang mengelola sebagian besar Wilayah Kerja (WK) migas di Indonesia, berkomitmen untuk lebih agresif dalam mencari lapangan migas baru dan meningkatkan produksi. Namun, perbaikan dalam kebijakan dan iklim investasi yang lebih mendukung tetap menjadi kunci untuk mencapainya.


Tantangan Meraih Kemandirian Energi

09 Nov 2024

Indonesia, meskipun memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan produksi dan lifting minyak serta gas bumi (migas). Produksi migas Indonesia terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat berkurangnya cadangan dan tantangan teknis dalam eksplorasi, yang berdampak pada ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berfokus untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak dan 12 BCF gas per hari pada 2030.

Salah satu tantangan utama adalah kondisi lapangan minyak yang sebagian besar sudah berumur tua dan membutuhkan teknologi mahal seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, sektor hulu migas di Indonesia juga menghadapi kendala regulasi dan birokrasi, dengan iklim investasi yang kurang kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga. Pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi dengan menyederhanakan perizinan, memberikan insentif pajak, dan merumuskan regulasi yang lebih fleksibel, namun implementasi yang konsisten masih diperlukan.

Selain fokus pada peningkatan produksi migas, Indonesia juga perlu mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk diversifikasi energi dengan mengembangkan sumber energi terbarukan seperti panas bumi, surya, dan angin. Transisi menuju energi terbarukan memerlukan waktu, biaya, dan sumber daya yang besar, sehingga dalam jangka pendek, produksi dan lifting migas tetap menjadi prioritas utama.

Secara keseluruhan, ketahanan dan kemandirian energi Indonesia memerlukan kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Meskipun tantangan besar dihadapi, dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi bangsa yang mandiri secara energi.


Peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump

09 Nov 2024

Pelaku industri berorientasi ekspor menilai terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS akan menurunkan kinerja ekspor China ke AS. Indonesia dinilai bisa memanfaatkan peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump. Potensi penerapan pajak tinggi untuk produk minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah, yang diimpor dari China ke AS, misalnya, membuka potensi pasar ekspor baru bagi negara-negara produsen minyak goreng, termasuk Indonesia. Analis Komoditas Lunak Global Bloomberg, Alvin Tai, menilai, Trump akan memenuhi janji kampanyenya, menaikkan tarif impor produk China hingga 60 %.

Peningkatan tarif juga diterapkan untuk produk minyak jelantah (used cooking oil) asal China yang selama ini pungutan impornya ada di kisaran 15,5 %. ”Saya pikir akan ada kelanjutan dari peningkatan tarif impor, termasuk untuk produk minyak jelantah dari China yang jumlahnya 60 % dari seluruh minyak jelantah impor di AS,” ujar Alvin di sela-sela acara International Palm Oil Conference (IPOC) 2024 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/11). Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, menyebut, apa pun kebijakan Trump terkait proteksionisme nantinya tetap akan menguntungkan Indonesia.

”Volume ekspor minyak jelantah China ke AS sangatlah besar. Indonesia harus bisa mengambil keuntungan (dari kebijakan tarif AS),” ujar Joko. Berdasar hasil studi Traction Energy Asia, potensi ketersediaan minyak jelantah di Indonesia mencapai 1 juta kiloliter per tahun. Dari potensi tersebut, 75 % berasal dari industri pengolahan makanan, 25 % berasal dari hotel, restoran, dan kafe. Dilansir dari Reuters, tahun lalu AS mengimpor minyak jelantah hingga 1,36 juta metrik ton (1,53 juta kiloliter) untuk memenuhi kebutuhan produksi biodiesel di negara tersebut. (Yoga)


Ambisi Iklim Pemerintahan Prabowo dalam COP29 Azerbaijan Kelanjutan atau Gebrakan Baru

09 Nov 2024
DUNIA akan menggelar konferensi iklim (COP 29) di Baku, Azerbaijan, pada 11-12 November 2024. Ini sekaligus menjadi konferensi negara peserta pertama bagi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk menunjukkan seberapa ambisius aksi iklim Indonesia kali ini di kancah internasional. Pertanyaan kemudian muncul: apakah pemerintahan baru ini hanya melanjutkan komitmen iklim Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo? Adakah gebrakan baru yang lebih ambisius untuk mengejar target penurunan emisi dan adaptasi sesuai dengan kesepakatan konferensi? Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu melihat lagi keputusan COP 28 di Dubai, Uni Emirat Arab, tahun lalu, dan kerangka aksi Presidensi COP 29. Salah satu poin penting dari COP 28 adalah perjanjian yang mensinyalkan “beginning of the end” atau awal dari babak akhir era bahan bakar fosil. Kesepakatan ini mengisyaratkan negara-negara di seluruh dunia wajib mengakhiri ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sebagai sumber energi.  

Ini penting agar negara-negara dapat memangkas emisi karbon sebesar 43 persen pada 2030 dibanding jumlah emisi pada 2019 sebagai patokan. Namun, alih-alih berkurang, emisi Indonesia kemungkinan besar akan terus meningkat karena penggunaan batu bara yang masih dominan pada pembangkit listrik. Menurut data Dewan Energi Nasional, bauran energi nasional 2023 masih didominasi oleh batu bara, yaitu sebesar 40,46 persen; diikuti oleh minyak bumi (30,18 persen); gas bumi (16,28 persen); dan energi baru terbarukan (13,09 persen). Batu bara juga masih mendominasi pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik, yaitu sebesar 67 persen Menuju COP 29, Presidensi Azerbaijan menyiapkan tiga kerangka aksi yang perlu diperhatikan oleh negara-negara anggota. Pertama, prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi, yakni mencegah pemanasan bumi tidak lebih dari 1,5 derajat Celsius pada 2030 dengan mengurangi emisi secara mendalam, cepat, dan berkelanjutan. (Yetede)


UEA Jadi Target Besar Bagi Investor Migas

08 Nov 2024

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah Indonesia, melalui SKK Migas, dengan perusahaan migas kelas dunia untuk mengoptimalkan potensi sumber daya migas di Indonesia. Dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan energi nasional yang diperkirakan akan mencapai 1.012 juta ton setara minyak (MTOE) pada 2025, dengan 43,5% di antaranya harus dipenuhi oleh migas, kerja sama global dianggap krusial. Hudi Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, menegaskan bahwa kemitraan internasional dapat mempercepat penemuan cadangan baru, transfer teknologi, serta mendukung inovasi dan pengembangan kapasitas nasional.

Selain itu, Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas, mengungkapkan bahwa masih terdapat potensi besar di sektor hulu migas Indonesia yang dapat dikembangkan, termasuk 301 struktur yang memiliki potensi sekitar 1,8 miliar barel minyak dan 13,4 triliun kaki kubik gas, serta potensi peningkatan produksi melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan waterflood. Pembaruan regulasi kontrak bagi hasil juga bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi dengan memberikan kepastian bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi kontraktor.

Di sisi lain, perusahaan seperti Medco E&P dan Pertamina Hulu Energi terus berfokus pada pengembangan potensi migas di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan produksi dan efisiensi. PT Pertamina Hulu Energi, misalnya, berhasil mencatatkan produksi sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari pada 2024, berkat penerapan teknologi seperti multi-stage fracturing dan artificial intelligence. Mubadala Energy juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan Blok South Andaman dengan rencana eksplorasi yang matang dan pengembangan pada tahun 2028.

Kesimpulannya, sektor hulu migas Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimaksimalkan melalui kemitraan strategis dengan perusahaan internasional, penerapan teknologi modern, serta kebijakan yang mendukung keseimbangan kepentingan antara pemerintah dan kontraktor. Semua upaya ini diharapkan dapat memastikan ketahanan energi nasional di masa depan.