;

Bisnis Rendah Karbon Pertamina

Lingkungan Hidup Yoga 27 Nov 2024 Kompas
Bisnis
Rendah Karbon Pertamina

Konferensi Perubahan Iklim PBB Ke-29 (COP UNCCC 29), yang berlangsung 11-22 November di Baku, Azerbaijan, yang semula dikira akan lesu darah karena tampak lebih sepi, akhirnya membawa asa baru. Di akhir konferensi, 198 negara dan para pihak bersepakat meningkatkan ambisi atau komitmen nasional (NDCs) masing-masing, mulai tahun 2025 memastikan pengurangan emisi bisa berjalan sesuai target Perjanjian Paris. Kesepakatan Paris berkomitmen membatasi kenaikan suhu rata-rata global agar tidak meningkat 1,5 derajat celcius dibanding suhu rata-rata pra-Revolusi Industri (1850-1900). COP29 menyepakati standar baru mekanisme perdagangan karbon internasional yang memungkinkan negara-negara saling membeli dan menjual kredit karbon. Investasi pun diarahkan ke negara-negara berkembang.

Negara-negara maju dan institusi keuangan internasional pun diharapkan mempercepat reformasi pendanaan iklim guna menjamin alokasi dana yang lebih besar ke wilayah yang membutuhkan untuk melakukan transisi energi bersih, terutama di negara berkembang. Ketua Delegasi Indonesia yang juga Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim S Djojohadikusumo di dalam COP29 menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi signifikan menurunkan panas bumi dengan menargetkan net zero emission (NZE) pada 2060. Pemerintah juga telah meningkatkan komitmennya melalui Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC) yang menargetkan pengurangan emisi 31,89 % dengan upaya domestic dan 43,20 % dengan dukungan internasional pada 2030. Komitmen pemerintah itu perlu didukung komitmen yang lebih kuat oleh semua pemangku kepentingan.

Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menegaskan ambisinya memperkuat posisi Indonesia dalam aksi global menghadapi perubahan iklim. ”Pertamina bertekad menjadi perusahaan energi terkemuka yang dikenal atas kepeduliannya terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang kuat,” ujar Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Salyadi Dariah Saputra dalam sesi panel di COP29, Kamis (14/11). VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso juga menegaskan hal itu. Menurut dia, Pertamina ingin menjadi pionir dalam transisi energi, berkontribusi nyata dalam upaya keberlanjutan, dan menjadi katalisator bagi Indonesia dalam mencapai masa depan energi yang lebih hijau. Sejak 2010 sampai kini, Pertamina berhasil mengurangi emisi hingga 8,5 juta ton CO2 dari emisi Scope 1 dan 2 serta berencana terus meningkatkannya melalui kolaborasi dan inovasi teknologi.

Cara lain Pertamina adalah mengambil karbon kredit, yaitu dengan menanam pohon, sehingga minyak dan gas yang kita gunakan bisa dikompensasi emisinya. Pertamina juga terus mengembangkan energi ramah lingkungan. Pertamina terus mengembangkan portofolio energi terbarukan. Menurut Dirut P ertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis, Pertamina akan menyiapkan 8 % dari total belanja investasinya hingga tahun 2029 atau 5,7 miliar USD untuk pengembangan energi baru dan terbarukan yang mencakup geotermal, bioetanol, hydrogen hijau, tenaga surya, tenaga angin, tenaga biomassa, baterai, dan bisnis karbon. ”Investasi yang disiapkan Pertamina cukup besar dalam pengembangan EBT. Hal ini bagian dari komitmen kuat Pertamina untuk mendukung enhanced nationally determined contribution Indonesia,” ujar John. (Yoga)


Tags :
#Pertamina #
Download Aplikasi Labirin :