Lingkungan Hidup
( 5820 )Asosiasi Peternak Sapi Perah Desak Jaminan Penyerapan Susu Lokal oleh Industri
RI Bahas Kemiskinan dan Kelaparan pada KTT G20
Presiden Prabowo menekankan komitmen mengatasi kemiskinan dan kelaparan dalam KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11) waktu setempat. Untuk mengatasi kedua tantangan tersebut juga diperlukan perdamaian dan stabilitas. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pertama KTT G20 yang mengangkat tema ”Fight againstHunger and Poverty”. Sebelumnya, Presiden menghadiri peluncuran Global Alliance against Hunger and Poverty di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro. Peluncuran itu dipimpin Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Lula menyerukan aksi global mengatasi kelaparan dan kemiskinan global. Ia menyoroti ketimpangan sosial di dunia. Pada 2024, sebanyak 733 juta orang masih kekurangan gizi. Padahal, dunia memproduksi 6 miliar ton makanan per tahun.
”Kelaparan adalah ekspresi biologis dari pe nyakit sosial,” kata Lula, mngutip ilmuwan Brasil, Josué de Castro. Lula menyampaikan, aliansi itu bertujuan membangun rekomendasi internasional, kebijakan publik yang efektif, dan sumber pendanaan yang berkelanjutan. Saat ini, aliansi tersebut didukung 81 negara, 26 organisasi internasional, 9 lembaga keuangan, serta berbagai yayasan dan organisasi nonpemerintah. ”Aliansi ini lahir di G20, tetapi tujuannya bersifat global,” ucapnya. Dalam pidato di sesi pertama KTT G20, Presiden Prabowo mengapresiasi pilihan Lula untuk menekankan kemiskinan dan kelaparan sebagai focus pembahasan. Sebab, hal itu adalah masalah yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia, yang disebut Prabowo masih memiliki 25 % anak yang kurang gizi setiap hari.
Isu kemiskinan dan kelaparan ini, menurut Prabowo, membawa keterpilihannya sebagai presiden. Karena itu, Indonesia mengalokasikan bagian besar dari APBN untuk pendidikan dan makan bergizi gratis untuk anak. ”Saya percaya pendidikan akan membawa kita keluar dari kemiskinan. Pendidikan akan membawa kehidupan yang lebih baik. Makan gratis untuk anak-anak juga bagian vital dari strategi kami. Ini bagian untuk memperkuat anak-anak muda kami supaya bisa menerima pendidikan,” tuturnya. Prabowo pun meyakini dapat mengatasi kekurangan pangan dalam tiga tahun, mencapai kemandirian pangan dalam empat tahun, serta bisa berkontribusi pada aliansi global untuk melawan kemiskinan dan kelaparan dalam lima tahun. (Yoga)
QR "Code" untuk Mengontrol Pembelian BBM Bersubsidi
Seorang pengemudi mobil tampak memperlihatkan kode respons cepat atau QR code saat membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite kepada petugas di SPBU di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2024). Reformasi subsidi BBM dengan menggunakan QR code pada saat pengisian di SPBU diharapkan dapat menekan beban anggaran sekitar Rp 407 triliun dalam setahun yang selama ini penyalurannya belum tepat sasaran. (Yoga)
Kementerian Pertanian Membentuk Brigade Swasembada Pangan atau Brigade Pangan
Sumur Gulamo Torehkan Catatan Baru Sejarah Energi
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah mencatatkan pencapaian bersejarah dengan penemuan Sumur Gulamo DET-1 sebagai sumur migas nonkonvensional (MNK) pertama di Indonesia yang berhasil membuktikan adanya aliran hidrokarbon ke permukaan. Penemuan ini diumumkan setelah evaluasi hasil data fracturing, uji rekahan, dan well testing yang dilakukan di sumur tersebut. EVP Upstream Business PHR, Andre Wijanarko, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan potensi besar pengembangan MNK di Blok Rokan, yang menjadi bagian dari komitmen PHR untuk terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Keberhasilan ini juga disambut baik oleh Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas, Sunjaya Eka Saputra, yang menilai penemuan sumber daya migas baru di Sumur Gulamo DET-1 sebagai bukti keberhasilan upaya pengembangan migas nonkonvensional di Indonesia. Sunjaya berharap pencapaian ini dapat menjadi contoh dan dorongan bagi eksplorasi serta pengembangan lapangan-lapangan MNK lainnya di Indonesia.
Secara keseluruhan, penemuan ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi PHR, tetapi juga memberikan harapan bagi kemajuan industri migas nasional, khususnya dalam pengembangan sumber daya migas nonkonvensional yang diharapkan dapat menjadi alternatif penting dalam memenuhi kebutuhan energi di masa depan.
PT Pertamina Mengembangkan Sustainable Aviation Fuel
PT Pertamina (Persero) sejak beberapa tahun lalu telah mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak nabati. Pada tahun ini bahkan SAF mengalami meningkatan manfaat, tak hanya mengurangi emisi karbon di sektor transportasi udara tetapi sekaligus menjawab persoalan sampah rumah tangga dan limbah industri. SVP Research & Technology Innovation Oki Muraza menjelaskan Pertamina sudah mengembangkan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) sebagai bahan baku SAF. Sebelumnya, pengembangan SAF yang dilakukan Pertamina menggunakan minyak kelapas sawit dalam bentuk crude palm oil (CPO) atau refined bleached deodorized pal kernek oil (RBDPKO).
Langkah Pertamina dimulai dengan mengumpulkan UCI dari berbagai sumber, termasuk rumah tangga, restoran, dan industri pengolahan makanan. Teknologi pengolahan SAF menggunakan jalur Hydroprocessed Esters and Fatty Acid (HEFA) memungkinkan konvensi minyak jelantah menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan infrastruktur penerbangan yang ada. Oki juga menekankan pada tahun depan, SAF dari UCO bisa menggunakan secara komersial. Targetnya pada kuartal pertama tahun depan, SAF akan digunakan dalam joy-flight pada pesawat Pelita Air yang merupakan maskapai penerbangan milik Pertamina Group. (Yetede)
Tak Kurang 250 Pelaku Industri Karet dari 13 Negara Bertemu dalam Forum di Yogyakarta
Impor Garam Mustahil Dihilangkan
Terapkan Standarisasi Teknik Mengendarai Truk Yang Benar bagi Pengemudi
Kecelakan angkutan truk yang terjadi di Tol Cipularang bisa dihindari jika pengemudi menerapkan standarisasi teknik mengendarai truk yang benar. Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha Multimoda Transport Indonesia (PPMTI), Kyatmaja Lookman mengatakan, di kalangan angkutan pengemudi truk memiliki teknis khusus bagaimana menghindari truk oleng ketika berada pada jalur turunan karena kondisi rem blong. "Kalau melihat dugaan-dugaan sementara karena rem blong dimana posisi truk berada di gigi empat, seharusnya bisa dicegah melalui kompetisi pengemudi.
Saya menilai ini lebih karena faktor human error," ungkap Kyatmaja. Ia menurutkan , kondisi cuaca dan hujan memberikan pengaruh terhadap kondisi kendaraan. "Ini ditambah kemacetan di ruas tol tersebut, sementara posisi truk berada diluar jalur cepat sehingga tidak memilki kesempatan mengambil jalur lain ketika kondisi rem blong," ucapnya. Meski begitu, Kyatmaja menghormati invetsigasi yang sementara masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Ini tidak akan mendahului investigasi KNKT, tetapi ini berdasar pada dugaan-dugaan sementara. Sebab kami di Asosiasi juga konsen dengan hal-hal teknis seperti ini," pungkasnya. (Yetede)
Swasembada didulang oleh konsolidasi BUMN
Kementerian BUMN dan Kementerian PU akan mengonsolidasikan unit-unit usaha BUMN di sektor karya bertransformasi ke bisnis pangan guna mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, sebagai langkah mendukung program swasembada pangan, unit-unit bisnis BUMN yang selama ini punya fokus bisnis di sektor karya akan berkonsolidasi mengerjakan penugasan lain yang berkaitan dengan sektor pangan. ”Salah satu (yang jadi pembicaraan dengan Kementerian PU) tadi, unit-unit yang memang fokus di karya akan coba kami konsolidasikan untuk penugasan yang mendukung swasembada pangan,” ujar Erick seusai pertemuan dengan Menteri PU Dody Hanggodo di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/11).
Pernyataan Erick sekaligus mengonfirmasi surat edaran dari Kementerian BUMN soal rencana perubahan bisnis PT Indra Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), dan PT Virama Karya (Persero) yang ditujukan untuk jajaran direksi ketiga unit usaha BUMN karya. Ketiga perseroan semula bergerak di bidang layanan konsultan engineering dan konstruksi. Berdasarkan surat edaran yang diterima Kompas, Indra Karya bertransformasi untuk melakukan bisnis di sektor produk sawit, sementara Yodya Karya dan Virama Karya akan menjalankan bisnis di sektor komoditas beras.
Erick menambahkan, BUMN raksasa seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero)juga tidak akan luput dari penugasan untuk mendukung program swasembada pangan. ”Jadi, bagaimana agar subsidi (energi) menjadi lebih tepat sasaran, itu juga akan mendukung program swasembada pangan,” kata Erick. Kendati demikian, fungsi utama dari BUMN karya juga perlu diperkuat karena infrastruktur adalah aspek terpenting dalam mendukung swasembada pangan. Infrastruktur yang baik, dapat menekan biaya logistik di berbagai sektor, termasuk pelabuhan, bandara, jalan tol, bangunan, dan jalan di perkotaan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









