Lingkungan Hidup
( 5781 )Bekal Ekspansi untuk Emiten Nikel
Bisnis Rendah Karbon Pertamina
Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-29 (COP UNCCC 29), yang berlangsung 11-22 November di Baku, Azerbaijan, yang semula dikira akan lesu darah karena tampak lebih sepi, akhirnya membawa asa baru. Di akhir konferensi, 198 negara dan para pihak bersepakat meningkatkan ambisi atau komitmen nasional (NDCs) masing-masing, mulai tahun 2025 memastikan pengurangan emisi bisa berjalan sesuai target Perjanjian Paris. Kesepakatan Paris berkomitmen membatasi kenaikan suhu rata-rata global agar tidak meningkat 1,5 derajat celcius dibanding suhu rata-rata pra-Revolusi Industri (1850-1900). COP29 menyepakati standar baru mekanisme perdagangan karbon internasional yang memungkinkan negara-negara saling membeli dan menjual kredit karbon. Investasi pun diarahkan ke negara-negara berkembang.
Negara-negara maju dan institusi keuangan internasional pun diharapkan mempercepat reformasi pendanaan iklim guna menjamin alokasi dana yang lebih besar ke wilayah yang membutuhkan untuk melakukan transisi energi bersih, terutama di negara berkembang. Ketua Delegasi Indonesia yang juga Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim S Djojohadikusumo di dalam COP29 menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi signifikan menurunkan panas bumi dengan menargetkan net zero emission (NZE) pada 2060. Pemerintah juga telah meningkatkan komitmennya melalui Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC) yang menargetkan pengurangan emisi 31,89 % dengan upaya domestic dan 43,20 % dengan dukungan internasional pada 2030. Komitmen pemerintah itu perlu didukung komitmen yang lebih kuat oleh semua pemangku kepentingan.
Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menegaskan ambisinya memperkuat posisi Indonesia dalam aksi global menghadapi perubahan iklim. ”Pertamina bertekad menjadi perusahaan energi terkemuka yang dikenal atas kepeduliannya terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang kuat,” ujar Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Salyadi Dariah Saputra dalam sesi panel di COP29, Kamis (14/11). VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso juga menegaskan hal itu. Menurut dia, Pertamina ingin menjadi pionir dalam transisi energi, berkontribusi nyata dalam upaya keberlanjutan, dan menjadi katalisator bagi Indonesia dalam mencapai masa depan energi yang lebih hijau. Sejak 2010 sampai kini, Pertamina berhasil mengurangi emisi hingga 8,5 juta ton CO2 dari emisi Scope 1 dan 2 serta berencana terus meningkatkannya melalui kolaborasi dan inovasi teknologi.
Cara lain Pertamina adalah mengambil karbon kredit, yaitu dengan menanam pohon, sehingga minyak dan gas yang kita gunakan bisa dikompensasi emisinya. Pertamina juga terus mengembangkan energi ramah lingkungan. Pertamina terus mengembangkan portofolio energi terbarukan. Menurut Dirut P ertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis, Pertamina akan menyiapkan 8 % dari total belanja investasinya hingga tahun 2029 atau 5,7 miliar USD untuk pengembangan energi baru dan terbarukan yang mencakup geotermal, bioetanol, hydrogen hijau, tenaga surya, tenaga angin, tenaga biomassa, baterai, dan bisnis karbon. ”Investasi yang disiapkan Pertamina cukup besar dalam pengembangan EBT. Hal ini bagian dari komitmen kuat Pertamina untuk mendukung enhanced nationally determined contribution Indonesia,” ujar John. (Yoga)
ITMG Fokus Pacu Penjualan Batu Bara
Zulhas Sebut Presiden Prabowo Sepakat Bahas Status Kelembagaan Bulog
Pertumbuhan Ekonomi masih mengandalkan Tambang
Pertambangan mineral dan batubara masih memegang peran penting bagi Indonesia, mengingat melimpahnya sumber daya yang dimiliki, untuk menjawab kebutuhan energi dalam menopang target-target pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, hilirisasi, penggunaan energi hijau, dan pengembangan teknologi bersih pada minerba mesti terus dilakukan. Hal itu mengemuka dalam diskusi kelompok terfokus (FGD) ”Navigating & Prospect for Energy Resilience in Indonesia by 2035” yang digelar Kompas dengan Indonesian Mining Association (IMA), di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (22/11).
Sebagai pembicara diskusi adalah Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pajak IMA Ezra Sibarani, serta dosen Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti sekaligus Direktur Eksekutif Refor Miner Institute, Komaidi Notonegoro. Menurut Purnomo, cadangan komoditas mineral dan batubara Indonesia masih cukup melimpah serta memiliki peran strategis dalam pembangunan. Di antaranya jenis nikel, tem- baga, bauksit, timah, emas, dan besi. Begitu juga pada batubara, yang selama ini mendukung ketahanan energi, yakni kelistrikan, melalui pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Hilirisasi atau peningkatan nilai tambah, ujar Purnomo, sejatinya sudah diatur dalam UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.
Namun, hal itu jangan hanya berhenti pada pengolahan dan pemurnian. ”Sekarang kita perlu mengembangkan adanya peningkatan nilai tambah pada produk akhir,” ujarnya. Di samping itu, eksplorasi pertambangan minerba mesti terus dilakukan. Pada batubara, misalnya. Purnomo menyebutkan, berdasar data Badan Geologi, pada 2022, cadangan batubara Indonesia 35,05 miliar ton dan sumber daya sebesar 99,19 miliar ton. Volume cadangan tersebut membuat batubara Indonesia dapat dimanfaatkan untuk 50 tahun ke depan. Peningkatan penggunaan batubara bakal menghasilkan emisi yang lebih besar. Karena itu, clean coal technology mesti terus dikembangkan. Dukungan-dukungan insentif juga perlu diberikan kepada investor dalam mendukung eksplorasi pertambangan mineral dan batubara. (Yoga)
14 Tewas dan 8 Hilang dalam bencana di Sumut
Banjir bandang dan longsor menerjang empat kabupaten di Sumut, yakni Deli Serdang, Karo, Padang Lawas, dan Tapanuli Selatan. Sebanyak 14 orang tewas dan sedikitnya delapan orang masih hilang dalam bencana yang mulai terjadi pada Sabtu (23/11) malam. Di Deli Serdang, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan melakukan pencarian di permukiman yang rusak berat diterjang banjir bandang di Desa Martelu, Kecamatan Sibolangit, Minggu (24/11). Empat korban tewas telah ditemukan. ”Tim SAR gabungan masih bekerja mencari dua korban hilang,” kata Pj Bupati Deli Serdang, Wiriya Alrahman, Minggu malam. Empat rumah dan satu gere ja di permukiman yang beradadi lembah di antara bukit itu roboh terbawa arus banjir bandang.
Sungai kecil di tengah permukiman melebar dan dipenuhi batu-batu besar yang terbawa arus dari hulu. Ekskavator dikerahkan untuk memindahkan kayu, batu, dan tanah demi mencari korban. Namun, hingga Minggu malam, dua korban belum ditemukan. Edy Ginting (45), warga Desa Martelu, mengatakan, dirinya selamat karena arus banjir bandang hanya melintas di samping rumahnya. Hujan deras sudah turun di Sibolangit sejak Sabtu (23/11) sore. Saat malam tiba, listrik padam sehingga desa gelap gulita. ”Kejadiannya sangat cepat. Awalnya, kami mendengar suara gemuruh seperti mesin truk. Beberapa saat kemudian, banjir bandang yang membawa batu dan kayu langsung menerjang desa kami,” kata Edy. (Yoga)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Ingin Kementeriannya Memegang Kendali Utuh Atas Sektor Pangan
Batu Bara Mulai Tersingkir dari Panggung Utama Energi
Pemerintah Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam merencanakan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara, sebagai bagian dari transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Presiden Prabowo telah menargetkan Indonesia untuk mencapai net zero emission sebelum 2050, dengan salah satu langkah utama adalah mengganti PLTU dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang lebih ramah lingkungan. Namun, seperti yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, transisi energi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak membebani keuangan negara, karena harga EBT saat ini masih tinggi. Pemerintah juga tengah mencari skema pembiayaan yang tepat untuk pensiun dini PLTU, termasuk untuk PLTU Cirengbon-1 dan Pelabuhan Ratu yang meskipun sudah ada komitmen untuk dihentikan operasionalnya, namun terus tertunda karena masalah pembiayaan.
Di sisi lain, Fabby Tuwo, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), menekankan pentingnya reformasi regulasi, transformasi industri kelistrikan, dan dukungan pembiayaan dari pemerintah dan pihak luar untuk mengakselerasi transisi ini. Fabby juga menyarankan pembentukan task force dekarbonisasi kelistrikan yang dipimpin oleh seorang ahli, yang langsung melapor kepada Presiden. Namun, Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), berpendapat bahwa pernyataan Prabowo di KTT G20 Brasil terkait pensiun dini PLTU masih sebatas gimmick, karena hingga kini belum ada tindakan konkret, seperti daftar PLTU yang akan dipensiunkan, dan masih ada PLTU baru seperti PLTU Cirebon-2 yang baru saja beroperasi.
Sementara itu, Komisi Transisi Batu Bara yang dipimpin oleh Indonesia dan Prancis menyarankan agar sektor perbankan dan investor swasta mengambil peran aktif dalam mendanai proyek pensiun dini PLTU di negara-negara berkembang, dan merekomendasikan agar kriteria keberlanjutan pembiayaan dilonggarkan untuk mendukung penutupan PLTU batu bara.
Secara keseluruhan, untuk mencapai transisi energi yang sukses, pemerintah harus menghadapi tantangan besar dalam hal pembiayaan, ketersediaan EBT yang cukup, dan penciptaan kebijakan yang mendukung agar pensiun dini PLTU bisa berjalan sesuai rencana, tanpa mengganggu kestabilan ekonomi negara.
Melambungnya Harga Minyakkita di Atas HET
Seorang pedagang barang kelontong menunjukkan minyak goreng kemasan sederhana Minyakita di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Jumat (22/11/2024). Pedagang di pasar ini menjual Minyakita dengan harga Rp 17.500 per liter, dimana harga ini berada jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah, sebesar Rp 15.700 per liter. (Yoga)
Pemerintah akan Memutuskan Skema Subsidi Energi pada Pekan Depan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









