Lingkungan Hidup
( 5820 )Menko Pangan Zulhas Pastikan Stok dan Harga Pangan Akhir Tahun Aman Terkendali
Prabowo Optimistis RI Tidak Impor Beras Lagi Tahun 2025
Kisah Shell Menambang Minyak Bumi Sejak
Swasembada beras dan jagung ditargetkan tercapai pada 2027
Presiden Prabowo memajukan target swasembada pangan dari 2028 menjadi 2027. Upaya mencapai target itu kian berat. Namun, swasembada pangan nasional tidak boleh ditawar-tawar lagi.Untuk merealisasikannya, pemerintah berfokus menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar pertanian dan pangan terlebih dahulu. Adapun kalangan pengusaha mendorong pentingnya kemitraan serta satu data di sektor pertanian dan pangan. Hal itu mengemuka dalam Afternoon Tea-Kompas Collaboration Forum (KCF) di Jakarta, Jumat (29/11). Pertemuan yang menghadirkan Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan itu bertema ”Swasembada Pangan, Strategi Pemerintah dan Dampaknya terhadap Dunia Usaha”. Zulkifli mengatakan, Presiden memajukan lagi target swasembada pangan. Awalnya ditargetkan tercapai pada 2029. Lalu, target program prioritas utama itu berubah menjadi 2028 dan kini menjadi 2027. ”Ini bakal kian berat. Namun, Presiden menegaskan, swasembada pangan tidak boleh ditawar-tawar lagi,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, pemerintah akan mengejar dahulu swasembada beras dan jagung pakan pada 2027. Target swasembada kedua komoditas tersebut paling memungkinkan untuk dicapai lantaran program-programnya sudah ada dan mulai digarap sejak akhir 2023. Saat ini, pemerintah tengah membenahi beberapa persoalan mendasar untuk menopang swasembada pangan kedua komoditas itu. Pertama, prosedur panjang petani mendapatkan pupuk subsidi dipersingkat. Kementan akan menjaring dan menentukan data petani penerima pupuk subsidi. Kemudian, pupuk itu langsung diberikan kepada petani melalui gabungan kelompok tani dengan menunjukkan KTP. Kedua, waduk dan irigasi akan dibenahi dan dibangun oleh pemerintah pusat ataupun daerah. Ketiga, BRIN telah diminta untuk mengembangkan benih-benih unggul. Keempat, penyuluh pertanian yang semula diampu daerah bakal langsung dipegang pemerintah pusat. Pemerintah juga tengah berupaya mentransformasi Perum Bulog. Perannya sebagai penstabil harga pangan dan pengelola cadangan pangan pemerintah akan diperkuat. Bulog akan di- jadikan badan otonom yang langsung bertanggung jawab kepada presiden. (Yoga)
Strategi Tingkatkan Produksi Migas Nasional
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui Menteri Bahlil Lahadalia, optimistis dapat mencapai target lifting minyak mentah sebesar 605.000 barel per hari (BOPD) pada 2025 yang tercantum dalam APBN. Menteri Bahlil menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut dapat didorong melalui tiga strategi utama, yaitu: 1) penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi dari sumur-sumur minyak yang ada, meski dengan biaya yang tinggi; 2) mempercepat pengembangan sumur yang sudah selesai dieksplorasi dengan segera melanjutkan perencanaan pengembangan lapangan migas (PoD); dan 3) melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru dan meningkatkan lifting.
Meskipun demikian, Menteri Bahlil mengakui bahwa target lifting minyak pada 2024 yang dipatok sebesar 635.000 BOPD mungkin tidak dapat tercapai, mengingat tantangan teknis yang dihadapi dalam sektor migas, yang memerlukan waktu lama untuk mengembangkan proyek-proyek baru.
Untuk memastikan pencapaian target jangka panjang, Bahlil menekankan pentingnya menarik investasi di sektor hulu migas. Pemerintah Indonesia tengah menawarkan berbagai skema menarik bagi investor, seperti skema bagi hasil produksi (PSC) dan skema bagi hasil final atau gross split, untuk memastikan sektor ini tetap kompetitif dan menarik bagi para investor. Dengan kebijakan tersebut, Bahlil berharap dapat menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan investor, guna meningkatkan investasi di sektor energi.
Prospek Emiten Nikel di Tengah Ancaman Harga
Harga Avtur siap diturunkan Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga avtur guna menekan harga tiket pesawat domestik pada Desember. Penurunan harga avtur akan berlaku di 19 bandara sesuai perkiraan peningkatan mobilitas masyarakat selama liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan, pemilihan 19 bandara dengan harga khusus avtur berdasarkan ketetapan pemerintah mengacu pada data peningkatan kebutuhan avtur yang signifikan selama Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 19 bandara itu tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Sumatera hingga Papua.
”Dengan infrastruktur kami yang andal, termasuk 72 titik depot pengisian pesawat udara, Pertamina Patra Niaga mampu melayani kebutuhan avtur, bahkan di bandara perintis dan lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Heppy Wulansari, di Jakarta, Kamis (28/11). Dalam paparan Pertamina Patra Niaga, 19 bandara terbagi atas 11 lokasi prioritas semasa Natal dan Tahun Baru, 4 lokasi destinasi pariwisata superprioritas, 1 lokasi multimoda, serta 3 bandara utama. Total proyeksi penjualan volume di semua lokasi mencapai 158.699 kiloliter dengan estimasi kebutuhan terbanyak atau 39,5 % dari total dialokasikan di Bali.
Dari 19 bandara dengan harga khusus, penyesuaian terbesar diterapkan di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Sumut. Harga avtur per liter diprediksi Rp 13.050 pada Desember, kemudian ditekan 9,96 %. Alhasil, harga penyesuaian Rp 11.750 per liter. Penurunan dengan besaran yang sama terjadi di Bandara Frans Seda Maumere (MOF), NTT. Pertamina memperkirakan harga avtur Rp 13.250 per liter pada Desember 2024 disesuaikan menjadi Rp 11.930 per liter. Jubir Kemenhub, Elba Damhuri, mengatakan, Pertamina akan mendukung penurunan harga tiket pesawat dengan menurunkan harga jual avtur pada rentang 7,5-10 %. (Yoga)
Potensi Lokal dan Kemitraan dioptimalkan
Program swasembada pangan serta makan bergizi dan minum susu gratis menjadi andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah kalangan berharap kedua program itu mampu mengurangi ketergantungan impor serta mengoptimalkan potensi lokal dan kemitraan. Peristiwa mandi dan membuang susu di Boyolali, Jateng dan Pasuran, Jatim, awal November 2024, bisa menjadi pembelajaran. Melunaknya kebijakan wajib tanam tebu bagi industri pengolahan gula berbahan baku gula mentah impor juga perlu diperhatikan. Sugianto, Ketua Koperasi Peternakan dan Susu Merapi Seruni, Kabupaten Boyolali, Jateng, Kamis (28/11) mengatakan, pemerintah perlu mengoptimalkan potensi lokal saat menggulirkan program swasembada pangan serta makan bergizi dan minum susu gratis.
Misalnya, serap produksi susu rakyat, baik untuk memenuhi kebutuhan industri maupun minum susu gratis. ”Libatkan pula peternak sapi perah dan koperasi susu sapi dalam pengembangan sapi perah nasional,” ujarnya. Sejak 1998, ketergantungan Indonesia terhadap susu impor semakin besar. Dulu, impor susu hanya 40 % dari total kebutuhan susu nasional, sekarang sudah mencapai 81 %. Seiring dengan itu, susu produksi dalam negeri pelan-pelan tersingkir atau banyak tidak terserap industri pengolahan susu (IPS). Bahkan, sejak peristiwa mandi dan buang susu, serapan IPS juga masih rendah, yakni sekitar 50 % dari kondisi normal. ”Kami mengapresiasi solusi dari Kementan yang akan mewajibkan IPS menyerap susu rakyat. Saat ini kami tengah menunggu regulasinya. Kami juga tengah menanti untuk dilibatkan dalam program makan bergizi dan minum susu gratis,” katanya. (Yoga)
Energi vs Pangan
Konsumsi pangan dan target capaian bahan bakar nabati kian meningkat. Keduanya memperebutkan satu komoditas pangan sebagai bahan baku. Tanpa peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan, pertarungan pangan dan energi bakal kian sengit. FAO memperkirakan kebutuhan pangan dunia akan meningkat 60 % pada 2030 dan dua kali lipat pada 2050. Ekuivalen dengan kebutuhan peningkatan produksi dunia sebesar 42 % pada2030 dan 70 % pada 2050. Bank Dunia menyebutkan produksi bahan bakar nabati global, se-perti biodiesel dan bioetanol, untuk campuran bahan bakar minyak tumbuh paling cepat di antara sektor energi lain, tertuang dalam laporannya tentang ”Tinjauan Pasar Komoditas” yang dirilis awal November 2024. Saat ini, Argentina sedang meninjau kebijakan biodiesel berbasis minyak kedelai dan berpotensi meningkatkan mandat pencampuran domestiknya.
Brasil berencana meningkatkan campuran biodiesel berbasis tetes tebu (bioetanol) tahun depan. Indonesia juga berencana meningkatkan campuran biodiesel dari 35 % (B35) menjadi 40 % (B40) pada 2025. Bahkan, Indonesia mulai mengarah ke B50 yang ditargetkan tercapai pada 2029. Berdasarkan kondisi itu, Bank Dunia memperkirakan dari waktu ke waktu permintaan bahan bakar nabati akan melebihi ekspektasi. Dampaknya bak dua sisi keeping mata uang. Harga bahan baku, seperti biji-bijian, minyak sayur, dan gula, akan tertekan. Pada 2024 harga rerata minyak sawit di pasar internasional diperkirakan 925 USD per ton. Pada 2025 dan 2026 harganya diproyeksikan turun jadi 860 USD per ton dan 850 USD per ton. Berbarengan dengan itu, kebutuhan pangan pelan-pelan juga bakal tertekan. Hal itu berpotensi terjadi jika peningkatan penggunaan komoditas pertanian untuk pangan dan energi tidak dibarengi peningkatan produksi. (Yoga)
Presiden Prabowo Subianto Membawa Komitmen Sejumlah Negara untuk Mewujudkan Program Makan Bergizi gratis.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023








