;

Teknologi Terbaru di Blok Rokan untuk Pertahankan Produksi

Teknologi Terbaru di Blok Rokan untuk Pertahankan Produksi

Pemanfaatan teknologi canggih oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas), terutama di Wilayah Kerja Rokan, yang merupakan penyumbang utama produksi minyak terbesar di Indonesia. Perusahaan telah mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kinerja pompa di sumur minyak, yang memungkinkan deteksi dini terhadap penurunan kinerja pompa hingga 20 hari lebih cepat. Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan perbaikan lebih cepat, mengurangi risiko penurunan produksi, dan meningkatkan efisiensi.

Triatmojo Rosewanto, Vice President Information Technology Pertamina Hulu Rokan, menjelaskan bahwa teknologi ini membantu mempertahankan tingkat produksi minyak, bahkan memungkinkan peningkatannya. Produksi minyak di wilayah kerja ini meningkat dari 159.000 barel per hari (bph) pada 2021 menjadi 161.000 bph pada 2023, berkat penerapan teknologi seperti well monitoring systems dan rod pump controller yang memungkinkan pengumpulan data real-time serta perawatan preventif untuk menjaga kinerja sumur tetap optimal.

Selain AI, PHR juga memanfaatkan robotic process automation (RPA) untuk mengotomatiskan lebih dari 60 proses operasional, menghemat hampir 49.000 jam kerja, serta meningkatkan efisiensi laporan teknis. Penggunaan mixed reality (MR) melalui perangkat HoloLens juga memungkinkan inspeksi teknis secara virtual, mengurangi kebutuhan mobilisasi tim lapangan dan meningkatkan keselamatan.

Selain itu, PHR juga berhasil menemukan sumber migas baru di Sumur Eksplorasi Astrea-1 yang memiliki potensi produksi hingga 3.000 bph, sebuah pencapaian penting di tengah tantangan penurunan produksi alamiah di Blok Rokan. Andre Wijanarko, EVP Upstream Business PHR WK Rokan, menambahkan bahwa upaya eksplorasi dan penggunaan teknologi canggih merupakan kunci untuk memastikan kelangsungan produksi minyak di masa depan.

Namun, tantangan tetap ada, sebagaimana diungkapkan oleh Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, yang menyoroti penurunan alami produksi di Rokan dan Cepu. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, juga mengingatkan bahwa target lifting migas nasional akan sulit tercapai hanya dengan mengandalkan Blok Rokan dan Cepu, sehingga diperlukan eksplorasi lebih lanjut untuk menemukan cadangan baru.

Secara keseluruhan, meskipun menghadapi tantangan dalam meningkatkan produksi migas dari lapangan yang sudah tua, adopsi teknologi seperti AI, RPA, dan MR oleh Pertamina Hulu Rokan dapat membantu meningkatkan efisiensi dan stabilitas produksi, yang sangat penting untuk mendukung produksi migas nasional.



Download Aplikasi Labirin :